DISCLAIMER :

Cerita ini hanyalah Fiksi, kesamaan nama,tokoh dan tempat hanyalah sebuah kebetulan belaka, dalam cerita ini terkandung segala yang berhubungan dengan hubungan seksual dan pemerkosaan, penulis tidak bertanggung jawab dengan segala efek yang timbul setelah membaca cerita ini, dan kami para penulis pun mengutuk segala bentuk pemerkosaan di dunia nyata,..

Cerita ini hanya untuk anda yang berusia 18 tahun keatas, atau anda yang sudah merasa cukup dewasa, pikiran kotor yang timbul setelah membaca cerita-cerita porno di internet adalah tanggung jawab anda sendiri,..

Anyone please contact me in : Chads_lee@yahoo.com

Regard, and hopefully you like it

CHAD’s

” Hmmm,…Oughh.. ” Penis Rifki meluncur deras dalam vagina-ku,..
Tangannya terus meremas payudaraku,.. menciumi leherku , mungkin lebih tepat kalau dikatakan membasahinya, menghisap kulit leherku hingga meninggalkan bekas-bekas cupangan, tak cukup itu tangannya sesekali menampar bokong ku,..

Plar-plar, sementara penis hitam kerasnya masih terus keluar masuk dalam vagina-ku,.. Puas mengerjai leher-ku, kini bibirnya yang tebal dengan kumis yang lebat itu melumat bibir-ku,. Aku melayaninya, kubalas lidahnya yang menyusup masuk dalam mulutku itu,..bibir kami bertemu, sementara tangannya menempel di wajah-ku, mencium-ku dengan birahi seperti binatang,..

Rifki itu, jelek,.. ya memang buruk rupa, pendek, hitam dengan penampilan yang tak terurus,..jauh berbeda dengan aku, salah satu gadis tercantik di kampus ini,.. Dinaikan-nya kaki kanan-ku ke bahunya,..ya penisnya masih meluncur deras,.. dengan posisi ini dia menjadi jauh lebih mudah menyetubuhi-ku disbanding posisi konvensional tadi,..

Payudara-ku masih tak luput dari jamahannya, merajahi putting payudara-ku, menarik-narik putingnya, perih sekali permainannya cenderung kasar, aku hanya melenguh saja menahan rasa sakit, meski tidak sebuah rasa sakit saja, tapi ada sedikit rasa nikmat yang ingin kunikmati dari sentuhan tangannya, ataupun dari penisnya yang keluar masuk dalam vagina-ku itu,..

” Ahhh,.. ayo donk sayang, pindah ,.. ” Rifki melepas ciumannya, menyuruhku berpindah posisi,.. ” Ayo naik keatas,.. ” Ya, dia meminta-ku pindah ke posisi woman on top,..

Perlahan dengan tubuh yang sudah cukup letih dan peluh yang membasahi seluruh tubuh-ku, terutama dibagian selangkangan yang membuat bulu-bulu kemaluanku yang tidak lebat itu turun ke satu arah,..Butir-butir peluh yang menempel di payudara-ku justru membuat Rifki lebih dahaga menikmati tubuh-ku,..

Rifki yang sudah telentang tiduran di atas ranjang, sampai setengah bangun menjilati payudara-ku, peluh ku dan menghisapi putingnya,..Kudorong saja dia, tangan-ku bertumpu ke dadanya, sementara tangan-ku yang satunya memandu penis Rifki yang lumayan besar itu ke bibir vagina-ku,..

” Slep,.. “, ” Ahhhh,… ” Aku menikmati bagaimana penis itu mulai melesak masuk kembali dalam vagina-ku, untung kondisinya sudah lebih basah daripada awal percumbuan kami tadi, penisnya mulai bias kuadaptasikan dengan vagina-ku yang masih cukup sempit itu,..

Penisnya membelah bibir vagina-ku, seolah membelah tubuhku, kunimati perlahan penis itu masuk lebih dalam, perih namun juga rasanya nyaman ada sebuah benda hangat yang masuk dalam tubuhku, ” Oughhhh….” Aku mengerang saat akhirnya penis itu amblas seluruhnya dalam vagina-ku, aku menunduk sebetar sementara Rifki memengang kedua tangan-ku yang kutaruh di dada-nya,..

” Kenapa sayangku, Caroline,.. Capek ?? Ayo donk, aku kan masih mau.. ” Ya Caroline, itu nama-ku , usia ku 19 tahun, seorang mahasiswi Perguruan Tinggi Swasta, bukan karena aku terlalu sombong, hingga aku berani mengatakan diri-ku cantik,..

Dengan tubuh 167 cm, dan berat 50 kg, rasanya tubuhku cukup ideal, ya mungkin aku memang tidak memiliki dada yang besar ataupun Bokong yang sensual, namun dengan ukurannya yang 34B, rasanya masih cukup ideal dengan tubuh-ku,..Kecantikan wajahku mungkin alasan yang utama bagi para Pria untuk mengejar-ngejar-ku,..

Tapi kenapa hanya orang selevel Rifki yang jelek hitam dan pendek ini yang ada bersama-ku di kamar hotel ini, yang bercinta dengan-ku, semua dapat dijawab dengan satu kata,. UANG,..

Kutatap wajah jelek Rifki, ” Ga koq sayang, aku kan mau muasin kamu,.. ” aku tersenyum pada Rifki, sebelum ku gerakan tubuh ini naik turun, peninya pun mulai keluar masuk dalam vagina-ku, kurasakan bagaimana penis itu keluar masuk dalam vagina-ku,..

Kurasakan penis itu berdenyut dalam vagina-ku, kurasakan bagaimana cairan Pre-Cumnya keluar dari penisnya membasahi vagina-ku,..
” Hmmm, ahhh,…Oughhh.. ” Kami berdua mendesah saling bersahutan,..
Tangan-ku kugerakan menstimulasi puting Rifki,..Demikian juga Rifki yang melumat payudara-ku dalam gengamannya,..

Entah sudah berapa menit berlalu, aku mulai letih, Rifki yang menyadarinya kini mulai menggoyangkan pinggulnya,.menghentak-hentak penisnya dalam vagiba-ku, nampaknya dia masih mencari kenikmatan puncak, Vaginaku serasa berdenyut hebat tiap kali sodokan-sodokan keras Rifki melesak masuk, perih sekali, menggoyang otot-otot vagina-ku memberikan rangsangan hebat yang membuatku mulai naik birahinya,..

Rasanya tak lama lagi aku akan mencapai Organsme, aku menegadah keatas memandang langit-langit kamar, kutatap lagi wajah Rifki yang tampak begitu menikmati irama lenguhan-ku,,.menikmati bagaimana dia mampu membuat-ku begitu keenakan menikmati genjotannya pada tubuhku,..

” Sayang, sayang ahhh, aku gak kuaat, oughh.. ” Aku mendesah nikmat, sembari menyadari Organsme yang sesaat lagi akan menyerbu pada tubuhku ini,..
” Ahhh, sabar sayang, akk akku juga udah mau,.. ” Kucoba untuk bertahan sementara kurasakan penis Rifki dalam vagina-ku makin bertambah liar mengocok-ku didalam sana,..

” Oughhh,… ahhh,.. ” Aku terus berusaha bertahan demi memuaskan Rifki, bagaimana pun dia tambang uang buat-ku, dan aku ingin menggeruk sebanyak-banyaknya dari dirinya,..

Kurasakan penisnya mulai berdenyut dalam vagina-ku, keras membesar membuat Vagina-ku yang sedang berkontraksi itu saling berlawanan dengan otot-otot penisnya,.. aku tahu sesaat lagi Rifki akan meledak, maka kupacu lagi pinggulku dengan sisa kekuatan yang ada, bukan lagi naik turun yang menguras tenaga, hanya gerakan sembarangan memacu penis itu kekanan-kekiri, memutar, yang membuat Rifki dilanda rasa nikmat yang sangat hebat,..

” Oughhh, gila, enakkkk, enakkk banget,.. terus…Ahhh ” Pinta-nya,..
Namun goyangan itu bukan hanya membuat Rifki keenakan, rasanya penis Rifki seperti mengaduk vagina-ku, aku tak tahan lagi menahan Organsme ini, Tubuhku berderik, kugengam tangan Rifki yang masih asyik memainkan payudara-ku,..

” Aghhh,… ” Aku melolong hebat,.. Vaginaku langsung menjepit penis Rifki di bawah sana, merasakan desakan itu, penis Rifki bertambah besar sambil berdenyut hebat, melelehlah sperma itu dalam vagina-ku,. Spermanya menyemprot hebat meluncur hingga mulut rahim-ku,..Membuat-ku berorgansme untuk kedua kalinya, kali ini lebih dahsyat dari yang pertama tadi,..Sampai aku sedikit mencakar tangan Rifki,..

Tubuh-ku bergetar untuk beberapa detik sembelum jatuh lunglai lemas tak bertenaga lagi, nafas-ku tersenggal-sengal, serupa dengan Rifki yang nafasnya terputus-putus,..

Tangan Rifki langsung memeluk-ku, merangkul-ku dalam pelukannya, sebelum dia mencium kening-ku, ” Puas sayang..?? ” Tanya-nya,.. Aku hanya mengganguk lemah, sebelum tertidur lemah dengan penis-nya yang masih ada didalam vagina-ku,..

$$

Malam telah mengganti siang, aku terbangun masih dalam pelukan Rifki, melihat wajahnya yang masih tertidur lelap,..perlahan ku lepaskan penisnya yang sudah lunglai itu dari vagina-ku, memang sich sudah benar-benar lemas dan mudah saja untuk mencabutnya,..

Kulihat bekas-bekas spermanya yang menempel di bibir vagina-ku, aku pun turun dari ranjang itu, berjalan menuju kamar mandi hotel,..Kunyalakan Shower kamar mandi itu, membasuh seluruh permukaan vagina-ku, mencari sabun kewanitaan di dalam tas-ku, membersihkannya sebisa mungkin, membuang sisa-sisa sperma keringnya yang menempel ditubuh-ku,..

Tak lama sesosok pria masuk ke kamar mandi itu, memang tak kukunci Rifki memeluk-ku dari belakang,..mencium tengkuk-ku,..Lucu sekali melihatnya dari pantulan cermin kamar mandi, ya Rifki memang lebih pendek dari ku, apalagi potongan rambutnya, yang ‘ga banget’ itu, wajahnya bukan lah wajah yang enak dipandang, mencumbu-ku dari belakang di tengah semburan air dari shower kamar mandi,..

Aku tahu mau-nya dan tak bias menghindarinya, kurasakan tangannya yang kembali menjamahi-ku, sementara kurasakan penisnya yang menempel di kaki-ku, penisnya sudah kembali keras seperti tadi,..

” Sayang mau lagi nich,.. ” Bisik-nya di telinga-ku,..
Aku pun hanya mengganguk pasrah, sambil berbalik melumat bibir Rifki yang monyong tebal itu, sebagai isyarat mengiyakan keinginan-nya,..Demi keinginan-ku yang akan dikabulkannya aku harus mau melakukan ini,..
Ya, ya…Apa aku pelacur ??
$$$

Hampir setengah 11 malam, saat aku tiba di rumah-ku, mungkin bisa dibilang gubuk, kecil dan kami hanya mengontrak di sini,..Aku turun dari BMW seri 3 Rifki, berjalan perlahan masuk dalam rumah-ku, sebelum akhirnya aku kembali berciuman dengan Rifki di dalam mobil,..

Kutenteng barang-barang belanjaan-ku yang dibelikan Rifki tadi,..Pakaian, Jam Tangan, dan sebuah HandPhone baru,..

” Koq baru pulang ?? ” Mama-ku menunggu ku di ruang tamu itu, suasana-nya remang, hanya sebuah bohlam kecil yang menerangi ruang tamu kecil,..Suara batuk-nya terdengar lagi, entah beberapa hari ini Mama terus batuk-batuk,..
” Ah, gak,.. ” Jawab-ku cuek,..

Aku pun berlalu,…
” Apa itu ?? ” Tanya Mama pada-ku, masih diselingi batuk-nya,..
” Udah-lah Mah, jangan ikutin urusan aku,.. OK ?? ” Ketus-ku, sambil masuk ke dalam kamar,..

Mama pun hanya diam saja, bukan sekali dua kali aku begitu, aku capek mendengar ocehannya, aku juga capek dengan keadaan ini, Mama yang punya suami tak bertanggung jawab itu, ya Papa-ku yang meninggalkan Mama dan dua anak-nya yang masih kecil-kecil,..

” Lu gak bisa ya ngomong baik-baik, sama Mama !!,.. ” Cici-ku kini ikut-ikutan membentak-ku,..Christine nama-nya, dua tahun lebih tua dari aku, lebih pintar dari aku, lebih baik dari aku, dan lebih cantik dari aku,..

” Udah dech lu bawel,.. ” Aku menjawab ketus,..sementara di luar sana suara batuk Mama terdengar lebih parah lagi,..

Kujatuhkan tubuhku keatas ranjang yang memang tak senyaman ranjang hotel tadi, hanya kasur busa dengan ranjang besi tua,..

” Lu tuch, selalu gitu ya !! ” Cici-ku itu kembali membentak-ku, sambil melangkah keluar,..Aku diam saja, malas meladeni-nya, aku capek dan lelah, lebih baik aku tidur, besok aku masih harus kuliah lagi,..

$$$

” Aline, Aline bangun dah siang,.. ” Suara parau Mama membangunkan-ku,. Sedikit malas aku bangun, dengan mata yang masih mengantuk, Mama duduk di samping tempat tidur-ku, dia mengenakan pakaian kerjanya, Mama seorang Guru lepas SMP dan SMU,..

” Mama pergi dulu ya sayang,.. Ada telur tadi Cici-kamu bikini buat kamu tuch,.. ” Mama sedang bersiap-siap mengajar,..

” Iya, iya telor lagi telor, bosen tau mah,.. “
” Iya sayang, maaf ya Mama Cuma mampu segitu, Gaji kerja magang Ci Tine, kan Cuma cukup buat nabung biaya kuliah kamu, kasian cici-mu itu Aline, kamu makan ya sarapan buatan Cici-mu itu,.. ” Pinta Mama,..

” Iya, iya, udah dech baru bangun juga udah dibawelin orang,.. ” Ketus-ku menjawab,..

” Maaf ya sayang, Mama pergi dulu, Kamu sebelum pergi jangan lupa berdoa ya ke Tuhan, supaya selalu dilindungi,.. ” Mama mengingatkan ku seperti hari kemarin, kemarin dan kemarinnya lagi,..

” Iya-iya mah,.. ” aku beranjak dari tempat tidur itu,” Ya, ya Tuhan-mu bukan Tuhan-ku”

Selesai mandi, kubereskan buku-buku kuliah-ku, dengan tas yang baru aku beli kemarin, aku melangkah ke meja makan, perut ini sebenarnya lapar, kulihat diatas meja ada sepiring nasi putih dengan telur mata Sapi diatasnya,.. malas untuk melihat itu,..

HandPhone ku berdering, Rifki sudah menjemputku di depan rumah, kuambil piring di meja itu, kubuang saja ketempat sampah, malas aku, bosan rasanya makan yang itu-itu saja tiap harinya,..

Kukunci rumah, sebelum aku melangkah masuk ke mobil Rifki, hari pun berlangsung seperti biasa, kuliah biasa, dan hari-hari menjemukan sebagai pemuas seks,.. Hingga rasanya aku bosan dengan Rifki ini,..Namun aku masih menginginkan uangnya, aku masih butuh uangnya, dan aku bersabar hingga,..

Kesempatan itu datang, Dari teman-ku, Sandra, sma seperti aku, orang yang bosan dengan hidup susah, dan ingin hidup lebih baik, dan terlihat sama dihadapan orang-orang yang merasa berasal dari golongan atas,..

Aku dikenalkannya dengan seorang pengusaha dari Amerika, seorang Negro bernama Patrick, sedangkan Sandra sendiri bersama teman Patrick tadi yang bernama Klaus,. Tubuh mereka besar-besar sekali, mungkin lebih dari 185 cm, bertubuh kekar, dengan wajah yang menyeramkan, lebih lagi tubuh mereka yang penuh Tato, aku sempat merasa khawatir juga berkenalan dengan mereka,..

Namun aku lagi memperdulikan itu, sudah 3 minggu berlalu dan aku sudah tak lagi membutuhkan Rifki, sempat Rifki marah, marah pada-ku, namun begitu melihat Patrick,. Ciut lah nyali si bodoh itu,..

3 minggu itu pun, penuh dengan pesta dan kemewahan, hidupku bertambah nyaman, aku selalu diberi uang oleh Patrick, bahkan aku belum pernah sekali pun bercinta dengannya, dan juga hubungan kami ini selayaknya orang berpacaran saja,. aku sebenarnya takut juga kalau harus bercinta dengan Patrick, apalagi mendengar Penis mereka yang katanya besar-besar,..

Aku tak hiraukan itu, aku sedang menikmati kehidupanku sekarang, demikian juga Sandra,..

Malam itu, aku melangkah masuk ke sebuah room clubbing, tempat kami biasa mengahbiskan malam bersama, saat itu sudah ada Sandra yang tampak sedikit mabuk dalam pelukan Klaus,..
” Hay, baby,.. come here, ayo masuk, sayang ” Patrick menyambutku dengan bahasa Inggris tercampur bahasa Indonesia yang terpatah-patah,…

Tangannya langsung memeluk pundak-ku, membawaku ke sofa menuangkan Wine pada-ku,..
” No, no,.. I don’t drink,. ” aku menolaknya,..
” Ah, come on, sedikit saja,. ” pintanya sambil menyodorkan minuman itu ke mulut-ku,

Menghormatinya, aku pun mulai menegak minuman itu perlahan, diiringi tepuk tangan Sandra, Klaus, dan Patrick, ya kami begitu menikmati malam itu, berdansa mesra, berpelukan, entah dari yang tadinya tidak mau minum-minuman keras, kini sudah berapa gelas yang aku tegak, sedikit pening memang kepala-ku sekarang namun aku masih sanggup untuk sekedar berjoget mengikuti irama,..

Dalam pelukan Patrick, entah berapa jam aku berdansa dengannya, hingga pandangan ku makin kabur, dan kabur,..

Terbangun aku di sebuah kamar tidur mewah,..kepalaku masih pening rasanya, tubuhku terasa sedikit aneh juga,..rasanya panas, namun juga mengigil, kulihat dari sudut ruangan yang sepertinya sebuah kamar mandi, Patrick muncul hanya mengenakan handuk berwarna biru saja, tubuhnya sungguh berotot, rambut pendek ikalnya sedikit basah, sedangkan Tato-tato di sekujur tubuhnya seolah sedang menertawai-ku,..

” Patrick, where are we ?? ” Tanya-ku binggung,..
” Tenang sayang,..tenang, ini tempat-ku,.. ” Patrick menjawabnya dengan bahasa indonesianya yang terbata,..

Patrick duduk di sebelahku, memeluk-ku erat,..
” Honey, kamu cantik sekali,.. ” aku tahu, kebiasaan lelaki, yang merayu seperti ini,..

Baru beberapa detik dia berkata begitu, disodorkannya bibir hitam itu kemulut-ku, aku tahu harus bagaiman untuk menaikan Harga-ku, aku pun berusaha menolak, sambil menarik selimut menutupi tubuhku, yang hanya tertutup gaun malam berwarna hitam dan berbelahan pendek itu,..

” Oww, come on Honey.. ” kembali Patrick memeluk-ku, mencoba mencium-ku,..Kali ini lebih rekat dengan dekapannya,..aku pun tak bisa menghindar lagi, tempatku bergerak hanya bila menyosor ciumanya itu, dan aku melakukannya, kucium bibir Patrick mesra,..

Tangannya menempel di tengkuk-ku, bibir kami bertemu, sementara lidah kami saling mengisi, lidahnya tebal dan kasar sekali, besar, namun dengan lihai dia memainkan bibirnya itu, aku begitu menikmati bagaimana dia mencium-ku,..

Belaian tangannya mulai menyibak gaun malam-ku,..perlahan di turunkannya gaun malam-ku itu, hingga melewati bagian dada-ku, kini aku sama telanjang dadanya dengan dia,..tangannya pun langsung menempel didada-ku,..

Perlahan meremas payudara-ku itu, meremasnya perlahan tangannya yang besar itu nyaris menangkup seluruh permukaan payudara-ku,..
” Ouchhh,.. ” aku mendesir perlahan, nikmat sekali rasanya merasakan bagaimana tangan itu perlahan meremas dada-ku, meremas nya perlahan, bukan seperti kebanyakan pria yang begitu bernafsu menganyamnya, namun perlahan so gentle, meremasnya perlahan yang membuat birahi-ku begitu cepat naik,..

Perlahan aku mulai membalas permainan Patrick, kurabai dadanya yang berotot itu, dengan sebuah toto kalajengking di dadanya,..kusentuh putingnya perlahan, memijat tubuhnya itu, sementara masih kami berciuman mesra,..

Putingku dimainkannya perlahan, memijat-mijatnya sambil sesekali menariknya perlahan, meremasnya lagi, ” ahhhh,.. ” dahsyat sekali permainan Patrick,..aku melenguh menikmati bagaimana dia memainkan payudara-ku itu, memijatnya perlahan, meremas-remasnya, sementara tak pernah lepas jemarinya memainkan putting payudara-ku itu,..

Sementara belum lagi habis kenikmatan yang diberikan negro itu pada payudara-ku itu, aku kembali Patrick memberikan ku kenikmatan yang lain,..Jemarinya perlahan turun membelai dada-ku, turun ke peurtku, hingga menyelinap dibalik gaunku yang sudah turun sebatas pinggang,..

Perlahan ku angkat pantatku, memberi akses Patrick menarik Gaun-ku lepas, tangannya yang satunya masih menggerayangi dada-ku, mulutnya pun masih active menciumku,.. sesekali dia mencium telinga-ku memberikan rangsangan geli yang nikmat sekali,

” Ahhhh,.. ” Aku mendesis saat jemarinya menyeruak masuk dalam celana dalam hitam-ku,..Jemarinya membelai bulu-bulu kemaluanku, hingga menyentuh Clitorisnya, memijatnya perlahan, aku bertambah nikmat dibuatnya,..sentuhan tangannya bagaikan setruman-setruman nikmat menyengat diri-ku,..
Ciumannya turun dari mulut ke dadaku, lidahnya sampai lebih dahulu, membelai putting payudaraku, mengoyangnya kesana kemari, sebelum mengulumnya, sesekali mengigitnya, hingga yang paling dahsyat datang, hisapanya yang dahsyat ditambah hangat-hangat basah yang membelai putting-ku dengan lidahnya yang besar itu,

Hangat membelai payudaraku, berbalut rangsangan nikmat jemari Patrick pada kemaluan-ku, memainkan clitorisku, sesekali menjemput ke bibir vagina-ku yang mulai basah karena rangsangan birahi yang terus bertambah,,..

Remasan pada payudara-ku, membuat aku bertambah nikmat keenakan,..Perih memang saat jemarinya menyeruak masuk dalam vagina-ku, namun itu, belaian dan remasan disertai hisapannya pada payudara-ku membuat rasa sakit dibobol jemarinya yang besar-besar itu mereda,. Berbalik kenikmatan dahsyat yang kurasakan,..

Perlahan, sedikit demi sedikit makin dalam jemari itu masuk, ” ahhh, ahhh… ” aku mendesah tiap centi jemarinya masuk lebih dalam pada vagina-ku,..keluar masuk jemari itu dalam vagina-ku, demi masuknya jemari Negro itu seutuhnya pada vagina-ku,..

” ahhh,.. ” aku mendesah hebat saat sebuah hentakan kuat dilakukan Patrick, seluruh permukaan jemarinya amblas dalam kemaluan-ku,Otot-otot vagina-ku berusaha beradaptasi menyesuaikan diri dengan jemarinya yang masuk dalam vagina-ku itu,..

” Ahhh, hmmmm… ” Patrick menghentikan desahan-ku, dilumatnya bibirku kembali, aku tetap mendesah dalam balutan lidah Patrick dalam mulutku,..
Perlahan dan mulai memacu, jemari itu digoyangkannya dalam vagina-ku, keluar masuk, sementara makin melorot saja celana dalam-ku, hingga aku berinisiatif melepasnya sendiri,..

Vagina-ku makin basah saja dibuatnya, rangsangan yang diberikannya membuat vagina-ku mulai menyerah dan memberikan kemudahan untuk jemari itu menjelajah makin cepat,..

Sentuhan jemarinya yang bersentuhan dengan permukaan vagina-ku memberikan rasa gatal, gatal-gatal nikmat yang muncul hilang tiap kali sentuhan jemarinya membelai vagina-ku itu,..

” oughhhh, ahhh,..God… ” aku melolong begitu Patrick melepas ciumannya,. Setengah tertidurku ku dalam pelukannya, sementara kaki-ku sudah mengangkang selebar-lebarnya memberikan akses Patrick lebih mudah merajai-ku,..

Lidahnya kembali memainkan putting payudara-ku, apalagi permainan jarinya membuatku makin tenggelam dalam lautan birahi, lumatan hangat pada payudaraku, berbalur lidahnya yang membasahi seluruh permukaan dada-ku itu, membuatku melenguh hebat,…

” ahhh, ahhhh, ouhhhh… ” nikmat rasanya dibuat melayang seperti ini,. Birahiku mulai naik sampai kepuncaknya, apalagi permainan dangkal di bibir vagina-ku membuat aku makin blingsatan saja, pinggul-ku terus bergoyang tak jelas arah, kenikmatan dahsyat yang diberikan seorang Negro pada seorang gadis chinese ini,..

” Ahhh,…. ” Kugengam bahu Patrick, memeluknya tenggelam dalam kenikmatan ini,..
Kurasakan ngilu yang dahsyat pada vagina-ku, betisku pun mengeras,, demikian seluruh otot yang ada di tubuhku, aku mengejang hebat, disertai desahan hebat, aku mencapai organsme ku yang pertama, hanya dengan permainan tangannya,..

Tubuhku bergetar beberapa saat,. Masih saja Patrick yang tampak menikmati bagaimana aku berorgansme di tangannya itu memacu tangannya dalam vagina-ku, sampai harus kupegang tangannya itu mencegah dia kembali memaju mundurkan jemarinya dalam vagina-ku,..

Nafas-ku tersenggal-senggal, sementara Patrick melepaskan pelukan-ku, dia berpindah ke bawah, jemarinya yang masih mengkilat oleh cairan cinta-ku itu dibelaikan kebulu-bulu kemaluan-ku,..Dia berjongkok dihadapan-ku, entah mau apa,..dan tiba-tiba..

” Slap-slap,..” lidahnya yang tebal itu membelai bibir vagina-ku, aku langsung mengelinjang menikmati kenimatan yang belum pernah kurasakan itu,..
Lidahnya terus membelai permukaan vagina-ku, membelainya perlahan atau sesekali menghisap-nya , membuat ku bagaikan tersedot seutuhnya,..

” Owhh, ” aku mendesah kenakan, bagaimana tidak, ini seks terhebat yang pernah kurasakan,..

Lidahnya terus bermain, membelai membasahi vagina-ku sambil sesekali menyeruput cairan cintaku yang meleleh keluar, kuraih kepala Patrick, memeluknya, menikmati tiap saat lidahnya menyentuh vagina-ku,..aku menggelinjaang hebat, tak butuh waktu lama, aku sudah benar-benar kesetanam, tak sampai 10 menit Patrick kembali membuat tubuh-ku ini dihantam gelombang organsme yang dahsyat,..

” Sruput-sruput,. ” Patrick menyeruput habis cairan vagina-ku dibawahnya, sentuhan lidahnya yang masih menempel pada vagina-ku memberikan rasa dahsyat di vaginaku yang menjadi lebih sensitive tiap kali mengalami organsme,..

Betisku yang tadi dinaikan ke punggungnya itu, langsung jatuh lemas saat Patrick berdiri,..melepaskan handuknya yang masih menempel di tubuhnya,..Penis hitam yang besar luar biasa, dan begitu panjang menyembul keluar saat dia membuka handuk penutupnya itu, besar sekali, aku sampai terbelalak melihatnya, mungkin hampir 2 kali lipat dari penis yang biasa aku rasakan,..

” Oral ?? ” Tanya-nya, memintaku,..
Kukumpulkan sisa tenaga-ku, bertumpu pada lutut-ku ku gengam penisnya dalam gengaman-ku, keras sekali, aku yang tadi blingsatan dan mau melakukan apa saja untuk pemuasan nafsu-ku itu sampai harus berfikir ulang, perlahan kurasakan penis itu berdenyut perlahan dalam gengaman-ku,..

” Boleh ?? ” Tanya-nya lagi, mungkin maksudnya, mau atau tidak aku melakukan itu,..Aku mengganguk perlahan kukocok penis itu dalam gengaman-ku, sedikit kepala penisnya itu mengeluarkan sedikit cairan, cairan pelumas,..

Kuseka cairan yang keluar itu, kubersihkan penisnya yang sedikit bulu kemaluannya yang tercabut menempel pada kepala penisnya, sebelum akhirnya kubuka mulutku lebar-lebar, perlahan kumasukan penis itu dalam mulutku,..

Kepala penisnya pertama kali masuk, kurasakan rasa yang sedikit aneh, aku belum pernah merasakan rasa semacam ini sebelumnya, ya ini penis pertama yang aku oral,..

Kugerakan lidah-ku membelai kepala penisnya itu,.. kugerakan ke seluruh permukaan penisnya, pemiliknya pun mendesah kenikmatan, ” ahhh, come on baby, suck it !! ” aku terus membalur penis itu perlahan menyelusur seluruh permukaan penisnya yang panjang itu, hingga kepangkalnya yang penuh bulu kemaluan lebat,..

Agak jijik aku menatapnya, namun melihat benda yang tergantung dibawah batang penisnya itu menaikan birahiku lagi,..kuangkat penisnya yang panjangnya melebihi pusarnya itu, perlahan kujamahi, kurema dengan tanganku buah zakarnya itu, sebelum kujilati dengan lidah-ku,..

Kuhisapi saja buah zakarnya, rasanya sedikit aneh, namun rasanya nyaman mendengar desahan Patrick, menikmati service perdana dariku,. Tanganku masih mengocok penisnya,..sebelum kulumat penisnya di mulutku,..

Panjang sekali, tak sampai separuh yang tertampung dalam mulut-ku,..kujilati sambil sesekali menjilati kepala penisnya dalam mulutku,..
” Ohh,, yess… I like that, ughhh,.. ” Patrick mendesah nikmat,..

Dengan tangan-ku kukocok penisnya, sementara Patrick berusaha memaju mundurkan penisnya agar lebih dalam masuk dalam mulut-ku, percuma, malah membuat-ku sedikit tersedak,.. untung dia mengerti dan tak melakukannya lagi,..

Tak kusangka Patrick yang kesetanan setelah kuoral hampir 20 menitan, langsung mendorongku, aku telentang tertidur di atas kasur empuk itu,..belum cukup ditariknya kedua kaki-ku, hingga lututku sejajar dengan wajah-ku,..

Vaginaku menyembul keatas sekarang,..Penis Patrick sudah mengarah tepat dibibir kemaluan-ku, perlahan mendesak masuk,..
” Oughhhh,.. ” Perlahan penis besar itu masuk dalam vagina-ku, besar sekali,.. ” awhhh, be gentle please awww.. ” pinta-ku,..

Patrick mengganguk, mendorong penisnya masuk perlahan makin dalam, aku memejamkan mata-ku berusaha menahan rasa sakit yang disebabkan oleh penis itu,..

Penisnya melesak masuk, perlahan kurasakan bagaimana penis itu membelah tubuh-ku, vagina-ku benar-benar terasa penuh meski belum ada setengah yang masuk,..Dari atas Patrick mulai kesulitan mendesak penis-nya masuk dalam vagina-ku,..

Dia berusaha seperlahan mungkin memasukannya, hingga tampaknya dia kesulitan juga,..” I’m sory Honey,.. ” Dia menatap-ku sebelum,.. “Blessshh.. ” Dia mulai menggunakan kekuatannya demi memasukan penis itu dalam vagina-ku,..
Aku meraung, kesana-kemari aku menggerakan wajah-ku, ya pedih, namun rasanya nikmat juga menikmati penis itu masuk makin dalam,..

3-4 kali Patrick mendesak penisnya masuk dalam vagina-ku,.” Ahhh, ahhh, ” aku melolong hebat tiap kali Patrick mendesak-ku,..Hingga sebuah hentakan kuat sekuat tenaganya, berhasil memasukan penis nya itu dalam vagina-ku, nafas-ku terengah-engah, air mata sedikit menetes, menahan rasa perih pada vagina ku yang terasa robek, namun hangat dari penis Patrick membuat sedikit demi sedikit rasa perih itu menghilang,..

” Damn, you’re so tight,.. ” Katanya,..
Aku menarik nafas panjang, dan tampaknya Patrick juga menikmati bagaimana sempitnya vagina-ku menjepit penisnya yang oversize itu,..

Mungkin orang akan tertawa melihatnya, aku yang begitu putih ini, dikerjai Negro sehitam dirinya, tapi tak ada yang mengerti betapa nikmatnya dan sakitnya ini,..

Vaginaku terasa berdenyut-denyut, sesaat kemudian Patrick mulai memompa-ku, digoyangkannya penisnya itu keluar masuk dalam vagina-ku,..
” Oughhhm,… ” aku hanya dapat melenguh, sementara peluh ku makin bercucuran,..

Tak terasa, rasa sakit itu mulai hilang, berganti kenikmatan yang diberikan oleh Patrick, Negro ini benar-benar lihai bercinta, sambil mengenjot-ku, tak lupa dia terus mencumbu-ku, desahan-ku sedikit tertahan oleh ciumannya,..

Tak cukup genjotannya bertambah gencar saja, kecepatannya makin bertambah seiring makin basahnya vagina-ku,, Tangannya yang hitam kekar itu pun mulai melumat dada-ku lagi, meremasnya membuatku makin tak berdaya,..

” Ahhh, hmmm ” aku terus mendesah tak karuan terlebih penis itu makin menjadi mengaduk vagina-ku,..
Entah berapa menit telah berlalu, 2 kali sudah aku berorgansme, Patrick melepaskan satu kaki-ku, Kini hanya satu kaki-ku yang diangkatnya,..

Diciumnya jempol dan telapak kaki-ku yang membuatnya makin nikmat saja , tubuh ku menggelinjang nikmat, hingga Patrick kembali memacu-ku, memacu-ku lebih dahsyat lagi dari sebelumnya,..
Aku berusaha menikmati persetubuhan ini, namun sebuah Organsme kembali menyambar, vagina-ku mulai terasa ngilu , rasanya sesak disumpali penis sebesar itu, apalagi dipacu dengan kecepatan yang demikian hebat,..

” Give, me ahh, rest,,.. Pleasseee… “Pintaku, aku sudah keletihan
” No, nooo, I almost done, oh,.. shit,,, ” Jawabnya,..
Aku hanya bisa pasrah saja, penis itu masih keluar masuk dengan hebatnya, masih secepat tadi, aku sangsi dengan perkataanya, apa memang sudah akan selesai, sepertinya tidak,

Hingga tubuhku kembali bergetar, aku kembali berorgansme kecil, organsme kecil yang menghabiskan tenaga-ku, makin meleleh cairan vagina-ku keluar mengikuti jalur penisnya, keluar, nafasku makin terengah-engah,.. tubuh ini terasa letih sekali

Namun Patrick malah memutar tubuhku, vagina-ku rasanya bagaikan diaduk-aduk saat dia memutar tubuhku dengan penis yang masih tertanam dalam vagina-ku,..” Awhhh,.. Ehmm ” Negro itu kembali memposisikan aku, aku pun sekarang berlutut, posisi Doggy Style, dengan penisnya yang sudah siap menghujam-ku kembali,..

Sungguh aku sudah sudah KO dibuatnya,. Aku bukan tandingan Negro seperti dirinya, tenagaku sudah tersedot habis, namun lihat Patrick, tubuhnya memang berkeringat namun belum ada tanda-tanda dia akan segera meledak,..
Tangannya mencengkaram pinggul-ku, sebelum kembali dia mengerjai-ku,..Tubuhku sudah penuh dengan keringat, Patrick menciumi punggungku yang basah itu,.. sesekali menyelosor kedepan, mencium-ku aku hanya pasrah saja,..

Sesekali dia menampar pantat-ku,..
” Come on, Come on.. ” pintanya agar aku ikut bergoyang, namun aku bisa apa, aku benar-benar sudah kecapaian,..

Beberapa menit kemudian tubuh lemah ini kembali bergetar,..Jempolnya yang menyeruak masuk dalam anus-ku, itu hanya mendobol bendungan Organsme yang sudah tak tertahan, ” ahhhhh,… ” Tubuhku mengejang hebat,..

Patrick menarik rambut panjang-ku, tak memberi kesempatan buatku beristirahat, bagaikan seorang kusir yang sedang menunggang kuda, demikian juga Patrick menggenjot-ku, cairan vagina-ku sampai meleleh keluar sesaat setelah organsme itu, nafasku makin habis, rasanya suaraku pun sudah parau, terlalu banyak mendesah,..

Aku sudah benar-benar letih, sementara Patrick masih bersemangat menggenjotku, mungkin 1 kali setelah itu aku kembali berorgnsme, meski tak sedahsyat tadi, aku sudah lelah, hingga akhirnya yang kuinginkan itu datang, kurasakan penisnya yang makin membengkak dalam vagina-ku, berdenyut hebat, sementara Patrick makin kesetanan saja mengenjot-ku, aku sampai berteriak-teriak nikmat dipacu demikian, tubuh lemah ini masih menikmati penis dahsyat itu,..

Akhirnya dicabutnya penis itu, dia langsung mengacungkannya kedepan mulutku, dibuka nya mulutku dengan tangannya, memasukan penisnya dalam mulutku, berdenyut penis itu dalam mulutku, berdenyut hebat sebelum,.. ” AHHhhhhh!!! ” Patrick melolong hebat, bersamaan dengan tumpahnya sperma yang begitu banyak itu dalam mulutku,..

Aku kelabakan menerima semburan dari penisnya itu,..Rasnya aneh asin pekat, jijik sekali, sebagian menyembul langsung masuk dalam tenggrokanku, sementara yang lain meleleh di mulutku dan menyemprot ke dada-ku,..

” Wow, you’re so great,.. ” kata-nya dengan nafas tersenggal,..
Aku hanya tersenyum tak perduli, aku letih dan langsung tertidur kecapaian,..

$$$

Aku binggung harus apa sekarang, Yang kuingat hanya saat para polisi mendobrak masuk menangkap-ku, Patrick, Klaus dan Sandra yang ada di kamar sebelah, aku masih bertelanjang saat itu, dan tiba-tiba mereka menuduhku sebagai anggota penggedar Narkoba, aku tak mengerti,.siapa juga yang menduga kalau kawanan Negro-negro itu adalah para pengedar Narkoba, kulihat Mama, sedang menangis di balik kaca yang membatasi ruang pemeriksaan dan ruang tunggu,..

Entah berapa banyak pertanyaan yang ditanyakan oleh Polisi wanita di depan-ku ini, aku masih binggung aku menjawab semampu-ku pertanyaan-pertanyaan dari polisi itu,..Sampai akhirnya aku digiring keluar dengan dua orang polisi,

Aku malu melihat Mama, melihat Cici-ku yang baru saja datang itu, wajah mereka tampak khawatir, khawatir sekali hingga air mata mereka menetes, aku sempat berbicara dengan mereka sebentar, mengeluarkan semua penyesalan-ku,..

Aku malu dengan Kakak-ku yang bekerja mati-matian, di sebuah perusahaan akuntan publik, meski masih tetap menyelesaikan S!nya di sebuah perguruan tinggi negri, ya untuk membiayai adiknya yang bodoh ini, yang bodoh hingga tak mampu untuk lolos saringan Perguruan Tinggi Negri, ataupun rasa bersalah ku pada Mama yang bekerja membanting tulang, untuk biaya hidup kami,…

Bodohnya aku, Bodoh , bodoh , bodoh,..

Salah-ku, aku telah menTUHAN-kan Uang,..

Bodoh…