ACT V : Si Jutek… Pencuri celana dalam ?? Ampun Bu Polisi !!!

” Aaahh…. ” Jaka akhirnya terbangun, sedangkan keempat gadis lainnya berbaring di sofa ruang tengah, bahkan Karen tidur disebelah Jaka,.Mungkin sebagai ungkapan rasa terima kasihnya atas pertolongan Jaka yang sebenar-nya sich hanya kebetulan saja,..

Tampak-nya mereka cukup mengkhawatirkan keadaan Jaka yang pingsan karena terpukul penjahat itu,Dingin rasa-nya saat Jaka terbangun, langit pun masih gelap. Suasana masih hening , sunyi, belum genap pukul 4 pagi,..Perlahan Jaka naik ke kamar masing-masing, mengambilkan selimut untuk mereka, khawatir kalau-kalau mereka masuk angin,.

Perlahan satu persatu Jaka menyelimuti mereka,..

Maria yang tidur sambil mengigau,..Sherry yang tertidur di pojok sofa, dengan dasternya yang tak terkancing semua,..Enggan sebenarnya Jaka melihat belahan payudara Sherry yang terpampang lebar didepan matanya,..rasanya malu dan tidak sesuai dengan sifat aslinya yang lugu, namun entah mengapa matanya tak bisa lepas memelototi belahan payudara itu,..

” Aduh, malu bapak-ku melihat anaknya begini,.. ” Jaka malu sendiri, sambil berpaling namun dia mendapati celana dalam, dan paha putih mulus Judy,.. ” Ya ampun,.. ” pikir Jaka, imannya mulai goyah juga,..apalagi wajah Judy yang imut itu membuatnya benar-benar luluh, rasanya sayang untuk melewatkan Paha mulus Judy itu,.. Ya memang salah Judy juga yang tidur dengan rok mini seperti itu,..Ternyata Jaka memang lelaki , tentu dia gak mau melewatkan kesempatan untuk dapat melihat Paha mulus itu lebih lama, dan memilih menyelimuti Karen terlebih dahulu,..

Jaka pun melangkah kearah Karen yang tertidur lelap di sudut ruangan, dekat kasur Jaka,..Jaka menyelimuti Karen perlahan, takut menggangu tidurnya, walaupun dia penghuni baru dan baru beberapa hari mengenal mereka, namun rasa kekeluargaan di rumah ini, membuat Jaka khawatir juga dengan keadaan Karen, dan bertanya semoga penjahat tadi tidak melakukan apapun pada Karen, namun melihat lelapnya tidur Karen, Jaka sedikit tenang dan percaya, tak ada yang terjadi dengan Gadis itu,..

Kembali Jaka duduk di atas kursi menatap paha mulus Judy, sambil garuk-garuk selangkangannya, ‘si otong dah berontak aja nich’ , binggung juga Jaka harus apa, garuk-garuk pengen ke WC rasanya, tapi,..

Lagi-lagi si lugu Jaka malu sendiri, diambilnya selimut Judy , sempat Jaka menikmati paha mulus Judy untuk terakhir kalinya, sebelum Jaka menyelimuti Judy dan kembali ke kasurnya, kembali bermimpi indah,..

^^^^^

” Pagi Jaka,… ” Panggil Maria, sambil menyeduhkan teh untuk Jaka,..

” Pa..pa..pagi,..bukannya ini tugas saya ?? ” Tanya Jaka, binggung,..

” Hmmm, khusus hari ini kamu libur Ok.. ” Jawab Maria,..sebenarnya Jaka gak hanya binggung dengan kebaikan hati Maria hari ini, tapi apa semua penghuni di rumah ini selalu pakai baju se-minim ini ?? Maria tampak sexy sekali dengan kaus berbelahan rendahnya

” Hmm, ya, ya.. ayo makan dulu, dah dapet tempat Les ?? ” Tanya Sherry, sambil meminum tehnya,..Sherry lebih parah, dengan kemeja putihnya yang mencetak BHnya yang merah muda itu, tanpa celana lagi, duduk bersila diatas kursi yang memamerkan pahanya yang putih berisi,..

” Iiii.ya iya iya,.. ” Jaka gelagapan, kini sedikit dia merasa dihargai, bukan hanya sekedar pengurus rumah tangga, alias pembantu, tapi juga seorang penghuni rumah ini,..

Jaka meminum teh buatan Maria,.Enak…

” Sudah, dapat tempat les-nya ?? ” Sheery mengulang pertanyan-nya tadi,..

” Maap, sudah koq, di dekat sini, jadi ga terlalu buang waktu,.. ” Jaka menjawab,..

” Hmm, kalau ada yang mau dibantu soal pelajaran bisa koq Tanya ke aku,.. ” Karen menawarkan diri,..Karen juga yang biasanya paling sopan, kini malah ikut-ikut mengenakan kemeja yang tiga kancing teratasnya dibuka, membuat payudaranya yang besar itu makin menantang,..Ya Tuhan, si otong makin berontak aja,..

Jaka makin gemetar saja, apalagi sepasang tangan merangkulnya dari belakang,..Judy , Judy yang semalaman dipelototin sama Jaka, kini wajahnya malah diletakan di pundak Jaka..Panas dingin Jaka dibuatnya,..apalagi dia mengenakan pakaian khas perawat yang super ketat,..ya ampun apa ada suster secantik dan se-sexy ini??,..Bahkan rasanya teh di tenggorokan Jaka pun membeku, membuat Jaka tersedak mendengar suara Judy yang menyelusup masuk ke telinga-nya,..

” Mau kue aku ?? ” Tanya Judy,..Payudara-nya menekan punggungnya dari belakang, saat mengambil kue keringnya dari atas meja,.tubuh Jaka lemas, sementara adek-nya makin perkasa,..

” Apa-apaan sich pakaian lu Jud ?? ” Tanya Karen..

” Hmm, ini ?? ” Judy berputar memamerkan pakaian susternya yang serba mini, berdominasi warna merah muda,..

” Ini buat pentas aku selanjutnya,..” Judy menjawab,.. ” Bagus ga Jaka ?? ” Judy menatap Jaka, yang membuat Jaka makin salah tingkah, imut sekali Judy dengan pakaiannya itu, ingin sekali rasanya Jaka menerkam Judy,..Memeluknya , menciumnya, meremasnya,..

” Udah-udah, ayo makan,.. ” Maria menegahi pembicaraan itu dan mengajak mereka untuk sarapan,..

” Selamat makan, ” ucap mereka berlima berbarengan,..

‘ duk duk duk,.. ‘ terdengar suara langkah kaki dari lorong,..

” Apa pencuri itu lagi?? ” Jaka bertanya dalam kepanikan,..rasa sakit semalam saja belum hilang, perlahan Jaka berbalik mencari sumber suara itu,..

” HAhhhh !! ” Jaka benar-benar terkejut setengah mati,..

” Valen .. Baru pulang ?? ” Tanya Maria,..

Cewek yang dipanggil Valen itu pun sama terkejutnya dengan Jaka,..Gadis itu gadis cantik bercelana dalam hitam yang ditabrak Jaka kemarin siang,..

” Si,,.Siapa lu ?? ” Tanya gadis itu galak,..

” Valen ini Jaka, penjaga rumah kita dan penghuni baru NewParadise,.. ” Maria mengenalkan,..

Jaka pun berdiri dari duduknya, berusaha bersikap sopan ??

” Ga salah ?? ” Tanya Valen..” Orang kayak gini ?? “

Jaka makin salah tingkah,..ingin rasanya dia menerangkan kesalahpahaman semalam, namun rasanya mulut ini susah sekali untuk berkata,..

” Emangnya lu dah kenal dia ?? ” Tanya Sherry,..Judy dan Karen pun ikut mengganguk,..

” Gak, bisa dibilang gitu juga sich,.. ” Valen tampak acuh,..

” Maaf, semuanya salah paham,.. ” Jaka akhirnya mampu juga berkata,..

” Salah paham ?? ” Valen tersenyum sinis,..

Waktu seolah berhenti, Suasana menjadi sedingin musim salju,..sedangkan gadis-gadis lainnya hanya bisa diam, bertanya dan menerka dalam hatinya, sementara Jaka hanya dapat menunduk menghadapi pandangan mata sinis Valen,..

‘ Tok-Tok-Tok… ‘ ketukan pintu, mencairkan suasana itu, detik pun kembali berjalan,..

Maria bergegas membuka pintu itu, tak lama diikuti seseorang Maria kembalikeruang makan,..

Seorang wanita, berumur sekitar 24 tahun,..Cantik, Sexy, dengan dada yang super besar,..dan lebih parahnya lagi berpakaian polisi, ketat yang membuat payudaranya seolah melompat keluar dari pakaian dinas-nya,..

” Pagi, saya Shellina, Polisi keamanan daerah ini,.. “
Jak mematung melihat polisi cantik itu,..

” Hari ini, saya datang untuk menangkap penjahat pencuri celana dalam wanita yang meresahkan kawasan ini, belakangan,.. “

” Jadi pencurinya sudah ketahuan ?? ” Tanya Sherry dan Karen, berbarengan..

Polisi bernama Shellina itu mengganguk, dan menyerahkan sebuah foto wajah seseorang,..

Mereka menatap foto itu dengan pandangan tak percaya, foto itu foto …

Jaka pun benggong, mulutnya seolah jatuh menyentuh lantai melihat wajah di foto itu, rasanya dia kenal,..mencoba mengingat siapa lelaki di foto itu,..akhirnya dia pun mengambil kesimpulan kalau itu foto..

Dirinya sendiri..

” Jaka ??? ” Penghuni dirumah itu serempak berkata dengan nada tak percaya…

Demikian juga Jaka yang tak percaya, apalagi dia merasa gak pernah mencuri celana dalam, seumur hidupnya baik itu celana dalam lelaki ataupun pria, satu-satunya celana dalam orang lain yang pernah dipakainya itu pun Junet, itu pun atas seijin Junet, karena kondisi mendadak dimana Jaka buang air besar di celananya waktu masih kelas 3 SD,..

Keringat langsung mengalir, apalagi tatapan para gadis itu yang seolah menghakimi dirinya, Jaka bertanya dalam hati,..” Harus gimana nich ?? “

” Kabur ?? ” atau ” Diam Saja ?? “

” Lu mank gila, selain suka liat celana dalem cewek, karang ternyata lu nyuri juga ya ?? ” Valen menghakimi Jaka, tatapan matanya sadis sekali,..

Ingin rasanya jaka membela diri, namun lagi-lagi mulutnya terasa kaku,..

” Jaka, ternyata selama ini ?? ” Maria dan Sherry ikut menghakimi,..

” Gak, bukan saya, ” Jaka membela diri, sayang dalam hati..Tubuhnya gemetar,..

” Jaka.. ” Judy dan Karen menatap Jaka, mata mereka tampak kecewa,..

” Mati lah aku,..aku harus gimana, ” Jaka tambah panik,..

Ingin rasanya Jaka menangis, tapi kata bapaknya lelaki gak boleh cengeng,..

” Saudara Jaka , anda saya tahan,.. ” kata polisi itu sambil melangkah mendekat,..

Tidak, Jaka habis akal dan berusaha lari,..diambilnya posisi kaki seribu, pintu berada di belakang polisi itu, Jaka pun nekad menabraknya,.

” Ahh, ” Polisi itu jatuh tertabrak Jaka, namun belum jauh Jaka melangkah,..

Dukk, sebuah tendangan menghantamnya,..Valen menendang Jaka sampai tersungkur,. Lagi-lagi celana dalam Valen berwarna Hitam, ” P E N J A H A T ” bentak Valen,..Polisi tadi langsung bangun dan memborgol lengan Jaka,..

Jaka meringis kesakitan,..Dikedua tangannya terpasang besi dingin yang membelenggu kedua tangannya,.

” Saya gak salah bu polisi,..sumpah,.. ” Jaka menangis,..

” Ikut saya kekantor ” Polisi Shellina menarik Jaka keluar,..

Para penghuni hanya terdiam saja, setengah tak percaya Jaka adalah penjahat itu,..

ACT VI : Kan dah saya bilang bu, saya gak salah…

Jaka berjalan gontai, langkahnya terasa berat, wajahnya terus tertunduk kebawah, menatap bokong polisi cantik super sexy bernama Shellina itu,..

Matanya menatap pilu kearah para Gadis yang berdiri di depan rumah, dengan tatapan binggung, entah harus bagaimana, Jaka merasa gak bersalah, tapi apa yang harus dilakukan oleh dirinya untuk membuktikan dirinya tidak bersalah,.. Jaka menunduk pasrah saat dimasuk-kan ke mobil polisi itu oleh Shellina,..

Perlahan mobil itu berjalan, meninggalkan Newparadise, membuang semua kenangan indah Jaka beberapa hari di rumah itu,..

” Jaka ?? kayaknya gak mungkin dech Jaka begitu,.. ” Maria mulai tak percaya dengan apa yang terjadi,..

” Kayaknya begitu, pasti ada yang salah,.. ” Karen ikut membela Jaka sekarang,..

” Hmmm,..Ayo kita tolong Jaka ” ” Judy ikut membela

” Ok,..Ok.. Yang terpenting gimana caranya.. ” Sherry menengahi,..

” Ah..udahlah, kenapa musti perduli sich,.. ” Valen melangkah masuk tak perduli,..

Sementara para Gadis lainnya mulai berfikir bagaimana membebaskan Jaka dari tuduhan, sedikit banyak mereka percaya, Jaka itu orang baik yang gak akan melakukan kejahatan semacam itu, meski mobil polisi itu sudah gak kelihatan lagi dari pandangan mereka berempat,..

^^^^

” Masuk !! ” Shellina menyuruh Jaka galak, sambil mendorong Jaka masuk dalam sell,..

Sell sempit berisi 3 orang termasuk dirinya,..Dipojok seorang Tua kurus, yang tampaknya gak mungkin melakukan kejahatan,..sedangkan yang satunya lagi preman berbadan besar menatap Jaka dengan tatapan yang kejam,..

Jaka langsung ciut dipelototin seperti itu,..

” Nah, sekarang kenalan ya ma mereka, penjahat ” Shellina kembali menambah rasa takut Jaka,..Shellina pun berjalan keluar dari ruang tahanan itu,..

” Ha..Halo.. ” Jaka gugup berusaha memecah kesunyian, dan berusaha diterima dengan baik oleh mereka, terutama si preman itu,..

Pak Tua dipojokan diam saja, mendengar sapaan Jaka, sementara si Preman malah berjalan mendekat, mendekati Jaka yang mengigil ketakutan,..

” Halo,..Nama ente siapa ?? Nama eke Susanna.. ” Kata si ‘Preman’

Jaka pun melongo gak percaya dengan pendengarannya,..

Si ‘Preman’ malah menoel dagu Jaka, “Bencong???” pikir Jaka

” Ampun, bang nama saya Jaka ” Jaka ketakutan melihat otot-otot si preman yang begitu besar,..

” Bang ?? Ga liat apa eke montok gini,.. ” Kata si ‘Preman’ sambil mengencangkan otot lengannya,.. ” Ses, donk ahhh,.. ” Rayu si Preman,..

” Ehh..iya Sesss…Maap… ” kata Jaka

^^^^

” OK, Jadi kamu pemerkosa itu ya ?? ” Shellina si polisi super sexy itu sedang menginterogasi seorang penjahat, di sebuah ruang interogasi tertutup yang pekat, hanya sebuah meja, 2 kursi, dan sebuah lampu sorot yang ada diruangan itu,..

Lelaki yang berumur sekitar 40tahunan, itu tampak tenang saja, seolah gak memperhatikan apa yang ditanya oleh Shellina,..Wajah lelaki itu jelek sekali, sedikit mirip beruk malah, dari tangannya yang berotot itu dapat dilihat bulu-bulu tangannya yang lebat,.

Kepalanya botak, dengan sebuah tato di lehernya,..giginya pun banyak yang tanggal bekas perkelahian antar geng mungkin,..

” Saya bertanya !! Apa kamu memperkosa gadis ini ?? !! ” Habis kesabaran Shellina atas kelakuan lelaki ini yang sama sekali gak menganggapnya, dia pun melempar berkas perkara itu ke wajah si penjahat,..

” OK, Slamet !! Jadi mau ngaku apa gak ?? ” Shellina mendekatkan tubuh-nya kewajah si penjahat yang bernama Slamet itu,..Payudara Shellina seolah mau menampar wajah Slamet,..Satu dua kancing pakaian polisi Shellina terbuka, seolah tak kuat menahan kapasitas payudara-nya yang besar,..

Dari sela kancing yang terbuka itu, Slamet dapat melihat, bra putih berukuran besar yang digunakan oleh Shellina, belum lagi payudaranya yang seolah tumpah dari bra-nya yang seperti kekecilan disbanding ukuran dada-nya yang ekstreme itu,..

Slamet sampai harus menahan nafas, rasanya ingin dia mengerjai polisi Sexy nan cantik ini, apalagi wajahnya yang manis menantang, membuat birahi Slamet makin tak tertahan-kan, Payudara Shellina yang sedikit terlihat saja sudah sedemikian merangsangnya, apalagi bentuk Putingnya yang membuat Slamet makin gila, ingin menikmatinya,..

Dasar orang jahat yang licik, sebentar saja sebuah rencana jahat muncul dalam pikirannya,..

” OK,OK memang saya memperkosa gadis itu,..Slamet seolah tak perduli dan bamgkit berdiri, sementara kedua tangannya masih terborgol,..

” Bagus, ayo tanda tangani ini,.. ” Perintah July, sambil mengambil berkas-berkas yang tadi jatuh ke lantai,..Bokongnya naik keatas, membuat Slamet makin kesetanan aja, berusaha menikmati Polisi cantik ini,..

” Hmm, tapi kayak-nya ada yang musti dirubah dari Berita acara tersebut ” Kata Slamet, sambil melangkah kearah Shellina

” Dirubah ?? ” Tanya Shellina, binggung

” Ya, dirubah,.. ” Slamet mencium Shellina dari belakang,.. ” Harusnya seperti ini “
Sontak Shellina berontak, tak ingin dia dicium bedebah macam ini, apalagi dia kan polisi,..Shellina berbalik menghindari ciuman dari Slamet,..

Namun penjahat ini malah makin berani,. Tangannya menyelusup, dari belakang menyelusup diantara lingkar dadanya, tangannya masih terikat sehingga hanya dari sebelah kiri saja Slamet berusaha mencuri payudara Shellina,saat tangan kirinya menempel, saat itu juga dia meremaskan tangannya pada payudara Shellina,..Shellina melenguh saat tangan Slamet meremas payudaranya,..

Meski tidak keras, namun tidak bisa dikatakan lembut, apalagi dengan payudara sebesar itu, Shellina tak lagi mengenalan payudara dengan sanggahan busa untuk membuat payudaranya menarik,..Dari balutan kemeja polisinya yang berwarna biru muda itu Shellina dapat merasakan dengan jelas bagaimana payudaranya menerima rangsangan yang begitu nikmat dari Slamet..

” Hmmm ” Shellina melenguh saat jemari Slamet menempel pada putting payudaranya,..

” Enak ?? ” Tanya Slamet

Shellina mengganguk tak ingin berbohong,..
” Lepas ya borgolnya ?? ” Pinta Slamet..

” Engak !! ” Shellina seolah sadar telah melakukan kesalahan,..

Namun Slamet tak kurang akal, kembali dia berusaha meremas payudara Shellina,..Kali ini sebelah kanan-nya,..

Menerobos masuk dalam bra putihnya, mencoba memainkan payudara sebelah kanan Shellina, lihai sekali, meski tangan Slamet masih terborgol rapat, namun Tangannya masih begitu sigap menstimulasi payudara Shellina,..

Dinginnya borgol yang menyentuh kulit halus Shellina memberikan sensasi tersendiri,.. apalagi penis besar yang sudah menegang itu berada tepat di hadapannya

” Agak susah ini.,. ” Protes Slamet ” Kita mau reka adegan kan ?? “

Shellina bimbang, apakah dia harus menuruti keinginan orang ini ??

Namun birahi berkata lain,..

” Ok, kita reka adegan… ” Shellina mengiyakan

Dirogohnya saku kemejanya, mengambil kunci borgol Slamet, dan membuka borgol ditangan Slamet,..

” Jangan coba-coba melarikan diri.. ” Ancam Shellina,..

” Ya , iya buat apa juga kabur ?? ” Sela Slamet,..

Tangan Slamet langsung merogoh payudara Shellina,

” Eh, mau apa ini ?? ” Shellina sedikit ragu, sementara tangan Slamet malah sudah berani menyelusup masuk dalam kemeja polisinya,..

Tangannya pun membuka kancing demi kancing kemeja polisi itu, melepas kait bra-nya, Shellina sontak terkaget saat itu, dia berusaha melepaskan diri dari pelukan Slamet, sementara Slamet berusaha memagut bibir Shellina,..

Lagi-lagi Shellina menghindari pagutan bibir Slamet yang monyong itu,.. dia berbalik,..

” Jadi mau reka ulang ga sich ?? ” Tanya Slamet dengan nada serius,..

” Iya, dech iya, Shellina pasrah, namun masih membelakangi Slamet,.Terdengar bunyi resleting celana yang terbuka, namun Shellina berusaha menenangkan diri, meski terdengar bunyi langkah yang mendekati dirinya,.

Kepala penis penjahat itu tiba-tiba sudah menempel tepat di bokong Shellina yang masih dibalut oleh rok mini polisinya,..sementara Slamet masih berusaha mencium bibir ranum Shellina,.

” Cium ?? ” Shellina ragu,.. ” Iya cium.. ” Jawab Slamet

Mulut mereka pun saling berpagutan, lidah mereka saling berkait, sementara tangan Slamet makin menjadi memainkan payudara Shellina meremas putingnya, menarik-narik sambil berusaha mencium Shellina, Lidahnya menyentuh kening Shellina, sebelum merambat turun sampai ke bibirnya, sambil berusaha memagutnya,..

” Ya begini, terus penis saya di kocok sama perempuan itu,.. ” Slamet seolah memberikan informasi,..bibirnya menyelusup masuk, mereka berciuman, meski tak sedetik pun Slamet membiarkan tangannya kosong tanpa meremas payudara Shellina, polisi itu pun hanya diam saja sambil menikmati bagaimana Slamet menstimulsi dirinya, kemejanya masih terpasang meski kancing-kancingnya sudah terlepas, berganti tangan Slamet yang meremasi dan memilin payudara itu,..

” Ayo, mustinya udah dikocokin ini,.. ” Kata Slamet

Shellina pun tak membuang kesempatan, segera diraihnya penis itu dengan tangan kanannya, jemarinya terhenti saat menyentuh kepala penisnya yang hitam dan besar itu, tiba-tiba Slamet menyusupkan lidahnya ke mulut Shellina,..

Keduanya berciuman mesra, sementara penis di tangan Shellina makin membesar, kepala penisnya sedemikian besar tak proposional dengan ukuran batangnya yang kecil namun panjang itu,..Jempol Shellina menempel di kepala penisnya, sementara tangannya mulai mengocok batang penisnya,..

Perlahan penis itu dikocok oleh Shellina, jemari lentiknya dengan kuku yang dicat pink begitu kontras dengan penis yang hitam itu,..jemarinya menggelitik tiap senti penis itu,..merambatinya perlahan sambil sesekali membuat gerakan melingkar pada penis itu, atapun jemari yang satunya yang sudah memijit buah zakar Slamet..

” Hmmm, iya bener begitu,.. ” Slamet habis akal keenakan, di balikan-nya tubuh Shellina dan mendorong tubuhnya hingga terbaring diatas meja interogasi,..

Tangannya bekerja cepat memelorotkan stocking hitam yang digunakan Shellina, sebelum kembali melorotkan celana dalam berwarna biru muda yang dikenakan Shellina, vaginanya pun menyembul keluar, bulu-bulu kemaluannya yang tercukur rapi membuat bulu-bulu vaginanya yang lebat itu makin menarik untuk dilihat,..

” Mau apa ?? Koq gini.. ” Protes Shellina,..

” Reka Adegan namanya juga ” Slamet gak mau kalah,..

Jemari Slamet sudah menempel di bibir vaginanya, menstimulasi clitorisnya membuat Shellina tidak lagi memprotes namun melenguh keenakan,..

” Hmmm.. ” Shellina mendesah saat jemari Slamet mulai membuka bibir vagina-nya,..

Jemarinya ditusuk-tusukan masuk dalam vaginanya,..clitoris nya pun terus dirangsang, sesekali disentil-sentil, jempol Slamet pun terus menempel di clitoris Shellina, sementara telunjuknya sudah bersiap masuk,..

” Owwwhh.. ” Shellina melenguh saat jemari itu mulai merambat naik dalam vaginanya, ” Ahhh.. ” desah nya lagi,.. jemari itu tampak sulit untuk masuk, tertahan karena sempitnya vagina Shellina,

Sebelum akhirnya Slamet mengeluarkan jemarinya lagi untuk dapat mendesak lebih dalam, sesaat kemudian Slamet berhasil memasukan jemarinya secara utuh, sementara Shellina hanya dapat menaruh kepalanya diatas meja yang dingin itu, dengan jemari yang melesak dalam vaginanya,..

Nafas Shellina menderu, bertambah dengan desaahan yang terus keluar dari mulutnya saat jemari Slamet keluar masuk dalam vagina-nya, dapat dirasakan olehnya bagaimana cairan vaginanya mulai keluar, memberikan pelumas pada jemari Slamet, agar lebih mudah mengerjai dirinya,..

Jempol jari yang menempel di clitorisnya berganti dengan lidah basah, lidah Slamet mulai menyentuh bibir vaginanya merambati seluruh permukaan vagina-nya yang mulai basah oleh cairan cintanya sendiri, tak hanya itu lidah Slamet pun begitu lihai menyentil-nyentil clitorisnya membuat Shellina blingsatan,..

Shellina membalikan wajahnya, menghadap Slamet yang sedang berjongkok di vaginanya,..Wajah Jelek Slamet malah terlihat seperti orang yang menjeble dengan lidah yang keluar dari mulutnya itu,..namun belum sempat Shellina tertawa melihat Slamet,..dia merasakan Clitroisnya disedot-sedot yang membuat Shellina merem melek keenakan dikerjai seperti itu,..

” Ughhh.. ” Shellina kembali melenguh kencang, sementara jemari dalam vaginanya makin liar mengerjai dirinya,..birahinya mulai naik, darahnya seolah mendidih, otot-ototnya pun mengeras, tubuhnya mengejang saat organsme itu tiba tak tertahan-kan,..

Tubuhnya menelikung beberapa detik, tangannya mencengkram pinggiran meja kuat-kuat, sementara dapat dirasakan oleh Shellina bagaimana cairan vagina-nya menetes keluar dari dalam vagina-nya,..

Nafas Shellina tersengal-sengal sesaat setelah organsme itu,..

Matanya kuyu menatap Slamet,..yang mencabut jemarinya dari dalam vagina Shellina, jemari itu basah oleh cairan cintanya yang begitu lengkel,..

Slamet terkekeh sambil berjalan dengan penis yang mengacung tegak itu,..

Tangannya menempel di mulut Shellina,..” Dijilatin donk,.. ” Pinta Slamet,..

Shellina pun menyangupinya, diraihnya jemari itu dengan tangannya yang mungil sebelum disodorkan ke mulutnya, lidahnya keluar lebih dahulu menyapu jemari Slamet yang basah, sebelum akhirnya Shellina memasukan jemari itu seluruhnya dalam mulutnya,..

Mengenyot jemari itu sampai bersih, membuat Slamet berhayal betapa nikmatnya bila sampai penisnya yang dikenyot segitu kuat oleh Shellina, diapun segera memintanya pada Shellina,..

” Nah abis ini oral,.. ” Kata Slamet membodohi,..

” Hah, apa ?? Pake mulut ?? ” Shellina protes

” Iya, pake mulut diisep kaya tadi.. ” Pinta Slamet

” Gak, dech gak,..skip aja.. ” Shellina menolak

” Gak bisa gitu donk !! “
” SKIP !!! ” Shellina lebih galak,..

Slamet keder juga, belum lagi dia belum sempat menikmati vagina Shellina, membuat dia akhirnya mengalah,..

” Yawda, langsung nich ?? ” Tanya Slamet

” Iya, langsung aja !! “

” Iya dech iya… ” Slamet berjalan kembali kebelakang,..

Sesaat sampai, ” Gak nyesel nich ? ” Slamet masih penasaran

” Gak, gak nyesel,.. “

Kesel juga Slamet maksudnya gak kesampean, dia pun mulai menggesek-gesekan penisnya di mulut vagina Shellina,.seengaknya desahan Seksi Shellina pun sudah membuatnya makin bergairah..

” Hmmm ” Shellina mendesis tak tertahan,..

Sementara penis penjahat itu pun mulai menyeruak masuk dalam vagina Shellina,..

” Ughh.. ” Shellina merintih, menikmati tiap centi penis itu menerobos dirinya,..

Tangan Slamet pun tak pernah alpha meremas payudara Shellina yang tak menempel di meja, karena tertahan oleh kedua tangannya yang melipat memberi Space pada Slamet untuk mengerayangi dadanya, memainkan putingnya ataupun menarik sambil memilinnya, tak salah bila Shellina makin mendesah pasrah distimulasi sedemikian rupa,..

Slamet pun terkekeh , berhasil membodohi polisi cantik yang sexy ini,..

Vagina Shellina terasa penuh sekali, vaginanya yang masih sempit itu serasa diaduk oleh Penis Slemet yang mulai men-jus-nya sesaat setelah menikmati remasan Vagina Shellina yang begitu nikmat,..

Terasa Penis itu masuk begitu dalam, pada vagina Shellina, belum pernah sebelumnya iya disetubuhi dengan penis yang sebesar ini, perih bagi Shellina namun memberikan rasa nikmat yang membuat darahnya mendesir membuatnya ingin menangguk kenikmatan lebih banyak lagi..

Rasa perih yang dihasilkan oleh penis yang keluar masuk dalam vaginanya dengan kecepatan tinggi itu mulai memudar, berganti dengan rasa nikmat yang menggelegar

Tubuh Shellina pun mulai menggeliat, menikmati bagaimana penis itu menyetubuhinya membuat tubuhnya sedikit terangkat mengikuti irama hentakan Slamet yang begitu bergairah menyetubuhinya,..

Penis Slamet keluar masuk begitu cepat,..

Shellina hanya bisa mendesah tak karuan, sekedar menyalurkan rasa nikmat yang begitu menyengat dirinya,.sesekali jemari Slamet melempel di bokong Shellina, menamparnya ataupun jempolnya yang meyelusup masuk dalam lubang anus Shellina, membuat si empunya makin mendesah tak berdaya,..

Shellina sendiri hanya bisa menaruh kepalanya di atas meja interogasi itu, tangannya menempel di kedua sudut meja, meja itu berderik seolah menjadi saksi bisu bagaimana seorang penjahat membohongi seorang polisi, namun Shellina pun tampak begitu menikmatinya, mata nya terpejam menikmati bagaimana penis Slamet bersatu dengan tubuhnya,,..

Slamet menarik satu kaki Shellina, yang sebelah kiri, hingga melentang dan menempel di tubuh Slamet yang sudah penuh peluh, kembali Slamet menarik penisnya mengelus clitoris Shellina dengan kepala penisnya,..

” Hmmm.. ” Shellina begitu menikmati bagaimana penis itu menstimulasi dirinya,..sebelum akhirnya penis itu kembali merobek dirinya,..Perlahan penis itu kembali menyetubuhinya, dinding vaginanya merengang memenikmati penis Slamet memasuki dirinya, berderik-derik seolah memijat penis yang masuk itu,..

Setelah penis itu masuk sampai mentok, kembali ditarik keluar, kepala penis yang besar itu kembali tertarik keluar merenggangkan otot-otot vagina yang masih begitu sempit itu,..vagina itu sudah cukup basah sehingga memudahkan penis itu untuk mengerjainya,..

Jempol Shellina dijilat oleh Slamet, sesekali mengenyotnya membuat Shellina blingsatan menerima stimulasi macam ini,..Tangan Slamet pun mencengkram paha Shellina tak membiarkan gadis itu banyak bergerak dan makin tak berdaya selain menerima penis itu mengerjai dirinya,..

Tangan Shellina pun mulai merayap ke tangan yang menempel di pahanya, seolah berpegangan menikmati kenikmatan ini bersama-sama, Slamet hanya terkekeh, nafas keduanya memburu cepat, sementara Shellina hanya bisa mendesah saja diperlakukan semacam ini,..sesekali melolong, mungkin berorgansme..

” Ok sekarang pindah ke bangku itu,..” Slamet mengintruksikan sambil menarik tangan Shellina danmemeluknya, penisnya masih tertambat dalam vagina-nya,..menggendong Shellina yang tampak layu, kelelahan,..rambut panjang Shellina sudah berantakan sementara Slamet masih tampak begitu menikmati bagaimana vagina Shellina memijit penisnya,..

Tangan Shellina memeluk leher Slamet, sebelum gadis itu kembali mengoyangkan pinggulnya sessat setelah Slamet duduk di kursi besi itu,..Tubuhnya yang putih mulus itu berpeluh ribuan butir, namun demi mencari kebenaran kembali dia memaksakan tubuhnya menikmati Slamet yang bersedia memberitahukan keseluruhan dari kasus pemerkosaan itu,..

Sesekali Shellina menggaruk tubuh Slamet, Slamet sendiri pun membalasnya dengan menjengut rambut Shellina, yang ini Shellina tak mungkin membalasnya karena Slamet kebetulan botak,..

” Ughh.. ” Shellina melenguh kenikmatan,. ” Hmmm ahhh ahhhmm ” Mulutnya mendesah tanpa henti setiap saat penis itu keluar masuk dalam vaginanya, terkadang Slamet melakukan deep penetration dengan menghentakan pinggulnya kuat-kuat yang membuat Shellina kelojotan enak menikmati ini semua,..

Berpacu beberapa menit lamanya, nafas mereka makin menderu, lenguhan pun saling bersahut mengisi ruang kedap suara itu,..

” Gue mau keluar nich, hmmm awww.. ” Slamet melenguh sambil meringis saat punggungnya dicakar oleh Shellina,..

” Hah, udah aww..mhhmmmpp?? ” Tanya Shellina disela desahannya,..

” Iya, mank gini ceritanya, ahhh ” Slamet mendesah-desah tak karuan,..

” Gak, rubah aja ceritanya, tahan sebentar lagi,.. ” Perintah Shellina,..

” Kenapaaahh.. ?? Dah gak kuat nichhh.. ” Slamet protes,..

” Gue juga dah mau, tahannn ajahhhh ” Terang Shellina,..

Kini Shellina malah lebih gila daripada Slamet, mengenjot Slamet, sambil berusaha mencapai organsmenya yang kesekian kali,..hingga akhirnya sebuah organsme kecil menghentak dirinya, vaginanya langsung merapat, meremas penis Slamet yang ada didalamnya,.

” Ughh.. ” Slamet melolong tak tertahan saat memuncratkan cairan spermanya dalam vagina Shellina,..

” Hmmm ” Semburan sperma itu menyentuh leher rahimnya, sehingga membuat Shellina kembali berorgansme setelah diobok-obok oleh Slamet sedemikian rupa,..

Shellina tahu ini bukan masa suburnya sehingga tak ragu untuk menerima semburan sperma Slamet dalam vaginanya,..

Seolah melupakan semuanya Shellina begitu pasrah saat Slamet memagut bibirnya, keduanya berciuman dengan mesra, bahkan Shellina melingkarkan tangannya ke leher Slamet, memberikan pelukan hangat pada penjahat itu,..

Kaki Shellina masih memeluk pinggang Slamet, hingga penis Slamet yang sudah mengecil dalam vaginanya tertahan untuk bisa keluar, hanya cairan sperma yang bercampur dengan cairan vaginanya yang menetes keluar membasahi kursi itu,..

Keduanya berciuman cukup lama sebelum akhirnya Shellina turun dari pangkuan Slamet,..

” Dah itu semua ?? ” Tanya Shellina, menjaga gengsi sambil menulis sesuatu dia atas kertas,..meski nafasnya masih memburu dan wajah yang keringatan, setelah selesai dia memberikan kertas itu pada Slamet untuk dibaca oleh si penjahat,..

” Wooww.. ” Slamet terkekeh sembari mengenakan celana panjangnya kembali,..Sementara Shellina terduduk di kursi dengan nafas yang tersengal-sengal, kelelahan, tangannya sibuk melap bekas semprotan sperma Slamet disekitar bibir vaginanya,..

Setelah cukup bersih, dia pun mengenakan kembali celana dalamnya sekaligus stockingnya, mengambil topi pet polisinya di meja, dan menaruhnya di kepalanya, walaupun rambutnya sudah tak rapih dan sedikit kusut,..

” Ok,. Sekarang tanda tangani berkas acara yang sudah direvisi ini,.. ” Shellina kembali tegas, tak terlihat Shellina yang melenguh-lenguh dan sedikit bitchy yang tadi,..

” OK..OK,.. ” Slamet meresleting celananya sebelum membubuhkan tanda tangannya di kertas acara itu,..” Gak mau reka ulang lagi??,.. ” Slamet tertawa..

” DIAM..!!! ” Wajah cantik Shellina sedikit memerah karena malu,..

Gadis itu pun bergegas berbalik, dan menutup ruang interogasi dan menguncinya,. Sementara Slamet hanya bisa bengong, gelap,.. dikonciin lagi

^^^^

” Jadi semua ini laporan anda,..Nyonya Caroline ?? ” Tuduh Maria,..

Si wanita itu hanya diam sambil tersenyum, ” Jadi dengan hanya melihat Jaka masuk kerumah saat tengah malam itu, anda menuduh dia yang mencuri pakaian dalam para gadis di sekitar komplek ini,..Lucu.. ” Nadanya berubah sinis,..

Para penghuni datang ke Kantor polisi, berusaha membebaskan Jaka dari segala tuntutan atas dirinya, diruangan itu ada Jaka, Shellina, Maria, Judy, Karen, dan Sherry,.sementara Jaka masih duduk bengong dengan tangan dibogor, susuk diam dipojok ruangan kebinggungan , sedangkan Maria lebih banyak bicara, berusaha membela Jaka,..

Nyonya Caroline sendiri seorang wanita berumur sekitar 30-an akhir, cantik dalam kematangannya, berambut panjang yang diikat ditambah polesan halus seperti gaya orang seumurannya, berpakaian sopan namun ketat yang menonjolkan lekuk tubuhnya, bagaiamanapun wanita ini tetap terlihat sangat cantik di usianya yang sekarang,..

” Dasar Janda gak laku,.. ” Maria meneruskan perkataanya,..

” Gak laku ?? Bukannya kamu cewek gatel yang suka memanfaatkan para pria .. ” Nyonya itu gak kalah berbisa mulutnya,..

” Sudah-sudah ini kantor polisi,.. ” Shellina menengahi,..

Sementara tensi diantara kedua wanita itu makin meninggi, Jaka dan para penghuni NewParadise yang lainnya hanya bisa tertegun saja memandangi persaingan kedua orang ini,..

” Emangnya ada apa sich ?? ” Sherry berbisik pada Maria,..

” Ada apa ?? Lucu .. ” Padahal bisikan Maria begitu pelan, tapi terdengar juga oleh nyonya Caroline itu,..

” Dia adalah orang yang merebut bakul nasi orang lain,.. ” Nyonya itu melanjutkan perkataannya,..

” Bakul nasi ?? ” Yang lainnya berkata keheranan,..

” Ya 4 tahun yang lalu di kontes Putri sebuah Pusat Perbelanjaan, kami berdua sampai di final, hadiahnya satu bal beras kualitas terbaik,..Orang ini dengan licik merebut hadiah itu dari-ku ” Lanjut nyonya itu berapi-api..

‘ Kontes Ratu Pasar ?? ‘ Jaka binggung ‘ Ga keren amat ? ‘

” Licik ?? itu kecelakaan.. ” Maria membela diri..

” Kecelakaan ?? Dasar wanita murahan.. ” Kedua wanita ini kembali terlibat pertengkaran,..

” Diam !!!! ini kantor polisi.. !! ” Sellina akhirnya kembali hilang kesabaran…

Semua yang ada di kantor polisi itu pun hanya bisa tertegun,..

” Jaka, kamu bebas, pencuri ini sudah mengaku,.. ” Shellina melanjutkan

” Maaf atas semua kesalah pahaman ini,.. ” Shellina memberikan sebuah bingkisan permohonan maaf,.. ” Nyonya Charoline, harap tetap disini, untuk memberikan pernyataan tertulis.. “

” Dasar Janda tua,.. ” Maria tertawa sambil berlalu diikuti gadis-gadis lainnya, bersama Jaka juga yang masih kebinggungan,..

” Kecelakaan ?? Kecelakaan apa ?? “

ACT VII : Penguntit ?? , Les aja dech ya !!

” Iya bu, saya baik-baik aja di sini,.. hah ?? Kenapa ?? ” Jaka berbicara dengan Ibu-nya, melepas rindu dengan HandPhone butut-nya itu,..

” Oh, belajar sich jalan terus ?? ” Lanjut Jaka, ” Oh , tinggal di rumah kontrakan , Cowok semua bu,.. ” Rasanya sedih sekali Jaka harus membohongi ibu-nya itu, seumur hidup dapat dihitung dengan Jari, berapa banyak dia membohongi ibu-nya,..

Masih diingat pertama kali dia berbohong pada ibu-nya saat Jaka gak naik kelas, bukan-bukan gara-gara kebanyakan pacaran , tapi emank otak-nya aja yang bebal, saking takutnya Jaka berbohong kalau dia naik kelas, beruntung ibu-nya buta huruf,..

” Yawda, ya bu, bayarnya mahal,. ” Jaka sedih sekali mengatakannya,..merasa bersalah karena kebohongan yang dibuatnya,..

” Tut. ” Bunyi Handphone mati, bukan dimatikan oleh Jaka, tapi pulsa habis,..

” Ya ampun, ibu jangan marah ya,.. ” Jaka ketakutan,..

Hah, udah lah, Jaka beranjak dari tempat duduknya, membuka jendela kamarnya,..

Sesosok pria bergegas meninggalkan tempatnya tadi, dan menghilang dalam kegelapan, Jaka mulai curiga dan berfikir dengan otaknya yang kecil, Siapa orang itu ?? Apa maunya ?? Apa dia mengawasi rumah ini ?? Atau dia penguntit ??
Jaka pusing sendiri dengan khayalannya, pikirannya menjadi tidak tenang, yang diingat dari Pria itu hanya sebuah Jam tangan Emas yang pastinya mahal,..

” Jaka !! ” Panggil Sherry,..Jaka yakin itu, karena hanya tersisa, Karen dan Sherry di rumah ini, Judy, Valen, dan Maria, sedang keluar,.Karen, demam sejak semalam dan pastinya gak mungkin kuat untuk berteriak sekeras itu

Jaka pun bergegas keluar dari kamarnya,..

” Ada apa ?? ” Jaka berlari kearah sumber suara di lantai dua..

” Jaka disini,.. ” panggil suara itu lagi, dari arah kamar mandi..

Langkahnya terhenti di depan pintu kamar mandi, masalahnya tertulis ” Ada orang ” di labelnya,.. ” Jaka, masuk sini,.. ” Panggil Sherry lagi,.

‘ Karen lagi sakit lagi ‘ Jaka berfikir, ragu untuk masuk,..

” Lama amat sich !! ” Sherry habis kesabaran sampai akhirnya membuka pintu kamar mandi itu, Darah kembali mengalir dari hidung Jaka,..

Seolah tak perduli Jaka itu juga Cowok normal dengan tubuh yang masih basah, dan handuk kecil yang benar-benar kekecilan untuk menutupi tubuh montok-nya, Sherry keluar dari kamar mandi,.. Handuk kecil tipisnya hanya mampu menutupi putting payudaranya dan beberapa centi lebih rendah dari pangkal pahanya,..tubunya yang basah dengan rambut panjang terurai, membuat Sherry semakin sensual dan jantung Jaka pun berdebar makin kencang,..

” Jaka, dipanggil tuch cepet, bisa !! ” Sherry sedikit kesal,..

” I..i..iya maaaap.. ” Jaka sampai menunduk-nunduk malu, sambil menutup hidungnya dengan jempol menahan mimisan,..

” Tolong donk, Showernya rusak gimana nich.. ” Sherry mengeluh,…

” Ya..ya..langsung diperbaiki..” Jaka sigap sekali masuk kedalam kamar mandi dan memperbaiki keran ledengnya,utak-atik sana, utak-atik sini padahal sebenernya cuma kendor saja,..

” Dah beres.. ” Jaka mengatakan dengan bangga,..

” Wow, hebat banget,.. ” Puji Sherry, sambil menepuk-nepuk bahu Jaka memberi semangat,..

‘ Plukk ‘ handuk Sherry jatuh tak sengaja,..

Kaki Jaka langsung gemetar, payudara Sherry yang besar dengan puting payudara yang mengacung dengan sedikit bulir-bulir air bekas mandinya yang belum selesai tadi masih mengalir kea rah putingnya, bahkan menetes jatuh dari putngnya itu,..perutnya yang rata dan juga indah sekali, tubuh-nya putih tanpa satupun tahi lalat di tubuh putih mulusnya,..

Jaka menelan ludah, apalagi dedeknya makin keras berdiri, Kakinya yang gemetaran makin tak kuasa menopang tubuhnya,

Matanya makin melorot kebawah, kearah pinggul Sherry yang bohai, Upss..untung saja Sherry sigap menarik Handuk-nya yang jatuh itu menutupi vagina dan payudarnya, tak lama handuk tadi kembali ketempatnya semula,..

Hampir saja, moral Jaka dipertanyakan,..

” Hmm,.. maap ya Jaka,.. ” Sherry sedikit malu, wajahnya merah padam, menambah kecantikannya, Jaka hanya mengganguk, kakinya lemas hingga tak mampu menopangnya berdiri, Jaka pun berusaha naik berdiri, bersandar ke wastafel,..Wajahnya juga merah, tapi kagak imut, Jijik malah kayak udang rebus..

Sherry pun kembali masuk kamar mandi, dan menutup pintu-nya, Jaka pun bangkit berdiri dan turun kebawah, mencari tissue untuk mimisannya dan bergegas tidur,..

^^^^

” Waw, telat ” Jaka panik sekali meloncat dari ranjangnya,..

Para penghuni yang lain sampai masuk ke kamar Jaka khawatir terjadi apa-apa,..

” Kenapa Jaka ” Tanya Maria,..

” Telat … “

” Ya ampun, telat doank,..Yawda langsung pergi aja, gak usah siapin makana, sama beberes, nanti kita aja yang beresin,.. ” Kata Judy,..

” Terima kasih,.. ” Jaka benar-benar bersyukur, gak mungkin dia telet di hari pertamanya, kursus intensif masuk perguruan tinggi negeri itu,..biayanya juga mahal lagi, Gak mandi, gak sikat gigi..Jaka bergegas membereskan bukunya, dan pergi ke tempat lesnya,..

Kecepatannya membuat para penghuni lain sampai menggeleng kepala tak percaya, melihat jam tangan masing-masing,..tepat 1 menit kemudian Jaka kembali ke rumah itu,..

” Hehehe, lupa masih pake piyama.. ” Kata Jaka malu-malu,..

^^^^

Sampai sekitar pukul 5 sore Jaka memeras otaknya yang kecil itu,..Nah yang gendut duduk disebelah Jaka itu namanya Bobby teman sekampung Jaka, tapi 3 tahun lebih tua, dan sudah 3 tahun juga berusaha masuk ke perguruan tinggi negeri yang sama-sama dituju oleh Jaka, dan selama 3 tahun juga si Bobby yang nama aslinya Bady ini gagal,..

” Jaka-Jaka,..jelek banget sich lu,.. ” Kata Bobby saat mereka berjalan pulang bersama dari tempat les,..

” Sama lu juga Bob,.. ” Jaka gak mau kalah,..

” Hahahaha… , Makan dulu yuk.. ” Ajak Bobby,..

” Duh, musti langsung pulang nich,.. ” Jaka mengelak,..

” Kan dah lama gak ketemu, ampun dech,..LU yang bayar dech tenang aja.. ” Babby memaksa,..

” Hah ?? ” Jaka sedikit curiga dengan kata-kata Bobby yang gak jelas tadi,..

” Ayo Ahh.. ” Tarik Bobby,..

Jaka pun menyerah dan akhirnya mereka makan MC-Donald, dan Jaka yang musti bayar,..

” Awas luh !!.. ” Jaka bersungut-sungut,..melihat dompetnya yang tinggal 1000 perak dan duit receh 100 perak 5 biji,..

” Ya ampun, ama temen aja itungan banget ?? ” Bobby melahap Burgernya yang kedua,..

Jaka pun tak berdaya, sambil menggigit roti daging berbentuk bulat yang beru pertama kali dimakannya,..

” Enak-kan ?? ” Tanya Bobby,.. ” Makanya jangan Cuma tau pepes oncom aja hahaha “

Kesal juga Jaka, tapi mank enak juga sich,..

Mereka pun ngobrol terus sampai malam, pejaga MC-D juga sampai kesal , tapi gak enak aja ngusir tamunya,..

Sepasang manusia berjalan di luar kedai MC-D itu, Jaka serasa mengenal wanita yang bergaun hitam itu, cantik berambut panjang, dengan wajah menantang dan tomboy, body yang sexy,..Valen ?? Jaka seolah tak percaya,..sedangkan bandot yang disebelahnya mulai mengerayangi tubuh si cewek,..dari bahu merambat sampai ke bokongnya, meremas dan mengerayangi bokong sexy wanita itu, anehnya wanita itu gak berontak dan gak melawan, padahal didepan umum,..

Dari lengan Jas-nya terlihat Arloji emas, Rolex,..ya ampun, Jaka langsung teringat dengan lelaki yang semalam itu,..Jaka pun mengambil Tasnya dan langsung keluar, tanpa sepatah kata-pun, Bobby tercengang binggung, sebelum ikut keluar mengikuti Jaka,..

Langkah mereka berdua terhenti, didepan pintu masuk, pintu masuk sebuah Bar, Bar malam yang penuh dengan wanita dan bau maksiat,..Jaka ragu untuk masuk,..

Bobby yang terengah-engah mengejar Jaka berkata,..

” Gila lu Jack, baru berapa hari di kota udah tahu tempat maksiat gini,.. “
” Maksiat ?? ” Tanya Jaka, binggung,..

” Hahaha, pura-pura gak tahu lagi,..” Bobby menepuk pundak Jaka, bercanda

Jaka mengamati seluruh tempat itu, di depannya tertulis, ” AS of The Month ” dengan sebuah foto gadis Cantik, Jaka sampai mendekati foto itu tak percaya,..mengucek matanya , lagi dan lagi sebelum yakin benar, cewek di foto itu Valen,..

” Valen dan Cowok penguntit itu ?? ” Jaka makin binggung, tertegun didepan pintu Bar itu,..