Menjadi Kamerawan Semalam

Masih ingat dengan Sammy? Yup, teman lamaku yang berpacaran dengan gadis bernama Riska dan kami pernah melakukan swinger berempat. Kali ini dia datang lagi ke kost ku tetapi sendirian. Awalnya dia hanya mengajakku nongkrong di kafe dekat kampus sembari ngobrol ringan tetapi setelah berlama-lama dia akhirnya mengutarakan maksudnya menemuiku.
Ternyata dia ingin aku merekam dan mengabadikan adegan percintaannya dengan Riska. Yang lebih gilanya lagi dia ingin melakukannya dengan tambahan satu perempuan lagi. “Terus gua dapat apaan?” tanyaku bercanda kepadanya. Dan jawabannya ternyata membuatku tambah semangat lagi, “Aku kasih tubuh Riska deh buat kamu semalam. Tapi hutangku waktu itu dianggap lunas yah, hehehe.” Sammy ternyata punya akal-akalan bulus terhadap pacarnya dan kepadaku. Dia pernah meminjam uang sebesar 500ribu rupiah kepadaku untuk melunasi uang kuliahnya dan akupun tak segan untuk memberikannya karena dia sudah kuanggap seperti saudara sendiri lagipula juga sering aku minta tolong padanya jadi uang itu sebenarnya sudah aku hibahkan kepadanya dan bukan pinjaman tetapi nampaknya dia menganggapnya lain, yah tak apalah…toh aku gak rugi.
Sorenya aku dijemput oleh Sammy, ternyata Riska sudah menunggu dirumahnya di Magelang yang letaknya agak jauh juga dari kota tempatku tinggal. Riska ini anak orang kaya sehinga dia diberikan rumah sendiri di Magelang sementara orang tuanya berumah di kota Demak dan Semarang. Rumah yang tingkat dua ini bagian bawahnya biasa digunakan sebagai toko elektronik dan sebenarnya rumah ini jarang ditempati oleh Riska karena gadis ini kuliah di semarang sehingga di menempati salah satu rumah orang tuanya. Adapun toko tersebut sedang tutup sekarang karena hari minggu.
Sebelum aku dan Sammy kerumah Riska, kami terlebih dulu pergi menjemput seseorang di Jogja yang ternyata gadis yang akan ditiduri Sammy nanti bersama Riska. Gadis ini bernama Evita Ratnasari yang biasa dipanggil Ratna, ternyata dia adalah gadis yang sering jadi bookingan ayah dari Riska dan Riska juga tahu hal itu makanya ini menjadi semacam balas dendam sang anak. Ratna ini cukup cantik walaupun tidak secantik Riska tetapi bodynya tinggi dan sangat aduhai, mirip peragawati. Saat aku tanya berapa ongkosnya, tebak saja sekali kencan 1 juta rupiah namun bagi Riska yang membayar, duit segitu dianggapnya kecil asalkan dapat membalas kelakuan ayahnya.
Akhirnya tiba juga kami di Magelang ditempat dimana Riska sudah menunggu kami. Di lantai dua aku masuk kedalam ruangan dimana Riska sudah menyiapkan segalanya. Ruangan besar dengan dikelilingi dinding warna kuning redup sementara atapnya separuh terbuat dari mika transparan yang dapat ditembus sinar matahari namun sangat kokoh. Terdapat dua kasur springbed tipis yang lebar diletakkan di lantai berkarpet. “Nah kalau begini khan tidak takut tentang pencahayaan lagi khan.” Kata Riska sambil menyalakan lampu neon kabut yang biasa digunakan untuk kemping digunung yang diambil dari tokonya.
Dengan tiga buah neon terang ditiap sudut ruangan membuat ruangan tersebut menjadi terang benderang. Sammy datang dan memeluk Riska lalu menciuminya dengan cukup bernafsu. Riska lalu berusaha melepaskan dirinya dari cengkeraman Sammy, “Ini khan belum saatnya mulai, kasihan Adi tuh. Apa dia nggak kepingin ntar heheheh… Suruh onani dulu aja biar nanti bisa menahan libidonya pas kita action.” Katanya kepada Sammy. Sammy hanya tertawa dan mengiyakan.
“Sialan. Aku gak perlu pake gituan juga dapat menahan diri kok. Atau sini aku pelampiasannya kekamu aja Ris.” Balasku kepada mereka. “Wah nggak bisa dong, ntar dia lemas duluan. Bagian kamu ntar aja kalo udah jadi filmnya, OK.” Sammy mencegahku.
Riska lalu berganti pakaian dan kembali lagi dengan mengenakan daster warna silver satin yang tipis menerawang dan terlihat dari luar kalau dia tidak memakai bra. Sementara itu Ratna memakai tanktop dengan rok mini warna merah tua. Akhirnya adegan pertama dimulai ketika Sammy menciumi Riska dan Ratna bergantian. Satu demi satu pakaian Sammy dan Ratna dipreteli hingga mereka bugil total. Sementara itu Riska memelorotkan celana dalamnya tapi masih menggunakan daster silvernya. Terlihat payudara Ratna yang ranum itu sudah mencuat seolah menantang untuk diperlakukan lebih. Memang buah dada Ratna berbentuk lancip tapi besar ini benar-benar seksi jadi wajar saja kalau ayah Riska tergila-gila dengan gadis ini.
Sambil mengarahkan handycam, aku mengintari ruang itu sehingga mendapatkan sudut pandang yang pas. Ratna terlihat sedang menjilati dan menciumi penis Sammy yang hitam itu sementara Riska berciuman dengan Sammy. Kemudian Sammy berbaring terlentang lalu Riska mengangkangi wajah Sammy dan terkuaklah liang vagina gadis yang pernah kutiduri dulu itu, Sammy pun menjilati dan menusuk-nusuk liang kewanitaan Riska dengan lidahnya yang besar itu. Riska mendesah keras sementara Ratna masih menciumi seluruh badan Sammy yang kemudian berciuman dengan Riska dengan panasnya. Lidah kedua gadis ini bertautan dan walau Riska masih canggung tapi Ratna nampak tak masalah bahkan sudah ahli dibidang ciuman ala lesbi ini.
Hanya selang beberapa menit kemudian ciuman kedua dara ini berganti kearah penis Sammy yang dari tadi sudah mengacung keras. Dengan separuh berebut kedua gadis ini memamerkan kelebihannya masing-masing dalam melakukan oral seks kepada Sammy. “Wah, kasihan Sammy kalau kalian kerjain berdua begini. Bisa-bisa dia kena serangan jantung dadakan…hahaha..” Kataku kepada kedua gadis ini namun Ratna dan Riska hanya tertawa saja, sementara Riska malah menjadi-jadi menggoyangkan pangkal pahanya. Cairan kewanitaan mulai keluar dari vagina Riska sementara vagina Ratna masih belum sebasah Riska. Ratna lalu memintaku untuk memberikan lotion kedalam vaginanya untuk memudahkan penetrasi nantinya. Dengan tangankulah lotion tersebut memasuki liang vagina gadis ini. “Akhhh….terus Di..akhh..tahu gini gak perlu pake lotion, tinggal pake jari kamu juga sudah cukup sayang…” Ratna mulai terangsang hebat setelah aku iseng menstimuli liang kewanitaanya ketika aku memberikan lotion.
Sammy lalu mengubah posisinya dan sekarang dia membaringkan kedua gadis ini terlentang saling bersampingan berjajar. Riska disebelah kiri sedangkan Ratna disebelah kanan. Penetrasi pertama dilakukan kearah vagina Riska. Aku dapat melihat dengan jelas saat bibir putih vagina Riska mulai terbelah disaat batang kemaluan Sammy memasukinya. Batang kejantanan warna gelap itu langsung mengobrak-abrik vagina Riska dengan sodokan-sodokannya yang semakin lama semakin cepat saja. Sementara itu tangannya dengan terampil menstimuli payudara Riska dan Ratna. Ratna sendiri ikut berciuman dengan Sammy sembari tangannya melakukan mansturbasi. Selang sekitar 10 menit kemudian, Sammy berganti menyetubuhi Ratna dan dilakukannya dengan gencar. Sodokan demi sodokan terlihat seperti Sammy sedang kesetanan saja.
Dan ketika aku masih terhanyut dengan pemandangan hot didepanku, tiba-tiba Riska datang (aku tidak sadar kalau dia tadi sempat beranjak pergi dari kasur) dan mengikat kedua tangan Ratna dengan salah satu jeruji jendela antar ruang yang terbuat dari besi. Ratna terkejut karena hal ini tidak dalam rencana mereka.
“Apa-apaan nih? Gua dibayar bukan untuk beginian. Lepasin!” Ratna mulai berang dan terganggu namun Sammy malah memaksanya berposisi menungganginya diatas dengan tangan terikat menjulur keatas karena tali ikatan tersebut diperpendek oleh Riska. “Ini karena kamu udah berani jadi pengganggu rumah tangga ortu ku. Sekarang mending jangan berontak atau teriak. Ini lantai dua dan tertutup rapat semua dindingnya sementara sekeliling sini cuman ada toko-toko yang bangunannya cuman setingkat dan pada tutup karena minggu jadi tidak bakal ada yang dengar kamu teriak. Sekarang kamu ikutin aja apa kataku.” Riska balas membentak dan kali ini Ratnapun ciut, apalagi setelah berkali-kali teriakannya seolah membentur dinding.
Sekarang aku mengerti tujuan dari kedua orang ini membawa Ratna turut serta. Ternyata Ratna bukan sekedar wanita panggilan ayah Riska namun sudah menjadi kekasih gelapnya. Bahkan dari ayah Riska, Ratna sudah dapat sebuah rumah tipe 45 di Jogja dan sebuah mobil Panther warna biru tua.
Sammy sekarang dari bawah memaksakan pinggul Ratna untuk bergoyang-goyang dalam posisi Woman on Top dengan kadang disertai sodokan kasar di liang kewanitaan gadis ini. Perkataan maaf dan penuh iba seolah meminta pengampunan tidak digubris oleh Riska. Dia bahkan membawa cambuk sekarang. Mulai dari detik ini semua tidak lagi seerotis yang kubayangkan. Ternyata Riska mempunyai dendam yang sangat besar kepada Ratna yang dianggapnya sebagai biang kerusakan rumah tangga orang tuanya.
Terus terang saja aku sendiri bukan seorang penggemar sadomachosism (seks dengan kekerasan) tetapi saat aku melihat posisi Ratna yang ditunggangi Sammy dengan gaya doggy style dengan buah dada yang bergelayutan dan tiap kali disodok oleh Sammy bergoyang-goyang, lama-lama membuatku menjadi turn on juga. Cambukan demi cambukan yang dilakukan oleh Riska mebuat bekas kemerahan di punggung dan pantat Ratna. Setelah puas dengan doggy style sekarang Sammy berbalik memposisikan dirinya dibawah dan menggunakan gaya women on top. Sementara itu Riska menggunakan dildo kecil menyodokkannya kedalam liang anus Ratna hingga gadis ini menjerit kesakitan. Namun apa daya jeritannya malah membuat kedua sejoli ini tambah bersemangat untuk mengerjai gadis ini.
Sekitar 15 menitan Sammy bertahan dengan posisi tersebut sebelum akhirnya dia mencapai klimaksnya dengan mencengkeram bongkahan pantat Ratna yang sudah membilur akibat cambukan dari Riska. Dari handy-cam aku dapat melihat jelas tetesan sperma mengalir deras ketika Sammy mencabut batang kemaluannya dari liang kewanitaan Ratna. Ratna yang sudah lemas dan nyaris pingsan itu tiba-tiba terbelalak dan mengejang. Ternyata Riska sedang memasukkan dildo ukuran sedang kedalam vagina Ratna dan bukan hanya satu saja melainkan 3 buah dildo ukuran sedang dimasukkannya satu demi satu.
“Kalau udah gini, aku jamin kalau memek kamu nggak bakal bisa muasin cowok manapun karena udah longgar. Nih lagi biar tau rasa kamu!” Riska dengan senyuman bengisnya memasukkan dildo keempat diiringi dengan teriakan Ratna kemudian dia lemas tak berdaya. Keempat dildo dengan putaran vibrator tersebut lalu dihidupkan sehingga mengeluarkan gerakan menusuk-nusuk dan berputar, hal tersebut membuat vagina Ratna memerah dan terlihat sangat penuh.
“Arghhh…ampun…akhhh…” Ratna mengerang lirih namun tak dipedulikan oleh Riska, bahkan Sammy lalu mencabut dildo yang sebelumnya masih terpasang di anus Ratna dan dengan memakai kondom berpelumas Sammy menyodomi Ratna dengan sangat liar. Penis hitam Sammy yang panjang itu sekarang mengobrak-abrik liang anus Ratna tanpa ampun walaupun Ratna mengemis-emis pengampunan dan berjanji akan menjauhi ayah Riska.
Tak selang lama setelah Ratna dikerjai dengan cara seekstrim ini kembali Sammy mencapai orgasmenya dan kali ini dia muntahkan cairan spermanya keatas punggung Ratna. Berikutnya keempat dildo bergetar tersebut dikeluarkan dari dalam vagina Ratna oleh Riska dan terpampang jelas liang kewanitaan gadis ini sudah memerah dan terbuka lebar menganga ditambah lagi cairan kewanitaannya yang meluber deras. Aku menjadi berpikir apakah liang senggama Ratna tidak rusak setelah dimasuki beban begitu besar. Bahkan aku dapat melihat gelambir vaginanya yang tadinya terlihat seksi dan tipis sekarang sudah mencuat keluar dan tampak lebar saja seperti milik pemain blue film barat yang sering aku tonton. Walaupun tidak sampai mengeluarkan darah tetapi bliur-bliur bekas cambukan Riska terlihat memerah dan semu biru. Peluh Ratna membasahi kasur tempat dia tergolek lemah dan diiringi tangisan yang sudah mulai memudar karena sudah terlalu lama dia menangis.
Riska kembali datang dan memotret Ratna dalam kondisi tak berdaya tersebut dan tentu saja bugil total, “Sekarang aku mau tau apakah masih ada cowok yang mau maen sama kamu abis ini. Kalau sampai kamu nggak minggat dari kehidupan papaku, aku bakal sebarin seluruh fotomu pas ngentotan ma cowokku dan sekalian videonya juga.” Dan nampaknya dengan ancaman tersebut cukup ampuh bagi Ratna untuk tidak kembali menggoda ayah Riska walaupun sampai sekarangpun Ratna masih menjadi cewek panggilan namun tak pernah dia berani menampakkan batang hidungnya didepan Riska maupun keluarganya lagi.
Hari berikutnya aku kembali bertemu dengan Ratna, “Nah sekarang khan tugasku dah selesai. Kata Sammy ntar aku boleh minta jatah kekamu sebagai kompensasi jadi kamerawan yang kemarin..hehehehehe…” candaku padanya dengan harapan keinginanku tercapai. Riska hanya tersenyum, “Malam ini aku tunggu kamu diruko milikku yah, jangan telat.”
“Tapi nggak pake cambuk-cambukkan khan?” tanyaku bercanda dan Riska hanya tersenyum lalu mendekatkan bibirnya ditelingaku sambil berbisik, “Itu tergantung dengan kemampuan penismu memuaskan aku ntar malam.” Lalu Riska pun berlalu. Dan benar saja malam itu aku mendapatkan servis istimewa dimana Riska menari striptease didepanku sambil memberikan pelayanan hands free. Kami bercinta 4 kali malam itu hingga nyaris pagi datang. Saat sebelum aku pulang ke Jogja, Riska menciumku dan berkata, “Jangan beritahu Sammy tentang malam ini!”
Ternyata Riska tidak pernah memberitahu Sammy mengenai perjanjianku dengannya dan Sammy sendiri sebenarnya tidak rela kalau kekasihnya ditiduri olehku dan berniat membatalkan janjinya memberikan Riska untukku semalaman dan berniat untuk menggantinya dengan hal yang lain.

Gairah Piala Dunia

Masih ingat ketika Jepang dan Korea menjadi tuan rumah piala dunia tahun 2002? Banyak orang bahkan yang sebelumnya bukan pecinta bola ikut-ikutan nimbrung nonton babak demi babak. Tak terlewat pula pasar taruhan menjadi semakin marak karena event akbar ini. Di kost ku ada juga maniak-maniak bola namun untuk taruhan hanya Jo yang bisa dibilang kelas kakap. Dalam sehari dia bisa menghabiskan satu hingga dua juta rupiah hanya untuk taruhan bola dan walapun dia sering menang namun karena tiap kali dia kalah selalu dalam nominal yang sangat besar maka tak jarang pada akhirnya dia hanya mengecap kerugian yang lumayan besar namun selalu dia tutupi dengan bualannya bahwa dia telah sering menang, tapi aku pribadi tahu kalau Jo hanya menang dalam nominal kecil jika dibandig dengan kekalahannya.
Tiba saat pertarungan antar tiap kesebelasan antar regu yang survive dan saat itu pula bursa taruhan lebih membengkak lagi orderannya dan kembali lagi Jo memasang taruhan dan kali ini dia memasang Italy untuk peluang masuk di semi final. Berhubung jenis taruhannya adalah taruhan jangka panjang (tidak terpancang dalam satu permainan saja) maka butuh waktu untuk mengetahui keempat tim yang lolos nantinya. Persentase taruhannya pun tak kalah gila yaitu 1:3 dan Jo memasang tak tanggung-tanggung langsung 30 juta rupiah dengan keyakinan nantinya dia bakalan mendapatkan setidaknya 90 juta rupiah jika tebakannya benar. Saat sehari sebelum pertandingan antara Korea Selatan dengan Italy, Jo menantangku untuk bertaruh.
“Gue yakin kalau Italy ntar yang bakalan juara dunia. Yah gue she cuman mau melengkapi kemenangan gue dengan menag taruhan ma kalian-kalian yang ada disini. Gimana kalau kalian taruhan ma gue, gue jagoin Italy bakalan libas Korsel. Berani kaga?” tantang Jo seperti biasa penuh dengan kesombongan. Eko salah satu teman kostku meradang juga mendengar tingkah Jo dan menyanggupi taruhannya. Tapi tak aku sangka ternyata Jo benar-benar serius akan hal ini dan menantang Eko untuk taruhan sebesar 10 15 juta rupiah. Aku tahu benar kalau Eko tidak mungkin mnyanggupinya karena dia sendiri hidup dari keluarga pas-pasan dan dia kuliah di universitas negeri yang biayanya ringan. Sementara teman-teman kost ku yang lain juga tidak punya uang sebanyak itu walaupun dalam hati mereka ingin memberikan Jo pelajaran.
Salah seorang temanku lalu menghampiriku, dia bernama Ronnie Sulistyo seorang pemuda asal Temanggung. “Di, gimana kalau kita patungan. Aku ada duit 5 jutaan di tabungan tapi kamu tambahin yah biar pas 15 juta. Aku pengin banget memberi tuh bocah sombong pelajaran.” Aku hanya nyengir saja mendengar rencana Ronnie tapi setelah aku katakan bahwa secara kualitas Italy merupakan jagoan di pasar taruhan dan Ronnie terdiam membisu. Lalu aku berkata, “OK lah. 15 juta, nanti aku jual motorku untuk menambahin supaya duitnya pas.” Sebenarnya aku takut juga karena uang sebesar itu bukanlah jumlah yang kecil bagiku.
“Bos. Kalau dengan kamu she, gue gak tega. You are my best friend anyway…tapi kalo you insist yah kaga ape-ape..heheheh..” Jo kembali ngegombal seperti biasanya. “Kemaren adik pacarmu datang kemari ngembalikin novel katanya, cantik juga yah dia. Gimana kalau taruhannya diganti dengan adik pacarmu aja…khan sayang 15 juta. Dia belum punya pacar khan…? Ntar gue jadiin pacar kedua gue deh, dijamin hidupnya bakalan enak….Jo gitu lho…hehehehe” lanjutnya.
Ronnie dan Eko tambah jengkel dibuat oleh sikap Jo yang ngelunjak ini namun karena alasan ekonomi pulalah mereka tidak dapat berbuat apapun karena bagaimanapun juga Jo sudah sering mentraktir mereka kalau kiriman dari kampung belum datang. Aku tersenyum saja dan menambahi perkataannya tadi, “Boleh. Tapi aku juga mau kencan ma cewek kamu si Zara itu. Lagipula Lina anaknya masih imut dan polos belum tahu soal pacaran sama sekali, masih SMU pula. Kalau cuman ditukar dengan duit 15 juta msaih kurang lah. Nanti kalau kamu menang aku bakalan ngasih bantuan buat deketin dia. berani nggak loe?” kataku pada Jo yang langsung terdiam begitu aku memberikan usulan. Bukan hanya Jo melainkan ketiga temanku yang saat itu ikut nongkrong bersama juga kaget dengan kenekatanku. Kembali aku berkata memanasi Jo, “Tapi kalo kamu kagak berani aku juga ga maksa kok. Lagipula nyali orang khan beda-beda.” Dan umpanpun termakan. Jo dengan lantang menyanggupinya bahkan dia mengatakan bukan hanya Zara dan duit 15 juta yang akan dia pertaruhkan tetapi juga PC (Personal Computer) yang baru saja dia beli (btw, saat itu dia barusan membeli Radeon 9500se yang masih baru dipasaran). Dengan disaksikan oleh ketiga teman kost yang lain kami membuat perjanjian.
Akhirnya hari berikutnya pada malam hari tiba juga acara yang ditunggu. Pertarungan antara kedua kesebelasan yang kami jagokan masing-masing. Dan ternyata Italy kalah 1-0 oleh Korea Selatan dan seketika itu pula Jo lemas tak berdaya. Seolah tak percaya bahwa Korsel dapat menumbangkan kesebelasan favorite nya. Well, itu tak jadi soal karena bola memang bundar dan semua bisa terjadi dalam sepak bola.
Perjanjian tetap perjanjian dan sesuai dengan yang direncanakan, malam berikutnya setelah aku menelpon Zara untuk datang ke kost kami, Eko dan Ronnie mengajak Jo untuk menenggak minuman keras. Aku membelikan minuman tersebut dari 15 juta yang kumenangkan dari Jo dan aku juga telah membagi uang keketiga teman kostku yang menjadi saksi perjanjian kami waktu itu masing-masing sebesar 2 juta rupiah dengan catatan mereka menahan Jo dengan minuman tersebut di serambi belakang.
Begitu Zara datang tepat pada saat Jo sedang tinggi-tingginya (mabuk berat). Aku langsung mempersilahkan dia masuk kedalam kamar Jo yang letaknya dekat dengan taman diserambi depan (kamar paling mahal di kost-kostan kami karena paling luas dan dekat taman). “Lho. Jo mana?” tanya Zara padaku.
“Ah..dia malah minum-minum dibelakang dengan teman-teman. Tadi aku bilang kalau kamu datang…eh dia malah bilang kalau nggak peduli dan mentraktir temen-temen minum-minum. Tuh ada dibelakang.” Kataku memprovokasi dan umpan termakan. Zara menghambur keluar dan keteras belakang dan dia menemukan Jo bersama tiga teman kost lainnya sedang menenggak minuman keras. Sesekali Jo mengoceh walaupun akhirnya dia menengok dan melihat Zara didekatnya. Jo berusaha untuk mengembalikan kesadaran dirinya namun terhalang oleh Ronnie yang kembali menyodorkan segelas wiskey kemulut Jo. Zara lalu kembali kekamar Jo dan mulai menangis. “Aku nggak nyangka kalau Jo ternyata seperti ini.” Katanya lemah.
Aku menyibakkan rambutnya dan membelainya pelan, lalu Zara menatapku tajam. Tak aku sia siakan momment ini dan aku mendaratkan kecupan bibirku kebibirnya. Zara nampak memberontak namun hanya beberapa saat saja karena selanjutnya dia terbuai dengan permainan mulutku dan stimuli dari kedua tanganku yang berada ditengkuk dan punggung gadis cantik ini yang saat itu memakai tank top warna hitam dengan jaket warna putih. Aku melepaskan jaketnya dan kembali menciumi dara cantik ini, kali ini bukan hanya dibibir melainkan juga dileher dan merembet ke telinga. Sesekali kusapukan lidahku dan kuberikan kecupan dilehernya. Kali ini Zara mulai membalas ciumanku dan permainan lidahpun tak terelakkan lagi. Entah sudah berapa lama kami berciuman hingga akhirnya Zara sudah rebah di kasur dengan kondisi tinggal menggunakan bra dan celana dalam warna hitam tipis. Aku sendiri tinggal menggunakan boxer.
Sesembari menciumi leher gadis ini aku meremas payudaranya yang masih bersembunyi dibalik bra warna hitam miliknya. Zara menggelinjang tiap kali ciumanku mengarah kepayudara miliknya. Kedua pahanya yang dari tadi menutup sedikit-demi sedikit mulai terbuka dan jemarikupun sigap memelorotkan celana dalamnya itu sehingga aku dapat melihat vagina sang gadis yang aduhai ini. Bibir vagina yang kecil sekarang terlihat jelas dibandingkan saat aku melihat dia dicumbu di karaoke room oleh Jo.
“Akhh…mas…jangan…udahan aja yah…ntar Jo liatin kita.” Katanya lirih namun tak kugubris lagi. Entah sudah berapa kali dia memohon untuk menyudahi permainan ini namun kandas juga oleh ciumanku di payudaranya yang sekarang sudah separuh terbuka. Sedotan bibirku dan permainan lidahku di puting susunya membuat Zara menjadi berhenti memohon dan mengganti permohonannya dengan yang lain. “Mas Adi…liatin punya mas Adi dong yang gede itu.” Katanya sambil menggerayangi boxer yang kupakai saat itu. Aku sadar akan keinginan dara cantik ini dan kucopot boxerku hingga dia dapat melihat batang kemaluanku yang sudah mengeras sedari tadi.
Setelah puas aku menjelajahi payudara gadis cantik ini dan bibirnya aku mengarahkan kepala Zara pelan-pelan kearah penisku yang sudah ereksi. Zara tahu benar apa mauku dan dia membuka mulutnya dan mulai untuk melakukan oral seks terhadap batang penisku. “Slurpp…clap….slurpp…mcahh…emmhh” suara kecipak air liur bercampur dengan cairan pelumas dari batang kemaluanku berpadu dengan erangan ringan Zara. Kali ini dengan posisi 69 aku mulai menjilati vagina Zara yang ternyata wangi juga. Sesekali Zara merintih kesakitan ketika lidahku dengan nakalnya menusuk kedalam vagina gadis ini. Memang benar Zara masih perawan.
Puas dengan oral seks, aku membalikkan tubuhnya menjadi terlentang dan kedua tungkai kakinya aku tumpangkan di bahuku. “Mas Adi…Zara takut mas..” rengeknya padaku namun wajahnya langsung pucat pasi ketika ujung kemaluanku berhasil membelah bibir luar vaginanya. “Arghh…sakittt….masss..”kali ini Zara setengah teriak dan langsung aku bungkam dengan kecupan dibibirnya.
“Ssstt…nanti kalau kamu teriak semua orang bakalan kemari.” Kataku dan Zara pun menahan dirinya mati-matian untuk tidak teriak lagi. Setiap kali aku menusukkan penisku kedalam liang senggama Zara yang sangat sempit itu, gadis ini seolah mencakar punggungku menahan sakit diselangkangannya. “Sabar yah sayang.” Ucapku menghibur dia dan…bleshhh. Dalam satu hentakan kuat akhirnya batang kemaluanku dapat sempurna memasuki liang vagina gadis cantik ini. Erangan Zara memenuhi ruangan.kamar Jo. Sekarang aku melihat kalau batang kemaluanku sudah seluruhnya tertanam kedalam liang kemaluan Zara. Bibir vagina Zara memerah bahkan kulit putih sekitar vagina sang dara ini ikut memerah dan terlihat cairan merah darah mengalir dari kemaluan gadis ini walaupun hanya sedikit.
Setelah aku mendiamkan penisku sebentar, aku lalu mulai melakukan gerakan menyodok dan memutar dalam vagina gadis cantik ini. Zara mendesah-desah tiap kali aku melakukan sodokan kedalam vaginanya dan semakin lama rintihan rasa sakit yang dia lontarkanpun semakin berkurang hingga akhirnya hilang sama sekali berganti dengan erangan rasa kenikmatan. “Akhh…lagi …terus…akhh..” Zara yang dari luar terlihat imut itu sekarang menjadi demikian binalnya diatas ranjang. Seiring dengan sodokan penisku kedalam vagina gadis cantik ini terlihat kalau darah keperawanan Zara semakin banyak saja membasahi sprei kasur Jo.
Sambil berciuman aku menekan paha Zara sehingga penisku dapat lebih dalam melakukan penetrasinya dan Zara pun mengimbanginya dengan meremas pantatku dengan sesekali memainkan buah pelir milikku dari belakang. “Akhh…mas..Adi. Panas…akhh..” Zara mencengkeram pantatku dan kedua tungkai kakinya yang aku sandarkan dibahuku pun menegang. Kepalanya mendongak dan tubuhnya menggelinjang keras, dari hal ini aku sudah tahu kalau Zara mencapai orgasme pertamanya. Untuk ukuran gadis yang baru saja diperawani, Zara cukup cepat mencapai orgasmenya yaitu hanya bertahan 10 menit setelah kehilangan keperawanannya.padahal biasanya gadis yang baru saja diperawani susah menikmati rasa bercinta apalagi sampai orgasme dalam waktu singkat.
Aku berikan waktu kepada Zara untuk menikmati orgasmenya kemudian aku buat dia dalam posisi merangkak dan aku tunggangi dia dengan gaya doggy style. Kali ini Zara sudah terlihat lemas dan hanya sesekali saja mengikuti goyanganku. Aku tahu kalau Zara sudah letih, aku mempercepat pompaanku dan selang 5 menit kemudian sembari mencengkeram kedua payudara Zara dari belakang aku melakukan sodokan keras kevagina gadis ini dan keluarlah cairan sperma yang begitu banyak. Merasakan liang kewanitaan Zara yang begitu sempit membuatku lupa diri dan menyemprotkan air maniku didalam vaginanya dan membasahi dinding rahimnya.
Kupikir Zara akan marah karena takut hamil ternyata dia hanya diam saja bahkan membalas ciumanku setelah aku mencabut penisku. Setelah kami merapikan diri, aku mengantarnya kembali ke kost nya dan aku sempat bertemu dengan Anggie yang senyum-senyum kepada kami berdua, aku yakin dia pasti menduga-duga apa saja yang barusan kami lakukan apalagi dari cara dia melihat langkah kaki Zara yang tidak seperti biasanya, agak mengangkang.
Pagi harinya Jo mengetahui kalau Zara sudah kutiduri dan itu semua akibat mulut besarnya sendiri. Bukan hanya kehilangan uang 65 juta dan PC melainkan keperawanan pacarnya yang sudah dia pacari sejak lamapun hilang. Selang seminggu kemudian Jo pindah dari kost kami diam-diam, mungkin karena malu. Akhirnya kost kamipun kehilangan seorang borju yang besar mulut, tapi tak apalah…jadi lebih adem sekarang..hehehe.

Fact: Zara sekarang sudah bertunangan dengan seorang pengusaha mebel dari Ambarawa namun sampai sekarang dia masih sering bercinta denganku tiap bulannya.