Prolog

Pernah kebayang gak?? Jadi perjaka di usia 23 tahun, dan harus hidup diantara cewek-cewek cantik yang super sexy, sedangkan lu harus mencari kekasih masa kecil-lu yang dah lu bela-belain sampe musti lari dari rumah di kampung, pindah ke kota besar, supaya lu bisa nepatin janji lu ma pacar masa kecil lu untuk masuk ke universitas terbaik di Negara lu?? Sedangkan lu sendiri gak tahu gimana wujud pacar lu itu sekarang, bahkan lu lupa namanya , umurnya jadi musti gimana ??

Cerita ini adalah buku harian dari orang beruntung itu, sedangkan emang dia sendiri terlalu lugu yang cenderung bodoh, berusaha untuk mimpi masa kecil dimana ke kota besar pun baru kali ini sepanjang hidupnya, berbekal uang 1.000.000 hasil kerja part time, harus cari uang untuk biaya masuk universitas, bayar les, tempat tinggal dan biaya hidup, tapi seengaknya dia mau tuch berusaha, kira-kira berhasil gak ya ??

^^^^^

ACT I : Lapar … NEWPARADISE

Tampang pas-pasan, bibir tebal, rambut ikal, pendek lagi, dengan tas kemping yang rasanya sudah semakin berat karena perut yang kosong ini sudah mulai memainkan orkestra, rasanya langkah pun semakin berat, oh ya laki-laki ini bernama Jaka, ya ga keren untuk ukuran anak kampung sekalipun , entah kenapa bapaknya dapat ilham buat ngasih nama anaknya seperti itu , sehingga terkadang Jaka mengaku namanya Jack.. biar agak-agak bau import katanya

Lampu-lampu kota sudah mulai menyala sepanjang jalan dengan perut keroncongan Jaka terus berjalan sambil membaca Koran mencari tempat tinggal dia selama di kota besar ini, bukan, bukan dia gak mencari tempat tinggal dari tadi, atau cari tempat yang mewah, tapi gara-gara budgetnya yang pas-pasan itu , jelas sulit baginya untuk mencari tempat tinggal yang layak , ya 500.000 untuk satu tahu gitu loh, di kota besar lagi,..

Entah sudah berapa kali Jaka ditolak pemilik-pemilik kost-kostan , ada yang mau menerima tapi tempatnya ternyata sarang gembong narkoba, yang kayaknya ga banget dech buat cowok lugu dari kampung macam Jaka , ada lagi tempat yang menerimanya namun lebih mirip pabrik pemalsuan uang, ya ampun bisa-bisa belum masuk Universitas udah masuk hotel prodeo dech hehehe..

Aroma Mie Kuah dari salah satu sudut restoran benar-benar membuat air liur Jaka menetes, bau bawang putih yang digoreng hingga memberikan keharuman yang benar-benar wah,.Ataupun bau kuah daging yang benar-benar menggugah selera,.akhirnya Jaka menyerah juga dan bergegas masuk ke kedai makanan itu, dan bergegas memesan semangkuk mie kuah porsi besar,.

” Pak, pak 1 mangkuk ya, tapi double.. “
” Ok bos,..15.000 ” jawab si penjual itu..

Jaka pun mengambil uang di dompetnya, terbayang sudah mie kuah yang sedap dengan potongan daging dan kuah yang penuh dengan kaldu, ditambah dua buah udang rebus yang menambah kenikmatan apalagi ditambah kecap asin untuk membuatnya bertambah nikmat dengan irisan sayur-sayuran diatasnya yang membuat Mie kuah itu makin mengugah selera..

Rogoh Saku kiri, rogoh saku kanan, wajah Jaka mulai cemas, belum juga ditemukannya dompet yang menyimpan seluruh uangnya, dilepasnya tas gendongnya masih penasaran dibongkarnya tas itu untuk mencari si dompet yang tiba-tiba raib, Jaka pun hanya dapat menelan ludah saat menyadari dompetnya hilang,..

” Oh tidak !! ” pikir Jaka,..
Belum lagi semangkuk Mie Kuah dengan ukuran ekstra sudah menunggu dihadapannya, sedangkan si penjual dengan kumis melintang dan wajah yang sanggar sudah menatapnya dengan tatapan yang sangat menyeramkan..Lagi-lagi Charlie Jaka hanya bisa menelan ludah , kali ini karena ketakutan..

” Kenapa ?? Ga punya duit ?? ” Tanya si penjual , galak..
” Domm… dompet saya hilang pakkk benar.. “
” Oh ya sudah,.. ” Jawab si penjual enteng..kali ini sambil mengambil mangkuk mie di hadapan Jaka..Jaka pun hanya bisa pasrah saja melihat Mie itu mulai menjauh..

” Nich, makan ini aja.. ” kata si penjual galak, ” Ga punya uang koq mau makan enak.. “
Sambil melempar Koran bekas pada Jaka, tepat mengenai wajahnya…

Gontai Jaka pun berjalan keluar kedai, perut lapar yang makin membuat langkahnya berat, belum lagi semua uang simpananya hilang, benar-benar bahkan untuk pulang ke kampung pun sudah tak punya uang…

Hanya sebuah Koran yang menemaninya kini, Koran yang tadi dilempar oleh si penjual makanan, hampir saja Jaka memakan Koran itu, namun baru segigit saja rasanya sudah tak enak.. Membuat Jaka urung memakannya..

Sementara malam sudah semakin gelap , langkah kaki Jaka membawanya ke sebuah taman yang sunyi, duduk melepas penat, ditaruhnya tas besarnya disamping, sambil memegangi perutnya yang berbunyi tanpa henti, Jaka pun merebahkan tubuhnya, dia pun membuka Koran lusuh yang masih dipegangnya..dibukanya Koran itu, entah untuk apa, sebuah kolom iklan langsung menarik perhatiannya..

NewParadise
Terima Teman Sewa Kamar..
Khusus pria..
Sewa murah dan terjangkau..
Fasilitas lengkap
Boleh hutang
Alamat : Jln.. XXX no. XX

Langsung saja Jaka meloncat dari kursi taman itu dan bergegas menggendong tas gendongnya, bagaikan mendapatkan undian 1 milyar baginya membaca iklan itu, rasanya ingin sekali berterima kasih pada si penjual Mie tadi, yang sebenarnya sudah membuatnya menyumpah-nyumpah kesal karena pelitnya si penjual tadi..

Tanya sana Tanya sini..Akhirnya sampai juga Jaka ke rumah kontrakan itu, rumah 2 lantai dengan dinding yang didominasi warna biru muda, indah sekali, tidak terlalu besar namun terlihat nyaman, NewParadise begitu yang tertulis pada papan nama di depan gerbangnya,

Jantung Jaka berdetak demikian cepat, rasanya tangan ini tak kuat untuk memencet bel rumah itu, satu kalimat di iklan membuat Jaka sedikit ragu dengan rumah kontrakan NewParadise ini..

Khusus laki-laki

Cetak miring , dibold lagi, kenapa?? Apa maksudnya ini, apalagi rumah kontrakan macam ini tidak mungkin murah, begitu bagus, berkali-kali lipat lebih indah dibanding rumahnya dikampung..

Jangan-jangan..
Jangan-jangan…

Ini rumah kontrakan para homo, terbayang olehnya..4 orang lelaki setengah baya mewawancarainya..

” Jadi kamu Jack ?? ” kata si salah satu bapak yang berkaca-mata
Sambil menelan ludah Jaka hanya dapat mengangguk..
” Ayo buka baju.. ” perintah yang satunya lagi..Bapak botak dengan jidat licin bercahaya..
Jaka pun hanya dapat mengikuti perintah mereka..perlahan dibukanya kaus lengan panjangnya itu,..Jaka pun hanya dapat pasrah melihat wajah mereka yang senyum-senyum sendiri, sementara matanya terus memandangi tubuhnya dari atas sampai keujung kaki,..

” TIDAK !!!!! ” bunyi pintu yang terbuka membuyarkan lamunan Jaka yang mengerikan, pintu itu mulai terbuka, ingin rasanya Jaka bergegas kabur dari pintu gerbang rumah ini, terbayang olehnya yang keluar adalah bapak botak dengan jidat yang bercahaya tadi…

Jantungnya berdetak makin keras, ingin lari pun rasanya kaki ini sudah tak kuat, hingga sosok dibalik pintu itu pun keluar dari rumah itu…

” Hay..Cari siapa ?? ” suara halus yang damai menyelusup ke telinga Jaka, hancur semua bayangan homo-homo menyeramkan tadi, yang ini, yang ini, benar-benar surga dunia, bidadari yang benar-benar cantik menyapa di pintu rumah itu.

ACT II : Passing Test

Kali ini liurnya benar-benar menetes bukan karena aroma Mie Kuah tapi karena Bidadari itu hanya mengenakan tanktop putih dengan rok mini, wow !!! rasanya mata Jaka mau copot melihatnya, apalagi puting gadis cantik itu tercetak jelas pada tanktop putihnya, potongan tanktopnya pun sangat rendah hingga membuat belahan payudaranya sedikit terlihat,..

Jantung Jaka berdegup makin kencang, untung dia tidak lari tadi, kalau gak ini bisa jadi penyesalan terbesar dalam hidupnya, Jaka pun hanya bisa tertegun melamun, sementara seonggok benda hidup mulai menggeliat dibalik celana dalamnya..

” Halo… ” Suara itu memanggil Jaka yang hanya bisa bengong menatap mahluk cantik dihadapannya, Rambut gadis itu terurai panjang dengan rambut semi highlight potonganya pun gaya terkini, benar-benar sedap dipandang, senyumnya pun begitu manis..

” Halo… ” Panggilan kedua dari gadis itu membangunkan Jaka dari lamunannya,.

Jaka pun hanya dapat tersenyum sambil tersipu malu, ..

” Cari siapa ya ?? ” Tanya gadis itu, merdu sekali suaranya
” Ga cari siapa-siapa ” Jawab Jaka terbata-bata..
” Jadi kamu orang iseng ya ?? ” Tanya gadis itu sedikit takut sambil mulai bersembunyi dibalik pintu,..
” Bukan !! ” Jaka panik ” Tenang, saya bukan mau isenk, saya baca iklan tentang rumah kontrakan, apa masih ada kamar ?? “
” Oooowww… ” Gadis itu menatap sedikit tak percaya..

Jaka pun hanya melongok saja , sambil berharap dia mendapat kesempatan untuk bisa tinggal bersama gadis secantik ini,..
” Ya sudah, ayo masuk kalo gitu.. ” kata gadis itu,..Mata tampak masih sedikit curiga..

Oh merdu sekali terdengar di telinga Jaka…
Jaka pun melangkah masuk ke dalam rumah itu, “NewParadise” tapi matanya tak pernah lepas dari bokong gadis itu, oh indah sekali saat bokong yang bulat padat itu bergerak mengikuti langkah dari pemiliknya, tak berapa lama sampailah mereka berdua di ruang tamu rumah itu, tidak terlalu besar tapi nyaman, kursi yang membentuk letter L berwarna Maroon, sementara disudut ruangan terdapat televisi 29 inci, rasanya tak percaya Charlie melihat ada televisi sebesar itu sedangkan dikampungnya televise terbesar hanya seukuran 16 inci..

” Ayo duduk.. ” ajak gadis itu, mempersilahkan Jaka duduk di sofa itu,..
Perlahan Jaka pun mendaratkan pantatnya diatas sofa empuk itu, matanya tak pernah lepas menatap wajah cantik dihadapannya,..

” Oh, aku salah satu penghuni disini, bisa dibilang aku yang punya ide untuk membuat rumah kontrakan ini, desain ruangan dan perabotnya hasil rancangan ku,..Hmmm oh ya hampir lupa nama saya Maria..22 tahun Interior Desainer.. ” kalimat itu meluncur indah dari mulut mungil gadis itu,..

Maria, oh Maria cantik sekali namanya secantik orangnya
” Hmm, nama anda siapa ?? ” Tanyanya..membangunkanku dari hayalan
” Jack, nama saya Jack, ” Agak tegang juga berbicara dengan wanita secantik ini apalagi jarak sedekat ini, rasanya hembusan nafasnya pun terdengar di telinga Charlie..
Gadis itu menatap Jaka seolah tak percaya nama Jaka adalah Jack

” Se..se benernya nama saya Jaka, ” Jaka ga enak hati sendiri

” Hmmm, Jaka , lucu ya namanya..” Maria tersenyum, Jaka pun hanya bisa mengangguk lugu, sambil senyum-senyum sendiri..

” Jadi kerja atau kuliah ?? ” Tanya Maria lagi..
” Ca.. Calon mahasiswa, ” Jawab Jaka , rasanya jantungnya mau copot saat Maria mengambil gelas diatas meja, yang membuatnya sedikit membungkuk, Payudaranya makin tercetak jelas pada tanktop putihnya, apalagi saat payudaranya tertekan pada pahanya membuat seolah payudara itu mau meloncat keluar dari tanktop putih itu..

” Mau minum ?? ” Tanya Maria,..
Jaka hanya menggeleng , matanya tak pernah lepas sedikit pun dari payudara Maria, berkedip pun tidak,..

” Ok, mau lihat-lihat dulu ?? ” ajak Maria, setelah menegak minumannya, lagi lagi payudara itu membusung saat Maria menaruh gelas minumannya,..Jaka pun hanya mengganguk sambil mengikuti Maria yang menarik tangan Jaka, lembut sekali tangannya..

” Disini ada beberapa peraturan,.. ” sambil mengajak Jaka berjalan kearah tangga, Maria beberapa langkah didepan, hingga untuk pertama kalinya sejak dilahirkan, Jaka menatap surga dunia meski masih sedikit berkabut,..

Paha mulus yang cukup panjang, padat sekali hingga berujung pada pangkal paha yang menutupi bagian paling sensitive lubang buaya yang memberikan berjuta kenikmatan, Celana dalam Maria yang membuat Jaka mulai sulit bernafas karena jantungnya terlalu cepat berdetak, rasanya hidung Jaka pun mulai menghangat, seperti orang mau mimisan, tak cukup itu, rasanya celana ini segera sobek , belum pernah rasanya penis Jaka menjadi sekeras ini…

Seolah tak menyadari bahwa celana dalamnya terpampang di kedua bola mata Jaka, Maria malah melangkah makin tinggi meninggalkan Jaka, seolah sengaja membuat Jaka memandangi dirinya, yang justru membuat jantung Jaka berdebar makin cepat sambil menghayalkan pemandangan dibalik celana dalam itu..

Jaka bahkan tak pernah tahu bagaimana bentuk kemaluan wanita yang membuatnya berhayal tak jelas,..

Tiba-tiba Maria memanggil, “Ayo naik, lagi lihat apa sich ?? “
” gak..gak lihat apa-apa koq ” Jaka gelagapan menjawabnya..

Maria pun hanya tersenyum saat Jaka mulai melangkah naik,
” Peraturan pertama, dilarang mencampuri privacy orang lain ” kata Maria sambil tersenyum,..
” hmmm, yang ini kamar Sherry.. ” sambil menujuk kamar diujung lorong itu,..

” Ya, siapa yang memanggil ?? ” Jawab orang dibalik pintu kamar itu, dan tiba-tiba kamar itu terbuka, seorang gadis cantik tersenyum menatap Jaka dan Maria, cukup tinggi juga, sedikit lebih tinggi dibanding Jaka,

Tak kalah cantik dengan Maria, walaupun payudaranya tak sebesar Maria, namun tubuhnya lebih ideal, dan yang terpenting yang membuat darah dihidung Jaka mulai menetes keluar adalah,..

Sherry yang dengan santainya menyapa Charlie wlaupun tubuh sexynya hanya terbalut handuk putih dengan motif Puuka diujungnya,..

” Halo,, penghuni baru ?? ” Tanya cewek yang dipanggil Sherry ” Aku Sherry, 23 tahun, sekarang bekerja sebagai pramugari , kamu ?? “

” Sa..sa…saya Jack, eh Jaka ” Jaka gelagapan sambil berusaha menyedot darah dihidungnya masuk kembali, ” 2..23 tahun , calon mahasiswa.. ” Jaka kembali menelan ludah

” Owhh, lucu ya” jawab Sherry sambil tersenyum , sambil membenarkan posisi handuknya, yang sedikit melorot membuat payudaranya sedikit terlihat, wow indah sekali kata Jaka, sedangkan Sherry seolah tak perduli kalau yang dihadapannya ini juga seorang lelaki

Apalagi tubuhnya setengah basah begitu membuat tubuhnya sedikit bercahaya terkena pantulan lampu kamarnya, membuat tubuh sexynya bertambah ‘mantab’ dan jelas membuat nafas Jaka pun makin berat saja,..

” Ya nanti kita ngobrol lagi ya, mau ganti baju dulu.. ” Sherry kembali tersenyum sambil menutup pintu kamarnya,..

” Itu Sherry , cantik ya..” kata Maria seolah menggoda Jaka,..
Jaka pun kembali hanya dapat mengganguk kecil,..

” Ok , peraturan kedua dilarang masuk kamar orang lain sebelum mengetuk pintu,.. “
Jaka hanya mengganguk, saat tiba-tiba Maria membuka sebuah pintu tiba-tiba…

” Upss, maksudnya untuk mencegah hal-hal semacam ini, makanya peraturan kedua itu dibuat,.. ” Maria tersenyum, sementara darah segar kembali meluncur turun dari hidung Jaka, lebih deras dari sebelumnya,

Ya jelas saja , yang berada dibalik pintu itu adalah seorang gadis cantik dan manis yang sedang berganti pakaian, benar-benar kali ini lebih parah, baju yang dikenakan gadis itu pun baru sebatas setengah dadanya, sehingga hanya menutupi puting payudaranya, sementara payudara bagian atasnya terbuka, kali ini rasanya jantung Jaka pun sudah nyaris putus melihatnya,.. sementara hidungnya pun bertambah mimisan..

” Mariaa… ” bentak gadis cantik itu..
” Upss.. ” Maria tertawa, sambil menutup pintu itu, saat gadis cantik itu melempar sesuatu kearah pintu..

” PLUUK !! ” sebuah BH mendarat diwajah Jaka,…
Maria pun bergegas mengangkat BH gadis tadi dari wajah Jaka,..sementara Jaka pun meraih saku jaketnya , mengambil selembar tissue untuk melap mimisan di hidungnya..

” Hehehe, sory ya, yang tadi itu, Karen… Calon mahasiswa juga seperti kamu, umurnya baru 19 tahun,..” Kata Maria,..

” Ouwwh..Karen tipe wanita intelek, wajahnya terlihat pintar sekali, namun tak mengurangi kecantikannya ” pikir Jaka

” Oh ya, peraturan ketiga, kita ke sini,.. ” sambil berbelok di sudut ruangan menuju sebuah kamar mandi, di sudutnya sebuah kaca besar, dengan sebuah wastafel tempat sikat gigi, ataupun sekedar cuci muka,..

” Lihat nich, lihat disini.. ” Tunjuk Maria,..
” Hmmm, dibalik pintu ini, ada label yang bisa dibulak-balik untuk menunjukan apakah sedang ada orang atau gak,.. jangan lupa untuk menggantinya kalau sedang memakainya ya,..” Terang Maria, ” Hmmm , biar lebih mudah masuk yuk.. “

” Ahhhhhh !!! ” suara teriakan, sementara kali ini bocor sudah tissue yang tadi digunakan Jaka untuk menyumpal hidungnya yang mimisan,…

Seorang gadis cantik, yang benar-benar Topless.. berusaha menutupi payudaranya yang tak berbusana, jemari-jemari mungilnya berusaha menutupi payudaranya yang besar, namun tetap saja tak bisa, menutupi seluruh permukaannya, bahakan puting sebelah kirinya dapat terlihat jelas oleh Jaka meskipun sudah berusaha ditutupi oleh jemari mungilnya..

” Judy,.. kan udah dibilang jangan lupa ganti label kalau ada orang… ” Seru Maria,..
” Upss… ” Karen malah tersenyum menatap Jaka, sementara Mimisan di hidung Charlie bertambah parah, jantungnya pun berdegup dengan kencang, pikirannya melayang membayangkan para gadis-gadis cantik ini, sementara nafasnya pun semakin sesak hingga akhirnya Jaka terjatuh lemas dengan hidung yang mimisan..

Semakin lama semakin gelap…

ACT III : Welcome to Paradise

” Hallooo.. ” Suara – suara para bidadari seolah memanggil Jaka, sambil menepak-nepak wajahnya mencoba membangunkan Jaka
Matanya perlahan membuka , remang-remang sebelum wajah cantik para gadis yang memanggil dapat dilihat Jaka dengan jelas,..

Untunglah mereka kini sudah berbusana, kalau gak, mungkin Jaka bisa pingsan lagi untuk kedua kalinya,..Namun tetap saja, busana yang mereka kenakan itu begitu minim sehingga lekuk tubuh ke-4 gadis itu dapat dinikmati oleh siapapun yang melihatnya..

” Sory ya..yang tadi itu test masuk.. ” Kata Maria,..
” Eh,.. ehmm test masuk?? ” Tanya Jaka kebinggungan..
” Ya, kami disini semua wanita, sedangkan hidup dikota besar seperti ini…. ” Wajah Karen tampak serius,..

” Wanita semua ?? ” Jaka tambah binggung

” Ya singkatnya , kami merasa agak ketakutan saat ini, beberapa hari terakhir katanya ada orang aneh yang berkeliaran, sedangkan kami berlima disini semuanya wanita… ” kata Sherry yang terlihat paling dewasa diantara para gadis itu..

” 5 orang ?? dan wanita semua ?? ” Jaka semakin binggung,
” Ya 5 orang, ada satu lagi yaitu Sara, umurnya 20 tahun, dia mahasiswi ” terang Judy..
” hmm kayaknya dia sedang kerja paruh waktu .. ” lanjut Judy

” Oh ya sebaiknya kita perkenalkan diri lagi saja..” kata Maria..
” Okk… ” Seru para gadis lainnya..

” Pertama… aku Maria, 22 tahun..interior desainer.. ” Maria berkata sambil meloncat, payudaranya pun ikut terpental, membuat jantung Jaka kembali berdegup kencang..

” aku..aku Sherry..23 tahun, pramugari.. ” Mata Sherry menjentik seolah menggoda Jaka.

” Hmm, namaku Karen , 19 tahun, calon mahasiswi.. ” Tangannya menyilang, menekan payudaranya yang besar itu, sehingga membuatnya terlihat semakin besar…

” Ya ampun ” pikir Jaka, si ‘otongnya’ kembali berteriak dibalik celananya,..” test masuk, test masuk.. ” Pikir Jaka lagi..

” Oh iya,..awww” kata gadis bernama Judy, sambil meletakan minumannya. ” Nama ku Judy, 20 tahun, aku actress dan calon mahasiswi juga.. ” Judy sibuk mencari tissue sebelum disodorkan oleh Sherry

Ya Tuhan, Jaka hanya bisa menelan ludah saat Judy melap payudaranya yang basah terkena tumpahan minuman, tangannya menyusup diantara pakaiannya yang serba minim itu, melap payudaranya yang basah,.. Branya yang berwarna biru muda mulai tampak dari balik pakaiannya..lagi-lagi Jaka hanya bisa menelan ludah..

” Ok..ok.. sekarang Jack eh Jaka.. ” seru Maria..
” Berapa yang kamu punya untuk membayar kontrakan disini ?? ” lanjut Maria..

Gadis-gadis yang lain hanya mengangguk..
” Ngu..ngutang boleh gak ?? ” Malu sekali Jaka mengatakannya..

” Haaaahhhhhh !!!!! ” Serempak para gadis berteriak dengan suara nyaring…
Jaka pun hanya dapat menutup telinganya dengan kedua jarinya..terbayang olehnya dia akan diusir lagi…

Para gadis itu berkumpul dan berdiskusi dengan setengah berbisik, mereka pun membelakangi Jaka seolah takut Jaka mendengar pembicaraan mereka..namun malah jadi pertunjukan bokong-bokong indah yang membelakangi Jaka, gadis-gadis itu benar-benar sexy, pantat mereka begitu indah sehingga membuat Jaka makin sulit bernafas..

” Bagaimana ini, sepertinya dia orang baik.. ” bisik Maria yang diamini ketiga gadis lainnya..
” Ya sepertinya dia bukan serigala berbulu domba,.. ” Karena menambahkan..
” Lalu bagaimana ?? ” Tanya Sherry..
” Ya sudah kita wawancara saja dulu.. ” Judy memberi alternative..

Ke empat gadis tadi berbalik dan kembali duduk ditempatnya semula..
” Ok , Jaka kenapa kamu bisa gak punya uang ?? ” Tanya Maria
” Kayaknya saya kecopetan, benar saya benar-benar kecopetan.. ” Jaka berusaha meyakinkan..

” Ohhh.. ” yang lain hanya berkomentar demikian..

” Kami disini semua wanita, apa kamu yakin ga kan macam-macam pada kami ?? ” Tanya Maria lagi..

” Ya itu benar ” kata Sherry, sambil melangkah mendekati Jaka…
Duduk dipangkuan Jaka yang membuat Jaka gelagapan sebelum akhirnya Sherry menarik tangan Jaka kearah payudaranya

‘Ya Tuhan’ pikir Jaka, saat telapak tangannya untuk pertama kali sejak dia dilahirkan, menyentuh payudara wanita, rasanya kenyal di tangan Jaka sementara Sherry hanya tersenyum saja menatap wajah Jaka,..

Ingin rasanya Jaka mencengkram dan meremas payudar Sherry, namun tak ada keberanian dan diapun masih terlalu polos untuk melakukan hal itu, Jaka pun membulatkan tekad demi impian masa kecilnya dahulu, dia pun bergegas berdiri..

” Saya, saya memiliki impian, meskipun bapak di kampung melarang saya berkuliah di kota, namun saya memiliki janji dengan pacar masa kecil saya untuk bertemu di tahun depan di universitas yang sama di kota ini,..Jadi..Jadi saya berusaha untuk itu.. ” Jaka menjawab dengan tegas dan penuh keyakinan, membuat para gadis itu terpesona,..

” Jadi maksudnya kamu masih perjaka ?? ” Tanya Judy.. ” Koq polos banget ?? “

” Hahhhh ” Jaka binggung menjawabnya, apalagi dia tahu ini test masuk, namun mengakui cowok seumur dia masih perjaka itu memalukan,..

Akhirnya Jaka menjawabnya dengan anggukan kecil, sambil menekuk wajahnya dalam-dalam,..

” OK, kamu diterima,.. ” Mereka berempat berkata nyaris bersamaan..

” Yess !!! ” Jaka nyaris tak percaya mendengarnya..

” Tapi,..bayar dengan tubuh-mu… ” Seru Maria

” Hahhhhh ??? ” Jaka tak percaya mendengarnya, tanpa sadar tangannya pun menutupi tubuhnya seolah takut diperkosa,..

” No..no no.. bukan macam itu, kamu harus membersihkan rumah ini, mencuci, belanja dan memasak..OK ?? ” terang Maria, sementara para gadis lainnya hanya tertawa melihat tingkah Jaka..

” Hehehe.. ” Jaka tersipu malu,..

” Sekarang kita pesta !!! ” Ajak Sherry.. Sambil meniup terompet

Malam penyambutan Jaka bergabung di NewParadise pun berlangsung meriah, mengakrabkan para penghuni lama dengan Jaka, saat ini Jaka benar-benar bahagia bisa sampai di kota besar ini..Ada Maria yang pemabuk berat, ada Judy yang baru minum sedikit saja sudah teler, ada lagi Sherry yang marah-marah saat mabuk, ataupun Karen yang menjadi liar saat mabuk, nyaris saja Karen membuka semua pakaiannya, sedangkan hari itu Jaka pun mulai menjadi pembantu dirumah itu..

ACT IV : STALKER

” Sayur, sabun , makanan kecil… ” Jaka tampak sibuk membawa barang belanjaan sementara tangannya penuh oleh barang belanjaan, dia pun harus memeriksa barang pesanan, khawatir kalau-kalau ada yang terlupa,..

Hingga..” Bruukkk !!! ” tak sengaja dia menabrak seseorang,..
Jaka pun terjatuh, demikian juga dengan orang itu,..Jaka yang masih menutup matanya meringis kesakitan bergegas minta maaf, dia bergegas membuka matanya, namun yang terpampang dihadapannya justru paha mulus, dengan celana dalam hitam…

Jantung Jaka langsung berdegup dengan kencang, matanya tak mampu berpaling dari celana dalam itu,..Dan ” Brukk !!! ” sebuah tendangan mendarat dikepalanya, Jaka pun kembali terjatuh…

Jaka sempat melihat wajah cantik wanita itu, cantik sekali, namun sebelum Jaka sempat untuk kembali meminta nomor handphone, eh salah minta maaf..Wanita itu bergegas pergi,..tapi wanita cantik masih sempat saja mengumpat Jaka dengan kasar, padahal Jaka benar-benar gak sengaja..

Setelah pusing dikepalanya hilang, Jaka pun langsung mengumpulkan barang belanjannya yang terhambur, setelah memastikan barang belanjaanya lengkap, Jaka pun bergegas pulang, karena masih ada mencuci, menyapu dan mengepel yang belum dikerjakannya..

BH…BH…CELANA DALAM, Jaka harus menjemur sambil mengelap mimisannya, entah sudah berapa liter darah yang keluar hanya dalam 2 hari tinggal di rumah ini, Jaka sungguh tak mengerti kenapa mereka ga mencuci perabotan pribadinya sendiri, sementara Jaka tak menyadari sesosok misterius mengawasinya..

Malam pun tiba, Jaka pun ingin rasanya bergegas membuka buku untuk belajar buat testnya 2 hari lagi, namun…

” Hahahahaha… ” suara tawa seolah tak pernah berhenti, pagi harus belanja, siang membereskan rumah, bahakan saat malam hari pun para gadis itu hanya bisa bercanda dan tertawa hingga menimbulkan kegaduhan,

” Rasanya tak tahan lagi 2 hari tinggal disini, belum juga belajar namun hanya dikerjai saja, bagaimana mungkin orang sebodoh dirinya bisa lulus masuk ke universitas kedokteran sesuai janji.. ” Mungkin ini yang terpikir oleh jaga, apalagi test dasar akan diadakan 2 hari lagi, bagaiman mungkin Jaka bisa mendapatkan nilai bagus bila seperti ini,..

Saat mereka terlelap pun sudah terlanjur malam untuk bisa belajar, mata Jaka terlanjur mengantuk untuk membaca buku pelajaran pun rasanya sudah mustahil hingga Jaka pun kembali tertidur seperti hari-hari kemarin, ingin rasanya angkat kaki dari rumah ini, namun tanpa uang sepeserpun rasanya tidak mungkin bagi Jaka untuk mencari tempat tinggal gratis seperti dirumah ini,..

Jaka terbangun dari tidurnya saat sebuah suara halus masuk ketelinganya..
” Ouhh sayang..peluk aku.. ” Ya ampun Maria, dengan payudaranya yang tak tertutupi oleh bra lagi, hanya celana dalam yang menutupi bagian sensitivenya saat Jaka mendapati Maria tertidur disebelahnya..

Dari mulutnya tercium bau alcohol..
” Ya ampun, gimana mau belajar.. ” Pikir Jaka,..

Tiba-tiba tangan Maria, menempel di selangkangannya memijat penisnya yang makin mengeras, Jaka pun menelan ludah, sementara punggungnya merasakan bagamana payudara Maria menempel dikulitnya, lembut sekali, sementara putingnya yang merah kecoklatan pun dapat terasa menusuk kulit Jaka..

Jaka panik, entah harus melakukan apa..
” Test masuk, test masuk.. ” Jaka mulai berpikir, kalau-kalau ini juga termasuk ujian untuk tinggal di NewParadise ini..

Jaka pun bergegas berdiri dan mengambil baju dan jaketnya,.. Menenteng buku pelajarannya dan bergegas keluar rumah, menuju taman di daerah itu yang cukup terang agar dia dapat belajar dengan tekun..

Dia berjalan dengan santai, menikmati dinginnya malam, sementara dia tak menyadari sesosok pria misterius menyusup masuk ke rumah kontrakan itu..

####

Tangan orang misterius itu menjamahi payudara Karen, memainkan putingnya dengan lembut namun sesekali menariknya dengan kasar membuat Karen hanya dapat menahan air matanya yang mulai menetes keluar, sedangkan dengan ancaman pria misterius tadi membuat Karen ketakutan untuk berteriak minta tolong…

Orang itu melepas piyama yang dikenakan Karen dan menarik celana tidurnya, hanya tinggal celana dalamnya yang berwarna merah muda yang menempel ditubuhnya, Karen ketakutan setengah mati, sementara orang misterius itu makin nekad menyalurkan hasratnya, lidahnya mulai bermain dipayudara Karen, menjilatnya , menghisapnya sesekali ditengah hisapannya dia memainkan puting payudara Karen dengan lidahnya, membuat Karen meringis nikmat,..terasa kumis orang itu yang cukup tebal yang bergesekan pada payudara Karen yang mulus itu sehingga memberikan rasa geli yang unik…

Sementara lidahnya bekerja, tangan orang itu pun tak berhenti menjelajahi pada mulus Karen, tangannya menyelusuri paha Karen sebelum berhenti dipangkalnya..dari balik celana dalamnya orang itu mengerakan tangannya mengikuti garis bibir kemaluan Karen, membuat gadis itu mendesah tak karuan menikmati sentuhan tangan dari pria itu,..

” Uggghh ” desah Karen tak tertahan..

Tangan pria misterius itu yang satunya berpindah menggantikan peran mulutnya pada payudara Karen, Pria itu mencoba mencium Karen, pertama Karen berusaha menolaknya, dipalingkannya wajahnya ke kanan dan kekiri, menghindari sosoran bibir tebal orang itu, namun orang itu tak kehabisan akal dan mengerakan tangannya yang berada dimulut vagina Karen berusaha memberikan rangsangan pada Karen,..

^^^

Ya ampun pintu rumah belum dikunci.. ” setelah berjalan sekitar setengah jam Jaka baru teringat kalau dia lupa mengunci rumah, ya jelas saja dia tak mengunci rumah, karena memang dia belum diberikan duplikat kunci oleh penghuni yang lain,..

Jaka pun bergegas berbalik arah kembali ke NewParadise , dengan penuh kekawatiran kalau-kalau ada orang yang masuk dalam rumah..sepanjang perjalanan dia terus berdoa agar tidak ada pencuri yang masuk

^^^

Jemari orang itu dengan lihai memberikan rangsangan-rangsangan yang membuat Karen terbuai tak berdaya menikmati gerakan tangan orang itu pada vaginanya, dirasakannya vaginanya mulai basah, sementara dirinya pun mulai tak kuasa untuk tak mendesah,..

Akhirnya pagutan bibir orang itu pun disambut oleh Karen, dengan lelluasa orang itu pun menjulurkan lidahnya, memainkan lidah Karen, tak percaya rasanya akibat permainan tangan orang itu yang memberikan rangsangan pada payudara dan vagina Karen yang bermain tanpa henti membuat Karen membiarkan saja orang itu menguasai dirinya,..

Tangan yang berada dimulut vaginanya pun mulai berani bermain lebih jauh, menarik celana dalamnya kesamping yang memberikan akses bagi tangan orang itu untuk mengekplore vaginanya lebih jauh, celah kemaluan Karen diselusuri oleh jemari orang itu, berhenti di clitorisnya, menekan klitoris itu samabil memberikan rangsanagan lainnya, membuat Karen tak berdaya menikmati permainan orang itu,..

Rasanya Karen pun akan menyesal bila berteriak, baru kali ini dia merasakan kenikmatan dari permainan jari seorang Pria, Jemari orang itu begitu mahir membawa Karen ke zona kenikmatan yang terlarang, vaginanya pun mulai bertambah basah, dan kini Karen pun tak segan untuk membalas ciuman orang itu..

Jari orang itu mulai menyelusup dalam vaginanya membelah vagina Karen dan menyeruak masuk,..Telunjuk orang itu mulai basah oleh cairan vagina Karen, perlahan orang itu mulai mngerekan jemarinya menggelitik dalam vagina Karen membuat Karen mendesah tak karuan keeenakan..

^^^

Terdengar sedikit kegaduhan yang memancinng perhatian Jaka dari arah kamar Karen, namun dia teringat peraturan untuk tak mencampuri urusan orang lain, hingga Jaka pun urung naik ke atas untuk melihat keadaan Karen, terlintas dalam benaknya kalau Karen hanya berbicara sambil tidur karena mabuk,..

Jaka pun kembali sibuk untuk mencari kunci rumah di setiap laci di rumah itu, agar dia bisa belajar di luar rumah dengan tenang..

^^^

Puas menggelitiki vagina Karen yang demikian sempit, lelaki itu pun mulai mengoyangkan jemarinya naik turun sambil sesekali menekan-nekan vagina Karen berusaha mencari G-spotnya, dia begitu menikmati bagaimana reaksi Karen saat orang itu menggerakan jemarinya naik turun, deru nafas Karen pun semakin memburu,..

Jemari orang itu pun makin liar mengerjai Karen,. Tak tertahan lagi bagi Karen apalagi orang itu telah berhasil menemukan G-spotnya dan terus merangsang bagian kelemahanya itu, membuat dia hanya dapat pasrah menikmati organsme yang menyerangnya,.

Tubuhnya mengejang tiba-tiba, seluruh ototnya mengeras sementara orang itu yang menyadari bahwa Karen akan segera berorgansme, justru makin liar memainkan jemarinya pada vagina Karen.. hingga Gadis itu pun menjerit tertahan tak lagi mampu menahan Organsmenya..

” Ughhh… ” Karen mendesah..

Sementara cairan vaginanya merembes turun dari vaginanya, membasahi seleuruh jemari orang itu, hingga jemari orang itu pun begitu basaholeh lender vaginanya, orang itu pun menjulurkan jemarinya ke mulut Karen, Karen pun seolah mengerti dan membersihkan jemari itu dengan mulutnya,..

Sementara tangan orang itu yang satunya lagi memelorotkan celana dalam Karen sebelum diapun memelorotkan celananya sendiri sebatas lutut,.

Penis orang itu lumayan besar, terasa oleh Karen saat penisnya menyentuh bibir vaginanya, dan bermain di mulut vaginanya itu,..Karen mendesir menikmati rangsangan itu,..sementara orang itu pun memindahkan kedua kaki Karen ke panggungnya, sehingga memudahkannya untuk mengerjai Karen..

Karen pun hanya bisa pasrah saja saat penis orang itu mulai menyeruak masuk, dalam hatinya pun mulai merasa tanggung dengan kenikmatan yang diberikan oleh orang itu,
Penis orang itupun mulai menyeruak masuk dalam vagina Karen, tertahan sesaat karena sempitnya vagina gadis itu, sementara Karen pun menikmati batang kemaluan Pria itu yang mulai bersatu dalam tubuhnya,.. sodokan demi sodokan menyeruak masuk lebih dalam Karen pun hanya dapat menutup wajahnya dengan Bantal kepala untuk mencegah desahannya terdengar oleh orang lain..

Sebuah sodokan Kuat dari orang itu berhasil membuat penis orang itu tertampung sepenuhnya pada vagina Karen, orang itu tampak begitu menikmati bagaimana vagina Karen menjepit batang kemaluannya, sementara vagina Karen pun mulai berdenyut menikmati batang penis yang masuk begitu dalam pada vaginanya,..

Orang itu berhenti sesaat menikmati bagaimana vagina Karen memijat batang penisnya,.. kepala penisnya pun dapat merasakan bagaimana Vaginanya mengeluarkan sedikit cairan pelumas yang berusaha merembes keluar untuk membasahi seluruh permukaan penis pria itu..

Setelah puas dengan kehangatan yang diberikan oleh vagina Karen, orang itu pun mulai menggenjot Karen, dengan kecepatan yang bervariasi, sementara Karen pun hanya dapat menekan bantal yang menutupi wajahnya lebih dalam untuk mencegahnya berteriak dengan keras, suara desahan yang tertahan menyelimuti ruangan itu..

Terkadang bermain dengan pacuan cepat yang membuat Karen mendesah dengan Liar, kadang memacu Karen dengan kecepatan lambat yang membuat Karen begitu menikmati permainan orang itu, orang itu semakin merasa diatas angin sementara Karen pun seolah tak perduli dengan siapa lagi dia bercinta saat orang itu mulai menguleknya dengan gerakan berputar yang membawa Karen terbang ke atas langit pun Karen tak perduli lagi untuk segera memagut bibir orang itu untuk meredah desahannya..

Entah berapa menit berlalu saat orang itu berpindah ke sisi Karen dan mengerjai Karen dari samping,..Diangkatnya kaki Karen sehingga memberikannya keleluasaan untuk memacu Karen lebih cepat dan lebih dalam , mereka pun saling berciuman, sementara Lidah orang itu pun terkadang menyelusuri wajah cantik Karen, turun ke lehernya membuat Karen bergidik apalagi saat lidah itu bermain ditelinganya..

” Hmmm, a.. aku mau keluar ” desah Karen..
” Sebentar aku juga mauuuu.. ” akhirnya orang itu berbicara juga, dikira bisu tadi..

Beberapa menit kemudian pacuan orang itu pun bertambah cepat,
” Uggghhh ” desah Karen saat tak kuasa lagi menahan organsmenya yang kedua..
” Ouuwwh ” orang itu pun mencapai puncak beberapa detik kemudian saat merasakan jepitan otot-otot vagina Karen yang mendadak mengencang membuatnya tak mampu lagi menahan klimaksnya..

Karen pun dapat merasakan bagaimana penis dalam vagina-nya mulai berdenyut sedikit demi sedikit mengeluarkan cairan yang menembak pada vagiannya..

” Ke.. keluarin donkk…jangan didalem ” pinta Karen panik
Orang itu pun menuruti kemauan Karen dan mencabut penisnya, dan menembakan spermanya di dada Karen saking banyaknya sebagia terlempar ke wajah Karen..

” Sekarang jilatin ” perintah orang itu..
” Engak..” Karen panik
” Jilat!! ” bentak orang itu sambil mengacungkan penisnya ke wajah Karen
” Engggaaakk, engak mau.. ” Karen pun mulai berontak saat orang itu memaksa Karen untuk menjilati penisnya yang berlumuran sperma, Jaka yang dari tadi memang sudah curiga dengan kegaduhan dari kamar tidur Karen pun bergegas melupakan tujuannya mencari konci rumah untuk minggat dan berlari kearah kamar Karen, apalagi para penghuni yang lainnya tampak terlelap karena mabuk,..

Dibukanya kamar Karen yang memang tak terkunci itu oleh Jaka, jaka pun hanya dapat melongok melihat tubuh Karen yang tak berbusana serta seorang pria kurus tak dikenal berkulit hitam dan berkumis tebal bertato serta tak berbusana juga, menyodorkan penisnya ke wajah Karen..

Karen pun meloncat ketakutan kearah pintu sementara Jaka pun bergegas mengejar orang itu yang berusaha kabur,..

” Oiii, sapa lu…Jangan Lari.. ” Teriak Jaka sementara orang itu berlari menabrak jaka bergegas turun untuk kabur,..

Jaka yang terjatuh karena tabrakan orang itu pun bergegas berdiri dan mengejar orang itu kebawah, saat pria itu sibuk mengenakan sepatunya Jaka pun berhasil menangkap orang itu tepat didepan pintu rumah itu,..

Namun sial dasar orang misterius itu sedang panic membuat tenaga yang dikeluarkan orang itu lebih kuat dari yang sebenarnya dimiliki oleh orang itu, saat Jaka berusaha memeluk orang itu, Orang itu pun bereaksi memukul wajah Jaka tepat di dagunya..

Jaka pun terjatuh seketika, tak sadarkan diri sementara orang itu pun berhasil melarikan diri, sementara para gadis yang lainnya pun terbangun karena kegaduhan itu, dan mendapati Jaka yang tertidur di depan pintu..

to be continued…