“Ughhh ” aku melenguh panjang saat penis Julius menembus vaginaku,..
Julius itu pacarku, termasuk cowok yang digandrungi di kampus, selain
tampan dia juga kaya, bisa dibilang semua yang diinginkan wanita ada
pada dirinya, namun buat ku dia tidak memiliki segalanya…

Julius mencumbuku sambil terus memaju mundurkan penisnya, sambil
sesekali menembusnya dalam, terkadang bermain diluar, mulutnya
mencumbuku disela-sela desahan-ku, aku pun membalas permainan
lidahnya, hembusan nafasnya terasa di leherku, sedangkan mulutnya tak
pernah berhenti mengeluarkan kata-kata pujian yang membuatku merasa
sangat Sexy..

Sementara pinggul Julius tetap memompaku dengan irama yang bervariasi,
berusaha membawaku terbang ke langit ketujuh, aku pun melingkarkan
tanganku di pinggangnya, meminta agar pacarku ini memompaku lebih
dalam, lebih dalam lagi…

Bibir kami pun berpagutan , saling mencumbu, desahan kami mengisi
kamar-nya yang berantakan, belum lagi pakaian kami yang berserakan
dilantai, seolah tak perduli, aku melenguh keras saat penis Julius
menyergap-ku lebih dalam,..

” Ehmm.. ” Rasanya nikmat sekali, namun serangan yang sesekali itu,
sesungguhnya tak cukup untuk memuaskan-ku, Tangan Julius pun mulai
bekerja menjamahi payudara-ku, perlahan dia meremasnya, sambil
memainkan putingnya, belum cukup untuk memuaskanku, sambil meremasnya
hingga puting-ku yang berwarna kemerahan itu mengacung keras, yang
langsung dihisapnya dengan ganas, tak cukup, sesekali dia mengigitnya
perlahan, ohhh, enak sekali rasanya..

Jemari tangan kiri Julius pun, bermain di derah vagina-ku yang
ditumbuhi bulu-bulu halus, rasanya dia benar-benar bernafsu membuatku
melayang..butir-butir keringat mulai mengalir, saat Julius memintaku
mengganti posisi Doggy, agar dia dapat melakukan penetrasi lebih
dalam, Aku pun menyodorkan pantatku, sementara aku bertumpu pada kedua
tangan-ku, sebelumnya dia sempat memainkan penisnya di mulut vaginaku,
memberikan rasa merinding yang nikmat, aku melenguh beberapa saat,
saat dia mencabut penisnya, untuk memainkan nafsuku, rasanya aku
benar-benar penasaran, namun sesaat kemudian dia kembali memainkan
penisnya di mulut vaginaku, beberapa menit, sebelum akhirnya dia
memasukan penisnya dalam vagina-ku,…

” Hmmm.. ” desahku, saat penisnya kembali memasuki liang
kewanitaan-ku, nafsuku yang mulai terbangun karena permainan di depan
bibir vaginaku itu, membuatku sungguh bernafsu membalas permainanya,
kini bukan hanya Julius yang memacu penisnya, aku pun ikut
menggoyangkan pinggulku, membuat dada-ku terlempar kesana-kemari,..

Aku menghadap kebelakang, berusaha mencari bibir Julius untuk
mencumbunya, baru kali ini Julius dapat melayani-ku selama ini, namun
aku tahu, bahwa kenikmatan ini tak kan bertahan lama, benar saja, aku
dapat merasakan penisnya yang bertamabah besar di vagina-ku beberapa
saat, disertai lolongannya, Julius pun mencabut penisnya dari vaginaku
dan menembakkannya di punggungku,..Sebelum menjatuhkan tubuhnya sambil
memelukku,..

” Kamu puas sayang ?? ” Tanya Julius padaku, disela nafasnya yang
memburu, dengan terpaksa aku pun mengganguk, padahal bahkan setelah 3
bulan hubungan kami, belum pernah aku mencapai organsme, paling saat
dia memainkan jemarinya di vaginaku, saat itu, ditengah kemacetan
nekad dia memasukan jemarinya, ke rok mini yang aku kenakan, aku pun
tak bisa menolak, toh aku pikir kaca film di mobilnya cukup tebal,
entah terpengaruh oleh suasana yang mencekam membuatku mencapai
organsme oleh pikiran-pikiran ku yang liar..selebihnya penisnya itu
tak mampu memuaskan-ku..Itulah yang kurang darinya..

Oh ya, nama-ku Jennifer, biasa dipanggil Jenny atau Jenn , aku
menikmati karunia yang diberikan Tuhan, kecantikan wajah seorang model
Asia, tubuh yang indah yang dapat membuat lelaki mana-pun membelalakan
matanya, orang tua-ku pun termasuk pengusaha yang sukses, pabrikan
dengan product yang mungkin sering kalian gunakan sehari-hari, namun
ada satu yang kurasa berlebih dalam diriku, Nafsu Seks ku yang tinggi,
sejak pertama kali menikmati seks dengan pacarku semasa SMA, “Brahm”
yang merebut keperawananku,..

Sejak itu, nafsu seks ku sulit sekali untuk kubendung, sering kali aku
mencoba berfantasi saat sedang berhubungan seks memacu nafsu liarku,
namun lebih sering berhasil hampa, hanya keringat yang kudapatkan,
bukan kepuasan yang menggelegar…

Terkadang aku pun mencari pengalaman-pengalaman seks liar, untuk
sekedar membuatku puas, namun sejauh ini hanya berhasil untuk 2-3
kali, selanjutnya terasa hambar, aku pernah mencoba bercinta diruang
keluarga dengan mantan pacar-ku, saat papa dan mama ada dirumah,
berhasil aku sempat berorgansme 2 kali waktu itu, apalagi saat itu Leo
pacarku memang memiliki penis terbesar yang pernah aku rasakan, saat
itu rasanya nikmat sekali, diselingi rasa takut ketahuan oleh
orang-orang dirumahku, kami bercumbu dan bercinta dengan ganasnya,..

Namun saat mencobanya untuk ke 4 kalinya, semua terasa hambar,
sehingga aku pun memutuskan hubungan ku dengan Leo, ya mungkin aku
sedikit gila, entah sejak kapan aku menjadi SEX-ADDICT seperti ini…

Namun yang kubuthkan adalah sebuah seks, seks yang nikmat yang mampu
membuatku melayang, menikmati tiap momen penis seseorang mengaduk-ku
membuat ku menjerit nikmat tak berdaya, namun siapa orangnya ??

#####

Siang itu saat sedang berjalan di Mall, aku rasanya mulai mengerti apa
yang kubutuhkan, tidak mungkin tidak hanya itu, aku mulai memahami apa
yang kuinginkan, semuanya dimulai dari pertemuan-ku dengan Peter..

” Jenn , Jenny ” Panggil Icha sahabatku, saat aku melintas di sebuah
Cafe yang sedang duduk dengan seorang Lelaki, ga jelek sich, tapi
…hehehe
” Hey Cha, ma siapa lu ?? ” Tanya-ku..
” Peter, yang gue ceritain itu tuch.. ” Jawabnya, aku pun sedikit
mengintip sambil melempar senyum kearahnya, tampaknya Peter sedikit
salah tingkah membalas senyumanku, aku dapat merasakan matanya bermain
nakal, menelanjangiku, apalagi hari itu, aku mengenakan Tank-top hitam
dibalut rok mini yang jelas menampakkan lekuk indah tubuhku,

” Hehehe, ya udah dech, gue buru-buru nich, gue musti cari kado buat
Daniel tar malem ya, lu nanti dateng ke pesta Daniel kan Cha ?? “
Tanyaku..
” Hmmm, kayaknya sich lu sendiri ?? Mau gue temenin ?? ” Tawar Icha..
” Ga dech, lu kan lagi ma Peter tuch, liat aja dah BT gitu hehehe, ga
enak dech, mending lu PDKT dech ma dia, hehehe ” jawab ku usil..

” Dasar lu, ya lu TITIDJ dech ya ” Ingat Icha..
” Yupz, yawda salam aja buat Peter yang guanteng itu .. hehehe ” Kata
ku sambil berlalu pergi,..
Icha pun membalas usilan ku dengan menjewer telinga-ku, namun aku
sedikit merasakan 2 buah mata yang menatapku dengan tatapan tajam..

Setelah memilih kado untuk Daniel, aku menatap jam tangan-ku
memperkirakan waktu, Jam 6, sepertinya aku sempat untuk pulang dulu
dan berdandan jadi gak perlu buru-buru juga pikirku, toh aku sudah
membatalkan janjiku dengan Julius, terus terang aku sudah ILFILL
dengannya, ya dengan serangkaian ” kegagalannya ” apa lagi yang bisa
kuharapkan..

Aku pun sengaja memilih jalan melewati Cafe tadi, ya iseng-iseng lah,
pengen tau Icha apa masih disitu, ternyata benar saja, aku sich
berjalan sedikit cepat, namun sempat melihat Icha yang mulai berani
berpeganggan tangan, sepertinya Icha tidak menyadari keberadaanku,
berbeda dengan Peter, yang sempat melemparkan senyumnya padaku, ya
tentu saja aku berlagak tidak tahu, takut menimbulkan perasaan yang
gak-gak pada diri Peter, disangkanya aku suka lagi…

Peter itu, jelek sich engak, tapi kumal dan ya tahulah, dandana-nya
gak rapi, belum lagi rambutnya yang kusut, biasa banget lah
pokoknya..Aku pun menanggapi senyumannya sambil berlalu, dan aku pun
tidak terlalu memikirkan senyumannya itu..

#####

Pukul 09.00 malam, aku sampai ditempat pesta Daniel, dia sengaja
menyewa satu lantai tempat Clubbing kelas menengah ini, Dibalut gaun
putih yang membuat belahan dadaku terlihat,dan membuat punggungku
terbuka, hmm membuat lelaki yang ada di tempat itu menelan ludah
menatapku, apalagi celana Legging yang membuat paha-ku yang berisi,
dan pantatku yang berisi menonjol jelas,..Aku dapat membayangkan
mereka mulai berfantasi mengerjaiku, Wow, but i like it..

” Jennifer, wow you look so good ” puji Daniel si empunya pesta saat
melihatku..
” Thanx na, this great party too.. Happy Birthday.hmm 21 kan..??. “
balasku, Daniel terlihat ganteng sekali hari ini, aku juga ga bisa
lupain hari-hari kita bersama, romantis, but dia setahun lebih muda
dari aku, ya lupain dech masa lalu sekarang juga dia punya pacar,
cantik yang terpenting ga segila aku, dan kasihan Daniel bila terus
bersamaku, namun aku tahu Daniel masih mengharapkan cintaku….

” Niel, dah lu ma Donna sana, jangan ampe dia ngambek lagi ok.. “
bujuk ku pada Daniel, yang seolah lengket sekali dengan-ku
memperkenalkan ku pada teman-temannya..
” Hmmm, Ya ya gue tahu, ok dech Jenn, gue tinggal dulu, kalo lu mau
apa pesen aja ya..OK enjoy dech… “
Aku pun menganguk, sementara Daniel mulai berlalu, yang Hmm keren
banget dibalik Tuxedo hitamnya, apalagi kakinya yang panjang
membuatnya terlihat Hmm keren banget,.

Mata-ku pun mencari teman-temanku yang ku kenal, kesal juga mana nich
Icha yang bilangnya mau dateng , bagaikan ratu lebah, aku dikelilingi
para lelaki ada yang sekedar berkenal, namun sebagian ada yang berani
mengajak-ku nakal, hmmm ya sejak dulu aku sudah terbiasa dengan
keadaan ini, jadi aku tahu bagaimana harus bertingkah agar tidak
terlihat murahan..

Mataku mencari orang-orang yang kukenal, Hanny , Frey , tapi tampaknya
mereka sedang asyik dengan pacarnya, yang jelas ga mungkin aku ganggu
mereka, paling hanya bertegur sapa sebentar, baru beberapa saat
kemudian aku melihat Icha yang masuk dari arah tempat parkir, wow
bersama Peter lagi, dasar Icha pikirku,..

Icha tampaknya belum meyadari keberadaanku, dia mencari Daniel untuk
mengucapkan selamat pada Daniel dan memperkenalkan Peter pada Daniel,
lucu sekali terlihat seperti Peter yang sedikit Minder di hadapan
Daniel..Tapi Icha pun bergegas pergi agar usahanya ke Peter ga jadi
sia-sia karena keakrabannya dengan Daniel, mungkin Icha takut Peter
cemburu…

Aku pun bergegas menghampiri Icha,
” Cha , gila lu ya jam segini baru dateng ” Tanya-ku..
” Sory Jenny, tadi itu gue musti bantuan nyokap gue, lagi tadi Peter
telat jemput gue.. “
” SMS gue ga lu bales-bales, ngapain lu tadi..Ngaku dech ” candaku…
” Apa sich Jenn, ga jelas dech hehehe ” Jawab Icha

Kami pun menikmati malam itu, sambil sesekali lebah-lebah mengitariku,
namun aku gak ambil pusing, toh aku belum ada niat mencari pengganti
Julius sekarang…

Peter sesekali ikut melirik ku nakal, namun aku tak ingin merusak
suasana dengan menghardiknya, Tengah malam telah lewat, aku pun mulai
merasa sedikit mengantuk sementara Icha pun tampaknya sudah ingin
bergegas pulang, aku pun menghabiskan Tequila yang ada di gengaman-ku,

Sementara Icha berpamitan dengan Daniel, aku pun ikut berpamitan
dengan Daniel,
” Jenn , lu gapapa pulang ?? ” Tanya Daniel Khawatir..melihatku yang
sedikit pucat..
” Gapapa, gapapa koq Niel.. “
” Iya Jenn, lu bisa apa nyetir sendiri ?? ” Icha ikut mengkhawatirkan
kondisi ku yang sedikit mabuk…
” It’s Ok koq, ” Kata-ku,

Namun Icha tampak berbicara dengan Peter, entah membicarakan apa..
” Jenn dah gue anter u pulang, mana konci mobil lu ?? Tar anter gue
dulu, Peter anter lu pulang sambil naro mobil lu, nanti dia naek taksi
kesini ambil mobilnya OK ?? ” Tanya Icha,
” Ga ah ngerepotin lu kali.. ” Aku menolaknya..
” Itu dah bener Jenny , dah lu nurut aja OK ” Daniel ikut membujuk-ku..

Aku pun terpaksa menuruti mereka, aku pun menyerahkan kunci mobil-ku,
pada Icha, dan kami pun meninggalkan pesta itu..Sebelumnya Daniel
sempat berpesan padaku agar berhati-hati…Sepertinya Daniel memang
masih mengharapkan-ku, walau dia sedikit merasa gak enak dengan Donna..

#####

Jennifer ” Sex Addict ” : Sex in the Blind

” Peter, tolong ya anterin Jenni pulang , makasih loh dah repotin “
Pesan Icha pada gebetannya Peter..
” Ok, Cha begitu aku sampai rumahnya, aku kabarin kamu ” Kata Peter
dibalik kemudi,..
Aku hanya dapat setengah tertidur di Jok belakang mobil Civic silverku..
” Ati-ati ya Pet “

Peter pun mengangguk dan meninggalkan rumah Icha, sementara aku masih
dapat melihat Icha yang masih berada di depan rumahnya dari pantulan
kaca spion mobil, hingga aku tak dapat melihat Icha lagi, karena kami
berbelok…

” Lu gapapa Jenn ?? ” Peter membuka pembicaraan..
” Ga papa koq, sory ya repotin lu… ” jawabku, sedikit merasa tak enak..
” Ga papa, gue juga pengen tau rumah lu , bolehkan ” tanyanya..
” Hmm, ya ga papa, ” ga mungkin kan aku bilang ga boleh…

Tak lama Peter mulai menampakkan belangnya,…
” Jenn lu cantik banget sich “..
” Ohhh, hmmm Thanx ” aku mulai malas meladeni pembicaraannya..

Tiba-tiba Peter menghentikan laju mobilku, dan keluar dari mobil,..
” Kenapa , Ter ” tanya-ku tak mengerti..
Tiba-tiba Peter membuka pintu di sebelahku..Dan langsung memeluk-ku..
” Hmmm Lu gila ya ?? ” Kata-ku panik, sambil memberontak..
” Gue ga gila cantik,.. ” Jawabnya sambil berusaha mencium-ku…

” Gila lu !!! keluar atau gue teriak, ” Ancamku, sambil berusaha
mendorong dan menendangnya…
Peter tampak panik dengan perlawanan-ku, aku pun langsung berpindah ke
jok depan dan memacu mobilku saat Peter terdorong keluar oleh
tendangannku…

Namun baru beberapa saat aku merasa pusing sekali, dan sedikit lupa
kalau aku belum jauh dari Peter, dan bergegas keluar dari mobilku, aku
pun muntah disisi jalan, beberapa saat..

Hingga sepasang tangan mencengkramku, dan menutup mataku..

” Peter lu gila ya !! ” bentak-ku, terpikir ini kerjaan Peter
namun orang yang kusangka Peter langsung menutup mulutku, dan
menarik-ku turun, entah kemana..

#####

Dengan mata tertutup , entah siapa mulai mencumbuiku, bukan hanya itu,
tangannya pun membelah gaunku, menyelinap diantara Bra ku,
memainkannya , mengerayangi , meremas bra-ku sedikit kasar, bau
nafasnya dapat kurasakan, aku mulai berfikir ini pasti bukan Peter,
seengaknya Peter ga sebau ini, apa lagi tubuh orang yang mendempetku
ini besar sekali, aku dapat merasakan dadanya yang berbulu
lebat…menempel pada payudaraku, dengan kasar orang itu mengancamku,

” Jangan teriak , ngerti lu ?? ” Ancamnya..
Aku pun mengangguk ketakutan sungguh ancamannya terasa nyata,
sementara Lidahnya mulai menyusuri tubuhku, semula bermain di
telingaku memberikan rasa geli yang membangkitkan birahi, tak cukup
itu dia mulai membuka gaunku, melepas braku dan melemparnya entah
kemana, sementara lidahnya bermain di puting payudaraku, aku dapat
merasakan kumisnya, dan wajahnya yang mungkin bopengan atau penuh
dengan jerawat dari sentuhan wajahnya di payudaraku..

” Gila non gede amat tokednya ” Aku dapat merasakan aksen orang
kampung dari cara dia berbicara, ” Mana Peter ” pikirku…Koq dia tega
meninggalkanku, ini dimana ?? Karena aku tahu ini sudah bukan di
mobilku lagi, lagi pula aku sadar saat orang ini menuntuntun ku
berjalan,..

Namun entah otak-ku yang error atau apa..rasa mencekam, rasa takut ini
membuatku Nyaman, bahkan aku merasa begitu menikmati orang ini
mengerjaiku,..Aku pun tak lagi berpura-pura berontak, membiarkannya
mempermainkanku..

Jemarinya pun mulai bermain di vaginaku, meski masih terbalut celana
legging dan celana dalam-ku, aku dapat merasakan jemarinya bermain di
permukaan vaginaku, yang mulai basah karena rangsangan-rangsangannya
pada payudara dan leherku..

Tak lama hingga dia menanggalkan celana Legging ku,berikut celana
dalamku,..melemparnya entah kemana..

” Bulunya tipis ya non…” Komentarnya, aku pun enggan menyahut…
sementara orang itu langsung memainkan jemarinya di mulut vaginaku..
memainkan klitorisku, sementara dia kembali mencumbuku..Lidah kami
saling menari merespon permainan satu dengan yang lainnya..

Vagina-ku yang mulai basah karena permainan jemarinya yang sesekali
menyentil klitorisku, atau bahkan menyeruak masuk yang membuatku
memekik tertahan..

Dia pun merebahkan ku ke lantai, aku dapat merasakan hembusan nafasnya
pada Vagina-ku, lidahnya pun mulai, menjejali vagina-ku, menyapu tiap
sudut vagina-ku, membuatku tak mampu melawan menikmati
serangan-serangannya..Hmmm, sensasi nikmat yang tak terbantahkan…

Lidahnya menari liar dalam vagina-ku..
” Wangi ya non ” Kembali si kampung ini berkomentar
Lidahnya membantu vagina-ku panas lebih cepat, tapi memang itu yang
diinginkan oleh orang ini..

Jemarinya pun menyeruak masuk, membelah vaginaku, membuatku, mendesah
nikmat,
” Hmmm, ughhh ” saat jemari orang itu mulai masuk lebih dalam, sempat
tertahan karena kondisi vaginaku yang belum benar-benar basah, namun
orang itu menarik jemarinya dan mendorongnya lebih dalam,setelah
berulang kali mencoba, disertai erangan-eranganku, jemari orang itu
akhirnya bisa masuk sepenuhnya, sakit, tapi nikmat..Bahkan aku dapat
merasakan cincin orang itu dalam vaginaku..

” Sempit ya non, enak ?? ” tanya-nya, aku pun menganguk kecil, saat
orang itu mulai mengoyangkan jemarinya dalam vagina-ku,
” Hmm ohh pak pelan pak .. ” pintaku, namun orang itu malah memacuku
lebih cepat lagi, membuatku kelabakan menikmati sensasi ini..

Beberapa menit orang itu mempenetrasiku dengan jemarinya, vaginaku
yang sudah basah membuatku pasrah menikmati ini, jarinya makin
lanj\car keluar masuk dalam vagina-ku..

Aku benar-benar menikmati penisnya mempenetrasiku, rasanya penuh
sekali, andai aku tahu orang kampung bisa membuatku melayang seperti ini
, pasti sudah aku coba dari dulu, desahan nafsnya yang bau tidak
menjadi masalah bagiku,…

Orang ini terus menggenjotku dengan liar, Dadaku bertemu dengan
dadanya yang berbulu, aku pasrah sepenuhnya, kulingkarkan pahaku pada
pinggulnya memudahkannya untuk menggenjotku lebih cepat,
Aku mendesah tak karuan menikmati permainannya, jemarinya yang sengja
ditaruh di depan mulutku pun aku tanpa ragu mengunyahnya…mengulumnya
untuk sekedar pelampiasan kenikmatan yang dia berikan…Sesekali dia
menjengut rambutku kasar, namun itu membuatku lebih liar lagi..Wow
bahkan aku baru tahu Sex bisa senikmat ini…

Lidahnya pun tak berhenti menjilati leherku, tak hanya itu, tangannya
pun tak berhenti meremas dan memilin puting susu-ku…Di pangkuannya
ini aku benar-benar menikmati seks, aku pun tak ragu untuk ikut
memompa naik turun mengenjot penisnya dalam vaginaku…

Lama-lama orang ini sadar juga dengan kelakuan-ku,
” Non ga usah dipaksa ya ?? ” tawanya..
Aku pun mengangapnya angin lalu, sambil tetap menikmati penisnya yang
bagai tongkat menyetubuhinya, desahan-ku mengisi tempat itu,
berselingan dengan desahannya, kumisnya pun menggelitiki payudaraku,
memberikan sensasi yang lain…

Makin lama , aku pun merasakan birahi yang memuncak, aku diambang
Organsme oleh permainan liar orang ini, suara vaginaku yang mulai
basah, menimbulkan bunyi yang berbeda, otot-ku terasa mengejang, entah
berapa lama waktu yang ku buang menunggu organsme ini,

” Uuuoooghh ” aku pun melolong keras, cairan vaginaku mengalir disela
penisnya..Hmmm, enaknya menguras energiku, tapi ini yang kurindukan,
suara gemercik dari gesekan penisnya dengan vaginaku yang basah
membuat orang ini makin bernafsu memacu-ku…Aku dapat merasakan
cairan vaginaku menetes hingga lubang anusku, tubuhku basah oleh
keringatku dan ludah orang misterius ini..

Orang itu memindahkan ku dari pangkuannya, ke lantai yang dingin dan
keras, menaruh pahaku pada pundaknya dan kembali menyetubuhi ku, lebih
cepat dan membuatku terbang lebih tinggi dari sebelumnya, dia pun tak
berhenti menciumi dan mencumbuku…bahkan sesekali dia mencupang
payudaraku, atau mengenyot pada putingku…

Pacuannya dalam vaginaku membuatku megap-megap, ohhh aku benar-benar
menikmati ini, Fantasi-ku berkelana, membayangkan adegan ini dalam
otakku, memancingku menikmati persetubuhan ini lebih dalam lagi
terbuai nikmat oleh permainan ini…

Penisnya memacuku lebih cepat, lebih cepat lagi dari yang sebelumnya,
membuatku melayang-layang tak karuan, gesekan penisnya pada otot-otot
vaginaku, membuatku tak sanggup lagi menahan organsme kedua yang
mendera ku, ketika aku sadar ada satu tangan lagi tangan ketiga yang
meraih tanganku dan menaruhnya pada penisnya yang besar dan keras,

” Oh tidak pikirku, ada satu orang lagi, penisnya juga besar dan wow
berurat sekali ” pikirku, namun tak lama aku kembali teringat pada
organsme ku, orang ini memacu ku lebih kuat lagi,..membuatku melolong
dahsyat hingga membuat pinggulku terangkat saat organsme dahsayt itu
menyerang, kembali aku dapat merasakan lelehan cairan cintaku menetes..

Penis yang ada dalam gengamanku itu, tanpa dikomando lagi langsung ku
kocok sebisaku, setengah mengalihkan kenikmatan yang kurasakan, Tangan
orang itu pun ikut memainkan payudaraku, sambil menciumiku, jadilah 2
pasang tangan mengerjai tubuhku..

Tak puas dengan tanganku,disela desahanku orang yang satunya ini
menyodokkan penisnya dalam mulutku, aku pun setengah kaget, memang
bukan oral sex pertamaku, namun aku jarang sekali melakukan oral Seks,
Jijik sekali..

Bau penis yang kuat ditambah rasanya yang asin membuatku ingin muntah,
namun tangan kekar orang itu membuatku tak dapat menghindari
penisnya…Aku pun mengoralnya sambil sesekali memainkan buah pelirnya
sesuai keinginan orang itu..

Disertai lolongan kencang, orang yang sedang menyetubuhiku
menembak-kan spermanya memenuhi vaginaku, banyak sekali hingga menetes
keluar, membuatku mengalami organsme kecil, aku baru saja selesai haid
3 hari yang lalu hingga aku tidak khawatir hamil, namun orang itu
masih terus memompaku dengan penisnya yang sudah mulai loyo, hingga
akhirnya kembali menembakkan spermanya…

” Gila lu ya, becek amat..Gue kan belom ” protes orang yang satunya..
” Sory, bis memeknya legit banget… ” Bela orang tadi..
” Dah sekarang giliran gue ” Perintah orang itu…

Jelas aku panik, vagina-ku masih terasa sangat panas, aku igin
istirhat barang beberapa menit..

” Pak, pak tolong saya mau istirahat bentar “
” Ahhh, diem lu amoy cina ” bentaknya

Orang yang kedua langsung membalikan tubuhku yang masih lemas karena
serangkaian Organsme tadi,,..Dan mendorong tubuhku hingga
menungging..Dia mengorek Vaginaku, membersihkan sela-selanya dengan
jemarinya, mungkin secara tak sadar dia membuatku memekik nikmat oleh
permainan jarinya..

” Hmmm ” aku pun mendesah tak karuan saat penis orang itu tanpa
aba-aba menerjang masuk dalam vaginaku, dia memacuku dengan brutal,
lebih dahsyat dari yang tadi, aku berusaha mengatur nafas mengimbangi
permainanya..Sementara aku pun masih harus mengocok penis orang yang
pertama tadi yang sudah kembali tegang oleh hisapanku tadi…

Orang itu tampak asyik sekali mengerjaiku, terkadang dia menghentak
keras-keras membuat tubuhku sedikit terdorong maju, dan membuatku
melolong kesakitan nikmat, ” Hmmm… ” semetara tangannya pun tak
berhenti mengauli payudaraku, membuatku mencapai klimaks yang kesekian
kalinya..

Menjengut Rambutku, dan memindahkan ku dalam posisi Woman On Top, aku
dapat merasakan tubuhnya yang berotot , sementara tangan ku pun
terpaksa kulepaskan dari penis orang yang pertama, aku naik turun
menikmati penisnya yag besar dan keras itu…Orang yang pertama seolah
tak ingin kehilangan momen mendekati ku dan memintaku untuk mengoral
penisnya…

Aku terus memacu penisnya, penis itu belum menampakkan tanda-tanda
akan meledak, erangan-erangan kenikmatan orang ini pun silih berganti
dengan desahan ku,..

Payudara-ku terpental kesana-kemari, sementara penis orang pertama
tadi mulai berkedut dalam mulutku, tak lama spermanya pun meleleh
dalam mulutku, hmmm, sebagian meluncur masuk dalam mulutku, hingga
terpaksa kutelan, sementara sisanya mengalir keluar dari mulutku yang
mungil..

Tangan orang kedua mencengkram pinggulku, ikut menggerakan tubuhku
naik turun, menambaha kecepatan genjotanku, seolah tak perduli dengan
rasa sakit akibat belahan penisnya dalam vaginaku,..

Tulang-tulang rusukku pun tercetak nyata karena tubuhku yang
menelikung menikmatan genjotan penisnya dalam vaginaku, rasa itu makin
meningkat naik, nikmat sekali, aku pun sudah tak punya tenaga dan niat
untuk menahan organsme itu…

Beberapa menit kemudian aku pun kembali berorgansme, karena jepitan
vagina-ku yang meningkat tiba-tiba, membuat orang kedua itu tak
sanggup lagi dan ikut meledak dalam waktu yang hampir bersamaan…

Kami pun melolong kenikmatan, sementara aku pun merebahkan tubuhku
pada dadanya, sementara aku dapat merasakan penisnya yang tadi begitu
keras itu mulai menyusut dan lepas dengan sendirinya dari vaginaku..

Nafasku terputus-putus, saat orang itu menurunkanku dari pangkuannya,
” Makasih ya non, kita bedua puas ” yang disertai tawa yang
lainnya..Sebelum mereka meninggalkanku tak bertanggung jawab

#####

Mereka meninggalkan tubuhku yang kelelahan, dengan mataku yang masih
tertutup, dinginnya angin malam yang kurasakan, membuat sedikit
menghilangkan kepenatan ini..

Setelah terdiam beberapa saat akhirnya aku pun mengumpulkan tenaga ,
membuka penutup mataku, dan mencari pakaian-pakaian-ku yang berserakan
tak karua, aku berada di sebuah bilik pos jaga,..tak jauh dari jalan
raya, aku bersyukur tak ada yang tahu keberadaan ku, aku takut kalau
sampai ada yang dan datang, yang bukan menolongku, tapi malah
mengerjaiku lagi,..

Ya enak sich, kalau masih kasih istirahat, kalau gak, bisa mati aku..

Aku pun mengenakan pakaian-ku dan bergegas masuk mobil, matahari pun
mulai merah, Bajingan Peter yang meninggalkan ku sendirian, aku pasti
akan memberitahukan kelakuannya pada Icha, Lihat saja..Aku pun
bergegas pulang, untung orang dirumahku tak ada yang menyadari
kepulanganku, kecuali Pak Arno, Satpam rumah kami, tapi jelas dia tak
melihat keadaan ku dibalik kaca mobil…

Yang aku tahu, aku mulai mengerti kebutuhan Nafsu Seks ku,
Petualangan, dan petualangan ini belum berakhir hingga kalian akan
tahu kenapa aku sampai menjadi Jennifer yang sekarang