about:
Cerita ini mengenai petualangan bajak laut ternama bernama Jack Sparrow yang kesehariannya dilalui dengan berlayar di samudera luas. Tiap episode menyuguhkan sebuah cerita yang lain dari sang kapten bajak laut. Tentu saja karena cerita ini diperuntukkan untuk para mupengers jadi alur ceritanya pun juga disesuaikan dan jangan harap kalian menemukan setting cerita yang sama dengan cerita aslinya. Akhir kata silahkan menikmati dan jika tidak berkenan dengan tulisan yang saya buat (entah karena salah tulis, salah persepsi, analogi keliru, tata bahasa yang salah atau cuman sekedar nggak suka dengan yang nulis) yah…saya mengucapkan beribu-ribu maaf. Kalau ada yang menyukainya ya terima kasih dan kalau ada waktu silakan memberikan comment.

-this is my first adventure –
Begin while I still stood fear in the darkness…slow but sure that the dark itself already eat all of my soul and binding my mercy again those who opposite me…
Im Jack Sparrow, and this is my story….

Jack Sparrow, yah mungkin dikalangan masyarakat luas jarang sekali ada yang mengenal orang ini. Lain halnya jika mereka mendengar nama Kapten Barbarosa, si bajak laut tergarang di Karibia atau Commander Julius Scaletto Smith, kapten dari kapal Interceptor milik kerajaan Inggris yang terkenal akan kecepatannya itu. Tapi jika kita melihat lebih dalam lagi maka kita akan tercengang akan ketenaran nama Jack Sparrow, hanya saja kita harus mencarinya di dalam kegelapan lorong-lorong suram yang penuh dengan kenistaan dan segala macam tingkah kejahatan di sebuah kota bernama Catalunya yang merupakan salah satu kota pelabuhan terbesar di Amerika Selatan.
Jack Sparrow, terkenal akan kelicikannya, sikapnya yang sering angin-anginan (tidak berpendirian) ataupun juga karena keberuntungannya. Dia memiliki 2 alat khusus yang ajaib dan diidam-idamkan puluhan bahkan ribuan bajak laut lainnya. Pertama adalah kompas yang bisa menunjukkan arah lokasi yang diinginkan oleh Jack Sparrow dimanapun dia berada. Kedua adalah sebuah peta yang menunjukkan lokasi-lokasi eksotis dan tempat penyimpanan benda-benda paling beharga di dunia.
Setelah Jack dikhianati oleh Barbarosa yang membawa lari kapal Black Pearl dan meninggalkan Jack bersama dengan Smith dipelabuhan, Jack memutuskan untuk mencari lokasi harta berikutnya yaitu Air Mancur Keabadian.
“Tuan Smith! Apakah kau sudah merekrut awak kapal yang baru?” Jack Sparrow nampak seperti biasanya, kumal dan berantakan. Sambil keluar dari kamar tidurnya disebuah motel murahan lalu duduk dengan posisi seenaknya dan seperti biasa dia memain-mainkan kompas ajaibnya.
Smith duduk didepan Jack , “Jangan khawatir kapten. Semua sudah disiapkan. Ada 14 awak kapal yang mau bergabung dan dibayar belakangan…dan seperti biasa nanti kita akan melarikan diri saat semua pekerjaan sudah usai. Hehehe…” Nampaknya Smith ini tidak kalah curangnya dengan Jack. Mendengar jawaban itu Jack puas dan tersenyum lalu dengan logatnya yang khas dia berdiri dan melangkah keluar dari motel diikuti oleh Smith. “Sekarang tinggal mencari kapalku yang baru. Ayo tuan Smith!” lalu mereka berdua menghilang dalam kerumunan orang malam itu.
Sesampainya mereka disebuah rumah didekat dermaga Jack berhenti, “Aku akan mengambil kapalku tuan Smtih. Tunggu disini!” kata Jack sambil melangkah memasuki rumah didepannya. Smith menyela, “Bukankah Black Pearl sudah hilang?” tanyanya lugu kepada Jack.
Jack hanya geleng-geleng dan dengan sedikit berlagak dia menjawab, “Aku akan mengambil kapalku yang baru Tuan Smith. Diamlah dan lihatlah bagaimana ahlinya bekerja!” lalu sebelum Smith menjawab, Jack sudah menghilang dibalik pintu rumah itu.
Didalam rumah nampak sepi. Akhirnya terlihat juga seorang gadis muda berambut pirang sedang membuat adonan untuk roti didapur rumah itu. “Malam bidadariku.” Jack menutup mata gadis itu dari belakang dan bukannya berteriak tapi gadis itu malah tersenyum dan membalikkan mukanya dengan manisnya, “Kau terlambat Jacky…” katanya sambil tersenyum manja.
Jack lalu mengajaknya keruangan atas dilantai dua,”Kue bisa menunggu kapanpun sayangku.” Jack lalu membopong tubuh gadis ini kelantai dua rumah itu.
Gadis cantik itu setengah memberontak, “Jacky…nanti jika ayahku kembali kita bisa kena masalah. Turunkan aku sayangku.” Namun tak digubris oleh Jack dan akhirnya mereka masuk kedalam kamar tidur.
“Jack! Kau gila, ini kamar tidur orang tuaku.” Kata gadis pirang itu setengah membentak. “Maaf…namun kecantikanmu membuatku kehilangan akal sayangku, Celine.” Sahut Jack sambil membaringkan gadis bernama Celine itu keatas tempat tidur.
Celine memang cukup cantik, diusianya yang ke-18 nampak terlihat jiwa pemberontaknya dan sifat petualangannya, itu terbukti dengan cara dia menjalin hubungan diam-diam dengan Jack Sparrow selama kurang lebih 2 bulan terakhir ini. Berambut pirang dengan tinggi kurang lebih 178 cm dan dengan tubuh yang padat berisi ini membuat pakaian dari bahan satin yang dia kenakan malam ini menampakkan tonjolan-tonjolan keseksian lekuk tubuhnya.
Celine tertawa kecil, “Kau benar-benar nakal Jacky…” lalu mereka berpagutan dan dengan posisi ditindih oleh tubuh Jack, Celine membuka baju Jack Sparrow satu persatu. Jack juga tak ketinggalan, dia nampaknya sudah ahli dalam melucuti pakaian perempuan (mungkin karena jam terbangnya yang tinggi) hingga Celine tidak sadar kalau dirinya sedang ditelanjangi. Saat gadis itu sadar, sudah tak ada lagi benang sehelaipun yang menutupi tubuhnya. “Jacky…kau benar-benar nakal…hihihi…” Rajuk Celine kepada pria pujaannya itu.
Entah sudah berapa lama mereka berpagutan dan saling meremas dengan kondisi telanjang bulat, Jack lalu memelorotkan celana dalamnya dan terlihat batang kemaluannya sudah menegang dan berliur menginginkan sensasi tersendiri.
Celine tahu benar tentang itu dan sembari mulutnya memagut mulut Jack, kedua tangannya bergerilya di penis bangkok sang pria sambil mengocoknya pelan-pelan. Merasa kalah agresif, Jack lalu meremas-remas payudara gadis ini dan memilin-milin puting susunya dengan lembut hingga Celine mendesah-desah keenakan. “Argh…Jacky..terusshh…” rintihnya disela-sela ciuman dahsyatnya bersama Jack.
Perlahan Jack Sparrow mulai mengarahkan batang penisnya yang bangkok itu kebibir vagina Celine. Gadis ini nampak sudah tidak sabar, dara ini lalu berinisiatif untuk mengarahkan sendiri penis pasangannya tersebut kebibir kemaluannya yang sudah merah merekah seolah minta untuk dikerjai.
“Akhh…Jacky…akhhh.” Celine melenguh pelan ketika batang kemaluan Jack Sparrow amblas masuk kedalam vaginanya secara perlahan. Penis besar milik Jack membuat bibir vagina Celine seolah terbelah tak kuasa menahan desakan batang kemaluan yang cukup besar itu. “Jacky…ayo..Jacky …hancurkan vaginaku sayang, biarkan penismu pengobrak-abrik kemaluanku Jacky sayang…lebih cepat sayang…!” Seru Celine dan diikuti dengan pompaan yang lebih cepat oleh Jack Sparrow.
Walaupun Celine masih tergolong muda tetapi dia seolah sudah kecanduan dalam hal seks. Terlihat bagaimana dia menjadi buas ketika bermain cinta dengan Jack yang usianya jauh lebih tua darinya. Seolah kurang puas dengan sodokan brutal Jack, Celine ikut menggoyang-goyangkan pahanya hingga sekarang didalam vagina gadis cantik ini terdapat dua jenis gerakan yaitu maju mundurnya penis Jack dan goyangan memutar vagina Celine. Dengan gaya seerotis ini membuat Celine tak kuasa menahan puncak gairahnya hingga pada akhirnya dia menumpahkan seluruh kekeluan dalam tiap relung darangnya dan seluruh sumbatan nafsu yang terpendam dalam dirinya keluar bersama dengan orgasmenya yang hebat. Celine mengejang kuat dan tangannya mencengkeram bahu Jack Sparrow hingga terlihat seperti mencakar. “Jacky…aku keluar….akhhh.”
Jack Sparrow sendiri mempercepat sodokan penisnya hingga dalam selang beberapa detik setelah orgasme hebat Celine, pria ini mencapai orgasme juga. Batang kemaluannya ditarik keluar dan saat itu juga tersemburlah cairan putih kental dari ujung kemaluannya menyembur membasahi perut dan payudara mulus dari Celine. “Akh…Celine…” desah Jack lalu ambruk disebelah Celine yang masih menikmati sisa-sisa orgasmenya.
Pandangan Jack tertuju kepada sebuah meja kecil terletak didekat tempat tidur tempat mereka bercinta. “Celine, meja itu kelihatannya barang kuno.” Kata Jack kepada Celine.
Celine tersenyum kepada Jack lalu berbalik dan mengenakan selimutnya, “Itu meja kesayangan ayahku, dia menyimpan seluruh barang-barang kesayangannya didalam laci meja itu. Jack, aku menyukaimu. Tinggallah disini, nanti akan kuperkenalkan kau kepada ayahku sebagai calon suamiku.” Kata Celine lalu kemudian tertidur.
“Tuan Smith. Lama menunggu?” Jack muncul dari balik bangunan tua didekat pelabuhan. Smith mendongak lalu memandang Jack
“Apakah sudah puas kapten?” Smith mendekati Jack yang sedang memandang sebuah kapal yang ukurannya agak besar. “Kalau kau sudah puas, sekarang mungkin sudah ada waktu bagimu untuk mencari kapal kapten.” Lanjut Smith kali ini ada nada jengkel didalamnya, mungkin karena Jack terlalu mementingkan perempuan daripada dirinya.
Jack tertawa singkat, “Tak pernah berubah tuan Smith. Kau tak pernah berubah.” Kata Jack lagi, lalu dia mengeluarkan sebuah kunci besar. Itu adalah kunci anjungan kapal untuk membuka kunci dan menggerakkan roda kemudi. “Aku puas karena berhasil mendapatkan kapal untuk kita tuan Smith. Sekarang kita ke utara. Siapkan seluruh awak kapal! Aku ingin kapal ini siap dalam setengah jam, mulai dari sekarang…” lanjut Jack Sparrow sambil memandangi arloji miliknya.
Smith berubah dari jengkel menjadi berbinar bahagia. “Tentu kapten, apapun yang kau perintahkan kapten. Semuanya…siapkan kapal!!!” seru Smith kepada ke 14 anak buah kapal yang baru saja dia rekrut. Akhirnya malam itu dua jam sebelum matahari terbit, Jack Sparrow bersama awak kapalnya berangkat ke utara…kesebuah pulau yang hanya bisa diketahui oleh Jack Sparrow seorang.
Jack berdiri dianjungan dibelakang kemudi sembari menyarungkan kembali teropong yang baru saja dia curi dari laci meja ayah Celine, tentu saja bersama dengan kunci kapal miliknya. “Celine sayang, seandainya ayahmu bukan seorang pedagang antar benua, mungkin aku tak bisa menikmati malam bersamamu. Terima kasih untuk ayahmu atas kapal ini…Sekarang biarkan aku melihat horizon yang baru di pagi hari. Sampai nanti sayangku Celine…”