Diary seorang Remaja 7

Anyssaku Telah Berubah

Sudah 2 minggu setelah kejadian pesta seks dengan Dhea dan kawan-kawannya, aku belum pergi ke kost Anyssa pacarku. Kami hanya sering bertemu di kampus saja atau di mall saat aku sedang jalan-jalan bersama teman-temanku. Suatu sore aku berencana untuk pergi ke kost Ani dengan berbekal tas ransel karena aku memang berniat menginap disana sambil mencari kehangatan darinya.
Alangkah terkejutnya aku ketika waktu aku kesana aku tidak menemukan Ani yang kata seorang teman kostnya dia sudah pergi sejak 2 jam lalu bersama 5 orang muda mudi yang dikenalnya saat ikut kepanitiaan seminar. Mereka menaiki mobil dan berencana pergi keobyek wisata didataran tinggi sambil menyewa villa
Dengan kesal aku kembali dan saat itu juga terlintas untuk menyusul pacarku tersebut untuk mencari tahu sedang apa dia disana. Yang mengherankan sepertinya nasib sedang berpihak kepadaku karena belum sepuluh menit aku keluar dari kost pacarku itu aku bertemu dengan Iqbal temanku saat aku maen game online (kami sering bertemu di warnet) yang kebetulan akan pergi ke daerah yang dituju oleh pacarku dan kawan-kawannya itu. Iqbal ini walaupun nggak alim-alim amat tetapi dia juga nggak nakal-nakal banget jika dilihat dari kacamataku, setidaknya lebih nakal aku dibanding dia. Iqbal mempunyai villa di dekat obyek wisata tersebut dan sering disewakannya. Kali ini dia ingin memakainya untuk berkumpul dengan teman-teman eks SMU nya yang ternyata pacarnya juga terdapat dikelompok tersebut. Dia menawarkan untuk mengantarku.


Sekitar satu setengah jam perjalanan akhirnya kami berdua sampai di villa milik Iqbal tapi nampaknya belum ada teman-temannya yang datang lalu aku mohon diri untuk berjalan-jalan padahal aku ingin mencari lokasi pacarku saat itu. Satu-satunya petunjukku hanyalah mobil Panther warna hitam dengan modifikasi cat corak biru putih di bagian depannya. Lagi-lagi nasib memang berpihak padaku karena hanya membutuhkan waktu sekitar 20 menitan untuk mencari keberadaan mobil tersebut.
Mobil tersebut berada dipekarangan sebuah villa yang berbatasan dengan warung-warung kecil yang sedang tutup dan berpagar rendah. Aku dengan mudah meloncatinya dari samping karena takut ketahuan. Saat aku melongok kedalam kulihat ada 6 orang sedang bersenda gurau sambil menonton vcd. Tepat disampingku ada sebuah tangga yang mungkin digunakan oleh penjaga villa untuk memperbaiki bagian atap, lalu aku panjat dan mulai aku masuk dari bagian atap dan merayap di internit bangunan tersebut yang untungnya cukup kuat untuk menahan bebanku. Sekarang aku melihat apa yang sedang mereka tonton yaitu sebuah blue film dengan alur cerita agak lucu. Diselingi dengan suara desahan-desahan dan tusukan-tusukan kelamin pemain prianya kearah vagina sang dara.
Terlihat ke 6 orang tersebut berpasangan satu dengan yang lain, nampaknya pria ini adalah selingkuhan Ani pacarku. Aku sempat mendengar waktu pacarku memanggilnya dengan sebutan Kurnia. Sesekali mereka berpelukan dengan pasangan masing-masing, bahkan Kurnia berani curi-curi kesempatan untuk menciumi bibir Ani dan tangannya yang tadi disandarkan dibahu Ani mulai turun dan menyusup di sela-sela kaus yang dipakai pacarku itu dengan meremas-remas tentu saja.
Entah sudah berapa lama aku terdiam disitu, akhiirnya keenam itu mulai berganti posisi masing-masing dan satu demi satu pergi kekamar dengan pasangannya masing-masing terkecuali sepasang muda-mudi yang setelah kuamati dengan jelas adalah Salsa, teman pacarku selama bekerja part time dibagian tata usaha di kampusnya yang juga merupakan adik angkatan Ani. Cukup terkejut juga aku karena yang mencumbu gadis itu bukanlah kekasihnya yang setahuku sudah ditunangkan dengannya oleh kedua orang tua mereka masing-masing. Kekasihnya sendiri seorang pegawai negeri berumur 31 tahun itu tandanya jauh lebih tua dari Salsa yang masih berumur 20 tahun. Kulihat disana Salsa dengan pasangannya yang aku tidak mengenalnya itu sedang asik-asiknya bercumbu disebuah sofa yang dari tadi digunakan untuk menonton blue film yang kemudian mereka beringsut keatas karpet lebar yang tepat terletak didepan sofa tersebut.
Tubuh Salsa dibaringkan telentang oleh pasangannya (yang dikemudian hari aku baru tahu kalau namanya adalah Decky Irdian). Mereka berpelukan, saling meremas dan mencium. Salsa yang waktu itu sedang menggunakan celana kulot warna hitam selutut nampak sudah mengangkangkan pahanya sehingga mudah bagi jari-jari nakal Decky untuk mengelus-elusnya walaupun dari luar. Sementara itu baju atasannya menggunakan tank top mini warna putih yang didobeli dengan kaus lengan panjang warna merah bergaris hitam yang berbelahan dada sangat rendah, nampaknya pakaian itu memang sudah satu pasangan. Memang diantara teman-temannya, Salsa adalah yang paling modis sedangkan untuk yang paling kuper adalah..tebak saja, yup, pacarku Ani.
Dimulai dari remas-remasan yang menggelora kemudian tangan Decky mulai melucuti seluruh pakaian Salsa hingga dia tinggal menggunakan celana dalam warna krem saja. “Say jangan disini! Nanti ketahuan yang lain khan nggak enak.” Salsa mencoba mengambil pakaiannya yang terlempar setelah dilucuti oleh Decky namun pria tersebut menolaknya dan mencengkeram erat kedua tangan Salsa. “Santai saja sayang, nggak bakal ada yang keluar kamar kok. Mereka paling juga sedang asyik kenthu (*******- red;bahasa jawa) ma pasangannya masing-masing. Santai wis lah.” Katanya sambil kembali menciumi leher dan bibir Salsa lalu dengan cekatan dia menarik kebawah celana dalam Salsa hingga lepas total. Remasan-remasan tangan Decky semakin bervariasi saja dan bukan di payudara gadis itu saja melainkan juga dibongkahan pantat Salsa. Diperlakukan seperti itupun akhirnya Salsa mau tak mau menikmatinya juga kemudian mulai keluarlah desahan-desahan yang disertai jeritan kecil menahan rasa nikmat ketika puting susunya digigit-gigit kecil oleh Decky. Lelaki ini menciumi Salsa mulai dari bibir turun ke leher yang kemudian menjelajahi seluruh bagian dan lekuk tubuh gadis mungil ini. Buah dada Salsa yang berukuran 34B itu pun dibuatnya mengeras dan putingnya mencuat seolah-olah meminta lebih. Tubuh putihnya kini telah bergumul dengan tubuh seorang pria seliungkuhannya.
“Sayang…ackhhh…jangan disini…nanti..ackhhh…nanti mbak Ani liat..ackchh” desahan maupun rintihan sudah tidak dapat dibedakan lagi. Bagi Salsa, saat itu adalah saat yang harus dinikmati oleh nafsu sepenuhnya. Setiap kali Decky memainkan lidahnya di area sensitif milik Salsa, gadis ini langsung menggelinjang dan mendesah yang semakin lama semakin keras saja volumenya. “Mendesahlah sayangku, nggak bakal ada yang dengar. Warung-warung disekitar sini sudah tutup dan hanya buka dipagi hari. Aman kok sayang.” kata Decky sambil tersenyum yang kemudian dengan rakusnya dia mulai menjilati dan menusuk-nusuk bibir vagina Salsa yang berbulu jarang dan lembut itu dengan lidahnya. “Panjang juga lidah kadal satu ini.” Pikirku dalam hati.
“Akhh…jangan disi…tu…say…aku…akhhh…udah dong…ehhh.” Salsa semakin tidak dapat menguasai dirinya lagi. Walaupun tingginya hanya seukuran tinggi pacarku tetapi harus aku akui kalau tubuhnya memang molek dan seksi menggemaskan apalagi saat dia menggelinjang kegelian tiap kali lidah Decky menusuk vaginanya. “Say, gantian dong.” Decky berhenti ketika tubuh Salsa sudah mulai lemas dan liang senggamanya sudah basah kuyup dengan cairan cinta bercampur air ludah Decky. Lelaki ini lalu membuka pakaiannya hingga bugil. Terlihat penisnya sudah mengacung keras, sepertinya sejak tadi sudah menunggu untuk mendapatkan servis. Salsa mengerti apa yang diinginkan Decky, dia lalu menyambar batang kejantanan pemuda itu lalu dijilatinya penis yang bewarna coklat muda itu dengan sesekali lidahnya bermain diujung kemaluan Decky. Tak berapa lama kemudian, Salsa membuka mulutnya dan dengan lihainya gadis tersebut melakukan oral seks terhadap penis Decky. “Terus sayang…ahhh…” ucap Decky sambil meremas-remas payudara Salsa yang menggelantung kebawah karena gadis tersebut tengkurap saat melakukan oral dan Decky yang terlentang dengan mudahnya meremas-remas payudara gadis ini dan menusuk-nusukkan kedua jari tangannya kebibir vagina sang gadis.
Sesekali jemari lentik Salsa mengusap kantung zakar milik Decky dengan lembut dan meremas-remas lemah bahkan tak jarang pula jari tengahnya berputar-putar disekitar daerah anus Decky dengan sesekali menusuk-nusukkan kearah dalamnya. Decky benar-benar dibuat merem-melek dengan perlakuan Salsa yang spesial tersebut. Harus kuakui bahwa soal melakukan oral seks, Salsa jauh lebih lihai dibandingkan kekasihku. Dalam hitungan detik saja batang kejantanan Decky sudah basah oleh air liur Salsa bercampur dengan cairan yang keluar dari penis pemuda tersebut.
“Sayang, aku udah nggak tahan nih. Masukin kontolmu please.” Salsa duduk dan langsung menciumi bibir Decky dengan liarnya sementara Decky sendiri langsung membalikkan tubuh Salsa dan menindihnya. Dibukanya paha gadis manis ini dan terlihatlah sebuah liang senggama yang tadinya pernah dia jilati dan tusuk-tusuk dengan lidahnya. Tampak vagina itu sudah memerah dan sangatlah basah. Lalu sembari mengarahkan penisnya yang sudah sedari tadi mengacung keras, Decky menciumi payudara gadis cantik ini. “Sayang…aughhh…say…cepetan..” Salsa nampaknya sudah mencapai titik puncak gairahnya.
Dari atas aku dapat melihat batang kejantanan Decky yang sedikit demi sedikit membelah bibir vagina Salsa dan kemudian pelan tapi pasti masuk kedalam liang senggama gadis tersebut. Dan akhirnya, “Blesshh…!!!” amblas semua penis tersebut kedalam liang kewanitaan Salsa. Diiringi dengan menggelinjannya Salsa, Decky menyodok-nyodokkan penisnya dengan perlahan dan disaat Decky mempercepat laju pompaan penisnya, Salsa mencengkeram bahu Decky dan kedua kakinya merangkul paha lelaki tersebut sambil memejamkan matanya. “Erghhh…Decky..sayang…achhh.” gadis ini mendesah sejadi-jadinya. Nampaknya Salsa sudah mencapai orgasmenya yang pertama.
Decky lalu mencium dalam-dalam bibir Salsa dan melanjutkan pompaannya, kali ini dengan tempo yang jauh lebih cepat. “Ohhh…say, memekmu sempit sekali…enak…” Decky meracau tidak karuan sambil kembali memompa liang kewanitaan Salsa dengan cepat. Gadis cantik itu sudah lemas jadi hanya bisa mendesah ringan sambil sesekali tangannya mencengkeram lengan Decky. Disaat aku sedang asyiknya menonton peragaan blue film secara live show, tiba-tiba keluar perkataan dari mulut Salsa yang menyadarkanku. “Sayang, mbak Ani pasti sedang digarap oleh mas Kurnia yah.” Sembari tertawa kecil Decky kembali menyodokkan dalam-dalam penisnya keliang vagina gadis ini, “Ah, akhirnya kesampaian juga Kurnia ******* ma cewek itu. Sejak kenalan 4 bulan yang lalu dia sudah ngincar tuh cewek. Katanya alim tapi kok menggairahkan, hahahah…”
“Sialan!” umpatku dalam hati. Sadar bahwa diruangan sebelah terdapat tontonan serupa dengan pemain yang kukenal baik yaitu pacarku sendiri, maka aku beringsut dari tempat aku mengintip tadi dan merangkak pelan-pelan di internit atap dan tak lama kemudian aku segera melihat pemandangan yang sangat hot.
Aku dapat melihat dengan jelas dari lubang kecil di internit bahwa disana kekasihku sedang berciuman dengan Kurnia. Anyssa bergumul dengan pemuda tersebut tanpa sehelai benangpun yang menempel ditubuh mereka. Kurnia sendiri menyibukkan dirinya dengan meremas-remas payudara Anyssa dan bongkahan pantat pacarku yang memang cukup seksi dan putih tersebut. Setelah keduanya berhenti berciuman dan posisi Kurnia tidak lagi menindih Anyssa baru aku tahu kalau ternyata batang kemaluan Kurnia telah melesak masuk kedalam liang kewanitaan pacarku. Terlihat jelas liang vagina Anyssa yang bewarna putih kemerahan itu telah tertembus penis Kurnia yang coklat kehitaman. Tak lama kemudian Kurnia mulai memompa pelan penisnya diliang vagina Anyssa sembari kembali melakukan remasan-remasan di kedua payudara Anyssa ang nampak sudah mulai memerah. Kedua tungkai kaki Anyssa diletakkan oleh Kurnia diatas bahunya lalu kembali dia menindih Anyssa dan langsung melakukan sodokan tunggal dengan cepat dan dalam. Penetrasinya kali ini membuat Anyssa terkejut, “Achh..pelan-pelan say! Erghh…empfff…” belum sampai Ani berbicara lagi, mulutnya sudah disumpal oleh ciuman Kurnia. Kali ini bisa terlihat proses persenggamaan yang tadi halus sekarang berubah menjadi sedikit brutal. Nampak disitu Kurnia sudah lebih mirip memperkosa kekasihku dari pada bercinta.
“Ohhh..memekmu putih dan sempit yah Nis. Kontolku jadi kayak diremas-remas gini, enak banget Nis.” Kurnia menggoda Anyssa sembari sesekali melepaskan batang kejantanannya dari vagina Anyssa lalu mengosok-gosokkan di bibir vagina Anyssa yang sudah basah kuyup itu dan terlihat klitorisnya ikut bergesekan dengan penis Kurnia. “Akhhh…sayang…jangan..gituin aku! Aku nggak tahan…sayangggg…” Anyssa tampak memgigit bibir bawahnya dan kedua tungkai kakinya seolah berontak dan tangannya meremas sprei yang sudah acak-acakkan tersebut. Aku paham betul itu tandanya Anyssa sedang mncapai orgasmenya, walaupun kali ini dengan gesekan pada klitorisnya dan posisi penis lawan mainya sedang ada diluar. Sebuah sensasi baru baginya, pikirku.
Kurnia hanya tersenyum melihat Anyssa telah mencapai klimaksnya, lalu dia kembali menyodokkan batang penisnya yang berurat itu melesak masuk kembali kedalam vagina pacarku. “Ternyata alim diluar tapi kalo didalam kamar kamu benar-benar sensual Nis.” Kurnia menggoda kekasihku dan saat Anyssa yang sudah lemas itu akan protes, Kurnia langsung menyodokkan penisnya dengan cepat dan sedalam-dalamnya sehingga protespun tak jadi dan yang keluar hanyalah desahan nikmat bercampur rasa sakit dari mulut Anyssa. “Akhhh…jahat kamu Kur, ackkhhh…kontolmu brutal banget sih. Vaginaku isa rusak ntar…akhhh…” Anyssa mendesah lagi dengan sisa tenaganya.
Kurnia membalik tubuh Anyssa sehingga menjadi gaya doggy style dan kali ini dengan kecepatan tinggi pula dia memompa laing senggama kekasihku tersebut. “Santai aja Nis. Memek punyamu legit kok, walau udah dicobain ****** puluhan orang juga ga bakalan kadaluarsa…heheheh..” oloknya lagi. Saat melihat pemandangan mesum didepanku itu aku menjadi marah namun terdapat rasa senang dan aku menemukan sensasi tersendiri saat melihat vagina Anyssa digarap habis-habisan oleh Kurnia. Penisku yang tadi sudah mulai lemas telah kembali tegak berdiri melihat pertunjukan persenggamaan antara pacarku dengan selingkuhannya itu.
“Nis, aku mau keluar nih. Keluarin didalam yah?” pinta Kurnia pada Anyssa. Pacarku langsung membelalak, “Jangan…aku lagi subur, ntar hamil.” Tapi nampaknya sudah telambat karena tepat dengan berakhirnya kata-kata Anyssa, Kurnia merangkul Anyssa dari belakang dalam posisi doggy style dan nampak pinggulnya mengejang setelah menyodok dengan kerasnya, pemuda itu telah mencapai orgasmenya. “Sayang…”Anyssa tak sanggup lagi melanjutkan kata-katanya dan ambruk bersamaan dengan tubuh Kurnia yang menindih punggunnya. Sembari melakukan sodokan-sodokan kecil, Kurnia perlahan mencabut penisnya dari vagina Anyssa dan selang beberapa saat ketika Anyssa mulai telentang, terlihat cairan putih kental yang sangat banyak mulai mengalir sedikit demi sedikit dari dalam vaginanya mengalir keluar dan membasahi sprei warna putih tersebut. Nampaknya saat Kurnia berejakulasi didalam rahim Anyssa, spermanya cukup banyak sampai-sampai liang vagina pacarku itu tidak kuasa menampung semuanya. “Gimana sayang? Puas khan ******* ma aku?” Kurnia tersenyum dan mencium bibir Anyssa. Keduanya lalu rebah bersama dan saling memeluk.
Aku beranjak dari tempat itu, walaupun sempat terpeleset dan membuat sedikit bunyi gaduh namun baik Kurnia mapun Anyssa menganggap bahwa yang diatas internit hanyalah tikus, aman. Diruangan lain aku melihat sepasang muda-mudi yang lain yang cukup kukenal juga, yaitu Nora Indriati yang merupakan keponakan dari salah satu dekan di universitas tempat Ani dan Salsa kuliah. Wow, nampaknya kedua orang ini tak kalah serunya. Aku sempat melihat babak terakhir persetubuhan mereka dimana Nora dengan posisi woman on top sedang menunggangi tubuh pacarnya yang sedang terlentang. Goyangan demi goyangan pinggul Nora menciptakan suara kecipak basah yang terdengan seperti suara tepuk tangan pelan. Namun sayang, 2 menit kemudian sang pria sudah mencapai kepuasan dan menyemburkan air maninya kedalam vagina Nora. Nampaknya Nora yang saat itu belum mencapai klimaknya hanya bisa bersungut-sungut ketika melihat penis pacarnya sudah mengecil lemas. Aku menahan tawa geliku saat melihat Nora beranjak pergi sambil membenahi pakaiannya karena sebal dengan stamina cowoknya, sementara itu sang pria sendiri masih lemas tak berdaya.
Karena Nora nongkrong diluar villa dan tepat dijalan masukku ke atap maka aku urungkan niatku yang akan pergi keluar sore itu. Aku kembali menyusuri kolong atap dan menemukan ruangan semacam dapur dan kulihat Kurnia dan Salsa disitu. Yang menarik perhatianku adalah Kurnia sedang telanjang bulat sementara Salsa hanya menutupi tubuhnya dengan handuk kecil. “Gimana acara mesumnya? Pasti mbak Ani kamu buat klepek-klepek.” Salsa menyidir Kurnia dan dengan santainya hanya dijawab dengan senyuman oleh Kurnia.

Salsa kembali merajuk, “Cerita dong, ngapain aja didalam. Emang kamu serius ma mbak Ani?” Salsa kembali bertanya. Sambil mematikan rokoknya, Kurnia menjawab, “Kalo aku sendiri sih cuman pengin ngentotin dia aja. Sejak pertama kali ketemu 4 bulan yang lalu dan punya angan-angan buat make love ma dia. Soalnya bocahnya keliatan alim, tapi ternyata hot juga di ranjang. Disuruh ngulum kontolkupun juga mau kok. Kalo dia mau jalan ma aku secara backstreet-an aku mau-mau aja, itung-itung bisa ngewe gratis. Tapi kalo dia nggak mau juga nggak apa-apa, toh udah dapet barusan. Pokoknya malam ini mau kubuat Anyssa klepek-klepek sampai nggak bisa jalan lurus lagi besoknya.” Kurnia tertawa-tawa yang diikuti dengan tawa Salsa. Saat itulah handuk Salsa melorot, gadis itu mencoba untuk menangkap handuknya yang jatuh namun apa daya, buah dadanya sudah terpampang jelas didepan Kurnia. Tak berapa lama kemudian, terlihat batang kemaluan Kurnia sudah kembali mengeras dan mengacung. Salsa terpekik kaget, namun belum sempat dia bicara mulutnya sudah keburu dicium oleh Kurnia dan payudaranyapun sudah dalam genggaman tangan Kurnia. Hilang sudah handuknya yang tadi dia gunakan untuk menutupi auratnya.
“You harus tanggung jawab nih. Memek kamu satu-satunya penyelesaian. Aku garap ya Sa?” kata Kurnia tapi sat Salsa akan menolakpun juga sudah tidak mungkin karena diapun sudah bernafsu karena sejak tadi sudah melihat penis Kurnia. Dibalikkannya tubuh Salsa hingga membelakangi tubuh Kurnia. Dibuatnya Ani menghadap kearah meja makan dan condong kedepan sementara dari belakang Kurnia membuat kedua kaki Salsa menjadi mengangkang lalu dengan sigap dia memasukkan penisnya kedalam vagina Salsa menerobos bibir kewanitaan gaids itu. “Kurnia! Apa-apaan sih! Ntar Decky tau bisa bahaya…Kur, ini aku…temenmu.

Bukannya kamu sudah punya mbak Ani buat penyaluran.” Namun perkataan Salsa tidak digubris dan bahkan pompaan ****** Kurnia diliang vagina Salsa semakin cepat dan menjadi-jadi. Sambil meremas-remas kedua payudara gadis ini yang menggantung bebas, dia menciumi punggung Salsa. “Akhhh…Sa, aku keluar nih.”

Lalu tubuh Kurnia menegang dan menyemprotkan sisa sperma yang tadi belum sempat keluar saat bersenggama dengan Ani, kedalam vagina Salsa. Tak lama kemudian Decky datang dan menemukan Salsa sedang telanjang bulat begitupun dengan Kurnia, sementara dari selangkangan Salsa terlihat cairan putih kental dan bisa dipastikan oleh Decky bahwa sperma itu bukan miliknya karena Salsa sudah mandi barusan. Lalu dimulailah pertengkaran antar Decky dengan Kurnia. Hal tersebut membuat heboh seisi villa dan ini kesempatan buatku untuk kabur. Nora sudah masuk kedalam untuk melihat apa yang sedang terjadi dan pintu keluarpun terpampang jelas.
Aku lalu kembali ke Jogja bersama kenangan bahwa Anyssa ternyata sudah tidak seperti dulu lagi yang polos, Anyssa sudah berubah menjadi gadis yang liar dan berani berselingkuh dibelakangku. Setidaknya aku tidak pulang dengan tangan kosong karena aku membawa rekaman didalam kamera digital 12 mega pixel yang kemana-mana selalu kubawa dan terbukti bermanfaat. Inilah senjataku untuk mengendalikan gadis-gadis itu nantinya.