Telurrebus Creative

Proudly Present :

Erotic Novel

Chads ©2008

Before my enlightment

While I was still only an unelightment

I too, being myself subject to

Birth, ageing, sickness, death, sorrow, and defilement,

I sought what was also subject to these things.

Then I considered thus :

“ Why, being myself subject to

Birth, ageing, sickness, death, sorrow, and defilement,

Do I seek what is also subject to these?

Having understood the danger in them,

I sought the unborn, unageing, and undefiled

Supreme security from

Bondage “

Fore a word :

Cerita ini bisa dibilang karya seumur hidup saya, begitu banyak perjalanan yang ditempuh dari seorang remaja usia 19 tahunan sampai sekarang berusia 21 tahun, dari seorang Mahasiswa yang gemar membaca cerita porno di Internet sejak usia 16 tahun sampai bertemu dengan sebuah forum ( DS ) saat gak sengaja mau mengerjakan tugas kuliah di warnet berhubung computer di rumah rusak,.

Thanx buat Joss dan para moderator di Forum tersebut yang sudah bersibuk ria menyediakan sebuah forum komunitas dewasa terbesar di Indonesia, pikir-pikir nama

Dari seorang pembaca hingga mulai berani menulis,..

Terima kasih yang sebesar-besarnya untuk Shusaku orang pertama yang mengajak saya bertemu dengan komunitas, ( dulu jaman-nya milis KBB ) belajar banyak di sini, ada Sulupot, Michael Yin dan lain-nya, yang selalu memberikan masukan-masukan buat saya,.. Hmm masih ingat wejangan yang selalu terngiang di kepala saya

“ Fokus Cerita , Jangan terlupakan “

Seperti menemukan oase saat kalimat itu saya baca, luarbiasa perhatian para sesepuh yang begitu baik hati terus memberikan dorongan, motivasi dan masukan untuk saya terus-terus berkarya, dan benar-benar membuat saya merasa ini rumah saya, bisa berkenalan dengan penulis-penulis besar macam Pujangga Binal, Naga_langit, Harry Poter,..dan yang lainnya,.. Ya serasa punya 2 rumah sekarang, rumah pertama waktu saya lahir ( DS forum ) , yang kedua rumah selama saya belajar ( KBB milist ), ada Dian_Kanon yang selalu kasih semangat dan motivasi ke saya, saudara seangkatan yang sekarang dah terkenal banget dan cerita-nya mantap abis,. Huff so Great..

Kemudian lahir rumah ketiga saya, Blog ini, yang juga kemudian memunculkan nama besar lain, Dina_nakal,siapa lagi ya, Raito, Yohana, Holic.luar biasa banyak pembaca yang memberikan masukan, dan orang yang selalu kasih masukan positive dan dukungan ke saya,..

Sampai kemudian coba iseng-iseng bikin rumah sendiri, disini Telurrebus.wordpress.com ampe bisa kenalan sama De_squall, Petra_Gbrl,.. wew rasanya seru juga, dan akhir kata dengan bantuan semua pihak dan L3v14th4n this my greatest epic that I can make,..

Thanx, buat semua pembaca yang lain juga, dan semua yang udah pernah kasih masukan buat saya, sory kalo gak kesebut,.. BTW Thanx atas atensinya,..

I’m not good, but I practiced to be better

Hope U can like it

Disclaimer :

Dalam cerita ini terkandung segala hal yang berhubungan dengan hubungan seksual, Pemerkosaan, Perselingkuhan, Gang Bang, Anal, Romantic, GangBang, Lesbian,..

Bagi yang belum cukup umur disarankan untuk tidak melanjutkan membaca cerita ini, semua hal yang terjadi akibat membaca ini berada diluar tanggung jawab penulis,..

Dan bagi yang merasa telah cukup umur dan siap bertanggung jawab dengan konsekuensi yang bisa saja terjadi akibat membaca cerita ini, silahkan melanjutkan, dan semoga bisa menikmati apa yang disuguhkan dalam cerita ini,..

Regards,

Hopefully you like it,,,

Chads

N.B.

Cerita ini super panjang, saya gak terlalu mengharapkan komentar, semoga ada yang bersedia dan sabar dalam membaca, unsur Drama lebih ditekankan dalam cerita ini, sebagai sarana pembelajaran, sebuah reaksi postmodernisme dimana Porno gak selamanya berarti negative,..

Terus terang emank berusaha lebih keras dalam menjalin ceritanya,.. jadi ya maklum-maklum aja ya kalo kurang HOT,. Jangan ditimpukin bata,.hehehe..

Cuma seseorang yang berusah menulis tentang,.. Harga diri,,. Kehormatan, Kesombongan, Degradasi social dan Rasa Tidak Puas,..

( Bah so iye amat gue,.. he he he )

#####

The Fore Story :

Campus Desperado : Toloong !!

Tell me about

the beginning of suffering :

Will

“ Yakin nich liburan ini gak pulang “ Kalimat itu terlontar dari mulut seorang pemuda Blasteran yang sedang mengunci pintu kamar-nya di depan-ku, kami berdiri di depan pintu kamar-nya,.. Ia tampak begitu sibuk dengan koper-koper bawaan-nya, 2-3 koper yang dibawanya, ditambah lagi sebuah tas gendong berukuran sedang yang berada dipundaknya,..

“ Gak dech, gue tanggung mau pulang juga,.. Cuma berapa hari, kan ada semester extension “ aku menjawab, mungkin wajah-ku masih terlihat mengantuk,,..

“ Sepi loh Vel kost, semua pulang kan,.. Cuma ada berapa orang disini,.. “ kembali Ryan mengingatkan,.

“ Iya, gak papa koq, masih ada Cindy juga kan di Kost, gak papa lah,.. Tenang aja,.. “

“ Yakin ?? “ Tanya-nya lagi sambil menyodorkan kunci kamar-nya pada-ku,..

“ Yakin Ryan, tapi jangan lupa titipan gue ya,.. “ Ingat-ku,..

“ Ok, tenang aja, mungkin besok kali ya,.. “ Mengangkati koper didekatnya,..

“ Yawda gapapa tapi jangan lupa ya Ry,.. “ Aku mengangkat satu koper yang agak kecilan membantunya membawa koper-koper itu sampai ke depan Taxi yang dipesannya,..

“ Thanx Vel,.. “ setelah aku menyerahkan kopernya yang tadi kubawa,..

“ Sama-sama, jangan lupa oleh-olehnya ya,.. he he “
” Dasar lu, iya,.. Ati-ati lu sama Cindy ya disini,.. “ Ingatnya dari dalam Taxi,..

“ Iya Ryan, yawda sana Ati-ati juga dijalan ya,.. “ Ingat-ku sambil melambai ke Taxi yang mulai melaju itu,..

Yang tadi itu namanya Ryan, Ryan Calvin Kakak kelas-ku sejak di SMA dulu di Daerah, sampai sekarang tapi dia sudah menyelesaikan kuliahnya 2 tahun yang lalu, sedangkan aku yang memang lebih muda 3 tahun darinya masih begitu sibuk menyelesaikan Tugas-tugas kuliah-ku, Incaran gadis-gadis di sekolah sampai ke Universitas ini, wajah Indo ditambah tinggi yang menunjang dan juga kantong yang lumayan tebal, idaman semua wanita di dunia kan..

Nama ku sendiri Velicia Therin, 20 tahun Mahasiswi semester 6 di perguruan tinggi swasta ini, dan gak salah juga kalau bisa dibilang aku juga suka sama Ryan itu,.. ya gapapa lah, toh dia juga jomblo,.. aku menaiki tangga kembali ke kamar Ryan aku memasuki kamarnya yang berantakan,.. Baju yang berserakan dimana-mana, dan satu-satunya yang selalu ada di tempatnya foto seorang cewek yang bernama Cheryl,..

Tadi udah sempet aku bilang kan, dia Jomblo dan Cheryl ini bukan cewek-nya Ryan, bisa dibilang cinta terpendamnya, Cheryl pacar sahabatnya sendiri, Ray Arthur Richard, biasanya kita orang panggil dia Ray,.. sama dia juga kakak kelas-ku waktu SMA dulu, tapi dia pindah sekeluarga ke Jakarta ini,..

Dari kacamata-ku Ray bukan-lah seseorang lelaki yang lebih baik dari Ryan, tapi memang ada sesuatu yang terjadi diantara mereka berdua dan aku Cuma tau sepintas masalah ini,..

Cheryl ?? Gak cantik juga, cantik sich tapi gak terlalu gimana gitu,.. mungkin lucu ya dengan tubuhnya yang imut-imut dan pipi yang chubby, tapi bukan berarti dia lebih cantik dari aku, toh beberapa mantan-ku pun bilang seperti itu, aku lebih tinggi dari dia, rambut panjang yang kubiarkan terurai, dan aku memang lebih sexy dari Cheryl he he he..

Ah so what ever lah, toh gak ada guna-nya juga cerita begini, aku pun menjatuhkan tubuh-ku diatas SpringBed Ryan, hmm nyaman, aku mencari remote televisi dihadapan-ku, entah terselip kemana sampai aku menemukannya diantara tumpukan buku-buku-nya, aneh koq bisa sampai disitu, jaraknya kan jauh dari ranjang,..

Acara pagi di masa liburan sekarang isinya sama semua film kartun buat anak-anak, malas rasanya menonton acara macam begitu, apalagi angin semilir dari AC kamar Ryan membuat aku mengantuk dan tertidur pulas,..

Entah sudah berapa lama aku tertidur, sampai aku mendengar suara seseorang memanggilku didepan sana,..

“ Veee, Veeeelll “ Panggil suara itu, sayup-sayup kudengar

“ Hah ?? Gue disini, dikamar Ryan Cin,.. “ Pasti Cindy gak ada penghuni lain yang tersisa lagi di sini,..

“ Heh, ngapain lu disitu ?? hehehe “ Tanya-nya,..

“ Ach, bawel aja lu, makan yuk, laper nich gue,.. “ jawab-ku masih berbaring diatas kasur Ryan,,.

“ Iya, gue juga laper, tapi tar lagi dech, mandi dulu yuk,.. ?? mumpung kosong hehehe “ Cindy tersenyum, mengajak-ku kembali melakukan ide gila-nya,..

Dasar gila pikir-ku, aku pun mengganguk setuju, meski masih sedikit mengantuk,..

Perlahan aku bangun dari tempat tidur Ryan, sementara Cindy sudah menunggu didepan kamar,..Duh kuncinya kutaruh dimana lagi,..sementara Cindy menunggu-ku dengan tak sabar dan guratan senyuman nakal diwajahnya,..

“ Tar, gue konci dulu kamarnya,..mana tadi koncinya,..” aku menggerutu smabil mengingat-ingat,..Rasanya tadi kutaruh di,..

Aha itu dia diatas meja, aku pun mengunci kamar Ryan dan mengikuti Veli turun, ke kamar kami di lantai 2, aku masuk ke kamar-ku terlebih dahulu,.. duh lucu ya kamar-ku yang kutempeli banyak gambar spogebob,.. Cindy sendiri ke kamarnya mengambil handuk katanya tadi,..

Aku pun memeriksa air hangat yang sempat mampet kemarin malam, ah hari ini berfungsi normal, saat kurasakan semburan air hangat ke tangan-ku itu, tanpa kusadari Cindy sudah berdiri di dalam kamar-ku, aku melemparkan senyuman nakal padanya, ia perlahan ia mendekat sambil menggantungkan handuk Pooh-nya di dalam kamar mandi-ku,..

Sedikit nakal dia dengan daster tipis yang jelas memamerkan Bra didalam-nya yang tersamar tipis membalut kulit putihnya,..warna biru tua bra-nya tercetak jelas dari balik daster yang dikenakannya itu,..

Ia membelakangi-ku saat kami membuka daster yang kami pakai, berlagak tak sengaja kau mencabut kait bra yang dipakainya membuat sepasang payudaranya menggantung lepas tanpa penyangga,..

Payudara Cindy begitu putih mulus, dengan puting payudara yang mungil tangannya menyilang secara reflek menutupi kedua payudaranya yang menggantung itu,..

“ Kaget.. ?? “ Ejek-ku sambil tertawa,..

Tangan-ku meremas gemas payudara Cindy dari belakang, tubuh Cindy bergetar saat perlahan kumainkan putingnya dengan jepitan jemari-ku,.. Ia menggigil perlahan, aku memeluknya sambil merapatkan dada-ku di punggungnya..

Sesekali aku meniup dan menjulurkan lidah-ku ke telinganya membuat Cindy kian menggelinjang-gelinjang, tiba-tiba ia meraih tangan-ku dan berbalik, tangannya menarik bra-ku tanpa bisa kucegah, membalas dia rupanya,..

“ Awas ya,.. “ Katanya kepada-ku sambil tersenyum manja,..

Aku menatapnya nakal dengan payudara-kuyang kini sama-sama mnggangtung bebas,.. pelahan aku menarik puting Cindy membuat dia mendesis,.. sebelum kemudian membalas menarik putting payudara-ku,..

Air panas yang mengalir membasahi tubuh kami, termasuk celana dalam yang masih kami pakai membuat suasana kian bertambah panas, sesekali dengan sengaja kami menggesekan puting kami, rasanya seperti ada setruman-setruman listrik yang menggundang denyut birahi,..

“ Buka Vell,.. “ bisiknya menunjuk manja ke celana dalam ku yang sudah basah,.. aku pun menuruti kemauan-nya meloloskan celana dalam itu dari selangkangan-ku,.. Cindy terkekeh menatap kemaluan-kuyang mulus tanpa bulu kemaluan,..

“ Diapain Non,.. he he he “ Ia tertawa,..

“ Heh, dasar lu ya, ini juga kan gara-gara lu,.. “ Aku mencubit lengan Cindy,..

“ Ha ha ha, ampun ampun, tubuh Cindy sudah basah oleh air hangat yang mengucur dari kamar mandi-ku,..

“ Buka ah,.. “ Pinta-ku sekarang,

Cindy pun menurunkan celana dalam yang dipakainya,.. segera kutarik shower kamar mandi-ku dan kupasang kencang-kencang yang langsung kuarahkan ke selangkangan Cindy,..

Ia menggeletar-geletar, seperti menikmati serbuan air hangat yang membanjur selangkangan-nya itu, matanya merem melek, sambil perlahan mendesis nikmat, aku tertawa menyaksikan reaksinya,..

Beberapa kali Cindy berusaha merebut Shower itu dari gengaman-ku, namun berulang juga berhasil ku pertahankan,..aku mendekat kebelakangnya dan menggerakan jemariku menjelajahi vagina-nya,.. aku mencari dan meraih bibir vagina-nya itu, perlahan kuselipkan jemari-ku diantara belahan vagina-nya sambil sesekali menurutnya dengan perlahan,..

Aku meraih clitorisnya dan memijit bagian sensitivenya, benar saja Cindy langsung mendesah merasakan sentuhan jemari-ku diselangkangannya, ia menyenderkan tubuh-nya kepada-ku sementara jemari-ku terus memainkan bagian sensitivenya tersebut,.

Semburan air hangat ditambah sentuhan-sentuhan jemari di selangkangannya, membuat Cindy tak bertahan lama,..

“ Oughhh, ehmm.. “ Ia mendesah dalam telinga-ku,..

Aku mencium nakal, melumat bibir Cindy, Cindy membalas ciuman-ku sementara perlahan jemarinya ikut active meremas-remas payudara-nya sendiri, seseklai ia memilin puting payudaranya yang setengah basah, andai ada kamera yang mengabadikan keadaan yang benar-benar erotis ini,..

Cindy melenguh-lenguh hebat, sementara aku ‘membantu-nya’ dengan terus memainkan jemari-ku merangsang kemaluanya, itu, terlebih saat kuselipkan jemari-ku dalam vagina-nya ia mendesis hebat merasakan jemari-ku didalamvagina-nya,..

Hangat, itu yang kurasakan didalam sana,.. perlahan jemari-ku mulai bergerak keluar masuk dalam vagina-nya yang mulai basah, aku terus mencium Cindy sementara ia masih memainkan jemarinya merangsang payudara-nya sendiri,..

Tiba-tiba tubuh Cindy gemetaran, kurasakan perlahan ia mengigil saat cairan hangat menyembur dari dalam selangkangannya itu, ia mendesah hebat ditengah getaran tubuhnya, ia mencapai klimaks yang begitu dahsyat, tubuhnya gemetaran berdiri dalam pelukan-ku,..

Perlahan ia bergerak menuju kloset,.. menutupnya sebelum duduk diatasnya, nafasnya memburu, sebelum akhirnya berkata,..

“ Sialan lu ya, awas nanti gue bales,.. “ Mengancam namun dengan senyuman di wajahnya,..

“ Ah udah ah,.. he he he,.. “ Aku menyemprotkan lagi air hangat kewajahnya, mencairkan suasana,..

Aku berdiri di depan kamar Cindy, menunggunya keluar sebelum aku melangkah masuk karena terlalu lama menunggu, perlahan kuketuk pintu kamarnya yang terkunci,..

“ Dah ?? “ Tanya-ku sambil berjalan masuk ke kamar-nya,..

Cindy mengganguk, aku mengambil dompetnya dari meja belajarnya, biar cepat pikir-ku,perut-ku sudah lapar, namun aku menatap nakal padanya,..

“ Coba gue liat dulu, lu pake celana dalem gak ?? “ aku menyuruhnya membuktikan, kegilaan yang kami rencanakan,..

“ Ah , gue mau liat lue dulu, kan yang punya ide elu.. “ Cindy menyuruhku lebih dahulu,..

“ Iya-iya nich liat dech, gue sich gak akan bohong… “ sambil memelorotkan celana jeans mini-ku,..memperlihatkan daerah kemaluan-ku yang polos tanpa celana dalam,.

“ Nah, mana lu ?? Pa ga berani hah ?? “ aku tertawa menantangnya ..

Cindy tak mau kalah dan membuka celana pendek-nya,.. Aku tau benar sifat Cindy yang gak pernah mau ngalah,..

“ Hehehe, gitu donk , ya udah jalan yuk Cin,.. “ Ajak-ku

Cindy- pun mengunci kamar-ku sambil mengikuti langkah-ku menuruni tangga,..

Singkat kata, setengah jam kami mencari makanan , lebih tepatnya tukang makanan gak ada satu pun tenda ataupun gerobak yang biasanya mangkal di daerah sini, dari ujung sampai ujung, semuanya tutup,..Ampun dech susah banget cari makan lagi libur gini,..Mana sudah jam 3 sore lagi,..perut-ku rasanya makin melilit,.berbunyi gak karuan,..

“ Dah, makan di Ring’s aja yuk.. “ Cindy memberikan satu ide gilanya,..

“ Hah ?? lu yakin ?? “ Aku bertanya-tanya,..

“ Iya, gak ada makanan gini.. “ Jawabnya sambil memegangi perutnya,..

“ Kita kan no Undiess. “ Aku mencoba menyadarkan-nya,.. “ Lu mau bikin orang Mupeng aja ya ?? “ Aku tersenyum..

“ Ok siapa takut,. “ Kayaknya, dia nantangin nich,.., ..
Cindy terdiam sejenak sebelum akhirnya mengganguk,..s ambil tersenyum kecil..

Kami pun berjalan kearah Ring’s, sebuah pusat jajanan, dan makanan yang hanya sekitar 10 menit dari tempat kost kami, sejenak kami berdua menghentikan langkah, tegang rasanya, wajah-ku pasti pucat pasi, seperti wajah Cindy yang pucat tak karuan, aku teringat kalau aku sama sekali tak mengenakan Bra, meski kaus yang kugunakan cukup longgar, tapi aku takut juga kalau sampai ada seseorang yang menyadarinya,..

Perlahan kami memasuki daerah yang padat dengan pencari makanan itu, rasanya mata-mata mereka tertuju pada kami berdua, entah memang seperti itu, atau hanya sebuah perasaan kami saja, yang pasti aku ingin secepatnya duduk, dan duduk di tempat paling pojok,..

“ Vell, dah disitu aja.. “ Cindy menunjuk sebuah tenda makanan Italia, yang agak sepi..

“ Yawda, ayo ayo,.. “ Aku langsung mengiyakan, apalah perut sudah selapar ini makanan apapun pasti terasa nikmat,..

Kami berdua berfikiran sama dan sengaja memilih tempat paling pojok di tenda itu…Memesan makanan Pizza personal, salad, dan sup + 1 pitcher coca-cola,..begitu datang kami langsung menyerbu makanan itu, entah lapar atau kami ingin secepatnya kembali ke kost, daripada tegang gak karuan seperti ini,..

Sekitar 1 jam akhirnya kembali ke kamar kost tercinta,..kami tertawa terbahak-bahak,..

“ Hahaha, gila lu ya.. “ Kujewer kuping Cindy sambil tertawa-tawa,..

“ Lu kali… Weee “ Dia balas mencibir-ku..

“ Dah ah. Gila tegang banget ga mau lagi dech gue kayak gini,.. “

“ Ya iyalah,.. lu kira gue mau,.. “ Sambil merebahkan diri di kasur-ku,..

Aku ikut melompat naik, sambil menarik satu stik PS-ku.

“ Mau maen PS gak ?? “ Ajak-ku,..

“ Yawda maen aja, daripada BT gini,.. “

Akhirnya kami mengisi hari itu dengan bermain PlayStation, game cewek sich,.gak kerasa beberapa jam berlalu, sambil bermain ami menyantap makan malam kami, Spaggheti yang tadi kami bawa pulang,..Untuk satu jam kedepan kami masih bermain berdua sambil ngerumpi dan bicarain tentang cowo-cowo and temen-temen di kampus, tapi lama-lama,, sebelum tanpa sadar aku mulai tertidur,..

Aku terbangun tiba-tiba,.. suara yang membangunkan-ku dengan keras,. Kulihat seseorang berdiri di muka pintu kamar-ku,. Seorang lelaki yang tubuhnya tidak terlalu tinggi, aku menatap ngeri, wajahnya yang tertutup topeng seolah menatap-ku dengan kebuasannya,.. aku terdiam, ingin berteriak namun rasa takut menguasai diri-ku,

“ Gak usah pake teriak !! “ Bentak lelaki bertopeng itu

Aku tak berani berteriak, namun dari arah belakangnya datang 2 orang lelaki lagi, 3 yang satunya adalah Cindy yang tengah menangis ketakutan,.. dalam kebinggungan aku berteriak tanpa sadar,..

“ TOLOOOOOONG !!!! “ Jerit-ku, namun si pendek itu meloncat kearah-ku, tangannya menutup mulut-ku, sedangkan pisau lipat yang digengamnya di arahkan ke leher-ku,..

“ Mau mati lu Hah !!! “ ancamnya

Aku menghentikan teriakan-ku, terkuasai oleh rasa takut yang menguasai diri-ku, orang itu mengikat-ku, sama dengan Cindy yang diikat oleh si jangkung,..

Sementara seseorang yang bertubuh kekar yang terlihat seperti pimpinan mereka itu mengacak-acak lemari-ku, sambil memasukan Ponsel dan barang-barang berharga-ku lainnya dalam tas-nya,.. si jangkung keluar dari kamar-ku, dan kembali dengan membawa barang-barang dari kamar Cindy,..

Semua yang mereka kira berharga dimasukan dalam tas mereka, aku dan Cindy hanya bisa diam, sementara Cindy mulai menangis ketakutan, aku masih berusaha tegar meski makin lama kian ketakutan melihat kebuas-an mereka,..

Puas menguras barang-barang dari kamar kami mereka tampak tersenyum-senyum, ada yang salah dengan tatapan mereka, bagaikan seekor binatang yang melihat mangsanya,..

“ Wah cakep-cakep ya boss,.. “

Si boss hanya menatap kami berdua sesaat,..

“ Mau lu orang ?? “

“ Boleh boss ?? “ tanya si Jangkung,..

“ Pake aja,.. tapi bagi gue satu,.. “ Si Boss terkekeh,..

Ucapan mereka begitu santai, seolah tak memikirkan kami sama sekali, bagaikan kami berdua adalah makanan yang bisa kapan saja mereka bagi,.. Namun aku tak memperdulikan kata-kata mereka, namun ketakutan akan apa yang akan mereka perbuat pada kami berdua,..

Mereka sibuk sendiri, sampai si boss menujuk kearah kami, bukan kea rah cindy sepertinya,.. karena kedua yang lain menuju kearah-ku,.. desir-desir ketakutan membuat-ku tak banyak melakukan perlawana, perlahan keduanya menyeret-ku ke dalam kamar mandi,..

Kedua perampok itu mengangkat tubuh-ku dengan kasar, perlahan mereka menarik-ku, namun cara mereka menarik-ku itu sukup kasar hingga meninggalkan bekas merah di pergelangan mereka menarik-ku hingga kedalam kamar mandi sebelum menutup pintu kamar mandi itu dengan kasar,.. sesaat

sebelum pintu kamar mandi itu terkunci, aku masih dapat melihat dengan jelas, tubuh Cindy yang mulai digumuli oleh Pimpinan Perampok itu,..

Dalam ketakutan seperti itu, aku berusaha mengumpulkan keberanian untuk kembali berteriak,. Namun lagi-lagi kalimat-kalimat ancaman mereka menghancurkan keberanian-ku, pisau yang mereka angkat itu membuat-ku ketakutan, sementara Si pendek kembali mengancam-ku dengan kasar,..

“ Heh, awas kalo lu berani teriak ya,.. “ Ancamnya sementara pisau ditangannya melingkar di leher-ku,.. aku menjawabnya dengan anggukan perlahan, tak ada lagi yang bisa kulakukan,..

Perampok itu mulai melepaskan ikatan-ku, namun belum sempat aku menikmati kebebasan-ku, tangan mereka telah menapak ditubuh-ku, aku mendesir ketakutan sementara entah tangan siapa di belakang sana tengah meremas bokong-ku,.. tawa mereka ditambah seringai yang mengerikan itu membuat-ku kian ketakutan, aku takut, aku takut kalau mereka benar-benar akan memperkosa-ku,..

“ Pak, tolong pak, tolong lepasin saya, saya masih punya uang tabungan,.. “ Aku memohon sekali lagi,..

“ Ah non, uang tuch bisa dicari, tapi kapan lagi bisa nikmatin yang kaya non gini,.. “ Si jangkung menjawab sambil mencium pipi-ku, aku kian ketakutan,..

“ Neng tau gak, dari saya masih bujangan sampe punya anak 3 tuch dah jadi mimpi saya nikmatin tubuh Mahasiswi kayak non gini,. “ Lanjut si Jangkung,..

“ Udah lu kelamaan, gak liat nich toket hahaha,.. “ Si Pendek meremas payudara-ku dari belakang, tak ada lagi yang bisa kulakukan, hanya rona-rona kepasrahan yang ada di kepala-ku,.. sementara tangan mereka kian berani menjamahi tubuh-ku,..

“ Pak tolong pak, jangan … “ Renggek-ku lagi

Namun tangan si Pendek malah menyela masuk dalam pakaian-ku, aku meringis ketakutan sementara perlahan tangan itu mulai meremas dada-ku, mencari puting-ku sambil menarik-nariknya dengan penuh nafsu, meremas payudara-ku dengan kasar yang membuat-ku meringis ketakutan,..

Si Jangkung menarik lepas baju-ku, sepasang payudara-ku menggantung lepas,.. dalam tawanya

Jangkung mencium payudara-ku, sambil menjilati daerah seputar putting-ku, aku menangis ketakutan, namun sentuhan lidahnya yang basah itu ditubuh-ku itu mulai membuat-ku merinding,..

Sementara si Pendek tampak mengalah dan mulai merenggangkan paha-ku,.. ia membuat-ku menyender di dinding, sementara tangannya kini mulai menempel di selangkangan-ku, tangannya menyela dalam celana-ku, sebelum kemudian tertawa lebar,..

“ Gila, gak pake celana dalem, lagi liat nich kung,.. “ Si pendek tertawa sambil memelorotkan celana-ku,..

“ Wah gila, mana jembutnya non,.. hahaha,… “ keduanya tertawa yang membuat telinga-ku terasa panas,..

Wajah-ku jelas memerah, saat mereka mengomentari seperti itu, aku tecekat saat sebuah jemari menempel di bibir vagina-ku itu, aku melihat jari-jari itu mulai menyelip diantara bibir kemaluan-ku itu, mengorek di dalam sana sesaat kemudian menyenuh clitoris-ku yang membuat ku kian merinding tak karuan,..

“ Enak Non ?? “ tanya si Pendek,..

Aku jelas enggan menjawabnya, meski tak memungkiri kenikmatan yang mulai menjalari tubuh-ku,..

“ Enak mana sama yang ini non?? “ Lidahnya keluar menyentuh bibir vagina-ku, aku merinding tak karuan dibuatnya,.. sementara kenikmatan itu mulai membuat-ku tak sadar dengan reaksi-ku sendiri, tak ada lagi perlawanan-ku untuk tak mendesah, aku memasrahkan diri-ku digumuli mereka, lidah si Pendek yang kian memangsa tubuh-ku dan si Jangkung yang tengah menjilati sampai menghisap payudara-ku,..

Jangkung yang meremas payudara-ku hingga mulai memerah, ditambah lagi lidah dan hisapannya di payudara-ku, meremas perlahan sebelum kemudian melumat payudara-ku,.

“Jangan pak ampun” Namun kata-kataku sama sekali tidak digubris mereka, Jangkung masih sibuk memainkan putingku yang kini sudah memerah dan mulai menegang menikmati permainan, birahi ku mulai naik, apa lagi Si Pendek yang mulai menjilati kemaluan ku, sambil sesekali mengigit dan menghisap clitorisku, aku tak menyangka perlahan kian lama kian melayang aku dibuat mereka,..

Perlahan aku mulai mendesah, aku tak kuasa lagin menekan keinginan yang seolah ingin melompat dari mulut-ku itu..Tubuhku begitu menikmati sensasi ini, sensasi yang begitu dahsyat yang seolah-olah belum pernah kurasakan sebeklumnya,..

Tangan-tangan kasar mereka yang menjamahiku, jilatan-jilatan lidah mereka, ataupun cemoohan mereka yang mulai terbiasa ditelinga-ku, justru membawa nafsu-ku kian dalam, kian melayang dibuatnya,..Perlahan suka atau tidak aku mulai terbiasa dengan keadaan ini,..

Si Jangkung yang sendari tadi berusaha mencium-ku kali ini sengaja kubiarkan mencium-ku, kubiarkan dia mencumbu-ku, lidahnya yang menyela masuk dalam mulut-ku, meski mulutnya yang bau itu begitu mengganggu, namun aku belajar untuk menikmati aroma itu,..

“ Masih bisa bilang ga mau non dah becek begini ” seru si Pendek, sambil mengangkat jemarinya yang sudah basah oleh cairan kemaluan-ku,..


Aku diam tak menjawab, aku benar-benar binggung dengan diri-ku sekarang terlebih aku pun masih berharap semua ini akan berakhir secepatnya,.. meski sesekali aku mengkawatirkan keadaan Cindy, namun aku sadar keadaan-ku sekarang pastilah sama terjepitnya dengan Cindy di depan sana,..

Dan semua itu terjadilah,.Si Jangkung yang sejak tadi sudah terlihat begitu tak sabar, segera membalikan tubuh ku, dia duduk diatas kloset dan segera menundukan tubuhku,memberikan akses pada si Pendek untuk melanjutkan aksinya dengan ganas dia menjilati putingku, sesekali dia mengigit putingku itu, menambah sensasi yang kurasakan..Terlebih Pendek mulai memasukan jemarinya dalam kemaluanku, dengan kasar dia mengaduk kemaluanku,..

“ Aaah, pak, aduh,..ah…” Tubuhku mulai memberontak, tubuhku mulai mengakui kenikmatan yang diebrikan oleh dua orang perampok ini,.,Sementara tubuh-ku mulai bergetar-getar aku dapat merasakan bagaimana lidah dan tangan mereka saling menyelip di dalam vagina-ku, ataupun lumatan tangan mereka yang meremas payudara-ku itu,..

Tubuhku kian menegang, dan mulai bergetar, tak lama.. aku mulai tak kuasa mengendalikan kenikmatan yang kurasakan, ada sesuatu yang seolah ingin meledak dalam diri-ku, aku mendesis menahan kenikmatan itu, berusaha bertahan sebelum kemudian kenikmatan itu tak lagi terbendung, tubuhku bergetar hebat,…

“ Uaghhhhh,… hmmmm “ aku mendesah hebat sementara tubuh-ku mengelepar, kurasakan dibawah sana, kemaluan-ku mulai meneteskan cairan cinta yang disambut tawa mereka…

” Nah apa gua bilang juga kung, cewe-cewe mahasiswi disini tuch perek semua..hahaha” Kata si pendek, yang seolah membakar telingaku,..Beribu penyesalan muncul dalam diriku, kenapa aku tidak ikut pulang saja tadi, tentu aku tak perlu mengalami ini, belum lagi rasa bersalahku pada Cindy, karena aku yang mengajaknya untuk tetap tinggal bersamaku selama liburan..Andai tidak, mungkin kejadian ini tak kan terjadi pada kami berdua,..

Jangkung dan pendek mulai membuka seluruh pakaian mereka, yang tersisa hanya topeng hitam yang mereka kenakan, menutupi wajah mereka,..aku yang terjongkok di lantai hanya bisa menatap penis-penis yang mengacung tepat dihadapanku, Penis-penis itu berukuran besar, aku tercekat menyaksikan sepasang penis yang akan segera merobek tubuh-ku nanti,..

” Heh, jangan bengong aja, ngapain kek lu ” Kata pendek sambil mengacungkan penisnya kehadapanku, dalam kebinggungan dan ancaman aku meraih penis itu sebelum perlahan aku mulai mengocok penis itu, urat-uratnya yang nyata tertampak pada batang kemaluannya itu menambah kesan perkasa pada penis itu, bulu kemaluan yang lebatpun mengelilingi penis itu,…

Aku pun mengocok penis itu dengan tangan kiriku, karena Jangkung meminta aku untuk mengocok penisnya, Penis Jangkung sama dengan tubuh pemilikinya jauh lebih panjang dari penis Pendek, namun tidak sekeras milik Pendek,..Tak terpuaskan oleh hanya sekedar kocokan tangan dari-ku, dengan paksa mereka mulai memintaku mengoral mereka, Pendek yang pertama memulai dengan menyodor-nyodorkan penis miliknya itu ke mulut-ku,.aku berusaha menolak merasakan jijik melihat sepasang penis mereka itu,.. namun mereka menahan mulut-ku, sementara Pendek menyodokan penisnya dalam mulu-ku,.. Bau itu yang pertama kurasakan sebelum rasa jijik menguasai diri-ku,.. merasakan rasa asin pada batang kemaluan itu,..

” Aduh mank beda ya kerjaan mahasiswi, bini gua aja ga mau ngemut kontol gua…” Ejek si Pendek, padahal mereka yang memaksa-ku tadi

” Kung lu cobain memeknya,..Wangi banget tuch..”

Yang bener lu??? ” Ujar Jangkung, dia segera mengangkat pantat-ku, dan menciumi vaginaku,..

” Iya, wangi banget, sempit lagi..hehehe ”…Jangkung melanjutkan kata-kata-nya…

Lidah Jangkung menyela, tak lagi dua penis yang harus kulayani, karena Jangkung merunduk sekarang, aku mengangkangi wajahnya sementara masih sibuk mengoral penis Pendek,. Kini aku mengoral dan di Oral oleh mereka, Desahan ku dan desahan si Pendek saling berganti, penis Pendek yang kekar dan di sunat itu merupakan pengalaman baru bagi-ku, terlebih saat lidah-ku memainkan kepala penisnya itu, kepala penisnya yang bagaikan helm itu terasa keras, namun juga berdenyut-denyut aneh yang membuat-ku, berulang kali menjilati kepala penisnya itu penasaran,.. namun jelas bagi orang-orang seperti mereka itu akan disalahartikan,..

“ Gila Kung,.. ketagihan kontol gue nich cewek hahaha,.. “ Memerah lah wajah-ku diledek seperti itu,..

Korekan di Vaginaku membuat aku semakin bernafsu mengoral penis Pendek makin ganas,..

Jilatan dari Jangkung pun makin ganas, seperti saat mencumbui ku, Dia terlihat sangat Lihai memainkan Lidahnya…Sambil mengorek vaginaku, dia terus menjilati dan menghisap clitorisku, Aku hanya bisa merem melek menikmatinya..Aku melampiaskan kenikmatan itu, dengan mengoral penis Pendek…

“ Ah pak….Aaaah.. ” untuk kedua kalinya aku berorgansme, kakiku, tak kuasa untuk menopang tubuhku lagi, sensasi itu begitu dahsyat, aku terjongkok di lantai yang basah oleh kemaluanku sendiri…Pendek yang sudah bernafsu, tak sabar untuk menungguku mengoral penisnya kembali, tanpa membiarkanku beristirahat sejenak, Dia segera memasukan penisnya ke mulutku dan mulai memompa penisnya dimulutku,..Dengan reaksi terlambat,aku kembali menggunakan tanganku untuk mencegahnya dengan brutal memperkosa mulutku yang menyebabkan-ku tidak bisa bernafas karena masuk terlalu dalam…Sambil sesekali menghisap penisnya,Akhirnya penis Pendek, Mulai mengeras seketika..sebelum kemudian meledak di mulutku,…terkejut tanpa sadar aku langsung memuntahkannya, dan sebuah tamparan melayang ke pipiku..

“ Goblok lu,..Jilat semua ” Perintah Pendek, karena takut aku segera menjilati pejunya yang menetes dilantai, aku sungguh muak melakukannya, namun aku berusaha menahan untuk tak memuntahkan itu semua, aku takut kembali harus menjilati semua muntahan-ku lagi nantinya,..

” Bagus sekarang jilatin punya gua ”, aku pun terpaksa kembali mengikuti perintah itu, aku menjilati penis yang sudah loyo itu sampai mengkilat kembali,,..

Tiba-tiba Jangkung segera mengangkat tubuhku, dia membuatku menumpukan tanganku di toilet untuk menopang tubuhku, Sambil mengoreki kemaluanku, Dia mulai memainkan penisnya di mulut kemaluanku, aku menutup mataku tahu apa yang akan terjadi selanjutnya,,,

Aku memang bukan perawan lagi, namun penis ini rasanya begitu besar, Vaginaku berontak menghadapi penis yang menerobos masuk itu, namun tampaknya Jangkung buka orang yang mau mengerti itu,…

” Ampun pak, Pelan-pelan pak, saya mohon..” mohonku,

“ Ah tar juga enak Non ” Jawabnya santai, benar-benar tak perduli dengan keadaan-ku,,..

Sambil berusaha menekankan seluruh penisnya, sedikit demi sedikit penis itu mulai amblas dalam vaginaku, dengan satu sentakan kuat yang membuat ku menjerit, penis itu amblas seluruhnya,..

”Masuk kan Non,…Sempit banget sich, gila remesannya, titit yang pernah ngentot sama non kecil-kecil ya?? Sempit ma seret banget non?? ” Aku diam saja, sambil menahan rasa sakit dan perih yang kurasakan di kemaluan-ku itu,..

Penis Si Jangkung yang panjang itu mulai menjejali vagina-ku, aku mendesis perlahan merasakan bagaimana penis itu mulai merobek tubuh-ku, aku menutup mata-ku berusaha untuk tak mendesaha sambil mengalihkan pikiran-ku dari pemerkosaan ini, aku takut, aku malu mengakui kalau aku mulai menikmatinya,..

Penis itu kian cepat menyetubuhi-ku sementara kenikmatan yang kureguk kian lama kian membuat ku tak mampu lagi bertahan, penis itu seolah membuat kesadaran-ku memudar bahkan ketika si pendek mencium bibir-ku, dengan mudahnya aku membalas ciuman itu, membiarkan mereka tertawa menghina-ku,..

“ Plak-plak,.. “ Si jangkung menampar bokong-ku yang membuat-ku mendesah tak karuan, kenikmatan yang

Ujang pun mulai memaju mundurkan penisnya, dengan kecepatan yang terus bertambah dia terus memompaku, aku hanya bisa mendesah dan menikmati permainanya,…Bahkan aku mulai menikmati permainanya, dan tanpa sadar memaju mundurkan pinggulku, aku tak sadar ketika Ujang berhenti memompakun Pendek dan Ujang kemudian tertawa menyaksikan aku yang mengenjot Penis Ujang,..Sadar aku pun sefera menghentikan Perbuatanku, namun terlambat,…

“ Enak ya non, mank perek si enon…Berapa semalem?? ”Hina Jangkung berulang-ulang,…
Aku hanya terdiam mendengar kata-katanya…Wajahku memerah karena malu..

” Dasar perek si enon,nich sepongin lagi donk “,…Kata Si Pendek, Tak ada yang bisa kulakukan untuk menolah perintah-nya itu,sementara penis-nya yang sudah mengerut tadi, sudah kembali keukurannya yang semula…

Jangkung terus memompaku, kian lama kian cepat, menyiksa-ku membuat pekerjaanku bertambah berat, aku tak bisa leluasa mengoral penis Pendek, aku tak sanggup menahan desahanku, yang membuat aku berhenti mengoral penis Pendek, dan itu membuat Pendek gusar,

Seketika ia melepaskan penisnya dari mulutku, membuat-ku sedikit leluasa,..

“ Dah lu entotin dulu dech puas-puas kung,.. “ Pendek tampak kesal, karena aku lebih banyak mendesah dibanding mengoral penisnya, aku benar-benar tak mampu melakukan dua pekerjaan itu sekaligus, sementara penis yang tengah menyetubuhi-ku itu saja terus membuat-ku melayang tak karuan lalu menyuruh Jangkung untuk menyetubuhiku, dalam posisi Tidur, Aku tak tahu apa yang akan mereka perbuat,,,..

Setelah berganti posisi, dan memasukan penisnya kembali, aku mulai mengerti bahwa dia ingin aku melakukan woman on top padanya, aku tak lagi dapat berfikir sementara, birahiku sudah begitu tinggi, membuat-ku tanpa di komando mengerakan tubuh-ku naik-turun, yang membuat dadaku terpental kesana-kemari…

Namun ternyata bukan itu maksud mereka , Pendek seketika mendorong tubuhku, hingga menabrak dada Jangkung, setelah menyudahi anusku dan mengoreknya Aku mengigil takut saat menyadari keinginan Pendek..

“ Pak jangan pak, saya isepin aja ya…Plisss pak…” Nada ketakutan tercetak jelas dalam kata-kataku itu,..Air mataku sama sekali tidak membuat Pendek menghentikan aksinya…

Dengan keras dia menyodokan Penis itu ke duburku, Duburku yang masih perawan itu tentu tak sanggup menampung sepanjang penisnya itu,..meski dubur-ku sudah basah oleh ludah Pendek namun tetap saja anusku itu hanya mampu menampung setengah sementara menahan penis itu setengah diluar,

Tak puas begitu saja Pendek kembali menyodokan Penis-nya, yang membuatku melolong semakin panjang dan keras, Namun itu tidak mengugah hatinya, kembali satu sentakan keras membuat seluruh tubuhku sakit tak kepalang, tangisku tak tertahan..Kini sentakan-nya yang terakhir membuat penis Pendek tertancap seutuhnya…Darah hangat mulai merambat keluar dari Anusku…

Sambil menangis aku harus melayani mereka berdua, Organsme demi organsme menyerangku, Sensasi dahsyat disertai rasa sakit yang tak tertahan membuatku tak mampu mengerakan tubuhku lagi,..Aku hanya bisa menikmati perlakuan mereka saja,…Pendek mencapai organsme terlebih dulu, Seluruh maninya ditembakanya ke dalam duburku, yang membuatku mengalami Organsme Dahsyat,..Setelah melepas Penisnya pendek kembali memintaku mengoral kemaluanya, kemaluan yang tercampur darahku itu, kujilati dengan terpaksa…

Tak lama mengerjai ku, Giliran Jangkung yang meledak…Dengan tergesa-gesa, dia mencabut penisnya dan menembak-kan spermanya keseluruh wajah-ku,kemudian dia kembali memintaku menghisap penisnya sampai bersih…

Tubuhku yang kelelahan hanya tergolek dilantai, Vagina dan anusku terasa sangat pedih,mataku terasa berat, aku berdoa agar semua ini hanya mimpi saja…Tak lama aku tertidur, namun tak lama tertidur, semprotan air dingin menyiramku,…

Lemah, aku tersadar sebelum kemudian Jangkung dan Pendek menyeretku keluar kamar mandi, Aku melihat tubuh kekar pemimpin rampok itu, masih dengan baju ditubuhnya namun tanpa celana yang memamerkan penisnya yang begitu besar,.. Aku tergeliat meliat penis itu, aku tak dpaat membayangkan bila penis itu menyetubuhi-ku,..

Tubuh Cindy tergeletak di dekat bandit itu sepertinya tak sadarkan diri, Seluruh tubuhnya berkeringat dan Ada sisa-sisa sperma di wajahnya,..Ketiga permapok itu tampak berbisik-bisik sementara kau berdiri mematung,a ku ingin melihat keadaan Cindy, namun aku takut untuk berekasi demikian, terlebih bila mereka bertiga nantinya akan memperkosa-ku,..

Namun beberapa saat kemudian Jangkung mengangkat tubuh Cindy keluar, aku berusaha memohon agar mereka tak membawa Cindy keluar,

“ Tolong pak, lepasin kami, tolong,.. “ Namun tak ada yang mendengar permohonan-ku itu,. Malahan Pendek mendorong tubuhku ke-ranjang,sebelum kemudian keluar menyusul Ujang,..

Tubuhku yang tergeletak di kasur didekati oleh Boss, dalam keadaan lemah aku tak kuasa menolak tangan-nya yang mulai menjelajahi seluruh tubuhku,…

“Cantik, terus katanya sepongan-nya jago ya non..” Aku hanya diam, sekaligus takut dengan apa yang akan dia lakukan pada-ku nanti,..

Belum sempat aku bertanya-tanya, Boss yang bersender pada dinding segera menarik tubuhku,..Tanganya yang gempal dan besar,mulai memainkan putingku,…Jilatan lidahnya di leher dan telingaku, mulai membangkitkan birahiku,…Tangan kanan-nya mulai diturunkan menjelajahi Vaginaku, aku dapat melihat dengan jelas tangannya menjelajahi kemaluanku…memainkan Clitorisku,dan sesekali memasukannya kedalam, tubuhnya yang besar membuatku merasa nyaman, aku benar-benar terbuai dibuatnya..

Bos mulai menjulurkan lidahnya kemulutku, tanpa pikir panjang aku pun menyambut ciumanya itu..Tangan-tangan kuatnya, terus mencengkram dadaku, tak luput juga vaginaku, tangannya yang besar mulai masuk kedalam, membuat tubuhku makin tenggelam dlam birahi…

Larut dalam keadaan ini tidak berjalan lama, Rasa nyaman tadi sontak menghilang ketika Boss, tiba-tiba menjejali Vaginaku dengan Jari telunjuknya, dan menghentaknya dengan kasar…Aku tak kuasa menahan perlakuanya, tangannya yang memelukku dengan kuat dari belakang membuatku tak kuasa melepaskan diri,…Kini aku mulai menyadari penis Boss yang besar dan sudah mengacung itu,…Besar sekali dan sangat kokoh seperti milik Pendek…

Dengan nafsu diburu, Bos mulai melepaskan pelukannya, aku tersandar di dinding sekarang,Bos mulai merambat turun, kini selain tanganya yang menancap diapun mulai menjilati kemaluanku…Terkadang

Bos menghisap klitorisku yang membuatku mengejang tak karuan..Penisnya yang mengantung dihadapanku, terlihat sangat menakutkan,

“ Isep gue pengen ngrasain, gimana sich enaknya,..” Tak mungkin aku menolak semua ini, terlebih tubuh ku sudah ditimpa oleh Boss, ia naik ke atas tubuh-ku sementara mencium-ku, sebelum kemudian ia menyodorkan penisnya ke depan mulut-ku, setengah menduduki dada-ku, penis-nya yang besar dan bau itu menggelepar dihadapan-ku, tak ada pilihan selain membuka mulut-ku mulai mencerna penis itu dalam mulut-ku,..

Baru aku mulai mengoral penis itu, jemari Boss kembali menyela di dalam bibir vagina-ku, menekan masuk ke dalam sana, sementara aku mendesah tak karuan, aku masih harus mengoral penis itu semampu-ku, kujejali penis itu dlama mulut-ku, semampunya, sementara tangan-ku ikut mengurut, ataupun mengocok penis itu perlahan, sesekali aku menghisap buah zakarnya sambil tetap mengocok penis itu,..

“ Ayo donk, masa cuma segini aja,.. “ Aku berharap ini semua segera selesai, sementara aku mulai teringat, apa yang akan Jangkung dan pendek lakukan pada Cindy di luar sana,..

Boss menjengut rambutku, menyadari lamunan-ku yang cuma sesaat,.. Ia menjejali vagina-ku dengan jemari-nya membuat-ku tercekat, menahan rasa sakit yang mendera,..

“ Oughhh, ampun pak ampun,,,, “

“ Isep makanya,.. “ Bentak-nya,.. aku kembali menghispa penis itu, namun ia belum juga melonggarkan jemarinya di vagina-ku, aku mengigil menahan sakit, namun jemari itu mulai mengurut clitoris-ku, smabil bergerak keluar masuk yang membuat-ku mendesah tak karuan, aku melampiaskan-nya pada penis di mulut-ku itu, aku mengoral penis itu, namun gelombang organsme lebih cepat menghantam tubuh-ku,..

Tubuh-ku bergetar hebat,.. AKu mengigil menahan laju organsme, sebelum kemudian aku melolong, smentara cairan vagina-ku meleleh dibawah sana,.. Boss mencabut jemarinya dari vagina-ku sebelum kemudian menyodorkannya ke mulut-ku,..

“ Nich jilatin, “ Suruhnya, kau pun mengeluarkan lidahku menjilati seluruh permukaan jarinya yang basah oleh cairan-ku sendiri,..

Setelah selesai Boss mengangkat dengkulku ke bahunya, Aku tahu apa yang akan dia lakukan, Aku lelah, aku benar-benar tak mampu kalau harus melayani satu orang lagi, terlebih dengan penis yang sebesar itu, aku berontak semampu-ku, sambil memohon,..

“ Pak jangan pak, saya sudah terlalu capek pak, pliz… ” Mohonku..
“ Ah, masa anak buah gua make lu bosnya kaga??? ” Sambil meludah ke wajahku,

Ia meludahi-ku, membuat-ku langsung ketakutan, tak ada sedikitpun keraguan dalam kata-katanya, ia kejam itu yang aku rasakan dari tingkah lakuanya dan cara dia berbicara,.

Aku pun tak berani lagi untuk berontak, aku merasakan penis itu mulai menyentuh bibir kemaluanku, dengan mata terpejam aku sudah pasrah menerima penis itu…

Perlahan penis itu mulai memasuki vaginaku, perih sekali, aku pun mulai mendesah tak karuan..Sedikit demi sedikit aku dapat merasakan penis itu terus memasuki-ku, kadang tertahan yang membuatnya mengeluarkan penisnya lagi, kemudian memasukannya kembali…Beberapa menit kemudian Penis itu amblas seluruhnya..Aku sendiri tak percaya aku mampu menampungnya..

“ Gila peret banget,.. sempit lebih enak dari temen lu, padahal udah lu dah dipake kan tadi,..,hahaha ”

Aku hanya mendesah mendengarnya, pikirkan ku hanya terhinggapi perasaan takut, namun perlahan birahi yang sempat hilang itu kembali naik..

“ Dah, dah siap kan sekarang,.. “ Aku merasakan penis besarnya itu membuat-ku harus melemaskan seluruh otot-otot vagina-ku perih, itu yang kurasakan, namun denyutan penis itu membuat ku merasa nyaman, rasanya cagina-ku mau sobek, tapi juga da rasa nikmat didalamnya,..

Pertanyaan itu tak membutuhkan jawaban, aku tahu itu,.., karena bandit ini sudah mulai memompaku, sebelum aku menjawabnya,..Penisnya yang terasa sangat hangat itu sungguh membuatku terhanyut dalam birahi,..Hentakannya yang kadang kasar kadang lembut, membuatku benar-benar melayang, dia sangat lihai memainkan momen..Meski sakit aku dibuatnya melayang kenikmatan..Aku terus mendesah dibuatnya,..

Sodokan-sodokan-nya membuatku tak bisa bertahan lama, tak lebih dari 10 menit , Organsme panjang seolah siap menderaku, Aku melolong panjang,,,..Namun jempol tangan boss, menempel di clitorisku, menekan-nekannya sambil menggeseknya,..membuat organsme-ku tertahan sesaat, namun membuat tubuhku ini bergetar tak terkendali,…

Tak lama, dlaam tawanya melihat tubuh-ku yang bergetar tak terkendali,.. Boss melepaska jempol-nya itu, Cairan yang tadi tertahan itu, kini meluber keluar…Nafasku tersengal-sengal, namun ia tak membiarkan-ku beristirahat panjang, sambil membalik tubuhku, kini dia menyetubuhiku dalam posisi doggy, tangan-nya tak pernah diam, Sesekali jemari-jemarinya,.mengurut Clitoris-ku, atau meremas payudara-ku, smabil memainkan putting payudara-ku yang sudah demikian keras..Aku benar-benar tak berdaya dibuatnya..

Aku tak percaya, penjahat macamnya mampu memperlakukan ku hingga sejauh ini, sensasi kenikmatan yang tak pernah kurasakan sebelumnya…Aku melengus kencang sebelum kembali dibuatnya berorgansme,…Ini sudah ketiga kalinya, sedangkan dia belum sekalipun,…hentakan-nya makin kuat, hingga akhirnya kurasakan penis-nya itu mengeras,..Boss melepaskan penis itu dan memasukan-nya kemulutku, aku pun segera mengoralnya,,sebelum kemudian penis itu meledak dan menyemprotkan sperma-nya ke wajah dan dadaku,..

Tak cukup puas, melihat wajah-ku yang penuh dengan sperma kental-nya yang banyak itu,..

“ Nich, gue bikin tampah cantik,. “ Dia memoleh wajah-ku dengan spermanya, aku menahan rasa marah, namun dikuasai rasa takut yang menghinggapi diri-ku, aku takut, namun air mata mengalir diwajah-ku, malu dan kesal dianggap rendah seperti ini,..

Tangannya masih tak henti mengerjai dada-ku, smeentara ku hanya bisa tergolek lemah diatas ranjang itu, aku menangis namun tak membuatnya menghentikan semua perbuatannya, kalimat hinaan masih saja meluncur di mulutnya,..

Sebelum kemudian aku tersadar,..Tangan Bos mulai mengorek orek duburku, sementara penisnya yang sudah kembali menegang aku tak dapat membayangkan bila penis itu menyodomiku..namun percuma merasa kuatir aku tahu bagaimana pun aku tak kan kuasa menolak keinginannya..

Kini Bos kembali menindih tubuhku, tanpa buang waktu dia membasahi duburku dengan ludahnya, dan sedikit cairan Vaginaku,..Aku mengigit ketakutan, kali ini begitu nyata penisnya yang mulai menekan di mulut dubur-ku,..

“ Awwwwh,.. “ Perih, itu yang kurasakan sementara perlahan, aku mengigit bibir-ku menahan sakit, penis itu terus ditekan masuk,.. aku ingin berteriak,..

“ Tooooloooongggg “

#####

Desperado First

Chapter 1 : Sebuah Awal

Awal ??

Itu hanya sebuah kata

yang juga berarti

Tanpa Akhir

Jakarta kota dengan berjuta mimpi, menjual berbagai impian dan kebahagian, meski semua hanya dapat ditukar oleh satu benda, satu barang yang disebut Uang,..

Bagi satu yang lain,mungkin uang adalah sesuatu yang harus ditebus dengan segala pengorbanan, segala upaya yang ia bisa dan segala yang membutuhkan peluh dan air mata untuk bisa didapatkan, hasilnya justru tak seberapa bila dibandingkan dengan mereka yang bekerja dibalik ruang kerja yang sejuk, terhidar dari sengatan matahari yang panas, ataupun bekerja diruangan yang dilengkapi oleh Ion Pulivier,..

Bagi sebagian yang tak seberuntung mereka, mungkin tak pernah melihat merahnya uang 100.000an selembarpun, namun uang itu, berlembar-lembar dari mereka dikeluarkan dengan mudahnya oleh orang-orang ini, orang-orang yang menganggap tempat seperti ini adalah surga, bukan hanya minuman-minuman beralkohol, namun juga pil-pil terlarang yang membuat mereka lupa dengan keberadaan mereka sendiri,..

Benda haram?? Ya benda itu sering disebut begitu,..

Namun di ‘dunia’ ini, semua yang haram tak lagi haram, ah seperti di surga dalam kitab suci, dengan sungai yang mengalirkan alkohol yang tak habis-habis, ada pepatah yang mengatakan “apa yang haram di dunia ini, akan menjadi halal disana”,.. dan tempat ini bukanlah dunia yang biasanya,. Tapi dunia yang merupakan impian dari banyak manusia,..

Lihat gemerlapnya lampu, bersahut dengan bising music-music progresif, cahaya remang yang membutakan mata, membuat kita tak lagi bisa membedakan yang baik dan yang buruk, namun sesuatu yang ‘asli’ tak lah bisa ditutupi seperti kecantikan gadis itu,..

Gadis yang begitu terlihat cantik meski cahaya lampu menyorot wajahnya, bukan kecantikan yang penuh tipuan dan bukan kecantikan yang tampak hanya karena gelapnya keadaan sekitar,.. kecantikan itu begitu asli, dan kecantikan itu membuat mata lelaki manapun tak bisa melepaskan pandangan matanya dari gadis itu,..

Termasuk lelaki itu, tampak sedang berbisik salah satu kawannya, mata mereka berdua jelas menatap kearah meja gadis itu, dimana gadis itu tengah asyik berdansa, meliuk-liukan tubuhnya yang indah di tengah cahaya kemilau yang berkelap-kelip, begitu fasih mengikuti irama yang diputar oleh Disc Jockey andalan Club itu,..

Pemuda itu memberanikan dirinya mendekati gadis itu, langkahnya konyol, seperti orang yang tak biasa berdekatan dengan para gadis, sesuatu hal yang terkesan jangal mengigat perawakan Lelaki itu yang tinggi, meski sedikit kurus, rambutnya yang modis ataupun wajahnya yang terhitung tampan, dengan aksen khas, pipi yang sedikit pirus namun memiliki hidung yang mancung..

Perlahan dengan dorongan sahabatnya dari samping, mereka tampak berdansa mengikuti irama, meski perlahan mereka mendekati tempat dimana gadis itu berdansa, wajah kawan-nya itu tampak begitu tenang berbeda dengan pemuda itu yang wajahnya sedikit pucat, sahabatnya itu membisiki sesuatu saat jarak diantara mereka tak lebih dari 5 langkah, seperti merencanakan sesuatu, sementara gadis yang menjadi incaran si pemuda itu seperti mulai sadar kalau sedang diincar oleh para pemburu, tampak dia membisiki kawannya sebelum tersenyum dan kembali bergoyang,..

“ Udah lah, pura-pura tabrak aja,.. “ bisik si teman, tepat di telinga si pemuda,..

“ Iya, bentar Lee, gak enak ini,.. kayaknya dia udah tau dech kita ngedeketin,.. “ Sahut pemuda itu,..

“ Ya tahulah, wajar,.. cewek cakep gitu, cara kita nich kuno.. “

Tangan sahabat-nya itu menepuk pemuda itu memberi semangat pada temannya itu,.. perlahan dia pun mendekatinya meski dengan langkah yang kikuk,.. alih-alih pura-pura menabrak, malah mereka benar-benar bertabrakan, jatuhlah mereka berdua,.. sahabatnya pun hanya bisa menutup wajahnya dengan tangan kiri, menahan tawa,..

Si pemuda semakin bertambah kikuk, terlebih dia kini menindih gadis itu, tangannya malah menempel dipaha gadis itu, bukan sengaja, namun dia berusaha menahan jatuh tubuhnya tadi,..

Merahlah wajah si pemuda itu, langsung dia berusaha berdiri sebelum si gadis cantik tadi memakinya,..

“ Sory-sory, aduh maaf banget ya,.. “ Pemuda itu berdiri, sebelum membangunkan gadis cantik tadi,..

Wajah gadis itu tampak sedikit gusar, dia pun menolak tangan si pemuda itu yang berupaya membangunkannya,.. untung sahabatnya tadi berekasi cepat, dia pun bergegas mendekati kawannya yang sedang diam kehabisan akal,..

“ Sory-sory, temen gue ini mabok,.. “ Kata kawannya itu, sambil berupaya membangunkan gadis itu, meski dihalangi oleh kawan-kawan gadis,..

“ Udah bawa temen lu dech… “ Kata salah satu teman gadis itu, sedikit kasar, gendut dan wajahnya mirip bulldog, dan dia juga yang paling jelek dari 5 orang gadis itu,..

“ Ok, ok.. tapi sory ya, maapin temen gue ,.. hmmm siapa… “ tangannya seperti memberi salam pada gadis itu, sementara tatapan matanya penuh dengan arti tanda tanya, menatap gadis itu, mata sepasang anak muda tadi bertemu, senyuman hangat keluar dari bibir pemuda itu, matanya menatap tajam, hingga membuat gadis itu tak bisa menolak untuk menyebutkan namanya,..

“ Angella “ Gadis itu tersenyum..setelah memberikan namanya,..

“ Gue, Edison.. temen gue ini namanya Jack, Jacksen… Sory lagi agak-agak,.. “ Tangannya memutar tepet disamping matanya, memberikan tanda kalau temannya itu sedikit mabuk, senyum-nya Edison pun merekah,..demikian halnya dengan An, Edison sudah memikirkan nama panggilan yang akrab untuk gadis itu lagi..

Sementara kawan-kawan gadis itu tampak gusar dengan kehadiran mereka, Edison pun meninggalkan mereka setelah berpamitan, hanya pada Ella saja tentunya, dia tau teman-teman Ella sedikit risih dengan kehadiran dia dan Jack,.

Sedang Jack sendiri hanya bisa menundukan kepalanya, sedikit malu tampaknya dengan kebodohannya tadi, dan sedikit merasa beruntung dengan kesigapan sahabatnya tadi sebelum dia makin kehilangan muka di depan gadis itu,..

“ Bego lu Jack, bikin malu aja.. “ sambar Edison setibanya mereka di meja mereka,..

“ Duh lu kan yang paling tau gue, paling binggung kalau dah di situasi kayak tadi Lee,.. “

“ Ah dari dulu begitu gak ada peningkatan,.. “ Edison meneguk minuman alkohol di gelasnya, sementara menatap kawannya dengan penuh senyum,..

“ Udah-dah minum-minum… “ Jack pun tak bisa untuk tak tersenyum dan mengambil minuman di meja-nya itu, sebelum menuang-kan ke gelasnya yang telah kosong, sebelum kedua pemuda itu bersulang,..

Baru satu gelas mereka habiskan sebelum tiba-tiba sebuah tangan merangkul Edison dari belakang, sepasang tangan yang begitu halus dan lembut merangkul leher pemuda tampan itu dari belakang,..

“ Sayang, apa-apaan sich rambutnya jadi begini,.. “ Gadis itu langsung berkomentar, mendapati rambut Edison yang tampak asing di matanya, rambutnya bergaya nanas, dengan potongan yang menurut gadis itu kependekan,.

“ Udah dech jangan komentar aja… “ Edison tampak sedikit merajuk, dikomentari terus oleh semua orang dari tadi,..

“ Iya dech iya,.. yang laen kemana ?? “ Tanya gadis cantik itu, rambutnya yang diponi, sementara bagian belakangnya yang cukup panjang diikat, memberikan kesan imut dan lucu diwajah gadis cantik yang sepertinya berdarah campuran asia itu,..

“ Tau ah,.. “ Jawab Edison singkat, sebenarnya Edison sendiri pun agak bersungut-sungut dengan potongan rambutnya yang memang ‘agak’ kependekan itu

“ Ich ngamuk,.. “ Cubit gadis itu

“ Siapa yang ngambek sich, “ Edison kembali menegak minumannya

“ Udah ah capek,.. “ sekarang malah berbalik gadis itu yang merajuk,..

“ Iya dech iya, sory,.. “ Edison memeluk gadis cantik itu, yang mungkin pacarnya itu, memeluknya dari belakang, sementara pipi gadis itu dikembungkan, menambah kesan ‘imut’ gadis cantik itu,..

“ Vic lagi mau buka balkon, yang lain gak tau dech,.. “ bisik Edison sembari mendaratkan bibir-nya di pipi gadis cantik itu,..

“ Hah ?? Sapa yang nanya?? “ Jawab gadis itu sinis,.. “ Jack, adek gue mana ?? “

“ Ga tau, ama cowoknya kali… hikzzz.. “ Tampaknya si Jack malah sudah setengah mabuk,..

“ Ya gini lagi dech, kenapa sich marah-marah aja,.. “ Edison meneguk minuman beralkoholnya,..

“ Terus yang terus, minum aja terus,.. “ Omel gadis itu,..

“ Abis kamu marah-marah terus,.. “gerutu Edison

“ Minta maap keq apa keq, dah nyebelin gitu juga,.. “ gadis cantik itu berkacak pinggang

“ Iya dech iya sory,.. “

“ Ich gak niat gitu, yang lembut donk.. “

“ Jessica sayangqu, cintaqu yang cantik, maafin aku ya sayang,.. “

“ He he, gitu donk,.. “ Gadis bernama Jessica itu mencium Edison sambil menepuk-nepuk pipinya,,.

“ Yuk pindah,.. “ Ajak seseorang sambil menepuk punggung Edison, sesosok yang hampir setinggi Edison kira-kira sekitar 178cm, rambutnya panjang di shaggy, disebelahnya seorang gadis cantik dengan wajah yang begitu persis dengan Jessica pacar Edison, namun sedikit lebih lucu meski dada-nya sedikit lebih kecil,.

Dibelakangnya mereka berdua ada satu orang lagi, terlihat seperti turunan Indo, pakaiannya terlihat paling rapi diantara mereka, dengan kacamata yang membuatnya terlihat pintar,..

“ Ya ilah Ry, sejak kapan lu pake kacamata.. “ Jack menyeletuk,..

“ Ah diem lu, biar keren… “ Ryan nama laki-laki itu menyahut,..

“ Mabok lu ya ?? “ Tanya lelaki yang tadi menepuk pundak Edison,..

“ Iya tuch, kebanyakan minum es teh ha ha,.. “ Edison menyindir Jack yang sudah mabuk,..

“ Ya ampun, baru juga mulai udah mabok,.. Udah yuk pindah ke balkon “ Ajak Vic

“ Ah ini nich yang susah,.. “ Ryan menarik Jack, menuntun temannya itu,..

“ Segala mabok lu,.. liat yang laen meluk cewek, malah musti meluk lu,.. ahhhh “ Ryan menggerutu, menuntun Jack menaiki tangga,..

“ Mell, Ray ma Cheryl gak keliatan.. “ Jessica bertanya,..

“ Gak tau Ci, tadi sich kita barengan, masih cari parkir kali,.. “ Gadis itu benar-benar mirip dengan Jessica,..

“ Owh, biarin dech lagi mesum kali,.. Ha ha.. “ Jessica terkekeh,..

“ Mell, cici lu jorok banget sich otaknya,.. “ Edison menggoda,..

“ Sama, kembarannya juga begitu Lee “ Vic ikut-ikutan..

“ Ichhhh !! “ Keduanya mencubit perut pasangan masing-masing..

“ Cammaa kembawannya yuga begicu weee “ Ryan menggerutu, mengomel-ngomel dalam pelukan Jacksen,..
” Kenapa Ry ?? Ngomong lu aneh begitu,.. mau nyubit gue gak ?? “ Jack menggoda Ryan,..

“ Tai lu,.. he he “ Akhirnya mereka sampai di balkon yang mereka pesan,..

campagne sudah tersaji di atas meja dalam balkon itu,..Tak lama mereka pun bersulang, namun wajah Ryan masih terlihat sedikit kusut, meski tak lagi harus memapah Jacksen, karena sudah terbaring di slaah satu sudut sofa empuk bercorak merah gelap,.entah apa yang sedang dipikirkan oleh Ryan,..

“ Halo semuanya,.. “ seorang gadis cantik lain masuk ke ruangan itu,..

“ Oh hay Karen,.. “ sambut Jessica, keduanya berpelukan sambil mencium pipi,..

“ Eh-eh gue donk,.. “ Edison menyodorkan pipinya, namun yang mendarat di pipinya malah cubitan dari Jessica, Karen dan lainnya jelas tertawa melihat kekonyolan Edison,..

“ Karen lu cantik banget dech di majalah *** “ Mellisa menyela sambil memuji kecantikan Karen, ya gadis itu memang begitu cantik, tinggi ideal dengan tubuh yang proporsional, kecantikannya dan kesan seksi gadis itu kian terpancar oleh kaus ketat dengan belahan yang rendah berwarna putih itu, terlebih rambutnya yang indah dibiarkan terurai memberikan kesan anggun pada gadis itu,..

“ Makasih, iya mudah-mudahan yang selanjutnya juga bagus dech,.. mudah-mudahan aja bisa lancar karier gue,.. “ Karen duduk di salah satu sofa, sebelah Jack..

“ Kenapa si Jack ?? “ Karen sedikit terkejut mendapati Jacksen yang setengah mabuk, berbaring diatas sofa,..

“ Itu tuch mantan lu, kebanyakan minum kali,.. “ Ryan yang sendari tadi terlihat murung akhirnya bersuara sambil meneguk minuman di tangannya,..

Karen geleng-geleng kepala sambil menaruh lengannya membelai kepala Jack yang setengah tak sadarkan diri,..

“ Bengong mulu,.. “ Vic menuangkan Wine ke gelas Ryan yang kosong,..

“ Ah, enggak,.. “ Namun Ryan kembali melamun,..

“ Iye-iye,.. gue tau dech, he he “ Vic mengeluarkan HP 8800-nya dari saku celana-nya, menekan tombol-tombol di Handphone-nya sebelum berjalan kearah dinding, mengurangi sedikit kebisingan,..

####

“ Yang, koq gak turun sich, ayo, gak enak nich lama.. “ ucap seorang gadis cantik, dengan gaun hitam disamping kemudi sebuah Nissan X-trail berwarna emas,..

“ Bentar dulu dech, kemeja aku bagus gak ?? “ Tanya lelaki itu,..

“ Bagus-bagus, eh ponsel kamu bunyi tuch,.. “ jawab gadis itu,..

“ Bentar ya sayang.. “ Ditekannya tombol answer,..

“ Halo, dimana lu ?? “ suara dibalik telepon itu,.

“ Gue masih dijalan kenapa Vic ?? “ Jawabnya setengah berbohong,.. gadis disebelahnya mencubit lengan lelaki itu sambil tersenyum,..

“ Oh, yawda cepetan dech ya,.. “ Kata Vic mengakhiri teleponnya,..

“ Siapa ?? Ryan ?? “ Tanya gadis itu..
” Bukan, Vic Cheryl-ku yang manis,.. “ menyosorkan mulutnya melumat bibir gadis itu,..
” Ich Ray,.. “ Gadis itu yang tadi dicari oleh Jessica dan Mell, Cheryl namanya, cantik tidak tinggi, dan sedikit Chubby, tapi itu yang memberikannya kesan cantik yang berbeda dibanding Jess dan Mell,..

“ He he, ga pa pa kan sayang, sepi koq,.. “ Goda Ray,..kembali melumat bibir Cheryl,.. kali ini Cheryl tak menolak, bibir mereka bertautan mesra, mencium dan mencumbu penuh dengan rasa sayang, sementara tangan Ray meraba naik ke dada gadis itu,..

Gadis itu tampak tak bereaksi meski tangan Ray sedikit meremas dadanya, malah tambah mencium mesra bibir lelaki itu,.. mereka berpagutan sementara lidah mereka menari-nari di luar.. tangan Ray kian rajin meremas bongkahan dada itu, membuat gadis itu mendengus sesekali,..

“ Hmmm sayang.. “ Rintih manja Cheryl,..

“ Kenapa sayang ?? “ Ray membisik di telinga Cheryl,..

“ Udah ah ya,.. “

“ Kenapa sich buru-buru banget, “ masih memagut bibir pacarnya itu,..

Tangannya pun bergerilnya membelai paha Cheryl yang putih indah itu, sambil sedikit menyingkap gaunnya,..

“ ahhh,.. hmmm “ Tangan yang membelai kulit mulus itu memberikan sedikit rangsangan yang memberikan rasa nyaman untuk Cheryl,.. Ia pun balas mencium Ray sambil tangannya menempel di dada Ray,..

“ Drrrttttt “ Ganti ponsel Cheryl yang berbunyi,..

“ Halooo,.. “ Cheryl melepas ciumannya ke Ray, dan menjawab panggilan di HP-nya,..

“ Iya ini mau turun Ok,.. “ Cheryl membalas pertanyaan dari lawan bicaranya singkat,..

“ Siapa yang ?? “ Tanya Ray membereskan rambutnya yang sedikit berantakan,..

“ Mell, udah yuk turun gak enak nich,.. “ Jawab Cheryl, sepertinya sedikit berbohong,..

“ Oh, ayo dech turun gak enak sama Ryan,.. “ setelah keduanya merapikan penampilan mereka, mereka pun turun ke arena Clubbing di lantai 1 gedung itu,..

####

“ Ya ampun lama banget sich,.. “ Vic menyambut Ray dan Cheryl yang baru datang,..

“ Iya tadi nyari parkir sana sini, ribet dech,.. “ Ray tersenyum dengan kebohongannya,..

“ Ayo-ayo minum donk,.. “ Ryan menyodorkan Wine untuk Ray dan Cheryl,.. Wajahnya berubah cerah, terlebih saat tersenyum pada Cheryl,..

“ MY FRIEND, Happy Birthdays… “ Ray menyodorkan bingkisan ukuran sekitar 30cm untuk Ryan,..

“ Ya ampun, makasih, tapi Ray, kita nich udah sobatan dari SMP, udah kaya saudara masa masih kasih begini,.. “ Ryan memeluk Ray, mereka terkesan sedikit lebih akrab dibanding dengan yang lainnya,..

“ Itu lah Ry, karena lu dah kaya adek gue sendiri, ga salah kan gue kasih hadiah,.. “ Ray membalas..

“ Ha ha ha, Thanx dech Ray,.. “
” Selamet ya Ry,.. “ Cheryl memberikan tangannya menyalami Ryan,..

“ Thanx Cher… “ Ryan tersenyum membalas jabatan tangan Cheryl,..

“ Udah-udah ayo minum dech,.. “ yang ada di otak Jack hanya minum sambil menyodorkan gelasnya ke atas, mengajak bersulang,..

“ Ayo-ayo “ Edison ikut mengangkat gelasnya tinggi,..

“ He he,.. Thanx ya,.. “ Hangat sekali suasana itu, mereka bersulang dengan wine kelas satu, sambil bercanda atau berdansa mengikuti irama music,..

“ Minum-minum Ry,.. “ Ajak Vic,..

#####

Chapter 2 : Inginku Bukan hanya Jadi (1)

Seperti Hujan,

aku adalah butiran air, kau adalah awan,

selamanya tak pernah bersama

“ Yang, nanti ada undangan loh dari Vero, Ulang tahunan gitu, tapi di Bogor “ Kata Ray dibalik kemudi X-Trail-nya,.dalam perjalanan pulang..

“ Hmm, kapan sayang ?? “ Cheryl yang duduk di sebelahnya menjawab, entah kenapa perbincangan kedua orang itu, ditanggapi dingin oleh Ryan, dia hanya bisa diam, dan memilih untuk menatap pantulan lampu-lampu jalanan.kepalanya masih terasa sedikit pening.

“ Minggu depan sich, kamu mau ikut yang ?? “

“ Minggu depan ya?? Wah aku gak tahu.. “

“ Yawda, tapi aku izin dulu sama kamu, aku gak enak kalau gak datang, kan kamu tahu sendiri aku dah kenal dia dari SMP.. “
” Iya sayang, gapapa, kayaknya Vero juga udah ajak aku dech, tapi aku lupa.. “ Cheryl menjawab dengan senyum polosnya,..

“ Dasar kamu, yawda aku takut kamu marah aja, kamu kan sering gitu,.. he he. “ Goda Ray

“ Gitu apa ?? “ Cubit Cheryl

“ Ya gitu, suka cemburu gak jelas.. “ Ray tersenyum, sambil memegangi lengan-nya yang dicubit kecil oleh gadis cantik disebelahnya itu,..

“ Hah, bull shit lah semuanya,.. “ Entah mengapa pikiran Ryan bertambah kalut. Entah apa yang ada dipikirannya, yang pasti dia ingin segera sampai di tujuan agar tak lagi mendengar percakapan seperti ini lagi?? Tapi kenapa, kenapa aku harus marah.. Semua itu hanya menjadi tanda Tanya dalam pikirannya sendiri,..

“ Ry, lu mau ikut ?? “ Tanya Ray, membuyarkan lamunan Ryan,..

“ Hah ?? apaan.. ?? “

“ Yeeh, daritadi bengong aja, undangan si Vero.. Ikut ?? “ Menatap jok belakang dari kaca spion dalam

“ Ha ha ha, Sory ngantuk gue,.. Gak dech, Skip, gue ga ikut ,.. “ Canda Ryan..

“ Ah, sendiri dech,.. “ Gerutu Ray

“ Kamu nginep aja yang, malem-malem sendiri pulang, takut kamu kenapa-kenapa “

“ Ya liat nanti aja dech yang, ok.. “ Balas Ray yang mencubit pipi chubby Cheryl,..

“ ICh, sakit tau weeee!!! “ Cherly bales mencubit Rey,..

Yang semacam inilah yang membuat Ryan makin malas melihat kedepan, entah berbagai macam perasaannya berkecamuk, dia tak tahu harus bereaksi seperti apa, dalam hatinya ia tahu, dan tak bisa berbohong kalau dia suka, suka sekali, bahkan sejak sebelum Cheryl “Jadian” sama Ray sahabatnya itu, malah dia jugalah yang mengenalkan mereka berdua,..

Namun ketidak tegasannya dalam mengambil sikap saat Ray mengatakan menyukai Cheryl, ya ketidak tegasan dan kebodohannya yang malah mengatakan,..

“ Kalau lu suka, ambil aja bego, daripada diambil orang lain,.. “ Kalimat bodoh yang kini terus disesalinya, padahal dia tahu, saat itu yang sebenarnya ingin keluar adalah kalimat,..

“ Dia jatah gue Ray.. “

Ah, sudah lewat satu tahun, dan selama satu tahun ini juga Ryan terus menunggu, menunggu setiap saat, meski terdengar sedikit jahat dengan berharap adanya masalah-masalah dalam hubungan mereka, namun tiap saat kedua orang itu seolah mampu menyelesaikan permasalahan itu,..

Yang lebih menyakitkan berulang kali juga, tiap Ray dan Cheryl berkelahi, dengan isakan dan air matanya, Cheryl datang ke pelukan Ryan, menangis menumpahkan kekesalannya, membuat dia membeku tak tahu harus melakukan apa,.. seolah memberikannya kesempatan, memberikan ia kekuasaan, untuk menghancurkan hubungan sahabatnya itu, atau malah berusaha memperbaikinya,.. namun berulang kali juga ia malahan berusaha memperbaiki hubungan Cheryl dan Ray,..

Tak berapa lama kemudian, sampailah mereka di tempat Kost Ryan, bangunan tinggi berlantai 4,

“ Ah, thanx ya Ray, Cher… “ Sambil menguap dan membuka pintu mobil itu,..

“ Yoa, yawda gue langsung cabut ya Ry,..and Happy Birthday my Brother “

“ Ok Ati-ati lu bedua,.. “ Sambil menutup mobil dan berpindah ke samping pintu kemudi yang jendelanya dibuka oleh Rey,..

“ Ok, CU.. “

“ Dadah Ry.. “ Cheryl melambaikan tangan-nya

Ryan pun melambaikan tangan, sesaat kemudian Nissan X-Trail itu pun melaju perlahan, membelah gelap-nya malam, Ryan memencet tombol-tombol di HP-nya, sambil berdiri didepan pintu Rumah Kost-an itu,…

Tak berapa lama, seorang gadis cantik, Cindy nama gadis itu keluar dari dalam Rumah,.

“ Gila lu ya jam berapa nich,.. ampir gue tinggalin tidur biar tidur didepan noh, enakan-kan lagi ulang tahun tidur dijalan.. “
” Ich gila luh, tar gue sakit donk kedinginan he he . lagi kan lu yang gak mau ikut. “ Tanya Ryan, sedikit bercanda

“ Bodo Ah.. mank gue pikirin, lagi bikin acara pas gue sakit.. “ Gerutu Cindy sambil membuka pintu Pagar

“ Ich ngambek,.. he he..Velli udah tidur ?? “,

“ Mau masuk gak ?? Iye udah tidur, “

“ Iya, iya ampun dech,. “ sambil melangkah masuk “ Koq lu tahu gue dah sampe sich ?? “

“ Mobilnya gandeng tau,.. “ jawab Cindy ketus
” Ha ha ha, yawda sory dech, thanx ya Cind.. “ mereka pun masuk ke dalam Rumah Kost-kostan itu,..

Ryan pun membuka pintu kamarnya di lantai 3 nomor 7 itu,.. kamar yang cukup besar, namun agak kurang terawat, buku-buku, stik Playstation berserakan di atas lantai, majalah dan komik pun bergeletakan, padahal dia sudah menyiapkan lemari khusus untuk menaruh barang-barang itu,.. ditengah kamarnya sebuah karpet berlambang AC Milan tergelar, belum lagi poster besar Andra Pirlo pemain idolanya ditempel-nya tepat di samping kamar tidurnya,.

Ia pun membuka kemeja Hitam-nya yang penuh dengan asap rokok itu, sebelum mengganti dengan kaus tidur-nya,.. ditaruhnya HP N-95 miliknya di atas Meja, matanya mengantuk hebat namun ia tak mau lekas-lekas tidur, seperti sedang menunggu sesuatu, yang membuatnya malah menyalahkan TV,..

Lampu sudah dimatikan, hanya sebuah cahaya dari televisi yang menyorot kearah Kasur Ryan saja yang membuat ruangan itu tak terlalu gelap gulita, entah apa yang sedang ditunggunya,..

Matanya nyaris tertutup saat ringtone HP-nya berbunyi,.. ia kurang suka menggunakan Silent Mode, getaran Handphone membuat Baterai-nya cepat bocor kata Ryan suatu kali..

Ia pun bergegas berdiri, meraih HP-nya yang ada diatas meja belajarnya,.. dilihatnya pesan yang masuk itu,.

Ich, kamu tuch aq mash d jalan udah sms

Iya, ini udah sampe, udah cuci muka ma cuci kaki,.

Kamu udah kan ?? Yawda tidur yang nyenyak ya, jangan lupa bedoa dulu ya,..

And H-B-Days ya, aku selalu doain kamu,

Nitez and CU

GBU Ry

Ryan pun membalas SMS itu, sebelum ia mematikan televisinya yang entah sedang menayangkan acara apa, dan menjatuhkan tubuhnya diatas ranjang-nya, tak berapa lama ia pun tertidur pulas dengan senyuman di wajahnya,..

#####

Chapter 3 : Love U Need U

Ahh Cinta

Semua bermulai dari

Sepasang mata ini

Seolah tak percaya mata Jack menatap gadis yang berada di pojok ruangan sana, matanya terus melihat kearah gadis itu, tak berkedip sekalipun, rasanya tak percaya dengan keberuntungannya sendiri,.. ia masih melihat gadis itu, meyakinkan dirinya kalau itu memang gadis yang ada dalam ingatannya,..

“ Lee lee,.. “ ia menarik kaus kawannya,..

“ Hah ?? “ Edison masih sibuk dengan komik Eyeshield 21 yang sedang dibacanya,..

“ Liat tuch Lee,.. “ mata Jack masih tetap kearah gadis itu yang sedang asyik bercanda dengan kawan-kawannya,..

“ Oh iya bener tuch,.. “ Edison asal berkomentar, masih sibuk dengan bacaanya,.. sesekali menghisap rokok mild di tangannya,.

“ Ya ilah, liat sini dulu kenapa ?? “ Jack sedikit kesal dengan Edison yang sibuk membaca komik,.. menepuk kepala temannya itu,..

“ Aduh, iya iya, apaan sich ?? “ Akhirnya menaruh komik yang sedang dibacanya itu diatas bangku,..

“ Itu, cewek yang waktu itu kan ?? “ Menunjuk kearah gadis itu,.

“ Begok !! jangan ditunjuk .. “ Edison langsung pura-pura tak melihat..

“ Eh-eh iya,.. “ Jack langsung menurunkan tangannya,..

“ Bentar gue liat dulu,.. Eh iya loh, siapa namanya?? Angel ya kayanya “ Edison masih sedikit ragu,..

“ Iya Lee, gmana donk ?? “

“ Gmana apanya ?? Mank masih ngebet ?? “ Tanya Edison…

“ Huuh, cakep ya,.. “

“ Ha ha ha, ya samperin lah, kali ini dah gak bisa lagi gagal, gak mungkin kan lu bilang mabok lagi,.. ha ha ha,.. “

“ Iya-iya, temenin gue yuk ,.. “ Ajak Jack, sedikit gugup,..

Edison pun awal-nya menolak, namun akhirnya menyerah juga setelah dilobi terus oleh Jack, otaknya berfikir cepat cara yang gak malu-maluin untuk mendekati Angella dan kawan-kawannya,..

“ Yawda, nanti kita jalan kesana, terus pura-pura aja gue balik lagi kaya gue ngelanin dia OK ?? “ Usul Edison, usul yang gak hebat-hebat amat memang,..

“ Gue ikut aja, gimana lu dech,.. “ Akhirnya keduanya berjalan kearah pojok ruangan tempat Angela dan beberapa orang teman-nya, gak cewek semua memang, membuat mereka berdua butuh keberanian lebih untuk mendekati Angella..

Langkah hanya tinggal beberapa langkah lagi dari meja Angella, tiba-tiba Angella berbalik, wajahnya memperlihatkan mimik ragu-ragu, mungkin ia serasa mengenali wajah Edison, namun masih tidak yakin,..

Jantung Edison dan Jack jelas berdegup makin kencang, mungkin yang ada dalam pikiran mereka berdua sama, pasti nich cewek inget kita berdua pasti dech karang lagi diketawain,.. Dasar cowok yang gengsinya besar membuat mereka makin sport jantung saat langkah mereka kian dekat, mundur pun pasti ketahuan dan itu lebih memalukan lagi,..

“ Eh, kamu yang 2 hari yang lalu itu ya ?? “ seloroh Jack,..

Angella menatap wajah Jack dengan mimik serius, seperti sedang berusaha mengenali orang yang sedang berdiri didepannya,.. Edison sendiri seperti tak percaya dengan yang dilakukan Jack barusan, sejak kapan penyakit gugupnya sembuh,..

“ Oh, yang waktu itu ya ?? “ Angella tersenyum sambil, setelah mengingat kejadian itu,..

“ Sory ya waktu itu, gue kan belum sempet minta maaf langsung sama lu,.. “ Jack menyodorkan tangannya, sementara Edison tampak terkejut melihat salah satu dari kawan Angella, si bulldog itu,..Edison hanya nyengir aja sebelum menyapa Angel,..

“ Halo, lu kuliah sini juga ternyata,.. “ Edison tersenyum pada Angel,

“ Eh lu juga, siapa siapa,.. Ed,, Ed,.. Edison ya ?? “ Angella berusaha mengingat,..

“ Yupz, ini temen gue itu, kenalin nich.. “
” Jacksen,..” Jack menyodorkan tangannya,..

“ Angella,.. gapapa koq, gue juga gak kenapa-kenapa, he he,..lupain aja,.. “ Angella membalas jabatan tangan Jack, sambil tersenyum, manis sekali, membuat Jack makin luluh,,.. sementara teman Angella yang satu itu menatap Edison seperti anjing yang sedang mengeram,..

“ He he he, yawda kita cabut dulu ya, udah lepasin Jack,.. “ Edison menyela Jack yang masih menjabat tangan Ella yang begitu halus,..

“ Eh eh, sory sory, he he,.. “ Jack buru-buru menarik tangannya disindir begitu,.. mencubit perut Edison,..

“ Apa sich ?? “ Edison bertanya pelan,..

“ No Hp belom,.. “ Bisik Jack,..

“ Lu yang minta lah,.. “ Suruh Edison,..

“ Hmm, Gel, boleh minta nomor HP ?? “ Tanya Jack, suaranya bergetar parau, tegang mungkin,..

“ Hmmm, buat apa ?? “ Tanya Angel, wajar seorang cewek bertanya begitu, agar tak berkesan gampangan,..

“ Itu buat nanya cara jinakin anjing Bulldog,.. “ Seloroh Edison sambil lirikan matanya menusuk kearah salah satu teman Angel itu,..

“ Hah ?? oh, ha ha ha, jahat loh,.. “ Angel mengeluarkan ponselnya,..

“ Berapa nomornya, gue miscall dech,.. “ tanya Jack,..

“ Seneng lu ya udah dapet nomornya,.. “ Usil Edison, tak lama setelah mereka berdua menjauh dari tempat Angel tadi,..

“ Iya, gila gugup banget,.. he he “ Jack menjawab sambil terus melihat nomor Hp Angel dari layar P-1i-nya,..

“ Ha ha, Tumben lu pinter tadi, ampe kaget lu bisa begitu,.. “ Pukul Edison,..

“ Ah, itu sich nekad daripada malu aja,.. ha ha.. “ Jack cengengesan,..

####

“ Hmmm, sayang udah ah, ehmmm… “ Sementara Gadis itu menolak, serbuan ciuman dari lelaki dalam pelukannya makin gencar, lidah lelaki itu menari-nari di tengkuk gadis itu, sementara tangannya meremas-remas payudara si gadis yang masih mengenakan Bra-nya, meski satu talinya sudah menggantung jatuh,..

Ciuman-nya mengarah kearah payudara si Gadis menciumnya dengan penuh nafsu, lidahnya bergerak-gerak kesana kemari sementara dengan dagu-nya pemuda itu berusaha mendorong lepas bra si gadis,..

Ciuman-nya melumat bibir mungil gadis itu, sementara tangannya lelaki itu melumat payudara si gadis, meremas-remasnya sambil menarik-narik puting payudara-nya, gadis itu menggelinjang dirangsang sedemikian rupa, terlebih saat ia merasakan lidah pemuda itu melumat payudara-nya, ia mendesah-desah tiap saat puting payudara-nya itu tersentuh oleh lidah pemuda itu,..

Remasan di payudara-nya kian membuat gadis itu terangsang, ia mengacak-acak rambut orang yang sedang menyusu di payudara-nya itu, mendesis perlahan menahan kenikmatan yang tengah direnguk keduanya,..

“ Eshhhpp… Frans udah donk,.. “ pinta gadis itu,,.

Sementara perlahan lelaki yang sedang mengumulinya itu, mulai menarik lepas pengait celana yang dikenakan oleh gadis cantik itu,.. lelaki itu menyingkap rambut panjang gadis itu yang menutupi telinganya, perlahan ia mulai mencium telinga gadis itu,..

Tangan Frans di payudara gadis itu,.. memainkan sambil meremas-remas payudara itu , yang membuat pemiliknya mendesah tak karuan, belum lagi lidah yang menyelusup di telinganya membuat pemiliknya itu mendesah tak karuan, bulu-bulu tubuhnya berdiri merinding tak karuan,..

Tangan Frans bermain lebih jauh, menyelip masuk ke dalam celana Jeans yang dikenakan gadis itu, sebelum tangan yang lain membantu melepas pengait Jeans itu, membantu tangannya yang sedang merabai kemaluan gadis itu lebih leluasa,..

“ Frans, jangan Frans,.. “ desah gadis itu, sementara tangan mungil gadis itu berusaha menghentikan tangan Frans yang hendak menyelusup dalam celana dalamnya,..

“ Gapapa sayangqu Steffany,.. “ bisik Frans, sebelum kemudian mencium gadis cantik itu,.. ia mengurai rambut gadis cantik itu, hingga kecantikan polos gadis itu kian kuat, namun dibawah sana, tangannya tengah menyelusup,.. membelah bibir vagina gadis itu dengan kedua jarinya, sebelum telunjuknya memainkan clitoris gadis cantik itu,..

“ Awwwhm,.. “ desah Steff, saat bagian sensitifenya itu tersentuh, perlahan sentuhan dan rangsangan oleh jari itu membuatnya kian terbakar oleh birahi,.. terasa olehnya bagaimana tubuhnya itu mulai memberikan feedback,.. vaginanya yang mulai basah karena rangsangan itu,..

Tangan mungil gadis itu mulai mencari, mencari pelampiasan kenikmatan yang dirasakannya, perlahan meremas batang kemaluan Frans, sementara mulutnya masih terus menceracau dalam desahan,..

Frans sendiri tampak begitu menikmati suara desahan dari bibir gadis itu, orchestra desahan yang begitu merdu, suara kenikmatan yang nyaring terdengar dari bibir gadis itu,.. sementara tangan Steffany yang tengah menyusup diantara celana pendeknya itu mulai meremas batang kemaluannya,..

Memainkan batang kemaluan itu dengan gerakan maju mundur,.. sementara Frans mencium kekasihnya itu, lidah mereka berpagutan, mencari puncak kenikmatan birahi yang kian tak terbendung, penisnya yang tengah dikocok perlahan, dengan sedikit gerakan memutar yang membuat pemiliknya itu mendesah keenakan,..

Frans menarik lepas Celananya sendiri,..

“ Ich apa-apaan sich kamu,.. “ Bisik Steff,..

“ Hmm, apa ya,.. “ Frans tersenyum sambil menarik celana Steff, berikut celana dalamnya,,..

“ Ichhhhh kamu tuh,.. “ Steff berusaha menutupi bagian kemaluannya itu, bagian kemaluannya yang ditumbuhi bulu-bulu halus yang begitu terawatt,..

Frans menjawabnya dengan sebuah ciuman,. Mencium gadis itu mesra sambil meremasi payudara gadis itu, tangannya masih menyelip diantara bibir kemaluan gadis itu, merangsangnya dengan sentuhan-sentuhan yang membuat gadis itu kembali menceracau,..

Tubuh gadis itu mulai bergetar-getar, merasakan sensasi kenikmatan yang dirasakannya,..

Memanfaatkan moment itu, Frans mengangkat kaki gadis itu, tak lagi berada disamping, kini ia sudah menindih tubuh gadis itu,.. sementara penisnya telah berada tepat di didepan bibir kemaluan Steff…

“ Frans “ reflek Steff mendorong tubuh Frans,..

Frans terdorong hingga kepinggiran ranjang itu,..Steff menatap Frans, dengan pandangan kecewa,..

“ Kenapa sich kamu selalu gitu,.. “ Steff berkata,..

“ Maaf ya sayang, aku gak sengaja,.. “ Frans mendekat, dalam matanya justru terpancar sinyal kekecewaan, meski tak disadari Steff yang tengah menutup wajahnya dengan bantal kepalanya, sekaligus menutupi tubuhnya yang telah polos tanpa busana,..

Keduanya membisu, dengan kekecewaanya masing-masing

####

“ Kenapa tuch si Jack ?? Cengegesan sendiri aja ?? “ Tanya Vic, memperhatikan temannya yang sedang sibuk dengan HP-nya dan tertawa-tawa kecil sendiri,..

“ Biasa lah,.. mending liat temen ‘gila’ kayak gini kan, daripada benggong-benggong kayak orang gila,.. “ sindir Edison mengigat saat Jack baru diputusin oleh Karen, benggong-benggong seperti ayam mau dipotong,..

“ Ah lu orang sirik aja,.. eh-eh… itu siapa yang makan Croissant gue,.. “ Jack mengoceh melihat croissant-nya yang tinggal separuh,.. Sementara Vic langsung menghentikan kunyahannya, menyembunyikan separuh croissant yang sedang dikunyahnya itu,..

Jack melirik kesal ke arah Vic,..

“ Ya dech ampun,.. gue ganti dech “ Vic akhirnya mengaku,..

“ Tapi, mank siapa sich ?? Kayaknya ampe seneng gitu,.. “ Tanya Vic penasaran,..

“ Ada lah, mau tau aja lu urusan orang, “ Sahut Jack, sambil mengambil croissant-nya yang tinggal separuh dan mengigitnya,..

“ Itu anak angkatan baru,.. Angel namanya,.. “ Sela Edison, yang membuat Jack tambah merengut melihat temannya yang ember itu,..

“ Jah, nich orang bener-bener,.. “ Kesal Jack,.

“ Hahaha, becanda ampun dah,.. “ Edison dan Vic tertawa sengaja menggoda,..

#####

Chapter 4 : Inginku Bukan hanya Jadi (2)

Aku , Kamu , Dia

Harus Gimana ??

“ Aduh gila, beneran bosen banget nich gini,.. “ Mungkin itu yang ada dalam pikiran Ryan , beberapa Mahasiswa di kelas itu, terutama yang ada dipojokan sudah sibuk dengan mimpi mereka masing-masing,.. sialnya dia datang terlambat hingga terpaksa duduk di tempat paling depan,..

Baru ia menoleh sedikit,..Pak Salim dosennya sudah memanggil namanya,..

“ OK, Ryan lihat kemana kamu, ayo kerjakan tugas-nya sekarang,.. “

“ Hah, sial banget nich dosen,.. soalnya yang mana juga gak tahu,.. “ Ryan tampak kebinggunga, walaupun daritadi dia melihat ke depan, tapi lebih banyak melamun daripada memperhatikan,..

“ Ah, Pak,.. hmmm,.. “ Pura-pura berfikir,..

Ia berfikir keras sambil berusaha mencari celah untuk lolos dari soal itu,..

“ Ayo Ryan, daritadi kemana saja kamu,.. “ Tanya Pak Salim, makin membuat otaknya berfikir kosong makin keras

Layar Monitor LapTopnya tiba-tiba bertambah satu window, isinya sebuah InstantMessage yang berisi jawaban soal itu,.. Ryan tersenyum kecil sebelum mulai mengoceh sambil mencontek jawaban dari IM itu,..

Pak Salim hanya mangut-mangut karena jawaban itu memang benar,..

“ Bagus-bagus,.. kamu Rico soal nomor dua,.. “

Ryan kembali duduk sebelum kemudian menghadap kebelakangnya, kearah Cheryl yang senyum-senyum sendiri,..

Ryan mengetik pesan untuk Cheryl lewat YM seperti yang jawaban yang diberikan Cheryl tadi,..

Wey, Thanx ya,.. :p

——

Makanya jangan benggong aja,..

Hehehe

—–

Iya iya mau gimana

Bosenin banget :p

—–

Hahaha, yawda ah,..

Tar ikutin dimarahin lagi,..

Waktu berjalan lambat, rasanya tiap menit berjalan bagaikan berjam-jam, bayangkan kalau satu jam kuliah sama dengan 100 menit,.. Mata layu para mahasiswa yang bosan mendengarkan Pak Salim yang sibuk sendiri dengan pelajaran yang dibawakannya, berbanding terbalik dengan para mahasiswa yang seolah tak mengerti apa yang diucapkan oleh dosennya itu,..

Sebuah Bel yang sangat dirindukan oleh para Mahasiswa itu akhirnya berbunyi, tak perlu mendengar kata “ terima kasih, dan selamat siang “ dari pak Salim, seluruh Mahasiswa di kelas itu telah menghambur keluar sambil sibuk dengan dunia mereka masing-masing,..

“ Cher,.. “ Panggil Ryan saat Cheryl berjalan keluar ruangan dengan Ghea teman-nya,..

“ Ghe, lu duluan dech ya,.. “ Cheryl berkata pada teman-nya itu, Ghea mengganguk sambil tersenyum kearah Ryan, sebelum mulai berjalan menjauh,..

“ Ich kamu tuch, dasar malu-maluin tau gak, ditanya gitu aja gak bisa,.. “ Cheryl mencubit Ryan,..

“ Ngantuk tau,.. ich sakit nich,.. “ Sambil memegangi tangannya yang dicubit Cheryl,..

“ Dasar, mau kemana ?? “ tanya Cheryl, seperti keduanya sudah memiliki janji untuk pergi sebelumnya,..

“ Ada dech,, mau ikut ga ?? “ Ryan berusaha membuat penasaran,..

“ Ich dasar,.. “ Keduanya berjalan menuju pelataran parkir, Ryan menaiki motor besar-nya sambil memberikan satu Helm untuk Cheryl,..

“ Naek bisa gak ?? “ Canda Ryan,, mengingat postur Cheryl yang kecil

“ Ich dasar, ngeledek aja,.. tuch bisa tuch loncat,.. “

“ Yuk jalan,.. “ Celetuk Cheryl setelah berhasil naik ke atas sadel belakang sambil memeluk pinggang Ryan dari belakang,..

######

“ Yang udah ya,… pusing nich, ampun dech,.. “ Rengek Edison dengan beberapa kertas yang menghambur di meja belajarnya,..

“ Gak, itu harus kamu kerjain semua, kamu tuch emang paling-paling udah ketinggalan satu pelajaran kali sama yang lain,.. Gak malu ?? “ Jessica tampak kesal, sudah dua jam ia mengajari Edison, tapi menyelesaikan PR-nya saja belum selesai,..

“ Duh males banget, kan udah setengah tadi,.. besok di kelas malah bisa lebih cepet,.. “ Bujuk-nya lagi,..

“ Iya nyontek kan,.. dasar,.. “ , “ Gak-gak dech, aku mau masuk dulu nich pokoknya aku pulang kamu belum selesai awas aja,.. “

“ Iya dech iya,.. yawda ati-ati ya,.. “ Edison mencium pacarnya itu di pipi,..

“ Bener ya,. Awas loh gak beres,.. “ Jess mencium kening Edison sebelum mengambil tas-nya dan melangkah keluar,..

Masih berkutat dengan tugas-tugas kuliahnya Edison sambil berbaring dan menyalakan MP3 Monkey Majik yang sering di dengar-nya akhir-akhir ini, perlahan ia mengumpulkan semangatnya sambil mengerjakan tugas yang membuatnya sakit kepala itu,..

Hampir 1 jam Edison mengerjakan 3 soal itu, sambil merengangkan lehernya yang pegal ia kembali sibuk dengan komik-nya sebelum seseorang mengagetkannya dari belakang,..

“ Hayo, lagi ngapain,.. “ Jess tertawa-tawa melihat mimic wajah Edison yang pucat saking terkejutnya,..

“ Yeehh… Awas ya,.. “ , “ Lagi baca komik nich liat nich,.. “ Edison mencubit pipi pacarnya itu,..

“ Iiiiihhhh,.. ngamuk nich, sakit tau,..!!! weee “ Jess memukul Edison di pundaknya,..

“ Duh yang udah ngerjain PR,.. “ Ledek Jess,..

“ Iya donk,.. “ Jawab Edison singkat,..

“ Tumben rajin,.. hehehe,.. “ Jess terlihat memeriksa pekerjaan Edison, sambil membalik-balik halaman file..

“ Mank mau bodo terus,.. haha… “

“ Wey pada mau makan gak ?? “ Vic tiba-tiba menyela masuk dalam kamar Edison,..

“ Gue heran semua pada masuk gak pake permisi,.. “ Gerutu Edison karena lagi-lagi terkejut,..

“ Lu begok,.. pintu gak pernah dikonci,.. “ Sela Vic tak mau disalahkan,..

“ Hahaha,.. becanda Vic, jehhh,.. “ Edison tersenyum,..

“ Yuk makan yuk, laper,.. “ Celetuk Jess,.. “ Mell mana Vic ?? “

“ Tuh, ke WC dulu,.. “

“ Dah beres semua ?? “ Mell tersenyum sambil melirik ke dalam kamar ??

“ Udah, yawda jalan yuk,.. “ Edison merapikan kertas-kertasnya sambil mencari dompet-nya,..

“ Tuch di atas selimut,.. “ Tunjuk Jess,.. sudah biasa dengan kecerobohan pacarnya itu,..sebelum kemudian Edison mengambil dompetnya itu dan keluar dari rumahnya itu,..

#####

Ryan dan Cheryl yang terlihat begitu asyik bercanda di tepi pantai,.. Keduanya terlihat begitu dekat sambil melempar kerang-kerang yang ada di tepi pantai itu kearah laut,.

“ Bagus kan ?? “ Tanya Ryan,..

“ Yeee,.. iya dah lama gak kepantai Ry,.. hehehe.. “

“ Hehehe, makanya nurut aja kalo diajak orang tau,.. hehe “

“ Dasar,.. “

Deburan ombak, dan angin sepoi-sepoi ditambah cahaya matahari yang bersinar redup saat sang Matahari tak lagi berdiri perkasa diatas sana,.. Entah keindahan itu dapat berapa lama lagi mereka rasakan saat sesuatu menyela, ponsel Cheryl,..

“ Ray,.. “ kata Cheryl, terdengar panik..

“ Angkat aja,.. “

Sesaat gadis itu tampak berfikir,..

“ Halo,.. “ Cheryl menjawab telepon itu,..

“ Halo sayang dimana ?? “

“ Aku masih di jalan nich,.. “ Jawab Cheryl

“ Owh,masih lama ?? Mau dijemput ?? “

“ Ga usah, mungkin bentar lagi kayaknya,.. “

“ Owh yawda ati-ati aja ya,.. nanti aku tunggu di tempat biasa,.. “

“ Yawda ati-ati ya sayang,.. “ Ucap Cheryl menutup telepon,..

“ Udah yuk, jalan pulang,.. “

“ Ray gak marah ?? “ Tanya Ryan…

Cheryl menggeleng kepala, Entah tak tahu atau memang Ray tidak curiga..

#####

Chapter 5 : Bogor-Jakarta-Bandung (1)

Ini kejam,

Hey dunia memang

tidak pernah bersahabat

“ Gue musti gimana nich ?? “ Tanya Steffany binggung,.wajahnya tampak kalut,..

“ Yawda, emang kenapa sich bisa berantem ?? “ Tanya seseorang dibalik telepon sana,..

“ Gue juga gak ngerti, tiba-tiba aja dia marah, gue kan gak bisa ikut dia ke ultah temennya itu, gue masih agak sakit begini.. “

“ Yawda, lu coba hubungi Ray dech, kayaknya dia mau dateng dech ke Ultahnya Vero itu,.. “

“ Duh gue kan gak gitu kenal sama dia, gimana donk,.. “ Hati Steffany serba salah, ia tak tahu harus melakukan apa sekarang, disatu sisi ia ingin datang seperti keinginan Frans,

“ Yawda, ga papa kali, orangnya juga baik koq,.. “

“ Duh, gue gak tau dech Selv,.. gimana ya,.. kalo naik angkutan umum bisa kan ?? “

“ Lu yakin Steff,.. lu kan gak tau jalan,.. “

“ Gapapa sich, tapi lu mau jemput gue kan di terminal ?? “ Tanya Steff binggung

“ Yawda, kalo cuma di terminal sich bisa aja gue jemput, tapi lu yakin bisa ?? “

“ Iya, bisa dech, yawda gue siap-siap ya, nanti gue telepon lu lagi kalo dah deket-deket ya,.. “

“ Yawda, ati-ati ya Steff,.. “ Sebelum Selvie kawannya itu menutup telepon,..

Perlahan Steff bangkit berdiri dari kursi belajarnya, mengambil tas dan memasukan pakaian ke dalamnya,.. namun ia masih ragu dengan keputusannya,.. ia mengambil HP-nya, berusaha menghubungi seseorang, namun masih sama seperti tadi sepertinya ponsel itu sengaja dimatikan,..

“ Aduh Frans kamu tuch kenapa sich,.. “ Gumam Steff dalam hati,..Tak yakin dengan keputusannya, ia takut kedatangannya ke Pesta Ulangtahun teman Frans itu malah membuat pacarnya tambah marah,..

Ia pun memasukan ponselnya itu kedalam tas, ia memeriksa kembali barang-barangnya, memastikan tak ada yang tertinggal,.. Perlahan ia keluar dari kamar Kost-nya, mengunci pintunya rapat-rapat,..

Dalam ketidakpastian Steff melangkah keluar,.. ia berjalan perlahan hingga kejalan besar dan menaiki Taksi yang membawanya menuju terminal,.. ia melihat dengan seksama arah buss itu dari tulisan trayek yang ada didepan bus itu,.. sementara hatinya merasa takut, terlebih ini adalah pengalam pertamanya bepergian dengan kendaraan umum ini, 1 tahun 5 bulan sejak menapaki kakinya di Jakarta ini,. Ia mendapat perlakuan istimewa dari Frans, yang selalu mengantarnya kemana-mana,..

Namun kali ini ia harus belajar sendiri,.. ia harus mengejar seseorang yang begitu dicintai dan disayanginya itu, meski ia ragu apa yang dilakukannya itu benar atau salah, yang hanya itu yang ada dalam pikirannya sekarang, ia berharap apa yang ia lakukan ini benar dan akan berakhir dengan baik,..

Ia menaiki angkutan umum itu, menunggu hamper 1 jam lamanya sebelum bus itu diberangkatkan, ia terus mencoba menghubungi ponsel Frans meski tak pernah ada jawaban dari seberang sana, tak ada lagi yang dapat dilakukan oleh Steff, tak ada selain merenung, berdoa dan berharap semua ini akan berakhir baik, seindah perjalanan cinta mereka dulu,..

Entah berapa lama waktu berlalu sebelum ia sampai di terminal kota tujuannya itu, Bogor,.. perlahan ia turun, sambil menelepon Selvie,.. namun belum sempat panggilannya diangkat, seseorang melambaikan tangan padanya,..

Steff bergegas menuju arah lambaian tangan itu,..

“ Selv,. Thanx banget ya,.. “

“ Udah gapapa, gini doank, udah yuk masuk deh mendingan,.. “

Keduanya masuk dalam mobil Suzuki Swift merah itu, sebelum Selvie membawa Steff ke rumahnya, sambil menunggu pesta ulangtahun Vero pukul 8 malam itu,..

#####

“ Jadi gitu ya, gitu selama ini bohong sama aku !! “ Suara penuh dengan nada kekecewaan, Cheryl memaki seseorang di balik telepon itu,..

“ Aku gak bohongin kamu, bener dech, aku gak pernah ketempat gitu,.. “

“ Jangan bohong Ray,.. terus bon siapa yang ada di dompet kamu Hah !! gak sadar kan aku liat dompet kamu,.. kamu tuh dasar tau gak !! “

“ Yawda aku pulang sekarang, aku gak jadi ke Bogor,.. “ Ray mengambil keputusan,..

“ Terserah, tapi gak perlu cari gue ya !! “

“ Sayang kamu tuch jangan salah paham gini donk,.. Aku tuh bener-bener gak sengaja,.. “

“ Jangan bohong Ray, kecewa sama kamu tau gak,.. aku bukan ank kecil lagi yang bisa kamu bohongin, aku bisa tanya temen-temen kamu,.. “

Tak ada lagi celah untuk berbohong sekarang, seorang lelaki hanya tinggal satu punya cara untuk membela diri,..

“ Ok,.. jadi kamu mulai batasin aku sekarang,.. Apa aku pernah batesin kamu Hah !!”, “ Bahkan aku gak larang kamu pergi sama Ryan kemarin kan,.. !! “

“ Oh jadi bales marah-marah, yang salah siapa sich sebenernya,.. !! “ , “ Jusru kamu izinin aku temenini Ryan beli kado itu dihari yang sama kamu pergi kesana kan !! “

“ Alah, Ryan juga tahu aku mau pergi kenapa kamu gak tanya sama dia !! “

“ Oh gitu ray, cukup aku tahu tentang kamu !! “ Cheryl menutup telepon itu sambil membanting ponselnya ke ranjang,.. matanya penuh kekecewaan, sementara air matanya mulai mengalir,..

#####

Chapter 6 : Ingin-ku Bukan hanya Jadi (3)

Cinta yang indah adalah

Cinta yang terlarang ,…

“ Hah, ngapain ah males gue,.. lu gak kenal aja sok mau dateng,.. “

“ Ya ampun Ry, gapapa kali kan banyak cewe-nya, mau dateng gak lu,.. “

“ Iya-iya, disini aja berani lu ngomong ya Lee, kalo ada cewek lu aja diem lu,.. hehehe “ Sindir Ryan sambil sibuk membuka sebungkus Chitato,..

“ Wah, nich orang, yawda dech kalo gak mau lu,.. “

“ Hahaha, lagi dimana lu ?? Cewe lu gak ada ya makanya bebas lu,.. “

“ Iya lagi pergi ma ade-nya tuch haha, makanya kapan lagi nich gue bebas tapi gak asik lu ah,.. “

“ Jah, ajak si Jack aja tuch,.. “ Katanya sambil meraup chitato dan memasang Televisi

“ Ah, lagi PDKT dia repot ah,..masa gue jadi obat nyamuk,.. “

Seseorang mengetuk pintu kamar Kost-nya sesaat sebelum Ryan menjatuhkan tubuhnya diatas ranjang,..Ia bangun dan membuka pintu kamarnya,..

“ Siapa Ry ?? “ Tanya Edison dari balik telepon,..

Ryan diam tak menjawab,..


“ Eh-eh siapa sich ?? Lu masukin cewe ya,..hahaha dah gak homo luh,.. “ Edison mengoceh terus, menggoda,.. namun Ryan tak menjawab, hanya menutup telepon itu,..

“ Cher,.. ?? “

“ Ry,. Boleh masuk ?? “

“ Ya boleh, lu gak jadi ke Bogor ?? “

Cheryl menjawabnya dengan gelengan kepala,..

“ Nich minum,.. “ Ryan mengambil teh kotak dari lemari es kecil dibawah TV-nya,..

“ Thanx,.. “ Cheryl menusukan sedotan ke teh kotak itu,..

“ Kenapa sich ?? Koq mata lu merah gitu ?? “

“ Gak papa Ry,.. Cuma,.. “
“ Cuma apa ?? “ Goda Ryan

“ Kesel aja,.. “ Cheryl membuang wajahnya, menatap bagian lain dari ruangan itu,..

“ Kenapa sich Cher ?? “ Ryan duduk di lantai, tepat di sebelah Cheryl

“ Gue ini salah apa sich Ry sebenernya ?? Ray tuch anggep gue apa ?? “ Pertanyaan sederhana tapi membuat Ryan binggung,..

“ Gimana ya?? Gue gak tahu musti jawab apa Cher,.. “ Ryan binggung harus menjawab apa,..

“ Lu jawab aja Ry,. Gue tuch binggung, capek jalanin semua ini, dengan semua kebohongan dia ke gue,.. sebenernya lu tahu kan Ry, dia sering bohongin gue,.. “

Tercekat dalam kebinggungan, Ryan tahu tentang semua kebohongan Ray, kebohongan yang terkadang membuat dia merasa jauh lebih baik dari Ray, jauh lebih mencintai Cheryl dari sahabatnya itu, namun dalam semua kebinggungan itu dia selalu memilih, berulang kali memilih untuk berada di pihak Ray, memilih menutupi semua kebohongan Ray…

“ Ayo Ry, ngomong,.. “ Menatap wajah Cheryl yang memerah, air matanya yang seolah akan mengalir kapan saja, membuat Ryan bimbang, apakah ia harus mengiyakan semua kebohongan Ray, atau mengakui semua kebohongan itu,..

“ Ry,.. “ kata Cheryl lagi perlahan, turun dari kursinya, wajahnya menatap Ryan, menatap tak lebih dari 20 cm jarak diantaranya,.. Ryan dapat merasakan dengan jelas, merasakan semua kesedihan gadis manis itu,.. Ryan berusaha memalingkan wajahnya, ia tak sanggup berbohong, tak sanggup membohongi dirinya bila menatap mata itu,..

“ Liat kesini Ry,.. “ , “ Jujur,.. Jujur sama aku,.. “ sepasang tangan mungil Cheryl menapak di wajah Ryan,..membawa sepasang mata mereka bertemu,.. jemari mungil itu membelai rambut panjang Ryan yang menutup matanya,.. membuat sepasang mata mereka kian jelas bertemu,..

Entah harus menjawab apa, tatapan mata polos yang seolah tak berdosa itu membuat Ryan luluh,.. ia menjawab, sebuah jawaban yang sebelumnya tak pernah keluar dari mulutnya,..

“ Iya, gue tahu,.. “ jawabnya singkat,..

Cheryl terdiam, entah apa yang dipikirkannya, namun gurat kekecewaan tampak jelas di matanya,..

“ Koq kamu tega sich ?? “

Pertanyaan yang seolah menusuk, Ryan diam, entah dia harus menjawab apa kali ini,..

“ Sorry,.. “

“ Jahat, jahat banget sich kamu tuch,.. mana semua omongan kamu ?? Mana ?? “

Cheryl memukul-mukulkan tangannya kearah Ryan,..

“ Iya, aku tahu salah, aku tahu, maafin aku,.. “

“ Aku tanya, aku tanya,.. kenapa kamu tega gitu ?? “

Ryan lagi-lagi diam,..

“ Jawab Ry, jawab,.. “ Air mata Cheryl terus mengalir,..

“ Aku tahu, kamu tahu semua, buktinya kamu bisa tahu kapan musti ajak aku kepantai, tepat di hari Ray pergi kan, aku tahu kamu tahu semua ini Ry,.. tapi kenapa kamu diem ?? “

“ Soalnya,.. “

“ Coz ,.. “ Ryan menghentikan ucapannya,..

“ Pliz ngomong Ry,.. Plizzz aku mohon,. Aku pengen tau kenapa kamu segitu tega sama aku ?? biarin Ray terus bohongin aku ?? terus nyakitin aku ?? “

Ryan membuang wajahnya,. Sebelum ia menangkap mata Cheryl,.. menatap mata itu dalam memperlihakan keseriusan ucapannya,..

“ Coz I Love you, and he is someone much better than me,.. “ sebuah kata yang sangat sulit diucapkan selama ini,.. sebuah kata yang sudah begitu lama dipendamnya, yang terkadang membuat dadanya ini sesak,..

Ryan tak lagi berani menatap Cheryl,.. wajahnya dipenuhi rasa bersalah,.. meski Angel hanya diam, hati Ryan terasa dipenuhi oleh rasa bersalah yang tidak ada habisnya,.. kata itu akhirnya terucap, sebuah kata sederhana yang sebenarnya tidak salah, namun menjadi berbeda bila diucapkan untuk seorang wanita cantik yang juga pacar sahabatnya sendiri,..

“ Aku tahu,.. “ Cheryl berkata, memecah kebisuan,..

Ryan hanya diam, iya tahu berkali-kali ia berusaha mengungkapkan semua itu meski dengan kata-kata,..

“ Aku tahu,.. tapi bukan itu kan alasan semua ini,.. “ lanjut Cheryl,..

“ Cuma itu,.. “ jawab Ryan,singkat..

“ Kalau cuma itu kenapa kamu tega, tega gitu aja biarin aku terus ditipu, terus dibohongin ?? Kenapa ?? “

Ryan tak bisa menjawab, ia sendiri tak tahu jawabannya,.. kalaupun ia bisa menjawabnya itu hanya akan membuat Cheryl lebih sakit, gak mungkin dia mengatakan

“ Karena aku gak mau kamu terluka, aku mau lindungin kamu, aku mau ngerebut kami daripada kamu dilukain terus dan kamu dan kamu,.. “ kata it uterus muncul di kepala Ryan

“ Kalau kamu memang sayang sama aku,.. kamu harusnya bilang, kamu harusnya lindungin aku,.. kenapa kamu selalu begitu ?? “

“ Karena dia sahabat aku, dan aku gak mungkin rebut kamu dari dia,.. dia punya segalanya yang kamu inginkan,.. dia punya semua itu,.. “ akhirnya kata itu malah terucap

Sebuah tamparan mendarat di wajah Ryan, air mata Cheryl mengalir deras,..

“ Kamu tuch jahat banget sich ?? Kamu selalu berfikir tentang Materi ?? kenapa sich Ry ?? jahat banget kamu tuch tau gak “

“ Sorry,.. “ Ryan terdiam,..

“ Jahat banget sich ?? “ Cheryl perlahan

Entah apa yang ada dalam benak Ryan ketika perlahan ia memeluk Cheryl,.. ia memeluknya hangat, seolah tak lagi perduli kalau gadis ini adalah kekasih sahabatnya sendiri,.. cinta membutakan matanya,.. sementara perlahan Cheryl pun mulai menggantungkan tangannya di pundak Ryan, entah siapa yang memulai saat mereka mulai memagutkan bibir mereka masing-masing,.. mencium sambil berpelukan..

Perlahan mereka berciuman, sementara Cheryl mulai membiarkan Ryan yang menciumi lehernya, tak lagi terbayang tentang status hubungan mereka,.. ciuman demi ciuman yang saling berbalas diantara mereka,..

Ciuman Ryan perlahan turun, sepasang tangannya menarik lepas kaus yang dikenakan oleh Cheryl, sepasang bukit yang tidak besar, namun begitu putih dan halus menggantung disana, perlahan tangan Ryan menyelusup ke belakang, menarik pengait bra itu hingga membuat bukit indah didalamnya tak lagi tersembunyi,..

“ Ry,.. ehmmm,.. “ Desah Cheryl saat sebuah ciuman terasa di sepasang bukitnya,.,.. ciuman perlahan pada sepasang payudara itu, sementara tangannya mulai meremas perlahan bukit kembar itu,. Dengan sebuah lidah hangat yang menyentuh-nyentuh putingnya,..

Sepasang tangan mungil Cheryl perlahan menarik kaus Ryan,, sebelum kemudian jemari lentiknya meraba di sepanjang dada bidang itu,.. Ryan masih bermain dengan dada Cheryl memainkan payudara itu perlahan, selayaknya sepasang kekasih walaupun ia sadar ini lebih mirip sebuah pengkhianatan,..

“ Nakal ya,.. “ Bisik Ryan,.. saat jemari Cheryl sengaja diselipkan gadis itu menyelip masuk dalam celananya menyentuh penisnya yang sudah menegang, sambil tersenyum-senyum,..

Cheryl hanya memerlingkan matanya,.. sambil memelet lidahnya kecil, menggoda Ryan,..

Cheryl menatap sepasang bolamata coklat Ryan,.. keduanya bertatapan, lama,… dalam sebelu, Ryan mencium Cheryl perlahan,.. penisnya sudah berada tepat di bibir vagina Cheryl,.. dalam hati Ryan bergulat berbagai rasa,.. tak ada kebanggaan meniduri seorang teman kampus, atau seseorang yang dikenalnya,.. bukan itu yang ada di otaknya,. namun sebuah rasa bersalah yang dalam, namun juga sebuah ego yang mengatakan,.. “ Aku lebih pantas untuk semua ini “

Cheryl membalas ciuman Ryan, menutup matanya dalam-dalam, sementara Ryan membimbing penisnya dengan tangannya,.. perlahan menusuk masuk dalam vagina Cheryl yang begitu sempit,.. jauh sebelum semua ini Ryan pun tahu, gadis yang dicintainya ini bukanlah seorang gadis perawan, namun cinta lebih dari sekedar nilai keperawanan,..

Bukan kesalahan, bukan kebodohan yang membuat Cheryl kehilangan semua ini, bukan juga itu sesuatu yang penting bagi Ryan,.. dalam hati Ryan ia tau benar,.. semua kesalahan, semua kebodohan, semua pengalaman hidup itu yang membuat Cheryl seperti sekarang, membentuk Cheryl yang sekarang, membentuk Cheryl utuh yang begitu dicintainya,..

Perlahan penis itu menekan kian dalam, ciuman mereka yang tertahan oleh desahan Cheryl, perlahan Ryan menarik penisnya, sebelum kembali menekan penis-nya masuk,..

Penis Ryan yang mulai menyelusup masuk diantara sela vagina Cheryl,.. menusuk masuk sementara ciuman mereka masih terus berpagut,.. Desahan Cheryl dan hembusan nafas keduanya yang saling memburu, sementara sepasang tangan Cheryl yan bertumpu di dada Ryan, membiarkan tubuh mereka bersatu,..

Saling berciuman sementara perlahan tangan Ryan meremas payudara kanan Cheryl, membuat gadis itu mendesah sesaat sementara gerakan pinggul Ryan yang memaksa penisnya masuk lebih dalam di Vagina Cheryl yang begitu sempit,..

Tak ada kata yang terucap, hanya desahan mereka yang saling menyahut, Ryan yang mulai menciumi payudara Cheryl sementara tak pernah berhenti ia menggerakan pinggulnya naik turun, menelusuk masuk,.

Membuat Cheryl terus mendesah tak karuan, entah apa yang dipikirkan oleh gadis cantik itu, apa juga yang dipikirkan oleh Ryan, sementara nafsu yang kian memburu membuat keduanya kian tak malu lagi melakukan semua ini,..

Perlahan Cheryl mulai naik ke tubuh Ryan, sesaat ia menarik lepas penis Ryan, mencium penis itu sebelum kemudian kembali naik dan mengantar penis itu hingga kembali masuk dalam vaginanya, perlahan penis itu kembali membelah tubuhnya,.. wajah Cheryl yang kuyu dengan sepasang matanya yang setengah tertutup dan luncuran desahan yang keluar dari mulutnya,..

Tubuh mungilnya yang mulai bergerak naik turun dalam posisi itu, payudaranya yang bergerak kesana kemari, sementara tangan Ryan mulai bermain nakal, menangkap payudara yang tengah menggantung itu sambil meremasnya perlahan memainkan payudara itu dengan lembut, meremasnya dengan penuh perasaan sambil menekan payudara itu dan menarik puting-nya perlahan,..

“ Ehmmm,.. “ Desahan yang kembali melucur dari bibir mungil itu,.. Penis Ryan seolah menusuk begitu dalam, memberikan kenikmatan bagi gadis cantik itu,..

#####