Soleil de Francais

Perancis,. 1783

Aku berlari menyelusuri lorong-lorong istana yang belum terlalu kuhapal ini, ya ini baru hari ketiga aku memasuki istana ini. Aku berbelok di persimpangan, menuruni tangga menuju ruangan utama, sementara pelayan-ku mengikuti-ku dari belakang.. kulihat para pekerja yang begitu sibuk, keluar masuk mengangkat tempat-tempat lilin, bunga-bunga Matahari yang begitu indah dan meja-meja besar,..

Hari ini ada pesta, sebuah pesta besar buat-ku, jantungku berdebar kencang, memperhatikan bagaimana pekerja-pekerja itu bekerja begitu serius, mendekorasi ruangan ini,.. rasanya semua begitu sempurna, perlahan ruangan itu kian bertambah indah,..dengan lilin-lilin yang siap dinyalakan, bunga-bunga Matahari yang begitu indah,.. ahh rasanya semua ini hanyalah mimpi sebelumnya,..

Semua begitu sempurna,..

Ayahku Charles Alexandre de Calonne baru saja diangkat menjadi Pengawas Umum Keuangan, istana ini adalah hadiah pelantikan dari Raja Louis XVI, tiga hari yang lalu kami baru memasuki tempat ini dan bukannya ini semua terlihat begitu sempurna,.. sempurna…

Karier Ayah yang tiba-tiba menanjak hebat, menggantikan Turgot dan Jaques Necker,.. Aku tahu pekerjaannya tidak akan mudah, dan lagi dari apa yang aku dengar kondisi keuangan kerajaan tengah menipis, namun bukannya itu begitu indah, aku,. Aku bisa merayakan ulangtahun-ku yang ke17 di sebuah istana yang begitu indah ini,.. ahhh,.. indah sekali

“ Nona, kita harus segera bersiap-siap,.. “ Bisik salah satu pelayan-ku,..

“ Ah,.. baiklah,.. tapi bukannya ini semua benar-benar indah ?? “ Tanya-ku, aku begitu tegang, takut semua yang begitu sempurna ini akan rusak karena kebodohan-ku,.

“ Indah nona, benar-benar bagus sekali,.. “

Aku mengganguk, senyuman-ku mengembang,.. perlahan aku keluar dari ruangan utama itu sementara serombongan pemusik memasuki ruangan itu,..

Aku berjalan perlahan,.. aku tegang, memikirkan ini semua sementara pelayan-ku tadi masih mengikuti-ku dari belakang,..

“ Semua akan baik-baik saja kan ?? “ Tanya-ku,..

“ Ya nona, pasti,.. “ Kata pelayan-ku, berusaha membuang semua kekhawatiran-ku,..

“ Semoga,.. “ Jawab-ku pelan,..

Aku sampai diruangan-ku di lantai 2, aku memasuki kamar-ku,..

“ Antonie,.. “ Aku terkejut mendapati teman lama-ku disana,..

“ Ata,.. cantik sekali, kecantikan kamu gak pernah berkurang sedikitpun, malah makin bertambah cantik-cantik dan semakin cantik… “
Aku merona mendengar pujiannya,.. aku tersenyum,..

“ Terima kasih,.. jadi kamu yang mempersiapkan semua dekorasi ini ?? pasti Papa langsung yang meminta kan,.. “ Tanya-ku, aku duduk di depan meja rias,..

“ Untuk teman-ku yang cantik ini, tanpa diminta pun aku pasti akan menawarkan diri,.. kamu suka ?? “ tanya Antonie,..

Aku mengganguk,.. “ Bagus sekali Antonie, bagus sekali,.. terima kasih ya,.. “ Aku mencium pipi Antonie,..

“ Dengan segala hormat tuan putri,.. “

“ Hey,. Jangan panggil aku tuan putri, kita kan sudah berteman lama,.. “ Gerutu-ku,..

“ Ya ya Ata, maaf aku lupa,.. hehehe,.. Ok kita mulai sekarang ya,.. “ Tanya Antonie,.

Aku mengganguk, sambil memperhatikan gaun berwarna kuning lemon yang dibawanya,.. indah sekali gaun itu,.. aku yakin siapapun yang memakainya pasti akan terlihat cantik,..Antonie ?? hmm dia teman-ku dari kecil, kami berbeda 8 tahun dia sudah seperti seorang kakak buat-ku, sekarang dia adalah salah satu desainer dan penata rias terbaik di Perancis, dan tentu saja aku begitu bahagia dia mau menyempatkan waktu untuk merias-ku ditengah kesibukannya,..

Entah berapa jam berlalu, tak terasa sementara kami hampir menyelesaikan riasan-ku, sambil bercanda-canda dengan Antonie, Ayah tiba-tiba mengagetkan-ku,..

“ Ata, anak-ku yang cantik,.. “ Ia tersenyum sambil menatap pantulan wajah-ku dicermin,..

“ Papa,.. “ Aku tersenyum,.sambil melambaikan tangan memintanya mendekat

“ Tuan Calonne,.. “ Antonie membungkuk-kan tubuhnya, seperti selayaknya rakyat biasa pada anggota keluarga kerajaan,..

“ Antonie, tidak ada formalitas diantara kita,.. lagi pula aku berhutang budi pada-mu, kamu menyempatkan diri untuk datang kesini ditengah kesibukan-mu di Monaco,.. “ Kata Ayah-ku,..

“ Kehormatan untuk saya Tuan,.. “
Ayah-ku tersenyum menjawab, ia memeluk pundak-ku dari belakang,..

“ Ata, kamu cantik sekali, seperti Mama dulu,.. “ Ia tersenyum menatap-ku,..

“ Terima kasih Papa,. “

“ Ya, dan selamat ulang tahun sayang,.. “ Ia mencium kening-ku,..

Aku tersenyum membalas,..

“ Ayo bersiap-siaplah kalian,.. oh ya, Raja akan datang,.. “ Papa-ku tersenyum sambil menutup pintu kamar-ku,..

“ Wow,. Raja menyempatkan datang di pesta ulangtahun-mu Ata,.. “ Antonie tersenyum,..

Sungguh sebuah kehormatan, Raja Louis menyempatkan datang kepesta-ku, meski aku memang tak terlalu menyukainya, tapi tetap saja ini adalah sebuah kehormatan yang begitu besar untuk keluarga kami,..

“ Ya-ya aku tahu Antonie,.. “ Aku kian bertambah tegang,..
“ Nah kamu harus tampil sesempurna mungkin OK,.. “ Antonie merapikan riasan-ku,.

#####

Entah berapa pasang mata yang menatap-ku saat aku perlahan menuruni tangga menuju ruangan utama,.. Suara tepukan tangan, dan ucapan selamat dari para tamu, banyak yang kukenal, tapi lebih banyak lagi yang tak kukenal,. Aku hanya bisa tersenyum, sambil mengucapkan terima kasih, hadiah-hadiah yang begitu indah yang diberikan oleh mereka,..

Antonie mengiringi-ku hingga ketengah ruangan,.. disana berdiri Ayah-ku yang memberikan ucapan terima kasih atas kedatangan para rekanan bisnisnya,.. sedangkan aku lebih sibuk melambai kearah teman-teman-ku yang ada dipojok dekat makanan,.. dasar mereka itu,..

Pesta itu berjalan begitu meriah, Antonie benar-benar tahu keinginan-ku, saat ruangan yang agak remang dengan lilin-lilin yang memberikan kesan romantis untuk pesta-ku ini,.. Rasanya bahagia sekali bisa merasakan kesempatan ini dalam hidup-ku,..

Tiba-tiba musik yang tengah dimainkan itu berhenti,.. mata para tamu tertuju ke pintu masuk, sama seperti saat aku masuk tadi, sesosok pria tambun memasuki ruangan itu, tak terlalu tinggi dan juga tidak tampan, namun pakaian yang dikenakannya begitu mewah, semua orang menundukan kepalanya,.. termasuk ayah-ku dan aku,..

Pria ini adalah Yang Mulia Raja Louis ke XVI, sungguh kedatangannya adalah kehormatan bagi keluarga kami,. Menandakan kami adalah anggota kerajaan yang dihormati,.. namun mata para lelaki lain menatap ke sosok di belakang Raja Louis seorang Putri yang begitu cantik,..

Dengan Gaun-nya yang berwarna merahnya, rambut pirangnya yang di ikal keatas,. Mengengam topeng yang sengaja ia biarkan tak menutup wajahnya, memperlihatkan kecantikannya yang begitu sempurna ia tersenyum pada para tamu yang terperangah oleh kecantikannya itu, ia lah permaisuri Perancis, sang mawar dari Versace.. Ratu Marie Antoinette putri kerajaan Austria

“ Yang Mulia,.. “ Ayah-ku menyambut Raja Louis tepat di tengah ruangan,..

“ Ya ya Charles,.. yang mana putri-mu,.. aku mau mengucapkan selamat untuknya,.. “

“ Ata, kemari,. Yang Mulia memanggilmu,.. “ Ayah-ku langsung memanggilku,.. aku pun mendekati mereka bertiga,.. aku membungkukan tubuh-ku sambil menarik sedikit Rok-ku, sekedar memberikan salam hormat pada Raja Louis dan Ratu Antoinette,..

“ Terima kasih atas kedatangannya baginda Raja dan Ratu,.. “
“ Ya ya,.. ini ada sedikit hadiah untuk-mu, dan Charles, aku tak pernah tahu kamu memiliki seorang Putri yang begitu cantik, luar biasa,.. rambut coklatnya begitu indah,.. “ Raja Louis memuji-ku, entah sekedar pujian atau apa,..

“ Terima kasih yang mulia,.. “

Sementara Raja Louis memancarkan senyum yang begitu akrab pada seluruh tamu, Ratu disebelahnya terlihat begitu angkuh, ia lebih sering menutupi wajah cantiknya dengan topeng yang dibawanya itu,..

“ Ya ya,.. ayo silahkan dilanjutkan lagi pestanya,.. “ Kata Raja, musik pun kembali bermain dan orang-orang kembali berdansa sambil menyantap hidangan yang telah tersedia,. Aku kembali ke dua teman-ku, Beatrice putri dari Abbe Sieyekes, seorang Romo dan seorang Politikus terkemuka,,. Dan Jean,.. putri dari Jean-Sylvain Bailly,..

“ Hey, bagaimana Pesta-ku ?? Apa semua terlihat sempurna,.. aku takut kalau sampai terjadi segala sesuatu yang bodoh di pesta ini dan akan merusak segalanya,..

“ Hey, tenang lah, semuanya berjalan begitu sempurna, tampaknya teman-mu yang gay itu benar-benar detail dalam segala sesuatunya,.. “ tawa Beatrice,..

“ Hey, dia itu baik loh,.. jangan menghina Antonie di depan-ku,.. “ Agak kesal juga mendengar ada yang menjelek-jelekan Antonie, walaupun aku tahu itu sekedar bercanda…

“ Yeah, aku tahu, dan cuma bercanda koq cantik,.. “ Beatrice melihat wajahku yang mengkerut,..

“ Duh, tampan sekali sich,.. “ Jean tiba-tiba bergumam sendiri,.

“ Hah, yang mana yang mana ?? “ Beatrice langsung menyambar mendengar kata tampan,..

“ Itu yang memainkan piano itu,.. “ Tunjuk Jean,..

Dan memang benar, Pria itu begitu tampan, senyuman-nya yang indah dengan rambutnya yang pirang, ia mungkin 2 tahun diatas-ku, tapi terlihat begitu dewasa dan..dan membuat jantungku berdebar begitu kencang terlebih saat mata kami bertemu,.. ia tersenyum dan sepertinya senyuman itu untuk-ku,..

Entah berapa kali mata kami saling bertemu, saling melempar senyuman dan entah kenapa, wajahnya itu selalu terbayang, padahal kami masih berada di satu ruangan yang sama,.. ada beberapa tamu yang mengajak-ku berdansa mulai dari anak-anak pejabat kerajaan, sampai dengan para pejabat itu sendiri,. Mau tak mau aku menemani mereka sesaat dan pada saat-saat seperti itu aku dapat merasakan dengan jelas sepasang mata pemain piano itu mengawasi-ku,..

Malam kian larut, pesta masih berjalan dengan begitu meriah, aku merasakan pegal diseluruh tubuhku, namun aku masih memaksakan diri untuk berada di ruangan ini, aku ingin bersama pemain piano itu lebih lama, entah kenapa, mungkin ini yang namanya jatuh cinta,..

“ Ata, kamu harus beristirahat,.. ini sudah malam, biarkan saja pesta ini berjalan dengan sendirinya,.. semua akan selesai besok pagi,.. Biar Papa yang menemani mereka,.. “ Bisik Papa-ku,

Aku hanya mengganguk tak lagi berani membantah, apalagi Beatrice dan Jean juga telah terlihat begitu letih, aku pun meninggalkan ruangan itu bersama mereka dan seorang pelayan-ku, kembali ke kamar-ku di lantai 2,..

Sepanjang perjalanan masih saja Beat dan Jean membicarakan para pemuda yang datang di pesta ulang tahun-ku itu, terutama si pemain piano tampan itu,.. sambil tertawa-tawa kecil, kami bertiga masuk ke kamar-ku,.. memang kami sudah sepakat untuk menginap di tempat-ku hari ini,.

Dan benar saja kami masih sibuk membicarakan para tamu di pesta tadi, entah berapa lama hingga satu persatu dari kami mulai tertidur,..

#####

Pagi hari yang cera, aku terbangun dengan kicauan burung yang terdengar di jendela kamar-ku, aku membuka jendela kamar-ku, 2 sahabat-ku masih tertidur terbaring di ranjang-ku, sebenarnya aku masih lelah, tapi rasanya hati-ku begitu bahagia,..Mungkin karena sekarang aku sudah dewasa,.. rasa begitu berbeda seperti terlahir kembali,..

Aku berlari di sepanjang lorong istana-ku,.. sambil tersenyum-senyum sendiri, dan Ouchhhh aku menabrak seseorang,..

“ Maaf,.. “ kata-ku sambil menahan rasa sakit di bokong-ku,.

“ Maaf , Maaf aku tidak melihat,.. “ Kata suara itu, seorang lelaki dan langsung menaruh benda besar yang dibawanya tadi,

“ Maaf, aku yang tidak melihat, “ Kata-ku, karena memang aku yang salah,..

“ Tuan Putri ?? “ Tanya-nya,.. sambil berusaha membangunkan-ku,..

Wajah-ku langsung memerah, ya ampun ini pemain piano yang kemarin, kemarin aku sampai tak bisa melepaskan pandangan-ku darinya, dan sekarang ia berdiri di depan-ku dan berusaha membantu-ku bangun, ya ampun jantung-ku berdegup begitu kencang,..

“ Maafkan saya Tuan Putri,.. “ Ia berusaha membangunkan-ku,.. aku pun perlahan bangun dengan bantuannya itu,..

“ Tidak, memank saya yang salah, sembarangan berlari seperti itu,.. “ aku merasa tak enak hati sekali, apalagi kalau ada yang rusak,..
“ Haha, Tidak,.. Maafkan saya Tuan Putri, dan maaf kami harus segera berbenah,.. “
“ Hmm, Ya kenapa tidak,.. “ Rasanya kesal melihat tingkahnya yang begitu kaku, seolah tak berani menatap-ku,..

“ Hmm Tuan Putri, tidak ada yang terluka kan?? “ Tanya-nya lagi,..

Aku menggeleng sambil tersenyum, ia tersenyum membalas sambil mulai mengangkat Benda yang tadi dibawanya,..

Namun tiba-tiba ia berpaling,..

“ Tuan Putri, Maaf bila saya lancang,.. Boleh saya mencium tangan anda ?? “ Tanya-nya tiba-tiba,..

Aku terdiam, ternyata ia berani juga dan, dan aku tak mungkin menolaknya,..

Aku menganguk sambil membuang wajah-ku malu, takut ia melihat wajah-ku yang mulai memerah malu,..

“ Sebagai permohonan maaf saya,.. “ Perlahan ia mencium tangan-ku,.” Terima Kasih Tuan Putri Ata “

Ia Tersenyum sambil mengangkat barang bawaannya itu,..

“ Hey, boleh aku tahu nama-mu,. “ Aku tak ingin menyesal bila sampai lupa menanyakannya,..

“ Tentu tuan putri,.. Marquis de Lafayette “

#####

Marquis de Lafayette nama pemuda itu, entah ayah tahu atau tidak, hubungan kami mulai berjalan, tak banyak memank frekuensi pertemuan kami, dan ta pernah dekat dengan rumah kami,. Selalu dengan bantuan teman-teman-ku aku harus bersembunyi-sembunyi untuk dpaat menemuinya,.. Namun kufikir semua cukup berjalan lancar berjalan lancar, meski tak banyak yang tahu tentang itu semua,.. ia adalah seorang Pelajar, pemikirannya tentang perubahan pemerintahan sedikit banyak terus mempengaruhi jalan pikiran-ku,..

Bila dirunut ia masih memiliki hubungan kerajaan, meski hanya seorang bangsawan kecil dan tidak dianggap dalam darah kerajaan saat ini, itulah yang membuat ia mengikuti rombongan pemusik, memanfaatkan bakatnya yang baik dalam bermain musik ia membiayai sendiri studinya,..

Tak banyak memang frekuensi kami bertemu,.. terlebih ada semacam hukum tak tertulis dimana para anggota keluarga Para pejabat dan bangsawan harus menghadiri pesta-pesta kerajaan, kian lama kian sering, dan dari Lafayette aku tahu berapa banyak penduduk di negeri ini yang tidak mendapatkan makanan hari itu,..

Tetapi aturan kerajaan tetaplah aturan kerajaan, untuk menjaga kehormatan keluarga-ku, adalah penting untuk selalu dekat dengan anggota kerajaan itu sendiri,. Kian lama kian banyak frekuensi pertemuan-ku dengan

#####

“ Dan itu semua tidak mungkin dilakukan yang mulia, tidak mungkin ,.. cara terbaik adalah menyeragamkan pajak, para bangsawan seperti kami pun harus membayar pajak, berapa banyak lahan kerajaan yang tidak menghasilkan pemasukan untuk kerajaan, dan tidak mungkin bila rakyat dibebani pajak yang lebih tinggi lagi dalam keadaan ekonomi yang buruk seperti sekarang

Suasana rapat diruangan itu terlihat begitu panas,.. para pejabat teras kerajaan dan anggota parlementer, sementara Raja Louis tampak binggung dengan apa yang harus ia putuskan,..

“ Kau benar Charles,. Kau benar,… “

“ Dan itu tidak mungkin dilakukan Tuan-ku yang terhormat, kerajaan memiliki hak penuh pada tanah-tanah yang dipinjamkan pada rakyat, apakah anda harus membayar untuk sesuatu yang memang milik anda “ Salah satu anggota dewan menyela pemikiran raja,..

“ Tapi membebani rakyat lebih dari ini sama saja dengan membunuh rakyat “

“ Dan tak mungkin kita tidak menuntut rakyat melakukan pembelaan Negara kan, mereka harus berkorban untuk Negara ini,.. “ Anggota Parlemen itu tak mau mengalah

“ Dan apabila anda merasa Negara ini adalah miliki kita, para kaum bangsawan, apa yang kita lakukan demi menyelamatkan negeri ini,.. “

“ Cukup-cukup, kita lanjutkan sidang ini lusa,.. “ Raja Louis menghentikan sidang dan langsung meninggalkan ruangan itu,..

“ Baik yang mulia,.. “ Para peserta sidang itu menundukan kepala, sementara raja keluar dari ruang sidang itu,.. Charles de Callone merapikan berkas yang dibawanya, sementara ia sadar, apa yang ia lakukan sama saja memusuhi parlement, namun dalam hematnya hanya ini yang bisa ia pikirkan untuk menyelamatkan negara ini,.

#####

“ Kita harus melenyapkannya,.. “ Bisik salah satu anggota parlement,..

“ Aku tahu, ia bisa merusak sesuatu yang sudah turun temurun,.. Sama saja ia menyuruh kita sama dengan para rakyat itu,.. “

“ Ya ide yang bodoh, bodoh sekali “ celetuk yang lainnya,..

“ Tapi bagaimana cara-nya, tidak mudah menjatuhkan orang sepertinya,.. “
Mereka tampak berfikir keras, sebelum seseorang menyela pembicaraan mereka,..

“ Mudah, mudah sekali “ seseorang menyela pembicaraan itu,..

Para anggota dewan yang tambun itu berbalik, menatap orang yang berbicara itu,..

“ Comte De’Artois,.. apa yang bisa dilakukan penjahat seperti-mu,.. “ Ejek salah stau dari mereka yang disambut gelak tawa dari yang lainnya,..

“ Sesuatu yang tidak bisa dilakukan orang tambun seperti kalian,.. “

“ Hahahaha, apa yang bisa kau lakukan,.. “
“ Mudah aku tahu caranya, dan kalian tinggal duduk diam sambil menghitung nyamuk dirumah kalian,.. “

Lelaki itu Comte De’ Artois sepupu jauh dari Permaisuri itu sendiri, dia sendiri bukanlah anggota kerajaan, namun ia bisa berada disini atas desakan Permaisuri, dan lagi ada kabar selentingan yang mengatakan beberapa dakwaan hokum pada dirinya,..

Ia mengambil topinya sambil berjalan santai meninggalkan tempat itu

#####

“ Dan Anak kecil itu akan menghancur-kan kesenangan-mu,.. “ bisik Comte De’Artois,

Permasuri hanya mengganguk,

“ Sekarang tidak hanya ada satu bunga,.. Mawar dari Versace , tidak ada yang lainnya,.. “ berusaha memanasi Permaisuri

“ Kau tahu harus apa ?? “ Tanya Ratu, ia terbujuk, terbujuk oleh segala kemarahan dan rasa irinya,..

Sepupunya itu mengganguk perlahan,..

“ Baguslah,.. “,” Aku paling tidak suka ada yang bermain-main dengan-ku, “

Comte De’Artois hanya tersenyum, sementara ia membisiki Sang Ratu, merencanakan sesuatu yang buruk,..

#####

Jalan di kota itu terasa lebih gelap dari sebelumnya,..

Entah hanya perasaan-ku saja, atau memang ada yang aneh,.. perasaan-ku kian tak nyaman saat kusir-ku mengatakan ada yang mengikuti kami dibelakang, meski ia sendiri tak yakin,..

Aku baru pulang, setelah bertemu dengan Lafayette dan teman-teman Pelajarnya, mendengar bagaimana Rakyat begitu menderita dan marah, kelaparan berusaha mendirikan sebuah badan rakyat yang mampu melawan kekuasaan kerajaan,..

Lafayette berkata berulang kali, bahwa rakyat berada di belakang-ku, mereka mencintai keluarga De Callonee, Namun dalam keadaan seperti sekarang tetap saja ini semua terasa begitu menakutkan,..

Rakyat yang kian melarat, kelaparan, dan penuh kemarahan bisa saja menjadi brutal, buta dan menghalalkan segala cara untuk mengisi perut mereka dan keluarganya,.

Keamanan di kota ini kian lama kian terabaikan,..

Dan benar saja, semua ketakutan itu terjadi,. Orang-orang yang mengikuti kami tadi, mengejar kereta-ku dan menghentikan kereta, desir ketakutan merasuki-ku, sementara kusir kereta-ku tiba-tiba terjatuh dari bangku kusirnya,.. seseorang membuka paksa pintu kereta-ku,..

Orang itu menarik-ku,.. aku tak tahu dibawa kemana, sementara aku berusaha berteriak, yang lain menutup mata dan mulut-ku, aku tak dapat berteriak dengan sesuatu menganjal di mulut-ku,..

Entah kemana mereka membawa-ku, aku baru dilepaskan di sebuah gudang jerami, dua orang yang menakutkan berdiri di depan-ku, yang satu kekar dan mengerikan, dan yang satu kurus, tapi juga tak kalah menakutkan,.. senyumannya adalah senyuman licik yang begitu terkesan dari wajahnya,..

“ Lepaskan aku,.. “Aku berusaha meronta,..

Namun jawaban yang keluar dari lelaki kurus itu hanya sebuah tawa dan ia berusaha merobek gaun yang kupakai,.. aku berusaha menghindar namun lelaki kekar itu mengejar-ku,.. ia menangkap tubuh-ku dari belakang, membuat aku tak lagi dapat menghindar sementara Pria yang kurus mendekati dan merobek gaun-ku bagian atas,..

Mereka tertawa seketika,..Tawa mereka yang seolah tak lagi memiliki hati, sementara aku berusaha menutupi tubuh-ku yang nyaris tanpa selembar kain pun, aku dipenuhi oleh rasa takut, sementara aku terus berusaha mengingat lelaki kurus yang berdiri di depan-ku ini, aku,… aku merasa mengenali wajah itu,.. tapi siapa??

Yang pasti mereka bukan lah rakyat biasa yang sekedar dipenuhi kemarahan pada kaum bangsawan, mereka adalah anggota kerajaan, tapi apa maksud semua ini aku benar-benar tak mengerti, namun aku tak dapat menemukan jawabannya, setidaknya untuk saat ini,.. seseorang menarik tubuh-ku,.. sepertinya ajudan dari lelaki kurus di depan-ku ini,..

Ia mengekang tangan-ku,.. hingga aku tak dapat lagi menutupi dada-ku dengan sisa pakaian yang masih tersisa di tubuh-ku, tangan lelaki kurus itu menyentuh dada-ku, tubuh-ku langsung merinding berusaha menolak,.. aku menatapnya tajam penuh kebencian, memakinya berulang kali, namun ia seolah tak perduli dan terus memainkan tangannya di dada-ku itu, ia meremas-remasnya perlahan, namun entah kenapa semua ini terasa begitu kasar dan menjijikan,..

Rasanya aku ingin meludahinya, terlebih mendengar bagaimana ia terus tertawa sambil berkata kotor,.. namun tiap kali aku sedikit bergerak penjaga di belakang-ku itu langsung mencengkram tangan-ku kuat-kuat dan itu menyakitkan,..

“ Lepaskan, kamu tahu kan siapa aku !! “ Bentak-ku, terlebih berusaha menjaga kehormatan dan kegadisaan-ku,..

“ Ya, tahu dan membuat semua ini menjadi lebih baik,.. dan aku tak akan segan untuk membunuh-mu, “ Matanya terlihat menyorot kejam, seolah yakin akan apa yang dikatakannya, dan juga mampu melakukan ancaman itu,..

Penjaga di belakang-ku itu ikut tertawa sambil ikut menciumi wajah-ku, aku berulang kali berusaha menghindari mereka, namun tetap saja mereka berhasil mendapatkan-ku, menciumi wajah-ku seolah aku adalah boneka mereka..

Lelaki kurus itu tersenyum dan tiba-tiba melepaskan celana-nya,.. penisnya yang sudah menegang dihadapan-ku, untuk pertama kalinya dalam hidup-ku aku melihat sebuah penis, penis seorang lelaki dewasa, panjang dan besar, aku menatap ngeri kepadanya,.. terlebih aku takut bila mereka sampai memperkosa-ku,..

“ Jangan,.. Jangan,.. saya masih suci,.. lepaskan saya,.. “ Aku berusaha memelas, meminta belas kasihan mereka,..

“ Ya, Putri Ata, saya cuma mau tahu, apakah seorang Gadis yang dijuluki Matahari dari Paris ini bisa memuaskan suaminya kelak,.. “ Mereka tertawa gelak,.. sementara wajah-ku merah padam dihina seperti itu oleh mereka,.. aku tak mengerti apa lagi yang dapat kulakukan untuk melepaskan diri-ku dari mereka sekarang,..

Tiba-tiba Penjaga itu memaksa-ku berjongkok, sementara penis lelaki kurus itu berdiri tegak tepat di depan wajah-ku,.. penisnya kurus namun panjang dengan sedikit urat-urat di sekitaran penisnya itu, perlahan penjaga itu memaksa-ku mendekatkan mulut-ku pada penis itu, sementara lelaki kurus itu menunggu-ku sambil berkacak pinggang,..

Aku terus berusaha melawan, namun tenaga-ku dengan mudah dikalahkan oleh penjaga itu,.. aku menutup mulut-ku rapat-rapat namun lelaki kurus itu menampar wajah-ku,..

“ Buka !!! “ bentaknya,.. aku menuruti kemauannya, terlebih rasa sakit itu terasa begitu nyata hingga aku mulai memasukan penis itu dalam mulut-ku,.. bau,..itu yang pertama kali kurasakan,sementara kurasakan juga bagaimana penis itu terasa asin saat mengena di lidah-ku,.. aku tak banyak lagi melawan, bahkan menahan rasa mual ini saja sudah terasa begitu menjijikan buat-ku,..

Perlahan dengan tuntunan si Penjaga kepala-ku bergerak maju mundur, terpaksa aku menggerakan lidah-ku menyentuh penis itu,.. penis yangterada begitu keras dan berdenyut-denyut ditambah lagi penis itu cukup panjang, sehingga membuat-ku tersedak beberapa kali,.. berulang kali aku hampir kehabisan nafas karena tak sekalipun aku diberi kebebasan untuk bergerak,.. aku tak tahu lagi apa yang harus kulakukan selain menjilati penis bau di mulut-ku ini,..

Penjaga itu menerima perintah untuk melepaskan-ku,. Aku menghirup nafas panjang, kufikir semua ini akan berakhir sekarang, namun semua perkiraan-ku itu salah, Lelaki kurus itu merobek Pakaian bawah-ku sekarang, tak sempat aku berteriak kaget, Lelaki kurus itu telah menarik tubuh-ku kearahnya,..

Ia duduk diatas bangku,.. sebuah bangku kayu,.. Ia meminta-ku untuk mengangkanginya,.. memaksa kami bertatapan dan aku harus duduk di pangkuannya,.. Ia mencoba berulang kali mencium-ku, sementara aku masih terus menolak ciumannya,. Si penjaga yang berdiri di samping kami malah ikut menurunkan celananya penis-nya sungguh besar, aku tak percaya dengan apa yang kulihat,..

Dan lelaki kurus itu pun berhasil mencuri ciuman-ku, aku tercekat merasakan lidahnya yang dipaksa masuk dalam mulut-ku, aku tak mengerti apa yang harus kulakukan, bahkan Lafayette hanya pernah mencium bibir-ku sekali, dan tidak seperti ini,..

Lidahnya terus berusaha masuk, mencium-ku perlahan, aku tak membalas, membalas ciumannya itu sama saja dengan mengatakan aku rela diperlakukan apapun, dan aku benci itu,.. aku masih berusaha melepaskan diri dari ciumannya,..

Namun malahan Lelaki itu seperti sengaja membiarkan-ku berdiri,.. penisnya diarahkan ke kemaluan-ku, aku merasakan benda tumpul yang seolah menekan masuk dalam vagina-ku itu, aku mendesah menahan rasa sakitm berulang kali aku berusaha berdiri, menghindari benda itu memasuki tubuh-ku, namun si penjaga itu tak tinggal diam, ia malahan menekan pundak-ku kebawah, menekannya hingga perlahan penis lelaki ini memasuki tubuh-ku,..

Ia melepaskan-ku sesaat membuat-ku langsung berdiri menghindar, perih itu yang pasti kurasakan, namun lagi-lagi penjaga itu menekan tubuh-ku kebawah, berulang kali, perih dan seolah melepaskan-ku dilakukannya berulang-ulang, seolah aku ini mainan mereka,.. dan akhirnya setelah sekian kali penis itu berhasil menekan masuk, merobek kesucian-ku,..

Aku menangis seketika, antara rasa sakit dan rasa kesal penuh keputusasaan, aku,.. aku telah kehilangan sesuatu yang snagat berharga dalam hidup-ku, pada orang yang smaa sekali tak kukenal dan tak kucintai, aku benci itu, harus menyerahkannya secara paksa pada orang-orang ini, namun perlahan aku merasakan penis itu menekan lebih dalam lagi, dan terus bergerak-gerak, perih dan sakit,..

Penis lelaki kurus itu menusuk begitu dalam, memasuki tubuh-ku, menghancurkan segalanya kehormatan dan kesucian-ku,.. aku menangis sejadinya,.. perih rasanya sementara ia terus tertawa sambil menggerakan tubuhnya itu,. Penisnya keluar masuk begitu cepat, tak pernah perduli dengan semua ringisan kesakitan-ku,..

Aku mendesah menahan rasa sakit, sementara tangan-ku tak pernah dilepaskan oleh penjaga itu, terus berusaha mengengamkan tangan-ku di penisnya yang besar itu,.. Aku terus dipaksa menggerakan tubuh-ku naik turun, seiring dengan gerakan penis lelaki kurus ini,..

Tangan-ku memeluk tubuh lelaki kurus ini, aku berusaha berpegangan, sementara rasa sakit itu kian begitu terasa pada tubuh-ku yang telah begitu berkeringat,.. tangis-ku tak pernah berhenti,.. Lelaki kurus itu terus mengejek-ku, berbincang dengan penjaganya yang sedang memaksa-ku memasturbasi penisnya itu,. Ia mengatakan bagaimana Vagina-ku meremas penisnya, dan itu sama sekali tak terdengar enak di telinga-ku,..

Tubuh-ku yang dipaksa naik turun memaksa tangan-ku itu ikut bergerak-gerak di penis si penjaga, penis penjaga itu jelas lebih besar dari penis si lelaki kurus ini, aku tak dapat membayangkan sakitnya bila ia sampai ikut memperkosa-ku, ini saja sudah terasa begitu menyakitkan,..

Tangan Si lelaki kurus itu meremas-remas dada-ku, sesekali lidahnya ikut menjilati tubuh-ku itu, seputaran puting-ku, aku menggelinjang geli, namun tetap saja semua ini terasa menakutkan, tangannya yang lain menarik-narik rambut-ku,.. sambil menampar-nampar bokong-ku membuat-ku terlonjak-lonjak menahan sakit namun dengan begitu tubuh-ku kembali bergerak hingga penis si lelaki kurus itu bergerak-gerak kembali keluar masuk dalam tubuh-ku,..

Desahan itu hanyalah desahan menahan rasa sakit, sementara kian lama kian cepat juga lelaki tua itu menggerakan tubuhnya, penisnya timbul tenggelam dalam kemaluan-ku itu sebelum akhirnya ia mendesah panjang, aku terlonjak kaget saat sebuah cairan serasa ditembakan oleh penis itu dalam kemaluan-ku,.. ia menarik rambut-ku hingga aku meneggadah keatas dan itu membuatku menahan rasa sakit yang teramat sangat,.. belum lagi rasa kaget-kuakan cairan kental yang menembak di dalam tubuh-ku itu pudar, aku diturunkan oleh lelaki kurus itu dari pangkuannya,..

“ Milik-mu,.. “ Katanya ringan, seolah aku ini barang miliknya,..

Aku memandang pada penjaga itu memandang dengan penuh harapan ia akan melepaskan-ku,..

“ Terima kasih Tuan,.. “ Kata si penjaga itu,.. Ia menyeringai penuh rasa terima kasaih, dan menatap-ku dengan pandangan lapar,..

Aku berusaha memohon padanya untuk melepaskan-ku,.. namun ia justru menarik wajah-ku, kini penisnya yang besar dan keras itu telah tenggelam dalam mulut-ku,.. lebih menjijikan, bau dan rasanya begitu aneh membuat-ku begitu mual,.. namuan ia tak melepaskan-ku begitu saja,.. tiap kali aku berhenti menggerakan kepala-ku ia menampar-ku berulang-ulang,.

Penjaga ini justru lebih kejam dan jahat daripada Tuannya itu,..Aku menangis, air mata-ku bahkan menetes di pahanya, namun ia hanya tertawa melihat tangis-ku itu,..

Tak lagi puas dengan mulut-ku, ia mendorong-ku, dari belakang ia mulai menekan penisnya di lubang kemaluan-ku itu, aku menutup mata-ku menahan rasa sakit, seolah tak jijik dengan kemaluan-ku yang tercampur sperma dari majikannya, dan juga darah keperawanan-ku yang baru saja terengut itu ia menekan penis besar-nya itu masuk dalam kemaluan-ku,..

Aku mengigit bibir bawah-ku menahan rasa sakit,..sementara penis itu kian ditekan lebih dalam dari sebelumnya,..aku menahan rasa sakit yang teramat sangat,.. vagina-ku yang masihbegitu rapat harus mencerna penis sebesar ini dan itu menyakitkan sangat menyakitkan untuk-ku,..

Aku berusaha mencengkram apapun yang bisa kucengkram, sekedar melampiaskan rasa sakit yang teramat sangat ini,.. namun desahan sakit-ku hanya dibalas dengan tawa yang mengelegar dari penjaga bertubuh kekar ini,..

Ia terus menggerakan bagian tubuhnya itu maju mundur dalam kemaluan-ku, aku menahan rasa sakit yang teramat sangat terlebih saat ia menarik rambut-ku sambil mencambuk tubuh-ku dengan jerami yang ada digudang itu, perih dan menyakitkan, namun ia hanya tertawa melihat apa yang dilakukannya itu pada diri-ku,..

Aku mendesah tak karuan, sementara kian lama kian cepat juga ia memperkosa-ku, ia terus memperkosa-ku tubuh-ku sudah terasa begitu lelah, dan masih menyakitkan, aku ingin secepatnya tak sadarkan diri agar tak merasakan rasa sakit ini lagi, ingin semuanya cepat selesai hingga akhirnya Penjaga itu memuntahkan spermanya dalam kemaluan-ku itu,..

Sambil melolong panjang, ia mendesah hebat menggerakan penisnya itu kian cepat sebelum penisnya mulai melelehkan spermanya dalam tubuh-ku,.. Setelahnya tubuhku langsung ambruk, lelah dan menyakitkan, sementara semua rasanya begitu berputar dan aku tak sadarkan diri lagi

#####

Aku terbangun,s aat para petugas keamanan menemukan-ku di dalam gudang jerami itu, dan menutupi tubuh-ku, aku berusaha menutupi wajah-ku saat warga sekitar ikut mengerumuni tempat itu, aku malu, sementara seorang lelaki digiring masuk oleh para petugas, tak berbusana dan yang lebih mengagetkan lelaki itu LAFAYETTE

Bukan, aku tahu bukan dia yang menjadi dalang semua ini, semua rasanya konspirasi, namun aku tak dapat mengejarnya, mereka membawa Lafayette begitu cepat,.. katanya mereka menemukannya terbaring tanpa busana di sebelah-ku dan mereka yakin ia yang melakukan semua ini,..

Bukan, aku yakin bukan dia,.. aku pulang, aku harus pulang untuk meluruskan semua ini, ayah, pasti ayah bisa melakukan sesuatu,..

Namun sebuah kebusukan lain kembali terjadi dalam hidup-ku,..

Aku menemukan tubuh ayah-ku terbujur kaku tak bernyawa,.. Entah apalagi arti semua ini, hidup-ku terasa begitu hancur,.. rasanya aku kehilangan segala penopang hidup-ku sekarang,..

Kehormatan, kesucian, dan keluarga-ku lenyap dalam satu malam,..

Dalam kebinggungan aku harus berfikir keras,..Apa aku harus membuka aib-ku untuk menyelamatkan Lafayette,.. aku bertemu dengannya beberapa kali setelah pemakaman ayah yang dihadiri oleh Raja dan anggota keluarga,..

Tak Lama kebusukan kerajaan kian terlihat jelas dimata-ku,.. beruntung kerajaan melakukan brunder besar dengan mengangkat Étienne Charles de Loménie de Brienne, Seorang uskup,.. ia memang melakukan beberapa perubahan Radikal sesuai keinginan Kerajaan, namun di sisi lain ia juga mendukung Ide Ayah yang menerapkan pajak merata,.. Untuk sekian lama Kerajaan berada dalam keadaan membinggungkan dalam menentukan kebijakan mereka,..

Lafayette meminta-ku untuk tidak membelanya, lebih penting untuk menjaga nama baik keluarga-ku, membelanya sama saja mebuka aib bahwa Putri Bangsawan De Callone diperkosa oleh seseorang, ia terus meminta-ku untuk tidak membelanya,.. aku bimbang rapuh dan sangat lemah,..

Aku lebih mendekatkan diri-ku dengan keluarga Beatrice,.. Romo Sieyes sudah menjadi ayah kedua bagi-ku,.. aku bimbang, dan putus asa aku berkali-kali menangis, entah berapa banyak air mata yang telah menetes dari mata-ku, hingga di pertemuan-ku yang terakhir dengan Lafayette sebelum peradilan, aku membulatkan tekad-ku,..

Aku melihat lelaki itu disana,..

Aku mengenalnya sekarang,,..

Semua konspirasi Kerajaan , scenario untuk menghancurkan keluarga kami,..

Lelaki itu Comte De’Artois

#####

“ Dan Yang Mulia, bila seseorang yang kita cintai, haruskah ia melakukan ini semua ?? “ Aku berusaha membela diri-ku dan juga Lafayette,..

Aku melihat tempat untuk terdakwa yang masih juga kosong,.. sudah lewat 5 persidangan, dan tak pernah Lafayette menghadirinya,.. Aku tahu ia masih hidup, memimpin perjuangan rakyat dari dalam penjara sana, namun aku ingin melihat wajahnya, memastikan ia baik-baik saja,..

“ Bastille dan seumur hidup,.. “ Putus Hakim itu, ini rasanya lebih mirip penghakimana pada tahanan Politik yang berbahaya, meski yang dituduhkan pada Lafayette tak lebih dari seorang Penjahat Seks dan pemerkosa,..

Aku tertunduk, rasanya semua perjuangan ini sia-sia,.. diluar sana aku tahu, makin banyak rakyat yang tak puas pada kerajaan, mereka butuh seseorang, seseorang yang bisa menjadi semangat dalam perjuangan mereka…

Ayah Beatrice membantu-ku keluar dari ruang persidangan itu, ruanga persidangan terkutuk yang terlalu dirusak oleh kekuasaan dan ketakutan,..

Aku tahu, aku harus melakukan sesuatu, untuk Lafayette,.. untuk Kami,.. untuk Rakyat, untuk Pernacis yang lebih baik,..

“ Paman ,.. “ Bisik-ku

Romo Sieyes, memalingkan wajahnya pada-ku,..

“ Ya anak-ku Ata,.. “
“ Paman tahu kan, aku yakin paman bisa melakukan sesuatu,.. “

Paman Sieyes tampak diam, ia tak yakin, meski ia sendiri sadar ia bisa melakukan sesuatu yang lebih, terlebih ia memiliki dukungan rakyat dibelakangnya,.. terutama setelah tulisannya tentang “ Kelompok ketiga “ yang berisi dugaannya tentang ordo-ordo yang memiliki hak-hak istimewa

“ Aku akan mendukung-mu paman, aku akan terus berjuang,.. “

“ Baiklah anak-ku aku tahu harus apa,.. kita kan berjuang bersama,.. pasti “ Air mata-ku mengharu, terlebih setelah mendengar perkataanya itu, rasanya semangat hidup-ku kembali pulih,. Aku seolahtahu kemana kaki-ku harus melangkah,..

Paris, 28 Mei 1789

Revolusi itu dimulai,.. Setelah menghubungi semua pihak yang mendukung Revolusi ini, Romo Sieyes memulai perjuangan ini dengan cara-nya,.. Pembentukan Estate ( Majelis ) tandingan, dimulai di Paris,..

Dukungan yang kian lama kian bertambah membawa kami melakukan hal-hal yang jauh lebih radikal,.. membentuk orde ini menjadi Majelis Nasional, dengan berbagai pertimbangan Jane-Sylvain Bailly, ayah Jane memasang dirinya sebagai pimpinan,.. kami mulai menggalang kekuatan rakyat menyuarakan aspirasi rakyat dan semua yang bisa kami lakukan untuk meminta kerajaan melakukan kebijakan yang mendukung rakyat, dan mengurangi kekuasaan kerajaan itu sendiri,..

Aku tahu ini tak mudah, satu persatu dari kami mulai dijatuhi hukuman, namun itu semua tak membuat perjuangan kami mengendur,.. Langkah tegas diputuskan oleh Jane-Sylvain Bailly,.. Pasukan kerajaan yang mengepung tempat kami bertemu Salle de’s Etat membuat kami pindah ke lapangan Tenis dekat tempat pertemuan, disana kami bersumpah akan tetap bersama sampai perjuangan ini berakhir ( Sumpah Lapangan Tenis / 20 Juni 1789 )..

Dukungan kembali muncul, semua hanyalah permainan politik namun meyakinkan golongan-golongan masyarakat yang memiliki pengaruh bukanlah hal yang mudah, aku terus berjuang, aku berusaha meyakinkan mereka,.. berdebat, cucuran air mata dan rasa putus asa yang acap mendatangi-ku, membuat aku kian tangguh untuk berjuang, bersama dengan bantuan teman-teman yang lain akhirnya para golongan masyarakat itu mulai membantu kami, dimulia dari golongan Gereja, disusul 57 keluarga kerajaan yang meyatakan dukungan pada kami. 27 Juni, kekuatan kami membuat Kerajaan mulai ketakutan, dan saatnya memulai sesuatu yang lebih radikal,.

9 Juli tahun yang sama, majelis ini kembali berubah, menegaskan eksistensi dan kekuatan kami,.. Majelis Konstitusi Nasional,..

#####

Bila sebuah Negara yang memikirkan kepentingannya satu golongan sendiri,..

Bila sebuah Negara yang hanya memikirkan Kesenangan para anggota kerajaan dalam pesta-pesta dan minuman,..

Maka Negara itu ibarat seuah kapal bolong yang akan berlayar

Bila Sebuah Negara yang membiarkan para pejabat dan kerajaan mengisi perut mereka kenyang-kenyang sementara rakyat mereka harus mengais untuk mendapatkan makanan mereka,..

Maka Negara itu ibarat kapal yang akan tenggelam

Saat Sebuah Negara tak lagi memiliki dukungan rakyat,

Saat Sebuah Negara tak lagi memiliki kepercayaan rakyat

Saat Sebuah Negara tak lagi memiliki Konstitusinya

Maka Negara itu adalah kapal yang tenggelam

#####

Aku tahu ini semua lebih memberanikan kenekatan, dibanding sebuah keberanian, aku melakukannya, demi semua yang ingin aku perjuangakan, meski tahu, mata-mata kerajaan selalu mengawasi kami,. Selalu menatap kami dan selalu siap menenggelamkan kami,.. tapi aku mengatakannya,..

Paris, 14 Juli 1789

Bastille

Pertempuran selama 4 jam di depan penjara Bastille, simbol kekuasaan absolute kerajaan berhasil ditumbangkan,.. Marquis Bernand de Launay, saat itu menjabat sebagai Gubernur terbunuh dalam insident itu,..

Massa berhasil membebaskan 7 tahanan,.. 4 pemalsu document Negara,.. dakwaan kebohongan yang digunakan untuk menutupi aib para bangsawan, 2 orang yang nyaris gila karena hukuman yang diberikan oleh mereka,.. dan seorang “penjahat seksual” bernama Lafayette

Dengan segala perjuangan rakyat,.. Raja dan para pendukungnya mundur dari Paris, dibalai kota Prevot des marchands ( Walikota ) Jacques de Flesselles,. Didakwa oleh Massa atas penghianatan terhadap rakyat yang ia lakukan,.. meski kemudian ia terbunuh dalam perjalanan menuju pengadilan, besar kemungkinan Kerajaan terlibat langsung didalamnya,..

Jean-Sylvain Bailly, ayah Jean menerima Komando rakyat, menjalankan peran sebagai walikota dan merehabilitasi system pemerintahan yang ada dengan system baru yang dikenal dengan Commune,. Lafayette yang telah menerima dukungan rakyat selama ini mendapat kepercayaan untuk memimpin Garda Nasional,..

Kekuasaan rakyat terus meningkat, perjuangan rakyat tidaklah mudah untuk menuntaskan perjuangan mereka, masih akan begitu banyak darah, air mata, dan keringat yang diperlukan masih 6 tahun lagi hingga kerajaan ini akan tumbang,..

Raja Louis yang lemah, namun selalu berada dalam tekanan permaisurinya itu mengeluarkan semboyan yang tidak popular untuk mempertahankan kekuasaannya, Semboyan selama ini “ Vive la nation “ ( Hidup Negara ) symbol keagungan kerajaan dirubah menjadi “ Vive le Roi ” ( Hidup Raja ) dan yang paling terkenal “ L’e etat ce es Mo I “ ( Negara adalah saya )…

Paris, 16 Juli 1789

Hari itu hujan sejak pagi,..

Lafayette berdiri di sebuah panggung, tangannya mengenggam sebuah bunga,.. bunga matahari kesukaan-ku,.. Ia menatap lama, menatap penuh arti tak ada senyuman diwajahnya,.. perlahan ia merunduk,.. menaruh bunga Matahari itu diatas benda yang sejak tadi ditatapinya,..

Entah air mata, atau air mata yang mengalir di wajahnya,..

Bunga Matahari itu ia letakan tepat di bangku yang ada di benda itu, sebelum ia meninggalkan tempat itu, para pengawalnya memayungi dan selalu mewaspadai para tokoh Revolusi dari ancaman keselamatan mereka, mereka mulai berjalan menjauh, menjauhi tempat itu, sebuah panggung dengan sebuah Guillotine diatasnya,..

3 hari yang lalu, tanpa dakwaan yang jelas, seorang gadis kehilangan nyawanya,.. terpenggal di depan banyak orang, memancing kemarahan rakyat, kemarahan yang sudah demikian mengubun di kepala mereka, melewati batas kesabaran mereka, atas kesewenangan kerajaan..

Dinding-dinding tempat itu dipenuhi coretan,..

Laisse Ata vivre Soleil de Francais

( Biarlah Ata menjadi Matahari Perancis )

Dan akulah Ata

_____________________________________________________________________________________

Cerita ini hanya fiksi belaka,..

Tidak ada kaitannya dengan sejarah yang benar-benar terjadi