DISCLAIMER :

Cerita ini hanyalah Fiksi, kesamaan nama,tokoh dan tempat hanyalah sebuah kebetulan belaka, dalam cerita ini terkandung segala yang berhubungan dengan hubungan seksual dan pemerkosaan, penulis tidak bertanggung jawab dengan segala efek yang timbul setelah membaca cerita ini, dan kami para penulis pun mengutuk segala bentuk pemerkosaan di dunia nyata,..

Cerita ini hanya untuk anda yang berusia 18 tahun keatas, atau anda yang sudah merasa cukup dewasa, pikiran kotor yang timbul setelah membaca cerita-cerita porno di internet adalah tanggung jawab anda sendiri,..

Cerita ini adalah wujud rasa putus asa gue ( I’m not talented at all T.T ) dalam menyelesaikan novel gue, yang makin gak karuan, penulis yang gue kenal, lagi pada sibuk sama proyek masing-masing, any help ?? Dread80 ?? L3v14th4n ?? De_Squall ?? , I really enjoyed your story,..

Anyone please contact me in : Chads_lee@yahoo.com

Regard, and hopefully you like it

CHAD’s


Hari-hari kemudian sejak kejadian ‘pemerkosaan’ yang dilakukan oleh Jarwo dan Arno membuat-ku agak tercekam, rumah-ku terasa bagaikan bukan rumah-ku lagi, entah mengapa tiap saat aku merasakan bagaikan ada orang-orang yang selalu mengawasi-ku, bagaikan seekor kelinci yang diburu, aku tak lagi berani membawa teman-temanku kerumah, bahkan aku selalu ketakutan tiap kali Papah pergi, jangankan ke-Luar Negeri, pergi ke Luar Kota pun sudah membuat-ku ketakutan setengah mati,..

Terkadang Jarwo ataupun Arno seringkali mencuri-curi kesempatan untuk sengaja menyentuh bagian-bagian sensitive-ku, sekedar iseng atau entah apa maksud-nya, aku sebenar-nya tak ingin menolak ataupun munafik atas kenikmatan yang pernah mereka berikan waktu itu, andai bukan karena harga diri-ku ataupun menyadari siapa sebenar-nya mereka?? Yang hanya orang dengan strata ekonomi yang jauh dibawah-ku,andai tak begitu mungkin tak akan ada rasa jijik yang muncul pada diriku, dan tentu-nya membuat aku tak lagi menolak bila mereka memang menginginkan-ku,..

Namun kenyataanya mereka ?? Mereka hanya kacung-kacung-ku , sungguh tak pantas bila aku harus terjebak dalam birahi mereka, untunglah selama ini mereka tutup mulut, mungkin mereka pun memang benar-benar tidak memiliki copy-an rekaman itu, yang tentunya membuatku ketakutan setengah mati tiap malam, membuat tidur-ku tak lagi nyenyak, bermimpi buruk atau berkhayal, membayangkan bila sampai kedua orang tuaku mengetahui apa yang pernah aku lakukan,..

Semua ini membuat-ku Paranoid tiap kali Papah pergi, apalagi kalau pergi bersama Mamah, aku pasti memohon-mohon berusaha untuk ikut, aku masih dapat mengingat dengan jelas betapa ketakutan-nya diriku tiap ditinggal oleh orang tua-ku..

3 hari lagi Natal, Sudah 2 hari Papah pergi hari-hari kulalui dengan penuh rasa takut, tiap saat bagaikan binatang buruan ketakutan dengan mata para serigala pemburu yang membuat-ku terus ketakutan meski dengan pintu kamar dan tirai jendela sudah ku-kunci,..

Rasanya sepasang mata terus saja mengawasi-ku, tiap ada kesempatan untuk pergi aku pasti selekas-nya meninggalkan rumah, baik bersama Mamah ataupun bersama teman, nyaris tiap Papah pergi aku menginap di rumah teman-ku, sebenarnya aku ingin tinggal di apartment milik keluarga kami, tapi tak tahu harus beralasan apa pada Mamah, namun walau aku terus meninggalkan rumah, tetap ada juga rasa khawatir dengan keadaan Mamah saat kutinggal dirumah sendirian, sehingga tiap kali aku menginap pun berulang kali aku menelepon Mamah dirumah, sekedar memastikan keadaan-nya..

Aku mulai jujur pada diri-ku, apa karena aku Jijik pada mereka , atau karena apa ?? aku mulai bertanya pada diri sendiri, aku tahu aku justru terstimulasi kenikmatan oleh pikiran-ku sendiri saat disetubuhi oleh orang-orang rendah macam mereka,..

Aku mulai sadar bukan kedudukan, profesi atau tampang mereka, namun aku takut,,, ketakutan bila sampai keluarga-ku tahu siapa aku, aku adalah seorang ” Cute Little Baby Doll ” dimata kedua orang-tua-ku, kesadaran itu yang membuat-ku takut untuk ‘bercinta’ dengan mereka, takut mengecewakan orangtua-ku, meski justru terkadang ada dorongan dari dalam diri-ku sendir yang ingin diperlakukan semacam itu, dikerjai oleh penis-penis mereka yang begitu perkasa

Rasanya terkadang begitu aku mendambakan Jarwo atau Arno mengoyak tubuh-ku, meski aku lebih menikmati Jarwo dengan penisnya yang begitu besar dan kokoh, Hmmm rasanya benar-benar berbeda dari yang lain, mungkin andai kejadian itu tak terjadi dirumah, aku tak akan menolak mengikuti permainan mereka,.

Ya seperti kejadian waktu itu,

Saat itu aku baru saja selesai berenang sore, aku hampir rutin setiap hari-nya berenang santai, sekedar menjaga kondisi tubuh, dan merawat tubuh-ku, aku tak merasa kalau aku ini cantik seperti komentar-komentar teman-teman-ku, namun terkadang ada rasa takut untuk kehilangan pujian seperti itu,..

Entah, itu membuat-ku terus berusaha menjaa penampilan-ku, aku beruntung terlahir sebagai anak orang yang cukup berada, membuat-ku memiliki fasilitas kebugaran sendiri di rumah sendiri, kebetulan memang Papa-ku pun menyukai olahraga seprti ini, sehingga ia tak pikir panjang untuk membeli alat-alat kebugaran terbaik untuk di rumah, selain sebuah kolam renang dan Track Jogging mengitari rumah kami,..

Tubuh-ku masih begitu basah saat aku naik ke atas dari kolam renang, aku mencari juice jeruk yang tadi dibuat-kan Bo Inem untuk-ku, ya sekedar menghapus keringnya tenggorokan-ku, aku mengambil handuk-ku mengeringkan tubuh-ku sedikit sebelum aku menuju ruang kebugaran yang masih satu area, tepat berada di samping kolam renang, terhubung dengan tangga sekitar 60cm-an dengan pintu kaca menghadap ke kolam renang, sehingga saat berolah raga disana kami bisa menikmati pantulan cahaya matahari dari kolam renang,..

Aku sedang sibuk dengan peralatan Treadmill-ku saat tiba-tiba Jarwo memeluk-ku dari belakang, aku berusaha berontak dari pelukan itu saat aku mencaci-nya Jarwo malah tertawa-tawa,

” Si Non, makin cantik dan sexy aja, apa lagi pake baju renang begitu,.. ” Jarwo terkekeh, matanya menelanjangi tubuh-ku, aku lupa untuk mengenakan kimono-ku saat menuju ruang kebugaran tadi, aku seperti lupa dengan dua serigala dalam rumah-ku ini, terlebih aku hanya menggenakan baju renang 2 piece berwarna hitam, kontras dengan kulit-ku yang putih, Jarwo seperti kesetanan penuh nafsu ingin menerkam-ku,..

Aku terpojok di sudut-an, sepertinya ia tahu kalau aku tak mungkin berteriak yang jelas akan memancing perhatian Mamah dan teman-teman Arisan-nya, jelas itu akan memalukan nama keluarga kami, Jarwo begitu pandai memanfaatkan kesempatan, tangan-nya mengapai tubuh-ku yang terjebak di sudut ruangan itu,..

Tangan-nya menyelip di Bra pakaian renang-ku yang sedikit kekecilan sehingga membuat Payudara-ku yang cukup besar itu terjepit dan terlihat lebih montok lagi,.. aku menundukan wajah-ku, tubuh-ku gemetaran, namun Jarwo tak perduli, wajah-nya senyum senyum sendiri dan sengaja memperlihatkan wajah begis-nya itu kepada-ku, aku melihat tangannya menyelip masuk tanpa aku bisa melakukan perlawanan sedikit-pun, aku pasrah saja saat tangan Jarwo merogoh-rogoh payudara-ku itu meremas-remasnya masih di dalam baju renang-ku, aku mengigil sementara Jarwo begitu puas memainkan payudara-ku,..

Berusaha mencari puting susu-ku, ia meremas-remas puting-ku, dan begitu mendapatkan-nya jarinya menjepit puting-ku itu sebelum meremas-remas seluruh permukaan payudara-ku itu,.. tangan-nya yang satu menempel di selangkangan-ku, jari-jari-nya menusuk-nusuk membelah vagina-ku, kaki-ku rasanya begitu lemas diperlakukan seperti demikian, tanpa sadar aku merangkul tubuh Jarwo, lemas sekali, namun tubuh-ku serasa terbakar oleh remasan dan permainan jari Jarwo,..

Seolah tak sadar siapa diri-nya, Jarwo melumat bibir-ku. Ia mencium-ku, bibir tebal-nya membelas bibir mungil-ku, aku tak menolak ciumannya, apalagi saat jemarinya menyelip masuk diantara celana renang-ku, tubuh-ku bagai tersetrum saat merasakan jari Jarwo yang besar di mulut vagina-ku, aku merapatkan pelukan-ku lagi, aku mencium Jarwo, aku yang memulai untuk membalas ciuman-nya,..

Aku menggelinjang-gelinjang sementara jemari Jarwo membelah vagina-ku, basah oleh air kolam sedikit membantu Jarwo memperlancar jari-nya menstimulasi vagina-ku itu, vagina-ku masih kering karena belum terlalu terangsang, aku mendesis-desis dalam pelukan Jarwo yang berhasil menemukan clitoris-ku itu,..

” Enak Non ?? ” Jarwo terkekeh lagi, melihat tubuh-ku yang menggelinjang-gelinjang tak karuan,..
Aku tak menjawab, namun kaki-ku yang menegang-negang dan terlihat resah adalah jawaban yang sebenar-nya, aku membenamkan wajah-ku ke tubuh Jarwo yang bau, namun seolah tak perduli, aku kembali mencium Jarwo tiap saat jarinya memainkan Clitoris-ku, aku takut desahan-ku terdengar keluar sehingga lebih baik mencium Jarwo daripada memancing perhatian yang lain,..

Jarwo menurunkan Bra renang kiri-ku, dan langsung melumat payudara-ku, ia tahu aku begitu lemah saat payudara-ku dilumat seseorang, Jarwo benar-benar ‘pandai’ memilih waktu saat Mamah arisan dirumah, membuat-kutak berdaya untuk melawan, lidah-nya bermain di puting payudara-ku, melumat-nya sesekali mengigit atau menghisap-nya dengan lidah-nya yang tebal dia menyentil-nyentil puting kenyal payudara-ku,..

Aku mengigit bibir bawah-ku sebagai satu cara lain yang sempat terpikir oleh-ku untuk tak lagi mendesah keras seperti kebiasaan-ku,..aku memeluk leher Jarwo menghindari tubuhku yang mulai limbung kehilangan keseimbangan, cairan vagina-ku mulai merembes keluar dari dalam vagina-ku membuat Jarwo kian gencar memainkan jemari-nya di vagina-ku,

Mendesis-desis tertahan meski dengan gigitan di bibir-ku, menahan untuk tak mendesah malah membuat-ku ngin mendesah lebih kencang lagi,. aku melihat dari pantulan cermin di ruangan itu, tubuhku yang sedang terjepit oleh Jarwo, dengan satu bra yang turun, dan tangan Jarwo yang menyelip di vagina-ku, sungguh kontras tubuh putih-ku bersalib dengan tubuh hitam Jarwo,..

Tak lagi hanya sekedar menyentuh-nyentuh ataupun memainkan bibir vagina-ku, kini Jarwo malah mulai memasukan jemari-nya membelah vagina-ku, mulai menusuk masuk, tangan kanan-ku reflek menahan jemari-nya yang ingin ia desak masuk,.. aku menatap lirih pada Jarwo,

” Pak, jangan, nanti yang lain tahu ” pinta-ku
” Tenang aja Non,.. he he he ” Keinginan Jarwo tak bisa kutolak, aku jelas kalah tenaga dan hanya bisa membiarkan Jarwo mendesakkan jemarinya lagi ke dlaam vagian-ku,..

Aku dapat merasakan bagaimana jemari-nya itu seolah sebuah penis yang masuk dalam vagina-ku, sedikit demi sedikit jari tengahnya itu masuk lebih dalam lagi, aku hanya bisa mengigit bibir-ku lebih keras lagi, sementara desahan-desahan pelan masih saja keluar dari mulut-ku,..

” Emmm, pakkkk,. Uhhh,… ” Aku membisik di telinga Jarwo

Basah-nya vagina-ku oleh cairan cinta-nya membuat jarwo kian mudah mengerjai-ku jemari-nya tertambat dalam,, sebelum mulai bergerak naik-turun, seolah penis yang sedang menyetubuhi-ku, kaki-ku menjadi begitu lemas, jemari-nya begitu cepat merangsang-ku,. Aku memeluk Jarwo erat-erat, takut terjatuh, Jarwo pun memainkan lidah-nya di payudara-ku membuat-ku kian terbakar,..

Aku tak sadar sudah berapa lama dikerjai dalam posisi ini, hingga tubuh-ku mulai menggelinjang-gelinjang, pantulan cahaya matahari senja, menyorot ke tubuh-ku yang basah, bukan lagi basah karena air kolam, namun oleh peluh-ku sendiri aku menjerit-jerit tertahan meski sesekali Jarwo melumat bibir-ku,..

Aku tak bertahan lebih lama lagi, tak ada gunanya aku bertahan, aku tahu Jarwo hanya ingin melihat-ku bergetar-getar Organsme, aku membenamkan wajah-ku dalam tubuh Jarwo, meraih sedikit dari baju lusuh-nya itu kemulut-ku, mengigit-nya, sesaat sebelum aku mulai tersengat oleh desiran-desiran organsme yang menyengat tubuh-ku,..

” hmmmm ehmmmm,.. ” Bunyi kecipakan dari selangkangan-ku, cairan cinta yang menetes melewati paha-ku hingga tubuh-ku yang gemetaran, dan menggelinjang selama beberapa detik membuat Jarwo cukup puas,..

” Enak non ?? he he he ” Ia meledek-ku, sementara mencabut jemari-nya dari vagina-ku, jari-jari yang basah oleh cairan cinta-ku,..Aku mengganguk, sambil melepaskan pelukan-ku, aku membenarkan posisi baju renang dan celana-ku, sementara Jarwo duduk di atas kursi.. Aku masih terengah-engah akibat organsme-ku barusan,..

Jarwo tampak puas melihat tubuh-ku yang tertunduk lemas, namun tampaknya Arno belum,.. Arno ?? Sambil membawa sapu ia menatap kami dari luar ruang kebugaran sebelum akhirnya masuk ke dalam ruangan itu,..

” Sial lu Jarwo, ga bilang-bilang gue.. ” Arno tampak kesal ditinggal Jarwo menyantap-ku,..
” Namanya juga ada kesempatan No,.. ” Jarwo mencari-cari pemantik api-nya, sementara rokok abang-abang-nya sudah menempel di mulut,..

Arno mendekati tubuh-ku yang berjongkok di pojokan, Ia mengamati wajah-ku yang berkeringat,..tiba-tiba ia berkata,..
” Wo, pengen di kolam nich, kayak-nya asyik,.. ” Arno berseloroh,..
” Ha ha ha, gila ide lu, tapi kayaknya asyik juga,.. “
Tentu aku mati-matian menolak, terlebih bila main didepan sama saja tinggal menunggu waktu Mamah menemukan aku dikerjai 2 kacung ini,..

Namun keduanya mengangkat tubuh-ku keluar, dan menyemplungkan-ku ke kolam dalam, masih dengan pakaian mereka, mereka pun ikut menyebur ke kolam renang-ku, aku tak berdaya di apit di kolam dalam ini, aku tak percaya mereka ternyata cukup mahir juga berenang, di bawah air mancur kepala singa sebagai ornament di kolam renang-ku itu, keduanya menjepit tubuh-ku ditengah-tengah,.. Tangan Jarwo bermain di bokong-ku sesekali menamparnya, meski tak berasa karena tertahan air,. Namun lidah Arno yang bermain di payudara-ku terasa nyata, mulutnya yang tebal itu mencium permukaan payudara-ku sebelum akhirnya ia pun kembali memelorotkan baju renang-ku itu,..

Tangannya meremas-remas payudaraku, sementara jari Jarwo dari belakang sudah kembali mendarat di selangkangan-ku tampaknya ia masih bernafsu membuat-ku mengejang-ngejang lagi seperti tadi, tak terasa aku makin terbakar dibuat mereka berdua ciuman mereka mulai kubalas, bahkan secara tak sadar aku meremas penis Arno yang berada di depan-ku, penisnya sudah mengeras, merasakan penis-nya dibelai-belai oleh-ku, Arno malah mendorong kepala-ku turun, ia memelorotkan celana-nya di bawah sana, penisnya yang keras itu menyembul keluar, sebelum kepala-ku diarahkan ke penisnya, terpaksa aku mengulum penis itu, bila tidak, Arno tak kan membiarkan-ku bernafas, aku mengulum penis itu, perlahan, ingin cepat selesai dibantu dengan kocokan tangan-ku, seseklai aku mengulum buah zakar-nya sebelum kembali naik keatas mengambil nafas panjang,..

Jarwo pun kembali menarik celana renag-ku, ia mencari clitioris-ku dibawah sana, memainkannya sambil sesekali ikut turun menjilat vagina-ku itu, aku terlonjak-lonjak merasakan lidahnya menyapu bibir vagina-ku,..

Aku makin bergairah mengoral penis Arno, terlebih Arno mulai melepaskan cengkramannya di kepala-ku hingga aku makin leluasa mengoral penis itu,aku mendengar Arno mendesah-desah sementara penis-nya ku-kulum dan kukocok-kocok,..

Tiba-tiba Arno menarik-ku, ia mengangkat-ku diatas sebatas leher, dada-ku sebelah kanan-ku masih tak berpenutup, aku melihat kearah pintu, Mamah menatap-ku sambil mendekat, aku panik tak tahu harus berkata apa ..

” Jenni, kamu kenapa ?? ” Aku membenarkan posisi Bra-ku, secepatnya sebelum Mamah sampai ke tempat-ku,..
” Itu Bu, tadi non Jenni keram,.. ” Jarwo beralasan, alas an yang masuk akal,..
” Ya ampun Jenni, kamu gak apa apa , naik ayo naik,.. ” Mamah menyuruh-ku naik,..
Arno dan Jarwo membantu-ku hingga kepinggir kolam, aku harus berpura-pura seolah baru saja mengalami keram otot, berpura-pura jalan tertatih menuju kursi kolam renang, dibantu Mamah,..

” Duh, kamu itu ati-ati kenapa,.. ” Mamah mengambilkan aku Orange Juice dimeja, dan menyuruh-ku mengenakan kimono yang tadi kusiap-kan,..
” Pake ini, nanti kamu masuk angin,.. Masih sakit ga sayang ?? ” Mama mengusap wajah-ku yang basah,..

Aku menggelengkan kepala, sambil meminum Juice yang diambilkan Mamah, ” Tadi-nya Mamah mau kenalkan kamu sama anak teman Mamah, itu disana, ” aku melirik sejenak, rasanya aku kenal wajah itu, ” Tapi gak jadi-lah, kamu lagi sakit gitu,..Mamah anter temen Mamh dulu pulang ya,.. ” Mamah meninggalkan-ku sendirian, Jarwo dan Arno pun sudah tak ada di area kolam renang lagi,mereka tentu tak akan berani di depan Mamah,.. Tapi rasanya aku kenal lelaki tadi,.. Peter ??

Yang pasti aku masih bisa selamat saat itu, Jarwo berhasil dengan cepat membuat alasan yang membuat Mamah tak curiga, tapi lain kali belum tentu aku bisa seberuntung itu,..Aku merasa bersalah pada orang tua-ku, terkadang aku merasa diri-ku seperti seorang pelacur yang begitu mudah ditaklukan oleh kenikmatan seks..

Rasa bersalah itu yang membuat-ku makin sadar pada diriku, meski aku punya rasa takut bila sampai keluarga ku tahu, apalagi bila mereka terlibat dalam masalah ini, tapi aku mulai jujur pada diriku, bahwa aku memang mulai menyukai seks yang aneh-aneh, bukan sesuatu yang konvensional seperti biasa, tapi entah apa aku yang ‘sakit’ ?? atau semua wanita memang memiliki perasaan seperti ini ?? aku tak mengerti apa lagi yang aku rasakan namun kejadian beberapa minggu lalu itu membuat-ku makin binggung dan tersesat sendirian,..

Aku masih ingat benar, hari itu hari Senin, hari dimana semua orang di Jakarta ini berubah menjadi Super Sibuk, Jalanan Macet, sedikit malas sebenarnya untuk pergi ke kampus hari itu, apalagi mobil yang biasa aku gunakan sedang bermasalah,

##

” Mah, Jen ga kuliah ya ?? ” Rayu-ku, entah kenapa rasanya malas sekali untuk kuliah hari ini,..
” Kenapa memang ?? ” Tanya Mamah-ku yang sedang sibuk membaca majalah ibu-ibu-nya
” Mobil Jen kan belum di-service, Mamah, suruh Jarwo gih benerin, kan takut ada apa-apa di jalan mah, kalo mogok gimana???.. Yaaa.. ” aku merayu lagi, sambil tersenyum manja,.
” Boleh, tapi hari ini gak boleh keluar ya,.. ” Mamah-ku gak kekurangan akal,.
” AAaaagghh.. Kan aku mau pergi tar,. ” Kesal juga sich, ada janji lagi sama teman-teman-ku, persiapan Tahun Baru-an, kalo gak boleh pergi kan repot juga,..

” Yaahh, Mamah , tar kalo Jenni mogok di jalan gimana ?? “
” Ya, kamu pake mobil yang laen lah, pake mobil Mamah sana,.. “
” Pake mobil Papah aja ya,..?? ” Tanya-ku lagi,.
” Yawda iya, sekarang ganti baju sana, kamu pake mobil Papah yang lama ya,..”,” nanti mamah suruh Bok Inah siapin sarapan kamu ok. “
” Iya dech iya,.. ” Aku pun bergegas ke kamar-ku,.berganti baju dan mengambil map kuliah-ku, kembali turun ke bawah, untuk sarapan corn flakes yang sudah di siapkan oleh bok Inah, lumayan buat sekedar ganjal-ganjal sarapan,..

Selesainya aku mengambil Mp-3 dari mobil-ku ke mobil Papah, ya tahu dech selera orang tua gimana, Gak ‘In’ banget gitu loh,..Sebenernya bukan aku menolak pakai mobil Mamah tapi kalo disuruh pake mobil Gede gini, mending pakai X-5 kan dari pada X-Trail, hehehe,.

Akhirnya aku pun kuliah sampai sore hari itu, bosen, ngantuk ya aku kan memang bukan Mahasiswi pandai dengan nilai tinggi, cukup sebagai mahasiswi dengan nilai C saja,yang penting kuliah lancar, toh bukan cuma aku satu-satunya mahasiswi yang otaknya kayak gini, he he he..

Ponsel-ku berdering,.. Felix, dia menanyakan apa aku jadi ngumpul, kulihat jam-ku, ya ampun dari sini ke sekitar Sudirman kan lama, apalagi jam sibuk seperti sekarang, Senin lagi, jam 3 aku mulai berhitung, Karawaci ke TA sekitar 30 menit, dari situ Tomang pasti sudah macet, aku pun bergegas berangkat, ya sebenernya yang paling malas itu menghadapi aturan 3 in 1 di sekitar situ,,

Tapi tetap saja usaha-ku gagal, mobil-ku ikut tertahan bersama mobil-mobil lain yang terkena macet ibukota,..Kesal sampai rasanya ingin menyalahkan dosen-ku tadi, rasanya kesel banget dech, pake segala kasih-kasih kuliah tambahan segala, bikin jam kuliah jadi molor begini, kalo gak kan ga akan kena macet kayak gini,..

Akhirnya terpaksa aku harus menggunakan juga Jasa Joki 3in1, perlahan ku kendarai mobil-ku di bahu jalan, ada mas-mas bertampang seram, Ga ah takut, Ada lagi ibu-ibu yang menggendong anak, kayaknya bau dech anaknya itu,..akhirnya di dekat lampu merah gedung JDC situ, ada 2 orang anak remaja sekitar 16-17 tahun-an, bukan melihat umurnya tapi aku melihat penampilan mereka yang cukup bersih, ini kan mobil Papah, kalo kotor jok-nya pasti ngomel-ngomel,. Jadi ku fikir lebih baik menggunakan jasa mereka saja,..

Aku pun menghentikan Mobil-ku di dekat mereka, menepi sambil membuka pintu kaca mobil-ku,..
” Joki ?? ” Tanya-ku pada mereka
” Eh, eh.. iya.. ” Jawab yang berambut keriting,
” Sampai Sudirman mau ?? ” Tanya-ku lagi,..
” Boleh,.. boleh, berdua kan ?? ” Jawab si kriting lagi,..
” Yawda masuk,.. ” Aku memencet tombol sentral lock,..
” Tapi ada yang mau ikut juga kak, bayar-nya cukup kami berdua aja, dia searah,.boleh ikut ?? ” si Jangkung akhirnya buka suara,..
” Yawda, masuk aja sekarang, ada dimana orangnya,” Tanya-ku,..
” Dekat ATM BNI kak,.. ” Jawab si Jangkung,..
” OK dech, masuk ayo,.. “

Mereka berdua masuk ke dalam mobil duduk di jok belakang, singkat kata, yang berambut kriting tadi nama-nya Tono, kalau yang kurus jangkung itu , Dadan,.. sebenarnya aku mulai curiga dengan gerak-gerik mereka, mereka tampak terlalu sering berbisik, sambil berusaha mengamati diriku dari pantulan kaca spion,..

Aku pun memasukan Handphone-ku dalam tas dan memasukannya ke dalam DashBoard mobil, ya sekedar berjaga-jaga, teman-ku pernah kehilangan HP karena ulah joki 3in1 dulu, itu juga yang membuatku malas menggunakan jasa mereka,..

Tak jauh sampai ke depan ATM BNI, di depannya berdiri seorang bapak-bapak berusia sekitar 40-45 tahun-an, pakaian-nya lusuh sekali, aku berharap bukan itu orang yang ingin mereka ajak,..

Tapi tiba-tiba Tono menunjuk Bapak itu, sial sekali kayaknya hari ini, aku membayangkan bau tubuh bapak itu yang akan tertinggal dimobil, baju-nya berwarna hitam dekil, dengan celana panjang lucuh, rambutnya panjang tak terurus dan berjanggut tebal, belum lagi kumisnya yang melintang dengan seluruh bagian berambut yang sudah sedikit beruban,..

” Itu kak orangnya, kasian dia teman kami, agak linglung begitu, kami mau pulang sekalian ajak dia,.. ” Tono memelas, mungkin menyadari aku sedikit malas mengajak orang itu,..
” Iya kak, maap ya ngerepotin.. ” Dadan ikut-ikutan,..
” Yawda, yawda.. ” Aku menuruti keinginan mereka juga akhirnya
Menepikan mobilku di bahu jalan, Dadan pun membuka jendela mobil memanggil kawan-nya itu, Tak lama orang itu pun mendekat, aku menyuruh orang itu duduk di jok depan, aku gak mau terlihat seperti supir tanpa seorang pun duduk di depan, namun itulah kesalahan-ku,..

Orang itu mengaku bernama Ujang, dari Sukabumi, terus saja berbicara padahal malas aku mendengarnya, aku pun memilih menyalakan lagu yang tadi aku pindah-kan dari mobil-ku itu, mudah-mudahan saja dia tahu diri dan berhenti berkicau,..

Untungnya dia masih sedikit punya otak juga, menutup mulut-nya yang bau itu, mana macet begini mendengar suara-nya membuat-ku bertambah kesal saja, aku ingin selekas-nya mengeluarkan mereka dari mobil-ku, tatapan Ujang itu gak biasa, seolah menerawang tembus dalam pakaian-ku yang sedikit ketat berbalut Cardigan berwarna merah muda,..

Risih sekali rasanya melihat mata-nya yang seolah tak pernah berhenti memandangi wajah-ku, apalagi dada-ku, itu membuatku berulang kali membenarkan sabuk pengaman-ku, sekedar taktik, untuk membuat-nya berhenti memandangi-ku terus menerus,. Memang sesaat cukup efektif untuk membuat-nya berhenti memandangi-ku,

” Itu non, di depan tolong belok kiri ya ?? ” Entah mengapa aku menuruti saja komando Pak Ujang, memasuki sebuah jalan sepi diantara Gedung-gedung pencakar langit, sebuah gang sempit dan sunyi, kami berhenti di depan sebuah gubuk dengan sebuah warung yang sudah tutup,..

” Makasih ya Non,.. ” Pak Ujang pamit setelah keluar dari mobil-ku, aku hanya tersenyum membalas-nya Dadan ikut keluar, mengantar Pak Ujang katanya,.. aku mengiya-kan saja, toh tak akan lama pikir-ku,..

” Non, Ban-nya kempes,.. ” Pak Ujang tiba-tiba berseru,..
Aku melihat kondisi ban lewat speedometer-ku, hijau tak ada masalah, namun mimik Pak Ujang begitu meyakin-kan, aku pun keluar turun, mengamati ban kiri depan yang ditunjuk-nya, namun begitu aku menundu-kan kepala-ku dan melihat kondisi ban-ku, tiba-tiba sepasang tangan menyergap-ku dari belakang,..

Aku berusaha memberontak sambil melirik ke belakang, Pak Ujang ?? Tangan-tanagn kasar dan kuat itu menarik tubuh-ku, masih membekap mulut-ku dengan tangan-nya yang bau, aku berusaha memberontak, namun Dadan ikut membantu Pak Ujang sambil mengangkat kaki-ku, aku berusaha menendang-nya, namun kalah cepat dengan tangan-nya yang menangkap kaki-ku, mereka berdua menggendong-ku ke dalam gubug itu, sementara Tono membuka pintu gubug itu,..

Keduanya mengangkat-ku sebelum mendorong tubuh-ku ke atas sebuah sofa tua lusuh dan bau,.. aku menangis dan berusaha memberontak,..
” Apa-apaan kalian ” Aku mencaci dalam tangisan-ku,..
” Diem Non, kalau gak mau mati,.. ” Pak Ujang mengeluarkan pisau lipat dari kantongnya dan mengarahkannya ke leher-ku, aku tak lagi berani untuk berteriak, sementara Dadan dan Pak Ujang terkekeh, Tono menghilang entah kemana,..

” Tolong, kalian jangan lukain saya, kalian boleh ngambil apa saja,.. ” Aku memohon dalam todongan senjata tajam,..
” Tenang Non, kita juga gak bodoh dengan mengambil mobil mewah Non, sebentar juga tertangkap,.. tapi kami mau kenag-kenangan yang lebih dari Gadis secantik Non, cantik, cantik sekali,.. ” Tangan Pak Ujang mengusap-usap wajah-ku menimbulkan rasa yang begitu menjijikan sementara wajahnya yang seperti orang ling-lung tadi sudah menghilang berganti dengan wajah yang begitu bengis,..

Tangan-nya membelai wajah-ku dari kening hingga kedagu, seperti sedang mengagumi sesuatu,.. ” Mulus Banget Dan, gila jerawat aja gak ada,.. ” Pak Ujang berkomentar,.. sementara air mata-ku terus mengalir,..

” Pak lepasin saya .. ” pinta-ku lagi, namun dijawab-nya dengan sebuah tamparan di wajah,..
Aku menjerit kesakitan, namun Pak Ujang membalas tangisan-ku dengan melepas-kan celana lusuhnya, berikut dengan celana dalam-nya, penisnya sudah megar keras, tak seberapa besar namun begitu berurat, baru aku melihat lirih ke penis itu, Pak Ujang dibantu Dadan sudah memaksa-ku menelan penis itu,..

Dadan memaksa-ku membuka mulut-ku sementara Pak Ujang menarik wajah-ku kearah penis-nya,.. aku tak bisa menutup mulut-ku karena tangan Dadan yang mencengkram dagu-ku, sakit…, namun terlebih bau penis itu sudah demikian menusuk dan masuk dalam mulut-ku, terasa penis itu begitu asin keringat bercampur dengan sedikit cairan dari penis itu, jijik sekali, begitu berurat terasa dari lidah-ku yang terpaksa menyentuh penis itu dalam mulut-ku yang mungil,..

Pak Ujang menarik-narik rambut-ku sambil berusaha membenam-kan penisnya makin dalam di mulut-ku, bulu-bulu kemaluannya sesekali menempel di pipi-ku menimbulkan rasa jijik yang luar biasa namun terlebih bau-nya seperti bau pesing, rasanya ingin muntah namun aku terpaksa mengikuti kemauan mereka,..

Sementara Penis itu mengetar-getar dalam mulut-ku, aku terpaksa sesekali menghisap-nya bila tak ingin Pak Ujang menampar-ku lagi,.. ia berulang meminta-ku menghisap penis itu, sesekali pula ia menarik penis-nya dari mulut-ku, memintaku menggunakan lidah-ku membelai seluruh batang kemaluannya, aku memainkan lidah-ku sesekali menghisap buah zakar-nya membuat Pak Ujang melayang nikmat,.. sebelum kembali harus menikmati penis itu dalam mulut-ku,..

Dadan bukan orang yang bisa diam menyaksikan seorang gadis tak berdaya dalam pelukan Pak Ujang, tangan-nya malah sudah merogoh payudara-ku, ia membuka kancing cardigan-ku berikut dengan kemeja putih yang aku pakai, payudara-ku menyembul keluar meski masih tertahan oleh Bra-ku yang berwarna putih berstrip kemerahan, Ia menarik penutup bra-ku mencari puting susu-ku yang berwarna merah kecoklatan, tangannya menarik-narik puting payudara-ku itu, atau menjepitnya dengan dua jari, aku menarik nafas panjang, aku begitu terangsang oleh siapa-pun yang memainkan puting-ku demikian rupa,.

Aku masih harus tetap mengoral penis Pak Ujang dalam mulut-ku tangan masih menarik ulur kepala-ku, menghantam-hantam-kan penisnya dalam mulut-ku sambil terpaksa meremas-remas buah zakarnya sesuai apa yang diinginkan-nya, bau namun aku harus tetap melakukan apa yang mereka ingin-kan, mereka bukan Jarwo orang suruhan Papa, mereka penjahat yang bisa saja membunuh-ku tanpa sedikit pun rasa bersalah,..

Penis itu keluar masuk dalam mulut-ku, begitu juga tangan-ku yang harus meremas-remas buah zakar-nya, meremas perlahan sambil menyentil-nyentil ujung kemaluan Pak Ujang dengan lidah-ku, aku tersentak kaget saat merasakan lidah yang begitu tebal menempel di payudara-ku, menghisap-nya sesekali mengigit-nya perlahan, nyaman sekali, memaksa birahi-ku untuk naik,..

Tiba-tiba Tono masuk membawa beberapa tumpukan kardus bekas,..
” Eh gila, gue maen ditinggal aja,.. ” Protes Tono, sambil melempar tumpukan kardus itu ke atas lantai dekat kami,..
” Baru, baru juga mulai Ton, gila toked-nya gede, kenceng lagi,.. ” Dadan berkomentar,..
” Mana-mana sini gue rasain juga,.. ” Tono meremas payudara-ku,..
” Hmmmm,.. ” Aku mendesis merasakan remasan perlahan namun bertenaga itu,..
” Seneng dia Ton,.. Ha ha ” ledek Dadan
” Liat-liat nich Dan,.. ” Tono merenggangkan kedua paha-ku hingga mengangkat, mengangkat rok pendek-ku keatas hingga membuat celana dalam-ku terlihat oleh mereka bertiga, wajah-ku merah padam, namun Pak Ujang tak bisa menahan lebih lama merasakan aku berhenti mengoralnya,..

” Yang ini jangan dilupain Non,.. ” Sentak-nya sambil memaju-mundurkan kepala-ku selaras dengan penisnya yang maju mundur,..

Entah tangan siapa, karena aku terlalu sibuk dengan penis dalam mulut-ku itu, tangan itu menempel mengikuti jalur belahan vagina-ku, masih diluar celana dalam-ku,jemari itu sesekali didesak-desakan masuk, namun juga berulang kali mencari clitoris-ku dan memainkan jari-nya disana,..

Aku tersekiap kaget saat salah satu diantara mereka menarik celana dalam-ku keatas, merembes masuk membelas vagina-ku, aku merasakan bagaimana seluruh permukaan vagina-ku tertahan oleh celana dalam-ku, mulai dari clitoris sampai ke bibir vagina-ku,.. Lidah mereka berdua menempel di pinggiran-nya, seolah berlomab merangsangku, sambil tangannya menarik-narik celan dalam-ku berusaha merangsang-ku lebih lagi, aku tak berdaya dengan kenikmatan yang mereka berikan, rasanya seluruh clitoris-ku ditekan-tekan dengan rasa nikmat yang berbeda dari sentuhan jemari,..

Lidah mereka yang menyelusur mulai dari paha-ku hingga kebibir kemaluan membuat tubuh-ku kian sensitife terbakar kenikmatan birahi yang tak tertahan, aku mendesah desah nikmat, kulampiaskan ke buah zakar Pak Ujang yang kuremas-remas perlahan sambil tetap mengoral penisnya dengan semua cara yang kutahu,..

Pak Ujang tiba-tiba mendorong-ku ke bawah, aku terjatuh ditumpukan Karton yang tadi dibawa oleh Tono,.. mereka bertoga langsung menerkam-ku bagai orang yang kesetanan, tangan-tangan kasar itu bergantian meremas-remas payudara-ku, sementara Pak Ujang menarik lepas Cardigan yang tadi kukenakan, sebelum beralih mencabut pengait bra-ku dari belakang,..

Dadan membantu dengan membuka kancing kemeja-ku satu persatu sebelum melemparnya entah kemana,.. Tono tiba-tiba berpindah kebelakang ia menarik kedua tangan-ku ke atas, membuat-ku tak mungkin memberontak dalam kunciannya, tangannya mengarahkan wajah-ku ke selangkangan Pak Ujang, penisnya yang masih begitu keras, kembali didorong masuk dalam mulut-ku, aku tak bisa menolak, kembali aku mencerna penis bau itu, lidahku kusapukan keseluruh permukaan penis itu, mulai dari buah zakar-nya hingga ke seluruh batang kemaluannya,..

Tangan Dadan meremas-remas payudara-ku tampaknya ia begitu menyukai bentuk payudara-ku itu, ia menghisap di payudara-ku menjilati seluruh permukaannya sambil masih terus meremas-remas puting payudara-ku,..

Penis pak Ujang mengeletar-geletar tak karuan, maju mundur sesuai dengan keinginannya, aku tak berdaya untuk bisa menentukan irama-ku sendiri, sementara dari belakang Tono mulai melepaskan kunciannya dan tangannya menempel di bibir kemaluan-ku, tangannya berusaha mencari clitoris-ku merangsangnya dengan sentuhan-sentuhan jemari-nya yang kasar, mengaduk-aduk vagina-ku tak karuan, namun sesekali sentuhan tangannya tepat menekan di clitoris-ku membuat-ku tak tahan untuk tak mendesah,..

Tangan Pak Ujang masih menekan kepala-ku, membuat-ku hanya bisa mengikuti kemauan-nya mengoral penisnya, aku membulatkan tekad untuk mengakhiri ini secepatnya, aku menghisap penis itu kuat-kuat, hingga membuat lesung pipi-ku kian menonjol, Pak Ujang mendesah keenakan menikmati hisapan-ku, sambil terus memaju mundurkan penisnya dalam mulut-ku, aku menggunakan tangan-ku untuk mengocok penisnya,.. tak lama penis dalam mulut-ku itu mulai berdenyut, aku berusaha menarik mulut-ku dari penisnya, namun Tangan Pak Ujang menahan usaha-ku,..

Aku tinggal menunggu waktu saja saat penis Pak Ujang mulai menembakan sperma-nya dalam mulut-ku, penis itu bergeletar-geletar, terutama urat-uratnya yang serasa berdenyut, sebelum akhirnya sperma Pak Ujang mulai meleleh dalam mulut-ku,.. sebagian menembak langsung dalam tenggorokan-ku membuatku terpaksa menelan sperma itu, sementara sebagian lainnya kutahan dalam mulut-ku,..

Pak Ujang melolong nikmat, sementara penisnya mulai layu dalam mulut-ku, kepala-ku langsung menunduk sesaat setelah Pak Ujang melepaskan cengkraman tangannya di kepala-ku, aku membuang sperma-sperma yang ada dalam mulut-ku, namun tiba-tiba Pak Ujang menampar-ku lagi,..

” Kenapa dibuang ?? ” Sentak-nya. ” Telan !!! ” Ancamnya lagi, aku terpaksa menelan sperma-nya yang masih ada dalam mulut-ku, perlahan cairan kental itu terpaksa kutelan, Pak Ujang meminta membuka mulut-ku lebar-lebar memeriksa apa masih kusembunyikan spermanya yang begitu banyak di mulut-ku, ia tampak puas, namun belum melepaskan-ku,..

Jemari Pak Ujang mengais di tanah, diambilnya sperma yang tadi kumuntahkan dan kembali diselipkan dimulut-ku dengan jemarinya, aku terpaksa menggunakan lidah-ku menyapu bersih jemarinya yang berlumuran spermanya sendiri yang tadi kumuntahkan hingga 4 kali,..

Ku kira semua selesai sampai disini, namun Tono dan Dadan tak mau ketinggalan, dipelorotkan celana lusuh mereka, penis mereka menggantung di hadapan-ku,.. Penis Dadan yang panjang membuat-ku terbelalak tak percaya, penis itu begitu panjang, meski tidak tebal, seperti tubuhya yang kurus, sementara Penis Tono terlihat Normal, meski agar sedikit bulat besar,..

Dadan terlebih dahulu menarik kepala-ku kearah kemaluannya, aku terpaksa membuka mulut-ku lebar-lebar, sementara penis itu perlahan masuk, tak sampai setengah karena ukurannya yang panjang sekali, Dadan tampaknya tak puas, ia terus menyodok-nyodokan penisnya, aku berusaha menggunakan tangan-ku menahan pinggulnya namun aku tak berdaya, ia masih terus berusaha menyodok-nyodokan penisnya, hingga ke tenggorokan-ku, aku pun terbatuk-batuk, untung Dadan melepaskan-ku yang sedang terbatuk..

Aku menatap Dadan kesal,..Ia terlihat seperti orang tak berdosa dan malah berkomentar,..
” Kepanjangannya ya ?? ” Tono dan Pak Ujang yang kini duduk di atas sofa hanya terkekeh melihat aku yang masih terbatuk-batuk,.. belum reda batuk dan rasa gatal di tenggorokan-ku, Tono menarik-ku dan mendorong penisnya dalam mulut-ku, aku berusaha membuka mulut-ku lebar-lebar karena penis Tono yang sedikit gendut seperti perutnya yang buncit,..

Sementara Dadan menarik tangan-ku meminta tangan-ku memberi jatah pada penisnya yang panjang, aku mengocok-ngocokan penis-nya dalam dekapan tangan-ku, sementara Tono sibuk menyodok-nyodokan penis-nya dalam mulut-ku, dada-ku pun masih menjadi mainan Dadan, payudara-ku diremasnya berulang-ulang sambil memainkan putingnya, menarik-narik semaunya membuatku merintih sakit bercampur nikmat diantara penis Tono,..

” Gantian Ton,.. ” Pinta Dadan, sementara Tono melepaskan tangannya yang menahan kepala-ku, gantian tangan Dadan yang mencengkram wajah-ku aku bersiap menerima penis Dadan yang panjang itu, aku membuka mulut-ku mengikuti penis-nya yang perlahan masuk dalam mulut-ku kubuka mulut-ku lebar-lebar, kali ini kau menahan sebagaian penisnya dengan tangan-ku aku berusaha menahan agar tak tersodok terlalu dalam, aku mengoral ujung penisnya sambil mengocok batang kemalauannya yang begitu panjang, perlahan aku menggoral penis itu, kuhisap kepala kemaluannya yang membuat Dadan memekik nikmat,..

” Oughhhm gila enak,.. ” Dadan mengomentarai apa yang kulakukan,..
Kepala penisnya kusapu-sapu dengan lidah-ku sementara penis-ku sementara batangnya kukocok-kocok, menelisir penisnya dengan tangan-ku,..

Tiba-tiba Tono menarik tubuh-ku, Dadan pun memprotes yang dilakukan temannya itu, namun tak lama Dadan tersenyum,.. Keduanya menahan tubuh-ku telentang menghadap langit-langit yang gelap itu,. Kedua kaki-ku dtekuk sebelum di tahan oleh Pak Ujang hingga sebatas wajah-ku, vagina-ku menghadap keatas, kulihat wajah jelek Dadan, dan rambut Kriting Tono di depan kemaluan-ku, keduanya terkekeh melihat-kuyang tak berdaya dalam dekapan ketiga lelaki jahat ini,..

Dia menarik lepas celana dalam-ku, perlahan diloloskan melewati paha-ku hingga melewati ujung kaki-ku, kini selangkangan-ku telanjang tanpa penutup, aku diam dengan air mata yang mengalir di wajah-ku, kulihat penis pak Ujang yang kembali mengeras di samping wajah-ku, namun aku tercekat kaget saat jemari Tono diamblaskan ke mulut vagina-ku,..

” Oughhhhh,.. ” Aku melolong hebat, sementara Tono terkekeh mendorong tangannya tenggelam lebih dalam lagi,.. Dadan tak hanya menyaksikan yang dilakukan oleh temannya, ia pun ikut membenamkan jari tengahnya dalam kemaluan-ku, aku merintih menahan sakit merasakan kedua jemari itu yang masuk dalam-dalam di kemaluan-ku,..

Aku memejamkan mata-ku, namun perlahan rasa sakit itu pudar oleh rasa nikmat, terlebih saat jemari keduanya mulai mengobok-obok kemaluan-ku, aku dapat merasakan perlahan vagina-ku mulai mengeluarkan cairan peluamas yang memudah-kan jemari keduanya untuk bergerak gerak dalam kemaluan-ku itu,..

Entah jemari siapa yang menyentuh titik GSpot-ku, aku mendesis nikmat beriringan tubuh-ku yang bergetar,.. tono ternyata yang menyentuh bagian sensitive-ku itu, terbukti ia tertawa melihat reaksi-ku, jemarinya kembali digerakan menyentil-nyentil titik kenikmatan-ku itu, sambil tangan Dadan yang berpacu keluar masuk dengan cepat dalam vagina-ku,..

Cairan cinta-ku mulai meleleh sedikit keluar membasahi bibir vagina-ku yang berbulu halus tak lebat,.. Wajah Pak Ujang tampak puas menikmati reaksi-kuyang hanya bisa melenguh-lenguh hebat, tangan kedua anak buahnya begitu lihat mengerjai tubuh-ku,. Sementara Pak Ujang sendiri menahan kaki-ku yang terus bergetar sejurus birahi-ku yang makin memuncak,..

Tak perlu lagi jamahan di payudara-ku, aku terlontar nikmat oleh permaina jari dua orang ini, tubu-ku mengigil nikmat, GSpot-ku tak pernah lepas dari jamahan keduanya, aku meraih mencoba meraih penis Pak Ujang dengan lidah-ku,..

Pak Ujang terkekeh melihat apa yang kulakukan,..
” Mau non,.. ” Suaranya seperti mengejek-ku,..
Aku enggan menganguk, beruntung tak lama Pak Ujang menyodorkan penisnya ke mulut-ku, aku pun kembali menikmati penis berurat itu dalam mulut-ku,..
Jemari Dadan dicabut oleh pemilik-nya, namun aku kembali mendesis nikmat, meski penis Pak Ujang menahan desahan-ku, lidahnya yang tebal dengan bintil-bintil yang besar menyentuh kemaluan-ku membelah vagina-ku sambil menyapu seluruh permukaan-nya yang sudah cukup basah oleh cairan cinta-ku sendiri,..

” Tipis ya bulu-nya Dan,.. ” Tono berkomentar,..
” Iya Ton, tapi lihat belahannya jagi keliatan Seksi,.. ” Lorohnya sambil tersenyum sebelum kembali lidahnya menyelimuti seluruh permukaan vagina-ku, tubuh-ku mengejang-ngejang nikmat sementara jemari Dadan bagaikan piston mengerjai keluar masuk dalam vagina-ku,..

” Ughhh, hmmmm ahhh hmmmm,.. ” Aku mendesis nikmat tak tertahan, tubuh-ku terbakar, sementara Dadan dan Ujang menambah pacuannya merangsang kemaluan-ku itu, aku mendesis panjang saat tubuh-ku tersengat oleh sengatan-sengatan Organsme,.

Sebelum akhirnya ketahanan-ku melemah sebuah sengatan dahsyat, bersamaan dengan desakan jemari Tono yang menyengat titik Sensitive-ku itu, tubuh-ku menngejang hebat sebelum akhirnya menumpahkan Organsme dahsyat yang membuat-ku kehilangan semua kekuatan-ku, cairan cinta-ku meleleh keluar yang membuat ketiga jahanam ini tertawa,.. sementara tubuh-ku bergemetar-gemetar karena serangan Organsme yang begitu hebat melanda-ku,..

Akhirnya setelah Organsme-ku mereda, aku menarik nafas panjang, tubuh-ku tergolek lemas di atas kardus,.. nafas-ku masih memburu, sementara 3 orang tadi masih terkekeh melihat tubuh-ku yang menggelinjang hebat tadi,.

Perlahan saat tubuh-ku kembali bertenaga, Tono kembali menarik tubuh-ku, aku kembali harus mengoral penisnya yang bulat itu, kepala-ku dicengkram dengan kedua tangannya, sementara penisnya masuk dalam mulut-ku, kuolah dengan lidah-ku sambil sesekali menghisapi-nya dengan penis tertahan dalam mulut-ku aku memainkan buah zakarnya dengan tangan-ku, namun seseorang mengambil tangan-ku yang tengah memainkan buah zakar Tono dan membimbing-nya ke batang kemaluannya, penis panjang Dadan, aku tahu dari ukurannya yang Wah,..meski aku tak bisa melihat pemiliknya karena tertahan oleh tangan Tono,..

Aku mengoral penis Tono sembari mengocok penis Dadan dengan tangan kanan-ku, kembali tanagn Dadan yang sembari tadi begitu rajin mengerjai payudara-ku, meremas-remasnya sambil menarik-narik puting-ku,, ” Oughhh, hmmmm ” aku mendesis nikmat dibuatnya

Penis Dadan disodokan ke mulut-ku, bergantian dengan penis Tono, keduanya seperti menentukan giliran bergantian menyodokan penis-nya dalam mulut-ku, aku pun hanya bisa pasrah dengan desakan penis kedua orang ini, sambil berusaha memainkan penis itu dnegan lidah-ku dan hisapan-hisapan kuat yang membuat palung lesung pipit-ku makin dalam, aku berharap kegilaan ini secepatnya selesai,..

Penis Tono dalam kemaluan-ku terasa makin berdenyut-denyut, aku pun berusaha mengoral dan mengocok penis Tono lebih banyak, penisnya mengeletar-geletar hebat, dan berdenyut denyut sebelum akhirnya menumpahkan spermanya dalam mulut-ku, sama dengan Pak Ujang yang tak membiarkan kepala-ku menjauh, ia menahan kepala-ku hingga aku pun terpaksa menelan lumeran spermanya,..

Aku berusaha menahan jijik sambil berusaha menelan habis cairan kental itu,.. menelan spermanya yang banyak itu bukan perkara mudah, apalagi saat Dadan tak sabar lagi dan memaksa aku langsung mengoral penisnya yang panjang itu, penis itu kuhisapi sambil kukocok-kocok, kepala kemaluannya kumainkan dengan segala cara sebelum akhirnya kutambahkan lagi dengan lidah-ku yang membelai kepala kemaluannya dengan jilatan-jilatan terutama belahan di kepala kemaluannya itu,..

Kuakui penis Dadan ini lebih perkasa dibandingkan penis-penis lain, entah sudah berapa lama aku mengoral penisnya namun belum ada tanda-tanda akan segera meledak, aku terus mengurut penisnya sementara tangannya pun menarik-narik payudara-ku, sesaat aku menggeletar saat seseorang mengangkat kaki-ku, bibirnya yang ditumbuhi kumis-kumis tebal menempel di kemaluan-ku,.. aku bergetar geli,.. namun mereda oleh kenikmatan yang diberikan lidah-nya yang membelai vagina-ku,..

Sementara Mengoral penis Dadan dengan tangannya yang meremas-remas payudara-ku, aku pun menikmati Pak Ujang yang memainkan lidahnya membelai-belai bibir vagina-ku bukan hanya dengan lidahnya namun juga dengan tangannya yang memainkan clitoris-ku, menyusupkan lidahnya dalam-dalam di vagina-ku sampai menyedot-nyedot clitoris-ku yang membuat-ku mendesah tak karuan, tangan Dadan mengeloyot di dada-ku memainkan puting payudara-ku sambil meremas-remas payudara-ku,

Belum selesai penis Dadan ku-Oral, Pak Ujang tampak sudah tak sabar lagi, ia mrndorong tubuh-ku jatuh, Dadan sempat protes namun diam melihat Pak Ujang memelototinya,.. aku tahu yang diinginkan bandot tua ini sekarang,..

Dia menarik pinggul-ku naik keatas pahanya, sambil mengerak-gerakan penisnya di bibir vagina-ku, aku mendesis-desis nikmat menikmati penisnya yang menekan-nekan dinding kemaluan-ku sebelum perlahan penis itu mulai melesak masuk, aku mendesis tertahan, perlahan penis berurat itu masuk makin dalam, Pak Ujang tampak sedikit kesal namun menikmati bagaimana sempitnya vagina-ku meremas penisnya,..

Sodokan demi sodokan Pak Ujang berusaha menekan penis-nya masuk dalam vagina-ku satu dua hentakan keras yang membuat-ku memekik perih nikmat akhirnya membuat penis Pak Ujang amblas seluruhnya dalam kemaluan-ku, sesaat didiamkannya menikmati penis-nya teremas oleh otot-otot vagina-ku,..

Sebelum akhirnya ia menyambar bibir-ku yang masihmendesah dengan bibirnya yang tebal dan bau itu, melumat bibir-ku, aku tak berdaya menolaknya aku membelas ciumannya terlebih saat ia mulai menggarap-ku membuat-ku tak mampu untuk menahan desahan-ku,…

Penis itu keluar masuk begitu cepat,begitu liar, apalagi gesekan urat-urat kemaluan Pak Ujang dengan kemaluan-ku yang menimbulkan kenikmatan yang berbeda, gesekannya membuat otot-otot kemaluan-kubegitu sensitive, terlebih saat penis itu disodokan dalam-dalam aku menggelinjang tak karuan,..

Desahan-ku menggema keluar terlebih saat penis Pak Ujang melakukan stimulasi di bibir kemaluan-ku, penisnya hanya digerakan sedikit di bibir kemaluan-ku itu, membuatku begitu gatal berusaha merenguk kenikmatan yang lebih dari sebelumnya aku menggoyangkan pinggulku berusaha menghantamkan penis itu masuk, namun Pak Ujang menahan apa yang kulakukan itu dan menahan penisnya di mulut vagina-ku,..

Aku hampir hilang akal ingin merengkuh kenikmatan lebih lagi dari yang sudah kurasakan sebelumnya, aku ingin merasakan penis itu secara penuh, ditengah rasa putus asa-ku akhirnya aku dapatkan juga apa yang kuinginkan, tiba-tiba Pak Ujang menyodokan penisnya dalam-dalam ke kemaluan-ku, aku memekik nikmat, tak cukup hanya seperti itu, ia kembali memacuku dengan Brutal, ia melepaskan ciumannya dari mulut-ku membuat-ku melolong panjang penuh kenikmatan..

Dadan maju dan mengangkat kepala-ku kepahanya, aku dapat melihat dengan jelas penis Pak Ujang yang sedang keluar masuk begitu cepat tangannya yang memainkan Clitoris-ku, namun tiba-tiba Dadan menampar-ku dengan penisnya, ia meminta-ku untuk kembali melanjutkan apa yang sempat tertunda sebelumnya,.. aku meraih penis itu, kukocok dengan perlahan sebelum mulai kumasukan kemaluan itu dalam mulut-ku,..

” Hmmm, Awwww ” Aku mendesis nikmat saat clitoris-ku distimulai bersamaaan dengan gerakan maju mundur Pak Ujang yang membuat-ku merintih keenakan, Penis Dadan kuoral semampu-ku tubuh-ku terlalu terbakar oleh penis yang sedang keluar masuk dalam kemaluan-ku itu sekarang, aku menjerit-jerit nikmat seperti kebiasaan-ku yang begitu bising,..

Terlebih saat Tono ikut membantu dan meremasi payudara-ku, aku mendesis-desis nikmat payudara-ku dimainkannya demikian rupa, perpaduan antara permainan yang kasar dengan remasan-remasan mesra yang membuat-ku kian tak berdaya dalam dekapan dua orang ini, aku larut dalam larutan birahi yang kianmenenggelamkan-ku, aku menjerit-jerit nikmat meski ada penis panjang Dadan dalam mulut-ku,..

Pak Ujang kian liar mengerjai-ku, tak perduli dengan kedua anak buah-nya yang sedang menikmati tubuh-ku ia membalik tubuh-ku, memposisikan-ku dalam posisi Doggy dan menghujamkan kembali penis beruratnya dalam kemaluan-ku, aku meringis nikmat saat kurasakan penis Pak Ujang kembali masuk begitu dalam,..

” hmmm Oughhh.. ” Tangan Pak Ujang meremas-remas payudara-ku dari belakang, kembali ia memacu-ku, membuat payudara-ku yang tak berada dalam gengaman-nya terlempar-lempar tak karuan,

Deburan-deburan gelombang Birahi mulai terasa dalam diri-ku, rasanya aku takmampu bertahan lebih lama lagi, terlebih penis berurat itu makin liar mengerjai-ku ditambah lagi tamparan-tamparan dari Pak Ujang yang seolah menambah benaman kenikmatan dalam tubuh-ku..

Tangannya yang meremas-remas payudara-ku kian membakar-ku, ditambah lagi Tono mengangkat wajah-ku yang tadi kutahan dengan lengan-ku, menyodokan penisnya dalam mulut-ku,.. tangan Pak Ujang tiba-tiba menyelip dalam dubur-ku membuat-ku terlonjak kaget, tak dalam hanya sebatas ruas jari, namun tetap memberikan sensasi perih nikmat yang berbeda,.

Kian lama kian lancar ia menyetubuhi-ku terlebih dengan cairan vagina-kuyang meleleh keluar membuatnya makin lancar menyetubuhi-ku,.Aku menggaruk tak karuan saat kurasakan organsme-ku kian dekat, aku mendesah-desah meski dengan penis terbenam dalam mulut-ku, hingga akhirnya aku menyerah dalam kenikmatan itu,…

” ughhhhhh ” Aku mengigil nikmat, tubuh-ku gemetaran, pinggul-ku bergiyangtak karuan hingga akhirnya cairan cinta-ku meleleh sementara tubuh-ku masih mengejang gemetaran, aku mencapai puncak dalam keadaan penis Pak Ujang masih keluar masuk dalam vagina-ku, gerakan Pak Ujang sempat terhenti oleh ketat-nya vagina-ku saat mencapai organsme tadi, namun kembali Pak Ujang memacu-ku beberapa saat kemudian, dalam derai tawa mereka bertiga,..

” Masa semuda dan secantik Non kalah sama orang setua bapak… ” Ledek Pak Ujang, yang lain pun menimpali, namun aku tak begitu perduli terlebih penis pak Ujang terasa begitu nikmat dalam vagina-ku terlebih urat-urat-nya yang membuat-ku kian blingsatan,..

Aku kini mulai menghantam-hantamkan pinggul-ku sendiri, aku ingin smeuanya cepat selesai, entah berapa menit kemudian hingga akhirnya penis dalam vagina-ku itu kian mengeras, aku mempercepat gerakan-ku terlebih cairan sperma Pak Ujang mulai menetes keluar, beruntung ia tahu diri, dan menarik penisnya dari dlam kemaluan-ku, ia mencari wajah-ku tampaknya ia begitumenyukai seorang gadis menelan habis sperma-nya, aku pun membuka lebar-lebar mulut-ku, sementara penis itu dikocok-kocok Pak Ujang di depan mulut-ku sebelum akhirnya melumer semua-nya dalam mulut-ku,.

” Telen Non, telen ” Suruh-nya, aku pun berusaha mencerna sperma itu, perlahan ku hisap hingga habis sebelum akhirnya Pak Ujang meminta-ku membersihkan sisa-sisa spermanya yang masih menempel di penisnya yang sudah layu,..

Lembek seklai, sisa keperkasaanya yang tadi nyaris tak terlihat, aku membersihkan penis yang disunat itu dengan perlahan, sementara Pa Ujang sendiri mendesir-desir perlahan, mungkin kaku penis-nya itu,..
Setelah selesai aku pun membaringkan tubuh-ku diatas Karton itu, letih sekali rasanya, aku ingin menarik nafas panjang, tubuh-ku sudah penuh dengan peluh, sementara dua anak berandalan itu mengelilingi-ku tanpa memperdulikan keadaan-ku yang sudah begitu kecapaian,..

” Sekarang giliran gue ” Kata Tono sembari mengangkat pinggul-ku sebatas selangkangan-nya, tubuh-ku masih berada diatas lantai yang dingin, meski sebagian yang lainnya melayang di udara,..aku dapat merasakan bagaimana penis-nya mulai menyeruak masuk dalam vagina-ku, Aku mendesah tertahan tiap kali penis-nya masuk perlahan memberikan kenikmatan yang luar biasa ditengah rasa sakit, dan rasa tak aman dalam posisi demikian, Tono pun tampaknya begitu menikmati bagaimana vagina-ku menjepit penis-nya

Penis Tono begitu keras menerusuk masuk dalam vagina-ku, penisnya yang tidak panjang nmembuatnya menjadi keras sekali menusuk dalam vagina-ku, rasanya seperti sebuah tongkat masuk dalam vaginaku,..Aku hanya dapat menutup mataku menikmati penisnya dalam vagina-ku, demikian juga Tono yang begitu menikmati himpitan otot-otot vaginaku yang membungkus penisnya,..

” Gila non, sempit, enak banget kayak berdenyut-denyut ” Tono begitu menikmati bagaimana penisnya teremas oleh vagina-ku,..Penis keras itu membelah makin dalam, sebelum akhirnya habis tertelan dalam vagina-ku,.. Tak lama Tono pun mulai memacu-ku..

” Ohhh ughh hmmm ” aku pun makin sering mendesah sebelum dihentikan oleh Penis Dadan yang kembali masuk dalam mulutku, daritadi hanya penis ini yang belum memuntahkan spermanya sekali-pun,. aku pun segera membalas penis yang masuk dalam mulut-ku itu, sedikit mengurangi desahanku yang makin menggila, nikmat sekali rasanya, dikerjai oleh Tono seperti ini, penis Dadan yang sedang mengangkang diwajah-ku membuatnya menaik turunkan pinggulnya seolah menyetubuhi mulut-ku,..

Tangan Dadan pun usil, sesekali mengerayangi vaginaku, tak perduli dengan penis Tono yang bergerak keluar masuk, sesekali menampar-nampar bokongku hingga memerah Tono memacuku lebih kencang lagi, tanpa sadar aku membantunya mengoyongkan pinggulku ke menghantamkan penisnya masuk lebih dalam ke vagina-kua..

Dadan tampak tak puas dengan oral seks yang aku lakukan, ia membopong ku naik dalam pelukan Tono, sebelum dari belakang ia ikut memeluk-ku, aku tersentak kaget saat penisnya menyentuh-nyentuh lubang dubur-ku aku menjerit menolak, namun penis itu mendesak masuk dalam anus-ku,..

Aku memekik tertahan oleh rasa sakit yang timbul, meski Tono masih menggarap-ku namun rasa sakit yang timbul membuatku mulai menangis menahan rasa perih,.. aku melonjak-lonjak dalam pelukan Tono, aku berusaha menghindari sergapan penis Dadan dibelakang, namun tak berdaya aku kalah tenaga dengan Tono yang sepertinya sengaja membiarkan-ku digarap demikian rupa oleh kawan-nya itu,..

Penis Dadan yang menyengat dalam anus-ku itu menekan masuk, aku merintih kesakitan memeluk Tono yang kugelayuti, perlahan penis itu ditekan lebih dalam lagi, aku meringis kesakitan namun tak berdaya dalam dekapannya, aku mulai menitika air mata, rasanya perih dengan penis yang seolah membakar masuk dalam anus-ku,..

Tono kembali menaik-mundurkan penisnya dalam vagina-ku aku merintih kesakitan mengigit bibir bawah-ku, aku berusaha menahan rasa sakit yang merobek-robek tubuh-ku ini, merintih lemas meski sesekali diselingi desah nikmat yang didapat dari Tono,..

” Ughh hmmm ” Tiba-tiba Tono makin menggila mengerjai-ku, membat penis Dadan yang sedang berusaha masuk, baru sebatas kepala kemaluannya itu tertarik keluar, aku merasakan begitu lega, rasanya udara membuat anus-ku sedikit dingin dan mengurangio rasa perih yang tadi begitu menguasai diri-ku,..

Aku memeluk Tono erat-erat yang membopong-ku ku sofa butut tadi,.. aku dijatuhkan diatasnya, sementara ia makin dalam dan cepat menyodok-nyodokan penisnya, aku menceracau tak karuan, demikian juga Tono yang tampak begitu menikmati jepitan penis-ku,..

Bagaikan piston ia mengerjai-ku demikian dahsyat aku terkaget saat Pak Ujang kemabli meremas-remas payudara-ku, sementara Dadan mengocok-kocok kemaluannya sendiri sepertinya ia begitu menikmati bagaimana suara desahan-ku menusuk telinga-nya, aku tak berdaya untuk tak mendesah dalam kenikmatan sedalam ini,..

Aku menjerit-jerit tak karuan, sementara penis Tono makin keras dalam vgaina-ku kurasakan ia mulai berdenyut dan mengeluarkan sedikit cairan sperma-nya, aku terlonjak kaget, aku takut kalau sampai ia memuntahkan sperma-nya dalam kemaluan-ku, aku tak mau hamil akibat ulah berandal seperti mereka,.

Kaki-ku dirapatkan oleh Tono, penisnya yang begitu keras itu kian berasa di dalam sana, aku mendesis nikmat, tiap saat penis itubergerak keluar masuk, malah aku merasa aku akan mencapai klimaks sebelum Tono, akutak ingin ditertawai oleh mereka bertiga lagi, apalgi saat aku dikalahkan oleh orang setua Pak Ujang tadi, Tangan Pak Ujang yang demikian Giat mengerjai Payudara-ku pun membuat aku makin blingsatan, tubuh-ku mulai mengejang-ngejang, terlebih dalam keadaan dirapatkan sperti ini, membuat relung vagina-ku kian sempit dan membuat penis Tono yang demikian keras itu kian terasa,..

” Ughhhh ohhhh,.. ” Tono mencabut penis-nya dari vagina-ku ia mengocok-ngocokan penisnya di atas perut-ku sebelum menumpahkan-nya diatas perut rata-ku,.. dia melolong hebat, aku merasa sedikit tenang, meski ada sedikit rasa tanggung tak bisa mencapai klimaks seperti sebelumnya, mungkin tertahan rasa perih dari anal penetration Dadan yang tak jadi tadi,..

Namun aku terlalu cepat menarik nafas lega, si psikopat Dadan rupanya belum cukup puas, ” Hey, itu udah mau sampai tolol… “
Dadan menghampiri tubuh-ku yang tergolek lemas di atas sofa, tangannya langsung menghantamkan dua jari dalam vagina-ku, aku melengking merasakan hemari Dadan dalam vagina-ku,
” Oughh Dan,,, awww ” Aku mendesah antara sakit dan nikmat,..
” Diem lu,.. ” jemarinya menghujam dalam kemaluan-ku keluar masuk begitubernafsu, membuat tubuh-ku kembali panas, sengatan-sengatan organsme yang tadi sempat buyar kembali menyatu, tubuh-ku kembali menggelinjang-gelinjang hebat sebelum akhirnya tubuh-ku kembali menegang hebat,..

Penglihatan-ku buyar, rasanya tubuh ini terhantam oleh kenikmatan yang begitu besar, bunyi kecipakan dari cairan kemaluan-ku yang mulai meleleh keluar dalam vagina-ku beradu dengan jemari Dadan yang sedang menyiksa-ku, Pak Ujang dan Tono pun tampak begitu menikmati pemandangan yang terjadi di depan mata mereka itu,..

Tubuh gadis muda yang terlonjak-lonjak di atas sofa lusuh dengan tangan seseorang yang sedang keluar masuk dalam vagina-nya memaksa gadis itu mendesah-desah tak karuan, sementara tangan si gadis yang berusaha menahan tangan berandalan itu tak kuasa menghentikan kemauan si berandalan,..

Seperti itulah tubuh-ku yang sedang dikerjai oleh Dadan demikian rupa, tak berdaya dalam dekapan tangan Dadan hingga membuat pemiliknya puas saat tubuh-ku gemetar hebat disertai lolongan panjang, tubuh-ku mengejang hampir setengah menit lamanya, sementara cairan cinta-ku meleleh ke atas sofa butut itu,..

Aku terjatuh ke atas sofa nyaris tak sadar-kan diri kelelehan, Dadan menarik jemarinya dengan penuh rasa puas, menarik tangannya dari kemaluan-ku, jemari yang penuh dengan cairan cinta yang lengket dan menyodorkannya kemulut-ku entah mengapa aku malah membuka mulut-ku dan menjilat sampai bersih cairan cinta-ku sendiri itu,..

Aku menarik nafas panjang, ” tinggal satu ” pikir-ku,.. ” dan semua selesai ” tubuh-ku rasanya begitu letih terlebih akibat serangan organsme yang terakhir, rasanya seluruh tulang ditubuh-ku rontok,..

Baru aku merasa sedikit lega, Dadan tak sabar lagi menunggu-ku, ia menarik tubuh-ku ke atas pelukannya, tangannya meremas-remas payudara-ku sementara penisnya mengacung tepat melewati bibir kemaluan-ku, kini aku dapat mengukur panjang penis itu yang bahkan menyentuh pusar-ku, gila panjang sekali,. Aku tak dapat membayangkan bila penis itu mengoyak-ku hingga penuh,.

Aku berada dalam pelukan-nya, aku dapat melihat wajah-nya yang jelek dengan jerawat-jerawat yang begiu besar dan berwarna merah, ditambah lagi tubuhnya yang kurus kering, Seolah tak jijik dengan ceceran sperma bekas teman-nya di dada-ku ia membekap-ku dalam pelukannya, lidahnya menjilati seluruh permukaan sepasang payudara-ku,.. sementara tangannya yang lain sedang membimbing penis-nya untuk masuk dalam vagina-ku,..

Aku mendesah pelan, saat kurasakan penis itu mulai masuk dalam vagina-ku,. Terasa kepalanya mulai menyentuh bibir kemaluan-ku tu sebelum mulai masuk lebih dalam lagi,..Tanpa sadar aku mulai memeluk-nya, lidahnya masih begitu bernafsu menyedot buah dada-ku, aku menggelinjang-gelinjang merasakan bagaimana ia memainkan puting-ku dengan lidahnya,

Dengan pelukannya ia mulai menurunkan pinggul-ku turun menyambut penis-nya yang ia tambatkan masuk, perlahan penis-nyamulai tenggelam, aku dapat mersakan penis itu tiap centi-nya mulai mengoyak tubuh-ku,.. Aku mendesis perlahan, penis itu masuk kian dalam, aku merasakan lewat otot-otot vagina-ku yang merengang akibat terjangan penis Dadan, Pak Ujang menikmati bagaimana aku meringis, ia menghampiri-ku dan merebut mulut-ku, ia mencium-ku dengan penuh gairah, lidahnya memaksa masuk sedang tangannya mencengkram dagu-ku agar aku tak menghindari ciuman-nya,..

Belum lagi Pak Ujang puas menguasai penolakan-ku, Dadan tak menunggu hingga penisnya amblas seluruhnya dalam vagina-ku sebelum mulai menyetubuhi-ku, tangannya mencengkram di kedua belahan bokong-ku sebelum ia mulai menyentak-nyentakan penisnya dalam Vagina-ku,.. aku melolong hebat merasakan penis Dadan yang seolah bertambah-bertambah masuk makin dalam tiap sentakannya,..

Tak terasa sudah hampir setengah dari penis-nya yang masuk, aku mendesah terus tak tertahankan, apalagi Dadan terus menyusu di payudara-ku membuat-ku benar-benar terbakar, aku tak menghiraukan Pak Ujang, namun tak perlu lagi takut dengan tamparannya karena tampaknya Pak Ujang dan Tono sudah cukup puas menyaksiakan aku melolong-lolong dikerjai oleh Dadan,

Keduanya tampak duduk tenang sambil sesekali tertawa cekikian, menyaksikan Dadan mengerjai-ku, mereka tampak puas seperti menyaksikan adegan film porno, menyaksikan anak buah-nya sedang mengerjai seorang gadis muda seperti-ku,.. gadis muda ?? aku baru ingat dari perawakannya usia Dadan mungkin sedikit dibawah-ku, namun ia begitu mahir memainkan penis-ku membuat-ku begitu terbakar,..

Lidahnya menciumi seluruh permukaan payudara-ku, sementara pinggulnya menyentak-nyentak-kan penis-nya dalam vagina-ku dalam-dalam, ditambah dengan goyangan tangan-nya yang mecengkram bokong-ku, membuatnya kian lama kian cepat mengerjai-ku,. Penis-nya keluar masuk kian cepat, membuat-ku terus menceracau nikmat,..

Tubuh-ku terasa terbakar tak karuan, birahi-ku tinggi sekali, tiba-tiba Dadan mengangkat tubuh-ku dan menurunkannya di atas sofa, penisnya langsung disodokan di vagina-ku begitutubuh-ku mendarat di atas sofa itu,..

” Awwwnnn, aghhhh ” Aku mendesah karena sentakan-sentakan keras yang dalam dari Dadan, ia menghujam-kan penisnya berulang-ulang dengan sodokan-sodokan kuat yang membuat-ku kian tak berdaya dalam posisi ini,..Sodokan-sodokan kuat itu membuat penis Dadan amblas seluruh-nya, aku menahan rasa perih di vagina-ku, Jemari-ku menempel di bibir Vagina-ku, sementara Dadan mengangkat satu kaki-ku yang tak lagi beralas kaki dan menjilati permukaan Kaki-ku,..

” Anak ini gila,.. ” pikir-ku, lidahnya terasa membuat tubuh-ku menggelinjang geli nikmat, sementara kembali Dadan menggoyang pinggulnya menyetubuhi-ku, kian cepat dan dalam, pinggul-ku bergerak kesana kemari menahan nikmat, aku menjerit-jerit kesetanan, penis itu bergerak begitu cepat membakar-ku, hingga aku akhirnya mencapai puncak kenikmatan-ku, tubuh-ku menggelinjang-gelinjang tak karuan, sementara Penis Dadan masih bermain keluar masukd alam vagina-ku, belum lagi reda organsme yang kurasakan barusan,..

Dadan menarik tubuh-ku kembali kepangkuannya, kali ini membelakanginya, Dadan membimbing penisnya itu kemabli ke mulut vagina-ku, sebelum kembali menyentak-kan penis itu masuk dalam vagina-ku, kepala Dadan menyelip diantara ketiak-ku, menciumi payduara-ku dari sampan, sementara tangan yang satu sibuk meremas payudara-ku, tangan yang lainnya membimbing penisnya yang panjang itu agar jangan sampai salah orbit,..

Aku mendesah-desah tak karuan, aku benar-benar hancur dibuat-nya jemari yang tadi membimbing penisnya berpindah ke vagina-ku,ia mencari clitoris-ku dan merangsang-nya dengan jemari-jemari tangannya,aku kesetanan dibuatnya, jemarinya yang merangsang vagina-ku ditambah lagi penisnya yang ditambatkan keluar masuk, membuat-ku melayang-layang tak karuan,..

Jemarinya menari-nari meremas vagina-ku, geli-geli nikmat, aku tak tahan dengan apa yang dilakukan-nya, tangan-ku berusaha menghentikan apa yang dilakuaknnya namun Dadan tak perduli dan masih terus mengerjai-ku dmeikian rupa. Aku melayang-layang, aku mencari pegangan sofa itu dan mengangkat tubuh-ku dengan kedua tangan menahan di sofa itu, penis Dadan masih mengejar-ku, aku tak sanggup bertahan lama, lelah sekali lagi pula tak berguna, sementara aku terus mendesah, Pak Ujang dan Tono sibuk mentertawai aku,..

Dadan menagkap kedua paha-ku yang tadi kurenggang-kan, ia menangkapnya dan menjadikannya satu, sementara penisnya masih digoyangkan demikian rupa, membauta kau makin blingsatan dibuatnya, sengatan-sengatan Organsme masih bisa kutahan, aku mencoba untuk tetap menguasai diri-ku sambil mencoba menahan organsme yang mulai naik lagi,,..

Begitu terasa penis Dadan dalam vagina-ku membelah tubuh-ku hingga membuat-ku menceracau tak jelas, kian lama kian gencar menguasai diri-ku aku seolah tenggelam hanyut oleh kenikmatan yang diberikan oleh Dadan, tak berapa lama dalam posisi ini Dadan mendorongku turun,kembali ke atas tumpukan kardus bekas tadi, ia mengambil posisi Doggy, sementara penisnya mulai menyeruak masuk lagi dalam vagina-ku, aku mendesis perlahan saat bersamaan payudara-ku diremas-remas kasar oleh Dadan,..

” Hmmm, ughhhh,.. ” Aku mendesah keras saat Dadan gencar menyerudukan penisnya lagi dalam vagina-ku, aku membenarkan rambut panjang-ku yang sudah tak karuan, namun Dadan malah menarik rambut panjang-ku itu, menariknya sambil terus menyetubuhi-ku, aku mendesis perlahan, sementara kian lama Dadan kian cepat menyetubuhi-ku, aku tak berdaya dalam dekapannya,. Tubuh-ku sudah demikian lelah dan berkeringat, terlebih aku sudah kembali di ambang Organsme,..

Aku menjerit perlahan, saat Organsme itu tiba-tiba, kali ini Dadan tak bertahan lebih lama, otot-otot vagina-ku yang meremas penis-nya didalam sana membuat Dadan memuntahkan spermanya dalam vagina-ku, banyak sekali entah berapa semprotan hingga akhirnya aku roboh ke atas kardus itu,..

Nafas-ku memburu, tubuh-ku begitu lelah, penis Dadan mulai keluar dari tubuh-ku, mereka tampak mentertawai-ku, aku hanya diam kepalaku terasa begitu berat dan lelah, tanpa sadar aku tertidur kecapaian,..

Tersadar,..

Kulihat jam tangan-ku sambil memunguti pakaian-ku yang berceceran, aku mengenakan kembali pakaian-ku, cardigan-ku kugunakan untuk menghapus sperma-sperma yang menempel di tubuh-ku, aku berjalan keluar dari gubug itu, mobil-ku masih ada, aku membuka pintunya, tak ada yang hilang, selain HP dan dompet-ku sepertinya mereka sempat membongkar dashboard mobil Papah, beruntung SIM dan STNK memang kutaruh di dompet khusus, sehingga tak terambil oleh mereka, kuambil air mineral dan meneguk habis isinya yang tinggal setengah, aku langsung berjalan pulang, lupakan semua janji dengan teman-teman-ku hari ini sudah cukup sial buat-ku,..

Aku langsung masuk ke kamar-ku dan membasuh tubuh-ku yang penuh dengan ceceran sperma kering, untung tak ada satu pun yang sadar dengan keadaan-ku ini, Mamah sempat mengetuk pintu tadi karena tak seperti biasanya aku tak mencium Mamah sesampai dirumah,. Mama menelepon-ku ke telepon di kamar Mandi yang langsung kuangkat, mungkin ia kawatir dengan keadaan-ku.. beralasan tubuh-ku berkeringat dan letih aku pun melanjutkan membasuh tubuh-ku yang memang benar-benar lelah,.

Kubersihkan semua bagian tubuh-ku, aku tak ingin ada sedikit pun sisa sperma mereka ditubuh-ku ini, Sebelum akhirnya aku merasa semuanya sudah bersih, aku pun mengeringkan tubuh-ku dengan handuk, aku berkaca di kaca kamar mandi-ku,. Aku menatap wajah-ku yang cukup cantik menurut-ku,..

Aku menahan rasa kesal, aku sedikit malu dengan diri-ku sendiri, sebelum kuseka air mata-ku yang menetes dan mengambil daster-ku dan mengenakan-nya tanpa Bra, aku keluar dan langsung tertidur lemas di kasur-ku yang empuk, aku terbangun sesaat saat Mamah membawakan-ku makan malam, Memang aku dapat merasakan kasih sayang Mamah yang begitu besar untuk-ku itu juga yang membuat-kutak ingin mengecewakannya,..

Aku begitu takut melukai hati Mama, aku masih terus menghindari Jarwo dan Arno, aku masih tetap seorang anak yang begitu menyayangi orang tua-ku, tak ingin mengecewakan mereka dan merusak keluara yang begitu sempurna ini,.hari-hari tanpa Papah dirumah kulalui dengan menginap di tempat teman-ku,..Namun hari itu aku terus mengkhawatir-kan Mamah, lebih dari biasanya, entah mengapa,..

Mama nyaris tak bisa kuhubungi, ku-telepon rumah, tak ada yang mengangkat mulai dari nomor khusus ke kamarnya, sampai ke 3 nomor telepon lain yang ada dirumahku, namun tetap tak ada jawaban,..

Aku mulai bertanya dalam kecemasan, kemana Bok Inem ? kenapa Bok Inem juga gak mengangkat telepon, sudah 3 jam berlalu aku terus berusaha menghubungi , teman ku pun sampai ikut-ikutan binggung, Ponsel Mama pun begitu, gak active membuatku makin bertanya dalam kekalutan…

Aku berusaha menghubungi beberapa teman laki-laki-ku meminta-ku untuk mengantarku pulang, sungguh aku benar-benar takut untuk pulang sendiri, karena aku tahu Jarwo dan Arno pasti berada dirumah,.. Beberapa tidak bisa menemani-ku, mulai dari Randy, Very, dan Joy, yang terfikir dalam pikiran-ku tinggal Ryan, ‘mantan-ku’ itu, untung ia mau menemani-ku pulang,..

Tak lama setelah menjemput-ku di rumah Alvira, kami sampai dirumah, aku langsung berlari masuk seperti orang panik, aku mencari Mamah diseluruh rumah, mulai dari teras, dapur, ruang tamu hingga kamar-nya, namun tetap aja gak ada, Bok Inem juga hilang,.. Bertanya dengan Jarwo dan Arno pun percuma, malah mereka bisa ngelunjak, aku berlari ke garasi belakang ditemani Ryan, mobil X-Trail Mamah masih ada, aku mulai bertanya dengan penuh kekhawatiran,.

” Kenapa sich Jen ?? Binggung amat ?? ” Ryan tampak binggung karena disuruh oleh-ku menemaninya berkeliling rumah-ku,..
” Ah, gak Ry, nyokap gue, kemana ya ?? ” Aku menjawab,..
” Gak coba telepon Handphone-nya aja ?? ” Ryan memberi saran.
” Udah Ry, dah gue coba, ga diangkat,.. “
” Yawda, kita duduk aja di depan dulu ok, kita tunggu, gue temenin lu sampe nyokap lu pulang,.. ” kata Ryan sambil merangkul-ku, sambil berusaha menenangkan-ku,..

Bi Inah, pembantu rumah-ku yang lain pun tak tahu Mamah kemana, karena dia pembantu baru bersama dengan 3 pembantu lainnya, hingga dia tidak berani mengangkat telepon yang ada di rumah ini, hanya Bok Inem yang diizinkan oleh Papah untuk mengangkat telepon,..

Menurut Bi Inah, Bok Inem dan Mamah, sudah pergi dari pagi, membuatku bertambah khawatir saja, sudah jam 5an sekarang, Mamah belum juga pulang,..Untung Ryan masih mau bersabar menunggu, terus terang aku takut dengan Jarwo dan Arno yang terus mengawasi kami berdua, ya bahkan Ryan pun merasakan hal itu, dia sempat protes pada-ku karena kedua pembantu-ku itu menatap-nya seperti orang yang mengajak-nya berkelahi,..

Aku meyakin-kan Ryan agar tak memperpanjang masalah ini, aku bilang saja mungkin mereka cuma khawatir kalo Ryan macem-macem di rumah ini, aku berbohong pada-nya kalau dulu pernah ada yang kurang ajar pada-ku dirumah ini, hingga Papah menyuruh pembantu Pria dirumah-ku untuk mengawasi tamu cowok yang datang,..

Untung Ryan dapat mengerti alasan-ku itu, dan tak memperpanjangnya, aku khawatir kalau saja Ryan gak terima dan mendatangi Jarwo dan Arno, yang membuat keduanya malah akan membuka mulut tentang “Kekotoran-ku” itu, Ryan orang lama yang baru, teman baru yang gak tahu kotor-nya aku sekarang, dan juga gak mungkin aku membiarkan Ryan tahu kalau aku pernah “melayani” mereka..

” Kita tunggu 1 jam lagi, kalau nyokap lu belum pulang kita ke polisi OK.. ” Kata Ryan, menenangkan-ku, yang sendari tadi tampak resah dan hanya bisa menempelkan kepala-ku ke bantalan sofa,..

Tiba-tiba Ryan memeluk-ku dari belakang, membelai rambut-ku perlahan,. memindahkan kepala-ku ke dada-nya yang bidang, wajah tampan-nya penuh dengan rasa sayang, rasa sayang yang meluluhkan-ku dulu,..

Aku merasa begitu nyaman dalam dekapan-nya, aku merasa tenang dan terlindungi, meski hati-ku masih sedikit kawatir dengan keadaan Mama sekarang,.. Aku menutup mata-ku, aku ingin merasakan ciuman-nya, ciuman yang mesra seperti dulu,..

Ryan pasti mengerti maksud-ku namun mungkin ia ragu, aku tahu ia sudah memiliki pasangan saat ini, dan aku tahu Ryan bukan orang yang biasa menghianati pasangannya, apa aku terlalu nakal dan jahat?? Aku ingin memiliki dia sekarang aku ingin terus berada dalam dekapannya aku tak mau kehilangannya lagi,.

Aku terus menutup mata-ku meski sedikit mengintip, aku melihat ia menundukan wajah-nya, ia mendekati wajah-ku, jantung-ku berdegup kencang sambil berharap-harap cemas, Ryan mendaratkan bibir-nya, di kening-ku, padahal aku berharap dalam dekapan dan mencium bibirnya sekarang, aku tak berani bermain lebih dari ini lagi, aku takut ia berfikir yang macam-macam.. aku hanya membenamkan wajah-ku lebih dalam lagi dalam pelukannya,..

Terdengar suara mobil yang terparkir di pekarangan Rumah, aku langsung melompat menuju pintu masuk, Ryan mengikuti-ku, namun langkah-ku tertahan, saat kulihat Mama turun dari mobil, aku tak percaya dengan apa yang kulihat,…