Private Party = Sex Party ?

Tentu para teman-teman pembaca disini sudah banyak yang mengetahui mengenai private party dan seluk beluk didalamnya. Ada berbagai tema yang diusung mulai dari Social Gathering (bersifat lebih terbuka, welcome terhadap anggota baru atau calon anggota), Community Private Party (khusus bagi para member, biasanya untuk organisasi atau klub tertentu), Coz Play Party (pesta dengan menggunakan atribut pakaian bermacam-macam, biasanya meniru tokoh-tokoh terkenal, seperti pesta kostum saat Haloween), dan masih banyak lagi jenisnya.

Tapi tahukah kalian kalau sebenarnya ada jenis private party yang agak melenceng dari arti sesungguhnya, dimana diikut sertakannya kegiatan seks didalamnya, atau lebih tepat disebut Sex Party daripada Private Party. Tapi tentu saja tak akan ada yang setuju kalau istilah tersebut digunakan blak-blakan dimuka umum karena harus diakui kalau hampir seluruh peserta pesta tersebut masih malu-malu kucing mengakui kalau sebenarnya mereka doyan seks bahkan pecandu hal tersebut, tapi setelah berada dalam pesta bukan lagi malu-malu kucing tapi sudah mau-mau ****** (hehehe).

Well, cerita ini berlangsung saat aku sedang menjalani pengerjaan skripsiku. Sebuah tugas akhir mengenai masalah promosi dibidang retail yang akhirnya nanti menjadi salah satu pedoman bagi sebuah perusahaan retail ternama di Indonesia. Hal itu pula yang membuatku langsung diangkat menjadi bagian promosi dan R&D mereka begitu aku lulus kuliah.

“Di! Bangun oiii !!!” Seru Anthony sambil menepuk pundakku keras. Lamunanku langsung buyar akibat ulang setan cabul satu ini. “Siang-siang gini ngelamun ditaman kampus? Loe kesambet setan mana coi? Tumben-tumbenan nongkrong disini.” Serunya lagi.

“Eh loe sibuk kagak besok malam? Gua ada pesta nih…sebenarnya bukan gua she yang punya tapi sepupu gua dari Belanda mau datang and dia ngundang temen-temen deket gua buat ikutan gabung. Lah karena gua deketnya sama loe, ya udah loe aja yang gua ajak. Ok boss?” Anthony benar-benar tidak bisa menunggu aku ngomong balik. Aku hanya mengangguk lemah, jujur saja aku sedang tidak bersemangat ngobrol dengan siapapun hari itu karena skripsiku mengalami kebuntuan dalam presentasi data karena sangat susah menyamakan analogiku dengan para dosen pengujiku. Anthony menyambar kentang goreng dari tas nya (anak ini memang suka memasukkan segala sesuatu kedalam tas ranselnya tanpa peduli tasnya kotor atau makanannya yang kotor, well…that’s my buddy is.)

“Loe harus datang boss, soalnya nanti bakalan ada cewek-cewek yang disewa sama saudara gua. Striptease gitu, plus yang lainnya…hehehe.” Kata-kata Anthony barusan membuatku nyaris tersedak walapun bukan aku yang sedang makan fried fries. Belum sempat aku ngomong balik, Anthony kembali buka mulut, “Dhea datang juga lho. Gua dah tau persoalan loe ma Dhea. Dia cerita katanya loe yang bikin dia jadi wanita sejati sekarang..hahahahahah. Gua lupa bilang kalau Dhea itu masih saudara jauh dari gua boss, neneknya dengan kakek gua kakak beradik jadi terang gua tahu tentang dia luar dalam…hehehe. Udahan dulu yah, gua mau nyari Joane dikafe.” Anthony lalu pergi sembari meninggalkan sejuta rasa kaget dikepalaku.

“Dhea masih saudaraan dengan Anthony? Runyam deh semuanya.” Umpatku dalam hati sambil mengambil french fries yang ditinggalkan oleh Anthony di bangku taman. Sedetik kemudian aku muntahkan french fries itu setelah mengetahui rasanya sangat asin. “Bocah gila, bisa-bisanya makan kentang goreng beginian.” Umpatku lagi sembari melempar bungkus kentang goreng itu. Sialnya bungkus kentang goreng yang sudah berupa bola kertas itu mengenai kaki dosen pembimbing skripsiku yang sedang lewat dan lengkap sudah kesialanku. Bukan hanya diceramahi mengenai pentingnya menjaga kebersihan, aku juga di ceramahi mengenai skripsiku yang sampai sekarang datanya tidak memiliki presentasi yang jelas sehingga mustahil untuk dibawa kedosen penguji. Arghhh, memang bukan hariku.

Hari berikutnya dimalam hari sekitar jam 7 malam aku datang ke lokasi yang diberitahukan kepadaku kemarin siang oleh Anthony dan benar saja disana sudah berjajar 3 buah mobil diarea parkirnya. Anthony mengatakan kalau guest house yang satu ini sudah biasa digunakan sebagai private party dan dijamin aman walaupun mau teriak-teriak sekeras apapun karena dindingnya yang tebal dan tingginya sekitar 3-4 meter membuat orang luar tidak mengetahui suasana didalam rumah. Dilengkapi dengan sebuah kolam renang dan bangunan dua lantai yang cukup besar mempunyai 7 kamar yang berukuran sekitar 4×5 meter ditambah dengan ruang tamu dan ruang santai yang dilengkapi televisi kabel. Benar-benar guest house yang mewah untuk ukuranku tapi bagi Anthony yang orang tuanya mempunyai kekayaan yang tidak normal maka mudah saja bagi dia untuk menyewa guest house ini walaupun harganya very expensive.

Baru saja aku membuka pintu, langsung saja dikagetkan dengan teriakan dari seseorang yang kukenal, Dhea. Yups, Dhea sudah berada ditempat ini lebih dulu dan memang Anthony bukan tukang kibul karena menilik dari kedekatannya dengan Dhea kala itu bias kusimpulkan mereka memang sudah lama kenal, sebagai saudara.

“Well, my man. Akhirnya sampai juga loe disini. Awalnya tadi kupikir loe nyasar lagi, maklum loe khan paling parah soal ngapalin jalan hehehe…” Anthony berkelakar sambil mengajakku masuk lalu Dhea mendekat dan menyalami aku dan tentu saja peluk cium. “Sudah-sudah. Ntar lagi aja kalo mau mesra-mesraan. Sini gua kenalin dengan sepupu gua yang baru saja dari luar negeri. Eh salah, dia emang bule jadi luar negerinya ya Indonesia ini hehehe…Mickey, come here dude!” seru Anthony sambil meambaikan tangannya kepada seorang bule yang berada dibelakang ruangan.

Bule itu mendekat dan langsung menyalamiku. “Hai, apa kabar. Saya Michael van Bouver saudara dari Anthony. Nice to meet ye.” Sapa bule satu ini dengan bahasa campur aduk yang masih susah memilahkan antara bahasa Inggris dengan Belanda. “Came met Ike.” Katanya lagi sambil memegang pundakku seolah ingin menunjukkan sesuatu. Ternyata dia hanya memperkenalkanku kepada ketiga temannya. Robin, Viola dan Andrew. Robin adalah teman Mickey (sapaan untuk Michael) yang sudah berteman dengannya selama 3 tahun. Viola adalah kekasih Mickey dan mereka sudah pacaran kurang lebih selama 1,5 tahun. Sementara Andrew adalah orang Indonesia yang menjadi partner bisnis Mickey yang selama ini berbisnis dibidang mebel dan barang antik sementara Andrew adalah pemasoknya yang kebetulan tinggal di Jepara.

Sekitar sepuluh menit kemudian tamu yang ditunggu-tunggu datang juga. Ada 4 gadis cantik yang turun dari mobil Kijang dan masuk keruangan. Semula mereka menggunakan pakaian ala stewardess tapi tanpa emblem. Anthony mengatakan kalau mereka adalah high-class call girl yang sudah dipesan sejak empat hari yang lalu oleh Anthony dan saudaranya untuk berstriptease ria.

Di ruangan tengah yang agak luas, telah disusun sedemikian rupa jajaran sofa besar dan kecil ukuran triple maupun single yang dibuat menghadap kearah bagian ruangan yang kosong. Musik dinyalakan dengan irama dari CD yang dibawa oleh para call girl tadi. Musik mulai mengalun pelan dan lebih mirip musik romantis daripada untuk striptease namun seiring dengan perjalanan waktu, maka musik itu semakin berubah tempo dan ritmenya. Semakin cepat, kencang dan menderu. Gerakan-gerakan para stripper inipun bukan lagi gelakan gemulai namun sudah menjadi gerakan liar dan meliuk-liuk seolah-olah memancing gairah para penonton yang ada ditempat itu. Aku duduk disebuah sofa yang cukup besar sementara disebelah kananku terdapat Dhea yang sedang terlena oleh tarian gadis-gadis seksi ini dan disebelah kanannya lagi terdapat Andrew. Sepertinya gerakan para striper yang kini tinggal menggunakan bra dan celana dalam hitam yang bermodel seperti cat woman itu sudah membuat Andrew tak tahan. Beberapa kali dia berusaha menyentuh tubuh molek gadis-gadis itu saat mereka melintas dekat dari batang hidungnya namun ditolak secara halus oleh mereka karena memang belum sesinya.

Merasa dirinya sudah diambang penantian, seiring dengan para stripper itu membuka bra mereka sehingga menunjukkan payudara yang indah kepada kami semua, Andrew menyusupkan jarinya kedalam kaus tank top Dhea dan memberanikan diri menjamah buah dada gadis cantik ini. Dhea seolah tidak sadar atau pura-pura tidak sadar dan cuek saja karena aku yang berada disampingnya saja dapat melihat dengan jelas tangan Andrew yang menyelip diantara lipatan bajunya. Lima menit kemudian jemari nakal Andrew bukan hanya menerobos tank top Dhea tapi juga sudah menyusup kedalam bra miliknya sehingga sekarang tangan tak tau diri itu sudah merasakan kelembutan buah dada Dhea yang mulus itu. Dipilin-pilinnya putting dari Dhea sehingga mengeras dan tak puas hanya dengan satu tangan, sekarang dia sudah mulai berani menggerayangi menggunakan dua tangannya sehingga dalam sekali tarik saja tank top dan bra Dhea terkuak keatas dan terlihatlah diantara cahaya lampu yang suram, kedua tangan Andrew sudah mencaplok payudara Dhea dan meremas-remasnya sehingga sekarang

Dhea sudah tidak dapat cuek lagi seperti tadi. Desahan demi desahan keluar dari mulutnya dan kali ini bersaing dengan suara house music yang keluar dari player milik Anthony. Sekilas kemudian aku membelokkan pandanganku ketempat lain dan ternyata keempat gadis itu sudah tidak menari striptease lagi. Entah sejak kapan, mereka sudah mengerubuti Anthony, Mickey dan Robin. Mickey langsung membawa satu gadis tercantik (menurutnya) untuk dibawa kekamar dimana dia ingin agar gadis stripper itu melayaninya bersama dengan Viola kekasihnya. Sementara Robin juga menjauh menuju keruangan lantai dua bersama seorang stripper dan Anthony menggondol stripper yang sudah dia incar sejak datang tadi menuju ke pinggir kolam renang dan bercinta disana.

Dhea sendiri sudah merasa tidak kuat lalu berpaling kearahku dan menciumiku. Sementara bibir kami berpagutan dengan mesra, kedua buah dadanya sedang dikerjai oleh Andrew yang nampaknya sudah kesetanan setelah melihat pertunjukan barusan dan sekarang dia sudah berani untuk menciumi dan mengulum buah dada gadis mungil ini bersama dengan putingnya.

Selang lima menitan setelah ketiga pasangan yang lain pergi, Dhea dilucuti dan sekarang gadis mungil ini sudah benar-benar bugil total. Sementara aku dan Andrew tinggal menggunakan celana dalam saja. “Akhhh…mas Adi.” Desah Dhea ketika vaginanya terasa dimasuki barang asing yang ternyata adalah dua jemari seorang pria dan pria tersebut bukan diriku melainkan Andrew.

Berulang kali Dhea mendesah dan menyebut namaku diantara ciuman panas kami dan sepertinya itu membuat Andrew sedikit cemburu mengingat pria yang sedang menggarap payudara dan vagina Dhea adalah dirinya dan bukan aku. Lalu dicopotnya celana dalam miliknya dan terlihat sekarang batang kemaluan pria ini yang sudah menegang dengan ujung yang basah karena rangsangan sedari tadi.
“Nah sekarang aku mau kamu rasain kontolku nih.” Seru Andrew sembari menyodorkan penisnya kearah Dhea dan disambut dengan tangan Dhea yang lalu mengocoknya pelan-pelan. “Akhh…Dhea kamu memang luar biasa. Sudah cantik eh masih jago ngocoknya.” Kata Andrew lagi namun tidak dijawab oleh Dhea karena dia sibuk berciuman denganku dan sekarang tangannya sudah membetot celana dalamku sehingga sekarang penisku ikut keluar terpampang dihadapan gadis mungil ini.

“Mas Adi kontolnya tambah gede aja. Digedein di mak erot yah pasti…hehe.” Canda Dhea diantara desahannya. Memang baru-baru ini aku sendiri heran kenapa batang kejantananku terasa lebih besar, semula kukira bengkak karena benturan atau sengatan lebah namun ternyata permanen. Aku sih senang-senang saja tapi gara-gara ini sekarang Lina (adik kekasihku) menjadi sering kesakitan tiap kali aku ajak bercinta dan sudah dua kali menolak karena takut sakit. Andrew-pun dibuat terpana melihatnya. Dia sepertinya membandingkan milikku dengan milikknya yang jauh lebih kecil dariku. Mungkin sekitar 12 cm.

Dhea yang semula masih imut ternyata sekarang sudah berani mer threesome ria dengan dua pria yang bukan kekasihnya sama sekali. Terlebih lagi sepertinya gadis ini menyukainya. “Akh…akhh…lagi Dre! Jari kamu gesekin di klitorisku please…!” desah Dhea ketika Andrew dengan dua jarinya sudah mengobok-obok vagina miliknya.

“Aku sodok sekarang pake kontolku yah sayang.” Pinta Andrew namun sesaat sebelum Andrew menyodokkan penisnya kearah bibir kemaluan gadis cantik ini, Dhea melemparkan sebuah plastik kecil yang ternyata sebuah kondom kearah Andrew. “Nih pakai ini. Aku pengin yang ada geriginya..hihihi…” canda dara cantik ini lalu mengecup batang kejantananku yang sekarang berada didalam genggaman tangannya.

Semula Andrew protes tapi daripada nanti Dhea tidak mau melayaninya, terpaksa dia menurut menggunakan kondom bergerigi tersebut. Dengan posisi telentang disofa besar, kedua paha Dhea dibuka oleh Andrew dan terlihat jelas bibir kemaluan gadis ini yang sudah basah kuyup sehingga ada beberapa cairan yang menetes keluar dan membasahi sofa warna coklat tersebut. Batang kejantanan Andrw yang bewarna putih kecoklatan itu segera menerobos kearah bibir kemaluan Dhea yang bewarna merah muda dan dihiasi dengan bulu kemaluan yang lembut dan jarang. Terlihat jelas olehku ketika batang penis pria tersebut membelah bibir vagina Dhea sehingga bibir luarnya ikut menyeruak kedalam. Vaginanya memang masih sempit benar, bahkan untuk ukuran penis Andrew masih memerlukan waktu untuk penetrasi padahal jelan dia sudah tidak perawan lagi sekarang.

“Akhh…Dre goyang yah…agak cepat donk say.” Pinta Dhea dengan manjanya sementara Andrew langsung mempercepat irama sodokan penisnya kedalam vagina gadis cantik ini. “Memekmu benar-benar peret sekali saying. Nikmat, kontolku serasa dipijit didalamnya. Ohhh…Dhea..aakhh..” Andrew dibuat merem melek dengan servise vagina dari Dhea sementara gadis ini dengan perlahan mengikuti gerakan pompaan batang kemaluan tersebut dengan diselingi goyangan putar sehingga membuat Andrew kebit-kebit merasakan kenikmatan tiada tara pada batang kemaluannya. Tangannya yang mencengkeram lutut Dhea menjadi semakin tegang saja sementara tangan satunya dengan liarnya bergerilya di kedua buah dada Dhea yang putih bersih itu. Payudara gadis ini memerah karena sedari tadi sudah diremas, dikulum bahkan diobok-obok dengan putaran dan cengkeraman kuat dari tangan Andrew maupun tanganku. “Akhhh…Dre jangan keras-keras ngeremesnya! Sakit toketku.” Seru Dhea protes ketika Andrew memeprcepat sodokan penisnya sembari mengecengkeram dan meremas buah dada Dhea dengan kasar.

“Sori Dhea. Soalnya toket kamu benar-benar menggemaskan sih. Kaya orangnya aja nih hehe…” seloroh pemuda ini sembari kembali memasukkan penisnya yang sempat keluar karena desakan paha Dhea.
Sementara kedua tangan Dhea nampak sibuk mempermainkan batang kejantananku yang sudah mulai berair karena rangsangannya bercampur dengan air ludah dari gadis cantik ini saat dia melakukan oral seks. “Wah sekarang sudah pinter nyepongnya. Gimana kontolku sekarang? Masih kurang gede?” kataku sembari mencubit payudaranya. Dhea mengerang protes lalu menyahut, “Segini aja udah nggak normal gimana kalau digedein lagi, bisa-bisa ntar aku kesakitan tiap kali masukin kontolnya mas Adi ke memekku.” Lalu kembali dia membuka mulutnya dan memasukkan batang penisku kedalamnya sembari melakukan gerakan menyedot dan mengocok dengan kedua tangannya. Walaupun hanya separuh batang kejantananku yang bisa masuk kedalam mulutnya namun itupun sudah luar biasa menyenangkan dan kenikmatannya melebihi saat aku di oral oleh kekasihku sendiri, Anyssa.

“Dhea…akhhh…aku keluar saying…akhhh…” seru Andrew dan meracau heboh seolah sebuah gunung berapi sedang meletus. Padahal hanyalah gunung kecil yang memuntahkan lahar kenikmatan bewarna putih yang baru saja keluar membasahi kondom transparan bening itu. “Sayangku Dhea…memekmu benar-benar nikmat sayang….akhhh..” ucap Andrew sambil mengeluarkan penisnya dari dalam vagina Dhea yang sudah memerah itu dan mencopot kondom bergerigi itu dari penisnya lalu mengoleskan ujung penis yang masih berlumuran cairan sperma tersebut keperut Dhea.

“Cepat amat keluarnya Dre?” kata Dhea dengan enteng, manun dia tidak tahu bahwa bagi pria hal tersebut seperti disambar geledek saja karena menunjukkan ketidak mampuan dalam berhubungan intim dan memuaskan pasangan. Memang baru sekitar 7 menit mereka bercinta dan itupun sudah termasuk dengan foreplaynya, sementara dari proses coitus-nya hanya sekitar 3 menitan (menurut penelitian Man’s Health Magazine, cowok terlemah dalam bercinta di Asia Timur adalah dari Jepang dan nomor dua adalah dari RRC/Hongkong termasuk didalamnya Taiwan. Mereka rata-rata berejakulasi setelah bercinta selama 4 menit 23 detik). Jadi aku berpikir kalau saja editor majalah tersebut hadir disini mungkin Andrew termasuk dalam kategori yang baru.

Pemuda itu terlihat lelah setelah menumpahkan seluruh cairan kepuasannya tersebut kepada Dhea walaupun raut muka jengkel terlihat diwajahnya ketika mendengar penuturan Dhea yang tanpa ditutup-tutupi langsung menyerang kelemahannya tersebut.

“Sekarang giliranku yah Dhea. Kamu mau pake kondom atau nggak?’ tanyaku meminta pendapatnya karena siapa tahu dia sedang subur walaupun sebenarnya aku tidak suka bercinta dengan kondom. Gadis cantik ini hanya menggeleng menandakan aku boleh mengerjainya tanpa pengaman. Tentu saja Andrew protes mengenai hal ini namun tidak digubris oleh gadis mungil nan cantik yang sekarang sudah tergolek didepanku.

Ku buka lagi pahanya dan perlahan aku mulai memasukkan batang penisku yang sudah berair itu menerobos menyeruak bibir kewanitaannya dan langsung menuju liang senggama gadis ini.

“Akhh…pelan-pelan yah mas. Sakit nih…akh…mas Adi..” desah Dhea yang seperti kesakitan, membuatku teringat tiga hari lalu Lina pernah mengeluh juga ketika batang kejantananku mencoba melakukan penetrasi kedalam vaginanya dan akhirnya gagal karena dia tidak tahan rasa sakitnya. Itu adalh kali kedua aku dan Lina gagal bercinta gara-gara penisku yang secara tiba-tiba membesar tanpa kuketahui sebabnya dan kalau aku ukur panjangnya naik sekitar 3 cm dari ukuran semula.

“Sekarang gimana rasanya sayang? Masih sakit?” tanyaku kepada gadis cantik ini dan dia hanya menggeleng pelan. Walaupun aku yakin kalau sebenarnya dia kesakitan namun beusaha untuk tidak mengecewakanku yang sudah berhasil menancapkan seluruh penisku kedalam vagina miliknya itu. “Aku mulai goyangannya yah.” Kataku dan mulailah aku melakukan sodokan-sosokan ringan agar liang kewanitaan gadis ini mulai terbiasa dengan ukuran penisku yang baru. Sesekali dia meringis menahan sakit namun setelah beberapa saat kemudian hanya desahan kenikmatanlah yang keluar dari mulut mungilnya itu. “Aku cepatin yah sayang?” kataku pada gadis cantik ini dan dia hanya menjawab dengan anggukan pelan.

Seiring dengan semakin cepatnya sodokanku, Dhea menjadi semakin lepas kntrol. Belum pernah aku melihat Dhea seperti ini, kelihatan menikmati permainan seks kami berdua. Wajah cantiknya bercampur dengan raut muka mesum yang membuatnya terlihat sangat seksi. Dhea menggeleng-gelengkan kepalanya kekiri dan kekanan seperti orang yang sedang triping karena narkoba, tetapi gadis ini menjadi fly karena kemaluannya sedang dihajar habis-habisan olehku. “Akhhh…mas Adi…lagi mas…entotin Dhea lagi…akhhh…” dara cantik ini mulai meracau tak karuan dan belum selesai dia mendesah aku sudah membalikkan tubuhnya.

Sekarang gadis ini sudah dalam posisi merangkak dan rencananya aku akan melakukan doggy style position kepadanya. Sembari merendahkan bagian punggungnya, aku perlahan mengarahkan batang kemaluanku kearah bibir vagina Dhea yang pantatnya sudah menungging kearah atas karena punggungnya aku buat lebih rendah dari pinggulnya. Hasilnya bibir vagina tersebut seolah terbuka sebelum penisku menyentuhnya, itu karena deskan dari berat tubuh yang tidak seimbang tumpuannya,

Dhea menjerit pelan ketika bibir vaginanya yang sudah bewarna merah itu tersibak oleh batang kejantananku yang berukuran diatas normal ini. Seiring dengan penetrasiku, bibir luar vaginanya ikut melesak masuk lalu dalam beberapa sodokan, erangan gadis ini berubah menjadi desahan lagi. “Mas Adi pinter yah…akhhh…tau cara…akhh…supa..ya..nggak…sakit…akhh…” ucap Dhea disela-sela desahannya.

Belum lagi dia bisa bersantai, langsung dikejutkan dengan sebuah sodokan keras yang mampu menyentuh dinding dalam rahimnya sehingga sekali ini membuat tubuh mungil gadis ini tersentak keras.

Kepalanya menengadah menahan sakit dan sensasi rasa nikmat karena selama ini belum pernah dia merasakan penis pria yang sampai menerobos liang kemaluannya hingga kedalaman tersebut. Waktu aku memerawaninya juga tidak sampai sedalam ini karena takut kalau dia pendarahan lagi pula penisku waktu itu belumlah sebesar ini.

Sekitar sepuluh menit aku mengerjai gadis cantik ini lalu Dhea meminta untuk bertukar posisi menjadi women in top yang ternyata salah satu posisi favoritnya setelah doggy style. Dengan penis sebesar milikku maka otomatis Dhea ekstra hati-hati ketika mengangkangi pahaku dan memasukkan penisku secara vertical kedalam liang kewanitaannya secara perlahan. “Blesshhh…” setelah batang kejantananku itu berhasil berada didalamnya sepenuhnya maka gadis ini mulai menggoyangkan pantatnya maju mundur dan kadang berputar secara bergantian dan selang-seling hal ini biasanya hanya bisa dilakukan oleh cewek yang sudah berpengalaman dalam hubungan seks namun Dhea sepertinya cepat belajar, mungkin dia diajari oleh Ratna dan teman-temannya yang super mesum itu.

Dengan posisi dibawah tentu saja aku tidak bisa hanya diam melihat penisku digilas habis oleh vagina gadis cantik ini. Inisiatif aku mengangkat tubuhnya dengan pahaku lalu memompa liang kewanitaannya dari bawah. Susah namun sensasi yang dirasakan Dhea benar-benar luar biasa, itu bisa kulihat dari raut wajahnya yang bersemangat lebih ketika aku melakukan sodokan-sodokan itu walaupun tidak cepat.

“Wah…wah…asyik nih ya semua…” suara seorang pria dari belakang kami berdua. Ternyata adalah Michael yang sedang mengambil air minum setelah selesai bercinta dengan kedua gadis cantik barusan. Walaupun bahasa Inggrisnya kacau namun orang ini sanggup berbahasa Indonesia dengan lumayan baik karena dia adalah keturunan silang dari Indonesia-Belanda. “Wah aku ikutan yah…soalnya melihat kalian bercinta membuat aku menjadi horny again.” Katanya lalu memelorotkan celana boxernya dan memasang sebuah kondom berpelumas ke batang kejantanannya yang ternyata berukuran besar, sesuai denan dugaanku. Ukurannya sama dengan batang penisku yang sedang membesar ini. Semula aku akan protes karena aku belum selesai tapi begitu tahu apa yang dia maksud aku langsung membatalkan niatanku barusan.

Digesek-gesekkannya penis berkondom itu kebagian luar lubang anus Dhea dan tanpa menunggu ijin dari empunya, bule ini langsung saja meneroboskan penisnya yang besar itu kedalam lubang anus gadis ini dan bisa ditebak kalau Dhea kesakitan. “Akhhh…sakitttt….aduh…jangan disitu…! Sakit hentikan please…Mickey stop thattt…!!!” jerit Dhea namun tidak digubris oleh bule yang sudah dikuasai hawa nafsu tersebut dan bersamaan dengan pompaan penisku di liang vagina Dhea, bule tersebut memompa anus Dhea dengan tak kalah bersemangatnya dengan diriku. Sekarang baik vagina maupun anus Dhea sudah dijarah bersamaan oleh penis pria dan sesekali kami melakukan sodokan bersamaan dan mempercepat laju pompaan kami sehingga Dhea menjadi kalang kabut dibuatnya.

Sekalipun ini bukan pertama kalinya dia disodomi namun tetap saja kedua lubang miliknya tersebut masih belum siap untuk dimasuki bersamaan, apalagi dengan penis yang jauh lebih besar dari yang biasa dia lihat.

“Akhh…nikmat sekali ass hole gadis ini, benar-benar kualitas unggulan…hahaha…” gelak si bule sembari meremas-remas payuara Dhea yang cukup besar itu. Buah dadanya yang menggantung bebas nampak bergelayutan tiap kali kami melakukan sodokan keras kekedua lubang miliknya itu. Sesekali desahan keluar dari mulutnya, sepertinya Dhea sudah dapat menikmati threesome ini walaupun masih terasa sakit dan perih di liang anusnya mengingat penis milik Mickey memang sangat besar jika dibandingkan dengan milik Andrew, setidaknya ukurannya dua kali lipat.

Sekitar 10-15 menit kemudian Mickey merasakan kalau dia akan mengalami orgasmenya lagi, lalu dia mengeluarkan batang kejantanannya dari dalam lubang anus Dhea dan mencopot kondom dari penisnya tersebut lalu kembali dia memasukkan batang kemaluannya itu kedalam lubang anus Dhea dan memompa dengan lebih cepat lagi dari sebelumnya. Melihat gelagat itu aku langsung ikut mempercepat pompaanku kedalam liang vagina gadis ini. Dhea terlihat sudah lemas karena kecapaian setelah dikerjai tiga penis secara silih berganti.

“Dhea aku keluar akhhh…akkhhh..” seruku sambil menyemprotkan seluruh cairan sperma yang sudah kutahan sejak beberapa menit tadi sehingga membasahi seluruh rongga liang senggamanya. Dhea hanya bisa menerima semprotan sperma itu dengan memejamkan mata karena dia sudah mencapai orgasmenya juga, kali ini yang kedua karena sebelum Mickey datang dia sudah orgasme ketika kami bercinta dengan posisi doggy style.

“Oh..girl..you sooooo cuteee…akhhh…yess…!!” suara parau Mickey keluar beriringan dengan cairan spermanya yang ditumpahkan diliang anus gadis mungil ini. Bersamaan kami berdua mencabut penis kami dari kedua lubang pribadi Dhea sehingga dara cantik ini merasakan sensasi aneh, tiba-tiba saja tubuh bawahnya yang sebelumnya penuh, tiba-tiba terasa kosong karena isinya menghilang.

Beberapa detik kemudian terlihat dari bibir vagina Dhea mengalir cairan putih kental membasahi rambut kemaluannya dan menetes keatas sofa. Begitu juga dengan lubang anusnya yang mengeluarkan sedikit cairan sperma kental dari dalamnya keluar dan membasahi selangkangan gadis ini mengalir menuruni pahanya yang putih mulus. Tubuh molek Dhea sekarang terlentang lemah, seluruh tenaganya habis digunakan untuk melayani tiga pria bergantian bahkan dua diantaranya berpenis besar dan mengerjainya secara bersamaan.

Anthony yang kembali dari kolam renang melihat kondisi sepupunya hanya tertawa kecil. Mungkin dihatinya dia melihat Dhea seperti tuan putri yang dikelilingi tiga pria telanjang yang siap memuaskan dirinya.

“Mas Adi nakal. Masa Dhea dikerjai dua langsung depan belakang.” Rajuk Dhea dengan manja sembari bersandar dipangkuanku. Aku tersenyum lalu membelai rambutnya dengan mesra. Sementara itu Mickey kembali keruangan untuk melanjutkan ronde berikutnya dengan kedua cewek cantik dikamarnya. Baru aku beristirahat sebentar tiba-tiba penisku serasa ada yang menyentuh dan mengocoknya. Aku terkejut begitu melihat yang melakukan itu bukan hanya Dhea melainkan juga salah satu stripper yang sedari tadi diam saja melihat permainan kami bersama Dhea. Stripper ini bernama Micha (menurut pengakuannya) berbody seksi dan tinggi sementara kulitnya putih dan wajahnya lumayan cantik. Menurut pengakuannya dia berasal dari Manado dan campuran darah Manado dengan Sunda.

Singkat cerita kedua gadis ini mengocok dan mengoral penisku bergantian, terutama Micha yang seolah ingin merasakan kenikmatan saat vaginanya dihajar batang kejantanan sebesar milikku ini. Mau tidak mau babak kedua bagiku mulai beberapa menit setelah itu. Sekarang giliranku yang dikeroyok oleh dua gadis cantik ini. Sembari penisku memompa vagina Micha, Dhea berada dibelakangku dan menciumi diriku sesekali Micha melakukan oral seks kepada Dhea ketika aku sedang menyodoki liang kemaluannya, walaupun Dhea tidak mau membalas mengoral Micha (mungkin karena belum ernah dan merasa jijik karena sesama wanita).

Malam itu kami bercinta selama kurang lebih 1,5 jam dan baik Dhea maupun Micha telah setidaknya mencapai orgasme dua kali karena variasi permainan kami. Spermaku berceceran membasahi vagina kedua gadis ini juga di payudara mereka dan juga wajah mereka ketika pada saat terakhir aku meminta mereka untuk melakukan oral bersamaan ke penisku dan hasilnya spermaku menyembur kewajah Dhea dan Micha ketika aku berejakulasi. 3 kali orgasme sudah cukup bagiku untuk menyudahi permainan ini.

Paginya aku menemukan Anthony dan Andrew sedang bugil sebuah kamar tidur dilantai dua sementara diantara mereka terdapat seorang stripper, dugaanku pasti stripper itu digarap habis-habisan oleh kedua pemuda ini. Sementara Mickey nampak masih tidur bersama Viola dan salah satu stripper dengan berbugil ria, setidaknya saat aku pergi bersama Dhea, mereka masih tidur. Iseng-iseng aku mengambil gambar mereka semua dengan kamera handphone ketika mereka masih tidur.

Hasil dari pesta malam itu, aku bukan hanya bisa bercinta dengan dua gadis saja tetapi juga mendapatkan nomor HP dari Micha si stripper yang ternyata jatuh cinta dengan permainan panasku. Bahkan dia mengatakan akan memberikan servis gratis asalkan aku mau bercinta semalam suntuk dengannya seperti tadi malam. “Gampang, nanti hubungi aku kalau kamu sedang butuh….see you…” jawabku sambil lalu masuk kedalam taksi bersama Dhea.