Cinta Laura : Baby, Baby, My Baby

Karya cipta ini dilindungi undang –undang hukum alam gaib. Dilarang mengcopy-paste, mengubah isinya, atau mengaku-ngaku sebagai yang nulis. Para pelanggar dijamin akan mandul!

PARENTAL ADVISORY : EXPLICIT CONTENT! Cerita ini mengandung unsur perkosaan, tapi di dunia nyata penulis mengecam segala bentuk perkosaan. Rape is a CRIME punishable by human law and by God!

Cerita ini hanya rekaan (fiksi) belaka, gak usah marah-marah, tersinggung, apalagi mengirim santet atau guna-guna pada penulis. Jika mau mengirim sesuatu, silahkan kirimkan cek atau bingkisan parsel saja.

*******

Di suatu tempat di daerah Garut….

Pada malam itu, disebuah kamar didalam sebuah rumah reyot, ditengah pepohonan lebat. Deru nafas dua anak manusia sedang berburu kenikmatan sesaat.

“Ussstt sttttt, ahhh ahhh…”

“Stttt gilaaa, gilaaa”

Tubuh keduanya bergetar, keringat mengucur deras dari sekujur tubuh, bahkan dahi mereka pun telah dipenuhi peluh.

“Ohhh ohhhh… “ desah salah satunya sambil mengusap cucuran keringat di dahinya.

“Hmmm, hmmm “ sambut satu orang lagi, sambil dengan tangan gemetar, ia meraih buah mengkal dibawahnya.

Dengan perlahan ia mencolekkan buah mengkal itu pada cairan kental diatas cobek. Lalu ia menggigit buah mengkal yang telah berlumuran bumbu rujak itu.

“Sttt stt, seuhah, seuhah, meni pedes pisan ini teh! Berapa biji cabe rawitnya, gelo?!” katanya kemudian sambil mengipasi mulutnya yang kepedasan.

( sttt stt, seuhah, seuhah, meni pedes pisan ini the! Berapa buah cabe rawitnya, gila ?!”

“Biasa atuh kang, 20 biji” kata si Kemod.

( Biasa kang, 20 buah )

“20! Gelo siah! Teu mikir! Aduh, alamat muncrut yeuh”. Keluh Mamat.

( 20! Gila luh! Gak mikir! Aduh alamat sakit perut nich )

Kemod dan Mamat, dua sahabat sejati yang bertemu ketika keduanya secara terpisah mencoba mencuri di rumah yang sama. Karena usia mereka tidak jauh berbeda (kemod 30, Mamat 32 tahun), dan karena kesamaan profesi, mereka kemudian menjalin hubungan simbiosis parasitisme, pokoknya saling memparasitisme masing masing deh (aduh jadi pakucrut ini teh). Keduanya memang maling kelas kambing, tidak hanya uang, perhiasan, atau televisi, bahkan BH dan celana dalam yang lagi dijemur pun akan mereka curi. Dengan otak dan kemampuan yang pas-pasan, hanya keajaibanlah yang membuat mereka sampai saat ini belum pernah sekalipun tertangkap atau dihakimi massa.

“Mod, yu siap-siap, saatnya kita maling tuh rumah juragan Kardi, sebel saya teh ama dia, dasar pemeras rakyat kecil, tengkulak borokokok” Kata Mamat berapi-api.

“Wuiihh si akang, mau jadi kayak Robin huut? Ngerampok yang kaya untuk yang miskin kang?” kata si kemod sambil menyiapkan peralatan malingnya, yang ia beli di Maling Are Us, Dept Store.

“Goblok, ya iya atuh kita ngerampok orang kaya, kalo orang miskin mah apanya yang mau dirampok? Yang ada bukannya Tipi color, malah kolor bau titit”

********

Sementara itu hanya 1 kilometer dari rumah itu, sebuah mobil dengan kap mesin yang telah terbuka tampak telah terparkir di pinggir jalan kecil yang teramat sepi. Dua wanita tampak berkutat mencoba memperbaiki mesin mobil yang tampaknya sedang mogok itu.

“Soo heloo, can u fix it” kata salah seorang dari mereka yang tampaknya usianya masih belasan.

“Piksit ai ken nat, pusing I ken” jawab Julia Perez.

“Whaattt, but you said you know about engine, you said you could fix it!”

Little little sih I ken, a lot a lot I pusing juga yu know” jawab si “artis” Julia perez.

“Ugghh, baby, baby, oh baby!”, erang Cinta Laura kesal.

‘waduh, ni bule stress malah nyanyi’ pikir Julia dalam hati.

Jika anda melihat kedua wanita ini pasti anda akan langsung mengenali mereka, wajah keduanya memang sering wara-wiri di televisi. Cinta Laura, bintang sinetron muda yang namanya langsung melejit setelah membintangi beberapa judul sinetron hits, kepopulerannya tentu saja ditopang wajah yang bule abis dan logat medok dengan bahasa Indonesia yang patah patah yang menjadi ciri khasnya. Sedangkan Julia Perez, “artis”… sebenernya dia artis apaan sih? Perasaan pernah liat dia pas lagi mendesah-desah gak jelas gitu pas iklan yang; ketik REG spasi Perek, doang kalo gak salah.

Pasangan aneh ini bertemu ketika keduanya menghadiri undangan pernikahan dari juragan jengkol asal Garut. Sang juragan yang bernama Kardi memang mengundang beberapa artis ibukota untuk memeriahkan pernikahannya dengan istrinya yang ketujuh, maklum juragaann, banyak duit pastinya, sekali kepret para artis pun berdatangan, tentunya dengan tarif honor manggung yang istimewa pula.

Pada saat bubaran itulah keduanya memutuskan untuk pulang bareng ke Jakarta dengan menggunakan mobil Julia. Tapi rupanya Julia yang tidak begitu mengenal jalan, telah salah belok dan masuk ke jalan kecil yang entah menuju kemana. Ditambah lagi mobil yang mereka tumpangi tiba-tiba mogok, mana HP mereka gak dapat sinyal lagi, bahkan ketika Julia mencoba bersemadi dan memanggil jin piaraannya, yang muncul malah pesan gaib; No Network Available.

“Ya udah, yu tunggu disini, I mau go go, luking luking helep, yu know” kata Julia.

Cinta yang merasa kesal karena ikut terseret kedalam situasi ini hanya manyun dan memalingkan muka.

‘yeee, ni bule Depok malah manyun lagi, makdikipe, aye beri nih! Biar idungnya pindah kebelakang’ Julia bersungut sungut melihat tingkah kolokan Cinta. Julia pun melangkah pergi untuk mencari bantuan.

Setengah jam berlalu sejak Julia pergi. Cinta yang ditinggal sendiri ditengah antah berantah seperti ini lama-lama mulai ketakutan juga. Dengan gelisah ia menengok kekiri dan ke kanan, tapi belum juga kelihatan ada batang hidung manusia, apalagi batang- batang yang lain. Tiba-tiba terdengar suara kresek kresek dibelakangnya, detak jantung Cinta pun terasa berhenti.

“Helooo, who goes there?! Anyone?! Helloo” katanya takut-takut.

Dua sosok bayangan tiba-tiba meloncat keluar dari balik semak-semak.

“Whuaahhh!” teriak Cinta.

“Emmaaaakkk!”

“Aaajjjiiiiibbb!”

Suara teriakan pun terdengar bersahutan, dari tiga orang yang sama-sama kaget setengah kampret.

“You and you, who are you? Are you men or a ghost?”

“Apaan katanya Mat? Agus? Agus saha?” Kata Kemod yang sudah hilang kagetnya setelah menyadari bahwa mahluk berkulit putih didepannya bukanlah pocong atau kuntilanak.

“Teuing tuh, sigana bule nih, gak ngarti bahasa kita kali Mod” bisik Mamat.

“Aduh, bule? Kamu ngarti teu bahasa bule?”

“Ya bisaa atuh, gini- gini saya the pernah tinggal di L.A, ntar urang coba pake bahasa Belanda dulu, sapa tahu orang kompeni dia” kata Mamat Jumawa.

Dengan langkah perlahan ia menghampiri Cinta yang masih tampak agak takut- takut yang melihat tampang kedua orang ini yang lebih mirip gorila daripada manusia.

“Hmm ehmm, overdoriii!! kowe orang ekstrimist toh, dimana itu si Pitung?!” bentak Mamat dengan penuh percaya diri.

“Heehh?!” Cinta kebingungan melihat kelakuan gorila yang satu ini.

Melihat Cinta Cuma melongo kebingungan, Mamat kembali mendekati Kemod dan berbisik.

“Mod, dia gak ngerti bahasa bule kompeni Mod, bule Amrik kali dia” bisik Mamat pada Kemod.

“Coba atuh pake bahasa bule Amrik” saran Kemod.

“Siipp” kata Mamat sambil kembali mendekati Cinta, dan dengan pede berkata.

“Yu, little-little to me, little-little to me, salary no up up”

(terjemahan: dikit-dikit ama gua, dikit-dikit ama gua, gaji aja kagak naek-naek, Red)

“Heehh?!” Cinta tambah bingung melihat lakon ketoprak humor didepannya ini.

“Mod, masih teu ngarti juga nih bule, dia idiot kali Mod” bisik Mamat.

“Hmm idiot tapi geulis Mat! Cantik euy!, Mat gimana kalo kita bawa aja dia balik ke rumah, terus kita… “ bisik Kemod sambil menyelipkan jempolnya diantara telunjuk dan jari tengahnya.

Mamat yang memahami maksud Kemod, perlahan mengalihkan pandangannya pada Cinta Laura, ia memandangnya dari ujung kaki sampai ujung ketombe, ia lalu manggut- manggut sambil mengusap- usap dagu. “Boleh Mod, boleh. Biarin aja juragan Kardi mah bisa kita maling besok-besok aja. Yuk kita bawa” kata Mamat.

“Yoi pakce” kata Kemod.

Keduanya lalu mengepung si gadis yang tampak makin ketakutan.

“What, what are you… hmmpp… help, help!Lontong, Lontong!”

Cinta tak sempat melarikan diri, ataupun berteriak, karena kedua maling itu telah menangkap dan membekapnya. Dengan mudah keduanya membopong tubuh Cinta dan membawanya kembali ke rumah Kemod.

Tak lama kemudian didalam rumah Kemod…

Cinta Laura terduduk dilantai dengan kedua tangan menjadi satu terikat, begitu juga kedua kakinya, tubuhnya meronta-ronta, namun ia tidak berdaya melepaskan ikatan tersebut. Mulutnya juga tersumbat gombal bulukan yang meredam teriakannya. Pakaiannya sudah terlepas, hingga saat ini ia hanya memakai Bra dan celana dalamnya saja.

“Mat, hayu mulai atuh, si Otong udah gak tahan yeuh” kata Kemod yang saking tidak sabarnya menikmati tubuh Cinta, kini sudah setengah telanjang.

“He he, hayu!” mamat pun melepas semua pakaiannya hingga ia juga telanjang bulat. Lalu keduanya mendekati Cinta.

Si artis muda yang melihat kedua gorila tak berbaju ini menghampirinya Cuma bisa menggeleng-gelengkan kepalanya. Oh no, oh yes, oh no! mungkin itu yang hendak ia teriakkan. Sementara Mamat akhirnya mencapai Cinta, ia meraih kepalanya, membuka sumbatan kain gombal di mulutnya, lalu menyodorkan penisnya kemulut Cinta Laura.

“Sedot neng.. “ katanya dengan nada mengancam.

“Whhaaatt?! Sedot? Eeeuuwww, no way, bau tauk!” Tolak Cinta dengan gayanya yang khas.

“Bau? Mod emang titit gue bau Mod?” tanya Mamat.

“Yeyy mana aku tahu! Emang aku cowok apaan, ngendus-ngendus barang orang? Tapi kalo titit saya mah emang bau” Kata Kemod sedikit sewot.

“Ahh mau bau mau kagak, pokoknya sedotttt neenng” kata mamat lagi.

Tapi tiba-tiba “Braaakkk” pintu rumah Kemod terbuka lebar karena memang tidak dikunci (namanya juga rumah maling, mana percaya dia ama kunci). Sesosok tubuh pun masuk sambil memasang kuda-kuda layaknya si pitung.

‘Eeiiitt, ngapain lu pade! Lepasin temen gue, ato gue beri nih jurus Onta Mabok!” bentak sesosok tubuh yang tak lain adalah Julia Perez, yang rupanya bermaksud menyelamatkan kawannya.

“Ya Allaah, ririwaaa (genderuwo), juriigg, aya juriiggg” Kemod berteriak-teriak histeris ketika melihat tampang Julia yang menyeramkan karena make-up nya yang super tebal.

“Makdikipe! Sapa yang lu sebut jurig?! Dasar gorila edan!” bentak Julia lagi.

“Kemod, maneh mah, dia mah jelas- jelas orang bukan jurig. Gak usah takut Mod, biar gue yang ngadepin!”

Kata Mamat penuh percaya diri ia menghadang Julia.

“Eh bang, jangan ikut campur yah, ini mah urusan anak muda, abang mending pergi aja, pura-pura gak tahu, daripada nyesel” kata Mamat pada Julia.

“Muke gile! Tampang cantik, body aduhai, kayak gini, lu panggil gue abang?! Gue wanita tahu!” bentak Julia.

“Iya tahu, saya tahu situ waria, makanya saya panggil abang, kan masih sama sama titit-an kan?” kata mamat lagi.

“Uedan, gue jadiin sambel terasi baru tahu asem lu! Wanita, waaniitaa! Bukan Waria!” amarah Julia sudah sampai ke ubun-ubun.

“Mat, udah Mat gebukin aja, pusing saya denger teriakannya terus” kata Kemod yang sudah timbul keberaniannya.

“Iya iya, gue embat nih waria… ” katanya sambil bergerak menghampiri Julia.

Tapi belum sempat ia melaksanakan niatnya, sesosok tubuh menghalangi jalannya.

“Tungguuu duuluu, jangann semeennaa meennaa” katanya.

Mamat menghentikan langkahnya, sementara Kemod menatap tak percaya pada pandangannya sendiri. Ia mengenali siapa orang yang baru masuk itu.

“Bang Rhoomaaa, Rhomaaa Iramaa. Mat, satria bergitar Mat, Jaka Swara nih Mat, idola gue datang kemari, waahh gak salah nih” Kemod menjerit-jerit histeris layaknya gadis ABG yang melihat Afgan. Tangannya menarik-narik tangan Mamat yang tak kalah terpesonanya melihat kedatangan sang Raja Dangdut.

Memang ketika Julia berjalan mencari bantuan, secara tidak sengaja ia mencegat mobil yang dikendarai oleh Rhoma yang juga baru pulang dari undangan pesta si Juragan jengkol. Keduanya lalu kembali ke tempat dimana mobil Julia mogok, tapi tidak bisa menemukan Cinta Laura dimanapun. Jadi mereka berdua mencarinya dengan berkeliling hutan. Untunglah akhirnya mereka menemukan gubuk reyot tempat Cinta disekap.

“Kaliiaann, mau apaa kaliaaann dengann Laura, heh?” kata Rhoma dengan ciri khhasssnya yaitu pengucapan yang panjang panjang.

“Ehh anu, bang Rhoma, biasalah darah muda, lamun ngeliat awewe cantik, suka gak nahan saya teh, jadii mo diginiin bang” kata kemod malu-malu sambil menjepitkan jempolnya, tanda universal buat… ehhmm uhhkk.

“Yaa amppunnn, itu doosaaa, dooosaaa! Cepat lepaassin Laura” kata Bang Rhoma sambil menatap tubuh setengah telanjang Cinta Laura, dengan ekspresi wajah yang sulit digambarkan.

“Lepasin bang? Aduh sayang, padahal pas bang Oma datang, saya teh sebagai fans, mau ngasih kesempatan buat abang, buat nyoblos si eneng duluan” kata Mamat.

“Iya bener bener, sebagai idola remaja, pantes atuh kalo bang Oma yang ngerasain memeknya duluan” kata Kemod.

“Yaa amppuunn Itu dooossss…. Apaa?!, uuhkk ehm hmm, yah emang dosa sih, tapi sekali-kali gak apa-apa juga kan?” kata bang Rhoma yang tampaknya tertarik pada tawaran mereka berdua.

“Whhaatt?! Sumpeee looo! Bang kok jadi gini bang? Jangann bang kalo mo perkosa orang, perkosa saya aja, jangan Cinta, kasihan ia masih kecil bang” Julia memohon karena melihat situasi yang kurang menguntungkan.

Sejenak Rhoma, Mamat dan Kemod saling berpandangan,.

“Gimanaa, kaliaan mauu?” tanya Rhoma.

“Gak ahh! Saya masih normal bang, masa saya disuruh merkosa waria! Lu mau Mod?” tanya Mamat.

“Uiiddiihhh, gak, gak! Selera saya gak serendah itu Mat, lu aja kali gue kagak!” kata Kemod.

“Whaattt?!” Jerit histeris Julia menggema, dan ia pun langsung jatuh pingsan mendengar kata-kata ketiga orang yang amat menyayat perasaan itu.

Tanpa mempedulikan tubuh Julia yang dengan sukses terbanting ketanah, ketiga gorila itu kini mengerubungi Cinta yang masih dalam keadaan terikat sambil duduk. Mamat pun ikut duduk dibelakangnya, memeluk Cinta dari belakang dan menjatuhkan ciumannya ke tengkuknya. Lidahnya menjelajah di sekitar leher, tengkuk kemudian naik ke kuping dan menggelitik di sana. Kedua belah tangannya yang berbulu juga mulai merayap dan meremas-remas kedua belah payudara mengkal Cinta yang masih tertutup oleh Bra

Sementara Sang Raja dangdut yang rupanya telah membuka celananya, kini telah menggenggam penisnya dan menyodorkannya ke arah wajah Cinta. Wow, ternyata sang Raja memliki penis ukuran king size juga. Ukurannya saja sudah membuat Cinta takjub, belum lagi belum lagi bulunya yang merambat sampai pangkal , mengingatkannya pada tongkol jagung yang belum dikupas.

” Ayo, ayo masukin donk , masa cuma dipelototin doang ? napa, kagum yah? ” kata Bang Rhoma..

Karena merasa jijik jika harus menservis penis berbulu itu, Cinta hanya menggeleng-gelengkan kepalanya sambil bergidik ngeri, sambil menutup mulutnya erat-erat.

“Waduh, terlaluuu ini, sungguuhh terrlaalluuu” geram sang Raja Dangdut.

Dengan memaksa, ia memencet hidung Cinta, hingga Cinta akhirnya kehabisan nafas dan terpaksa membuka mulutnya. Begitu ada kesempatan, Bang Rhoma pun mulai memasukan penis itu kedalam mulut Cinta, dan memau mundurkan pantatnya sampai penis itu sudah mentok. Cinta langsung mengejan seperti mau muntah, tidak hanya karena bau penis itu, juga karena rambut penis yang menggesek rongga mulutnya, tapi terutama karena ujung penis itu yang menusuk tenggorokan Cinta Laura..

Untuk beberapa saat, Rhoma masih memaju mundurkan pantatnya, tapi rupanya reaksi pasif dari Cinta membuatnya kurang puas atas servis mulut Cinta. “Terlallluu!” geramnya kesal.

Dengan kasar, Rhoma mengangkat tubuh mungil Cinta, lalu membantingnya keatas ranjang dengan kasur bulukan diatasnya. Dengan cepat, Rhoma mengikatkan ujung tali yang mengikat tangan Cinta ke kepala ranjang yang terbuat dari besi itu. Lalu ia menindih tubuh Cinta dan menyingkapkan cup bra Cinta keatas, hingga payudara Cinta yang berukuran sedang tapi putih sekal itu langsung terbuka bebas.

Bang Rhoma langsung membenamkan wajahnya ke payudara mulus itu , tangannya pun mulai mengerayangi payudara di sebelah kanan, sementara ia menggigit, melumat dan menghisapi puting payudara yang sebelah kiri, mau tak mau Cinta tersentak dibuatnya.. Belum pernah ada yang memperlakukannya seperti ini sebelumnya, jika saja bukan orang ini yang melakukannya, jika saja Dude Harlino, atau Glen Aliskie, sudah pasti Cinta akan menyambutnya dengan suka cita. Sayang seribu sayang, kenapa mesti Gorila Irama…

Rhoma kini merambat turun, hingga akhirnya tangannya meraih bagian pinggang celana dalam Cinta dan berusaha menariknya. Tapi karena Cinta terus meronta-ronta, akhirnya dengan tidak sabar, Rhoma langsung merobek celana dalam putih yang dikenakan Cinta.

“Breeett” suara celana dalam yang robek, lalu dengan tidak sabar Rhoma merenggangkan kedua kaki Cinta selebar mungkin, sehingga vaginanya yang indah terpampang dengan leluasa dihadapan semua orang. Siulan pun langsung keluar dari mulut sang Raja Dangdut.

Gundukan vagina itu masih kecil, dan belahannya masih begitu rapat dan bersih, tanpa ditumbuhi bulus sedikitpun. Entah karena belum tumbuh, atau karena pemiliknya rajin mencukurnya hingga botak. Karena terpesona oleh keindahan vagina itu, pegangan tangan Rhoma sedikit mengendur, hingga Cinta bisa berontak melepaskan diri, dan langsung merapatkan kedua kakinya, menghalangi pandangan para gorila itu.

“Kaliaaan, pegangin kakinya!” perintah sang Raja.

Kemod dan Mamat cepat tanggap, dan langsung duduk mengapit Cinta, masing-masing dari mereka lalu meraih bawah lutut kanan dan kiri Cinta, lalu menariknya keatas, hingga kaki Cinta membentuk huruf M, dengan vagina dan pantat yang agak tertarik keatas, bukan hanya lubang vaginanya yang tersingkap, lubang anusnya pun ikut-ikutan terbuka.

Ia mengulurkan tangan kirinya, lalu dengan jari- jari Rhoma yang biasanya menekan-nekan senar gitar, kini digunakan untuk merenggangkan bibir vagina seorang artis muda, hingga menganga memperlihatkan isi bagian dalamnya yang berwarna merah muda. Merekah indah bagai bunga yang siap dipetik.

“Sungguh terlaalluu indahhnyaaa… “ Desah Rhoma perlahan.

Kini jari-jari tangan kanannya lalu terulur hingga menemukan belahan pada bukit kecil itu, dan menyusuri belahan tersebut dengan jarinya, naik-turun dengan perlahan. Erangan pun keluar dari mulut Cinta, rontaannya semakin melemah. Susuran jari berbulu di sepanjang belahan vagina itu pun semakin dalam dan dalam, Perlahan kedua jari itu mulai bergerak masuk, menusuk kedalam liangnya. Masih amat sempit, kedua jari itupun hampir tidak bisa masuk, namun dengan perlahan, sedikit demi sedikit, kedua jari itupun sedikit menembus liang vagina yang belum pernah terjamah siapapun sebelumnya.

Cinta merintih, antara sesak, geli, nikmat, ia bisa merasakan senti demi senti kedua jari berbulu yang menembus liang vaginanya. Rhoma pun meringis-ringis menikmati jepitan erat vagina Cinta, denyutan dinding vagina yang memijat jarinya, ini baru yang namanya dijepit enak.

Rhoma pun mendorong jari-jarinya untuk masuk lebih jauh, perlahan-lahan, dan ketika sudah mentok, ia lalu menariknya keluar, lalu mendorongnya masuk kembali. Rintihan Cinta makin keras,

“ahhhh..oh no.. please stoopp” erang Cinta.

Tapi celakanya vagina itu justru makin basah, dan mengeluarkan cairan pelumas yang berbau khas, tanda Cinta pun mulai terangsang. Cairan itu langsung melumuri kedua jari Rhoma yang masih keluar masuk vaginanya, iapun menarik tangannya dan memasukkan jarinya kedalam mulutnya.

“Hmmm enaakk, manisss” erang sang Raja dangdut

Tanpa ragu lagi, si pedangdut bangkotan langsung membenamkan wajahnya pada vagina Cinta, pertama-tama ia mengendus-endus vagina merekah itu, baunya harum segar menyengat, pertama-tama ia mencium bibir vagina Cinta berulang kali, terkadang menggosokkan bibirnya ke belahan vagina indah itu, membuat Cinta tanpa sadar mengerang dan memejamkan mata menikmatinya.

Rhoma kini menjelajahi bibir vagina itu dengan lidahnya, turun naik membelah bibir merekah kemerahan itu. Bau menyengat yang semakin tajam, pun makin tercium dari celah kewanitaannya, bau itu justru makin membuat sang Raja Dangdut kesetanan, ia langsung menjilati bagian dalam vagina itu sepuasnya, . segar sekali… manis rasanya. Lidahnya sedalam-dalamnya masuk ke liang vagina Cinta, lalu menggerakkan lidahnya dengan liar, memutar dan menggaruk-garuk dinding vagina miliknya.

Cinta kini benar-benar sudah kalang kabut, mau tidak mau ia harus mengakui bahwa sentuhan lidah basah dan hangat itu, membuatnya geli dan gatal dan nikmat sekaligus, ia pun menggigit bibirnya dan mendongakkan kepalanya, gengsi rasanya bila harus terangsang oleh perlakuan pria setua Rhoma Irama, yang amat pantas jadi ayahnya, bahkan kakeknya.

Tapi gengsi tinggal gengsi, ketika jari-jari tangan Rhoma menemukan dan menggosok clitoris Cinta dengan cukup keras, ia pun merasakan aliran listrik meyengat tubuhnya. Apalagi ketika Rhoma membuka belahan bibir vagina itu selebar-lebarnya, lalu menyedot dan menggigit pelan, clitorisnya, birahi Cinta pun telah naik kepuncak tertinggi, dan vaginanya kini makin basah kuyup.

Melihat Cinta kini hanya terbaring pasrah, Rhoma langsung memposisikan dirinya didepan selangkangan sang artis belia. Satu tangannya memegang penisnya, sementara satu tangannya memegang pantat Cinta, ia lalu menggosok-gosokkan kepala penisnya ke belahan vagina Cinta. Merasakan sentuhan benda tumpul itu, rasa panik kembali menyerang Cinta, Ia kembali hendak meronta, ikatan pada tangannya amatlah ketat, sedangkan kedua kakinya masih dipegangi Kemod dan Mamat, sementara mulutnya dibekap Mamat, hingga teriakan pun tak bisa keluar.

Perlahan kepala penis Rhoma menerobos masuk liang vagina Cinta, hanya sedikit, namun sudah cukup untuk membuatnya merintih-rintih. Rhoma kembali mendorongkan kepala penis king sizenya, masih susah masuk. Liang vagina perawan itu masih terlalu sempit untuk diterobos.

“Waduuh, sussah inii” keluh sang Raja.

Tapi setelah beberapa kali berusaha, akhirnya sedikit-demi sedikit penis hitam besar dan berbulu itu akhirnya menembus liang vagina Cinta, dengan menggunakan sistem tarik ulur, akhirnya senti demi senti dari penis itu menembus vagina Cinta hingga menembus selaput dara sang artis jelita.

“Ooohh.. ooohh.. gooodddd…!!” Cinta menjerit. Matanya terbelalak dan tubuhnya menjadi kaku tegang ketika merasakan kepala batang kemaluan yang dahsyat dari si Raja Dangdut, mulai memasuki belahan vaginanya,

Cinta pun kembali mengeluarkan jeritan keras. Sesak sekali rasanya, pedih, perih, ia merasakan vaginanya dipaksa membuka selebar-lebarnya, bahkan penis itu pun sampai mentok dan tidak masuk lebih jauh lagi. Ingin rasanya ia menghentikannya, namun rasa sakit begitu menguasainya, hingga untuk bergerak saja sulit. Untunglah bang Rhoma pun terdiam sesaat, matanya terpejam menghayati denyutan dinding vagina Cinta yang meremas-remas penisnya.

Si Gorila kini kembali menggerakan pinggulnya naik turun, kesat…masih amat sempit. Lebih perlahan ia memaju munduran pinggul, kali ini disertai putaran dan goyangan. Penisnya pun mulai berjalan keluar masuk, gerakannya pun makin lancar, dibantu oleh cairan pelumas Cinta yang mengucur keluar semakin deras disertai darah perawannya, penis itu mulai bergerak keluar masuk dengan lancar. Rintihan terbungkam kembali keluar dari mulut Cinta, wajahnya mengernyit menahan sakit, bagian bawah tubuhnya benar-benar terasa sesak.

Sementara Kemod membenamkan wajahnya ke payudara Cinta dan menyusu, menjilati dan sedikit menggigit seluruh permukaan payudara Cinta yang tidak begitu besar itu sambil mengemut dan menghisap kuat-kuat, hingga meninggalkan bekas-bekas merah di payudara nya..

Semakin lama semakin cepat pula Bang Rhoma memaju-mundurkan penisnya, mengenjot Cinta dengan seluruh kekuatannya. Peluh membasahi tubuh dan wajah tuanya memancarkan birahi yang tak terbatas,Sungguh pemandangan yang amat kontras, tubuh bantat dan melebar milik lelaki separuh baya yang menyeramkan, sedang menggumuli tubuh mungil putih bersih dan mulus milik seorang gadis belia. Tubuh mungil Cinta Laura pun terlonjak-lonjak dan menekuk tertahan menahan gempuran Rhoma.. Hingga 20 menit kemudian.

“Ahhh..aahhh..ahhh…erhhgggg…oh..Judiii, Judiii” teriaknya keras.

Penisnya berdenyut keras, seakan hendak copot. Dengan cepat ia menarik penisnya keluar dari jepitan vagina Cinta, lalu kepala penisnya pun langsung menyemburkan cairan putih kental keatas perut rata Cinta, tidak banyak tapi cukup kental.

“Ughh, boleehh inii,,, bolehh” kata Rhoma sambil jatuh terduduk sambil terengah-engah.

“Udah bang? Giliran saya yah!” kata Mamat yang tidak sabar.

Rhoma pun mengangguk-anggukan kepalanya sambil menyingkir turun dari tempat tidur. Mamat pun langsung menggantikan tempatnya. Cinta merasakan pergelangan kakinya dipegang, dan betisnya ditumpangkan ke pundak Mamat. Lalu dengan tangannya yang sebelah lagi, Mamat memegang batang kejantanannya dan diusap-usapkan ke permukaan bibir vagina Cinta yang sudah basah. Tanpa kesulitan dan tanpa perlawanan (karena Cinta sudah kehabisan tenaga untuk melawan), Mamat langsung mendorongkan pantatnya dan perlahan benda lonjong pun mulai menyeruak ke dalam vagina Cinta.

Mamat pun membenamkan habis penisnya kedalam vagina Cinta, sejenak matanya berkedip-kedip saking keenakan akibat jepitan vagina Cinta yang masih sempit. Cinta sendiri merasa vaginanya penuh sekali, bahkan ia bisa merasakan urat-urat penis itu bergesekan dengan dinding vaginanya. Mamat pun langsung menggenjotnya dengan kasar dan keras. Semakin lama semakin keras dan kasar hingga membuat Cinta merintih dan mengaduh tak berkesudahan. Sementara satu tanggannya meremas- remas payudara Cinta yang kenyal.

Cinta memejamkan matanya mencoba menahan sakit akibat serbuan benda asing yang menyerbu kedalam vaginanya itu, airmata pun mulai menggenang disudut matanya. Ia bisa merasakan tiap milimeter dari penis gorila itu, terus menerus menggesek dinding liang vaginanya. Sakit… perih… Tapi Gorila itu tidak peduli, rasa nikmat yang menguasainya membuatnya lupa diri, dan justru makin mempercepat gerakannya.

15 menit lamanya tubuh mungil Cinta disetubuhi Mamat, anehnya cairan pelumas terus saja mengalir keluar dari dalam vaginanya, melumuri penis mamat yang masih bergerak buas, sehingga menimbulkan bunyi kecipak air.

“Aaagghhh.. ooohh.. enaakk gillaa!” keluh Mamat, terasa badannya melayang-layang, suatu kenikmatan yang tak terlukiskan.

Mungkin karena vagina Cinta memang luar biasa nikmatnya, Mamat pun sudah menggeram keras dan gerakan tubuhnya semakin cepat, ia mulai meracau tak keruan sementara tangannya meremas-remas rambut Indah sang artis. Ia pun menghujamkan penisnya sedalam mungkin kedalam vagina Cinta, dan menyemburkan spermanya banyak sekali jauh didalam vagina Cinta, hingga si gadis belia bisa merasakan semburan hangat sperma Mamat yang membanjiri rahimnya,

“Gila…memek..artis…memang mak nyuss …” Erang Mamat sambil terguling ke samping.

Kemod yang dari tadi sudah tidak sabar menunggu giliran, langsung menggantikan tempatnya. Ia menggenggam penisnya dan hendak mencoblos vagina si artis, tetapi gerakannya terhenti.

“Busyet Mat, nyembur peju banyak gini, aduh jadi belepetan kieu memekna Mat!” keluh Kemod.

“Maaf Mod, teu tahan saya” kata Mamat yang masih terengah-engah.

“Ughh, kalo gini mah, mesti nyari lubang yang lain atuh” kata Kemod.

Dengan sigap, ia meraih pantat Cinta, lalu mengangkat dan membalikan tubuh Cinta hingga ia telungkup. Lalu ia menekuk lutut Cinta hingga kini ia menungging dengan pantat yang mengacung mengundang. Cinta sendiri sudah tidak mampu bergerak, karena tubuhnya terasa amat lemah, untuk sekedar berteriak pun ia tak mampu.

Kemod langsung membuka kedua bongkahan pantat Cinta dan tanpa ragu langsung membenamkan mulutnya diantara belahan pantat itu dan mulai menjilati anusnya, sesekali lidahnya mencoba menerobos masuk tapi sulit karena sempitnya lubang itu.

“Hmm uedan, artis mah… pantatnya aja wangi” cerocos Kemod disela jilatannya.

Kemod lalu menempelkan jari tengahnya ke bibir lubang yang berkeriput itu, dan mendorongnya hingga perlahan jari itu menyeruak masuk ke dalam Anus Cinta.. si gadis pun merintih, merasakan senti demi senti jari Kemod yang menembus liang anusnya. Cinta pun mengejan, hingga anusnya empot-empotan dan semakin mengeraskan jepitannya, dinding anusnya justru seperti memijat jari Kemod.

Kemod pun langsung mencabut jarinya, dan sebagai gantinya adalah penisnya yang ditempelkan ke bibir anus Cinta. Si gadis sendiri sudah merasakan suatu benda tumpul menggesek-gesek mulut anusnya. Ia kini benar-benar merasa ngeri, bagaimana mungkin penis sebesar itu bisa menembus anusnya yang masih amat sempit.

Kemod dengan segera mendorongkan pantatnya, hingga perlahan kepala penisnya menerobos liang anus itu. Cinta pun terengah-engah ketika merasakan penis itu mulai menekan untuk mencari jalan masuk ke dalam. Sementara Kemod yang merasakan batang kemaluannya dijepit sesuatu yang lembut tapi kenyal, segera bereaksi dengan cepat dan mulai memompa batang kemaluannya dengan asyik untuk segera menerobos masuk liang anus Cinta.

” Uuhh.. Arrgghh..!” Rintih Cinta , saat penis Kemod membelah Anusnya.

Sodokan Kemod pun semakin keras dan dalam, hingga seluruh batang penisnya makin tenggelam dalam anus Cinta..badan mungil berkulit putih itu bergetar pelan, menahan rasa sakit yang menyerbunya. Air mata pun menetes semakin deras… Cinta pun membenamkan wajahnya ke atas bantal bulukan, ia menggigit sarung bantal itu mencoba meredam rasa sakit yang semakin menjadi-jadi pada anusnya.

Akan tetapi Kemod, dengan cepat mulai memompa dan mengaduk-aduk anus Cinta dengan gerakan-gerakan yang buas, tanpa mengenal kasihan pada si artis yang baru pertama kali ini menerima batang penis dalam anusnya.

“Ooohh sshiiittt!” kepala Cinta tertengadah ke atas dengan mata yang melotot serta mulut yang terbuka megap-megap kehabisan udara serta kedua tangannya mencengkeram sprai bulukan yang melapisi kasur itu.

“Usstt ustt, seettt” desah Kemod perlahan, menikmati jepitan anus Cinta yang super ketat.

Dengan gerakan perlahan ia menggerakan pantatnya, mulai asyik menggenjot Cinta, dengusan nafasnya pun semakin berat, sementara beban yang diterima Cinta kini justru makin berat. Tangan Kemod lalu menyelusup dan mulai bermain didepan mulut vagina Cinta, sebelum akhirnya diamblaskannya masuk kedalam vaginanya…

” Ughhh ” erang Cinta ketika jemari Kemod mulai mengaduk-aduk vaginanya. Setidaknya rasa nikmat yang timbul dari sodokan jari itu bisa sedikit meredam rasa sakit dari sodokan penis dalam anusnya. Sambil mengenjot Anus Cinta, Kemod pun terus mempermainkan jemarinya didalam vagina Cinta, hingga tubuhnya mengelinjang antara sakit dan nikmat..

Hampir 20 menit Kemod terus menggenjot anus Cinta Laura dengan kecepatan tinggi.. tubuh mereka sampai berkilauan karena keringat dan nafas mereka berdua pun sudah memburu, tapi Kemod terus mengerjai Cinta. Sementara si gadis merintih kesakitan, Kemod justru makin asyik dan keras mengenjot Cinta.

Cinta pun hanya bisa mengejan-ejan, membuat otot-otot anusnya dengan kuat menjepit batang penis Kemod, hal ini justru malah menambah kenikmatan untuk Kemod, hingga akhirnya ia pun kelihatan akan mengalami orgasme dan mempercepat tusukannya. Gerakan-gerakan yang liar dari Kemod ini menimbulkan perasaan ngilu pada Cinta dan menyebabkan dirinya menggerakan pantatnya ke kiri dan ke kanan mencoba mengibaskan rasa sakit akibat sodokan Kemod yang makin cepat.

“Ooohh.. eemmaaakk… aaajjiiiibbbb!” lenguhan panjang keluar dari mulut Kemod mengimbangi orgasme yang melandanya. Kepalanya tertengadah ke atas dengan mulut yang terbuka dan kedua tangan nya mencengkeram pantat dan paha Cinta yang putih mulus. Terasa cairan hangat dan kental menyembur keluar dari batang kejantanannya, menyembur jauh didalam anus Cinta.

Kemod mencabut penisnya dari anus Cinta dan langsung jatuh terduduk dibelakang pantat Cinta yang masih menungging, sementara cairan sprema tampak mulai mengalir keluar dari lubang anusnya. Tampak lubang anusnya itu membuka lebar, memerah dan memar. Kemod menyentuh lingkar anusnya yang memerah, dan badan Cinta langung tersentak sambil keluar jerit kesakitan. Kemod pun tersenyum sadis mendengarnya.

Cinta Laura hanya bisa meringis kesakitan. Air matanya tak bisa berhenti mengalir, ia tidak mengerti bagaimana semua ini bisa terjadi padanya. Tapi setidaknya ia harus bersyukur karena semuanya kini telah berakhir.

“Udah? Sekarang giliran saya nyobain pantatnya” kata Rhoma sambil memegangi penis king sizenya.

“Ohhh gooooddd nooo!” jerit panjang Cinta ketika Rhoma perlahan mulai mendekatinya.

Lalu segalanya menjadi gelap…

“Tiidaaakk!!!” Cinta Laura menjerit panjang, matanya terbuka lebar-lebar, dan tubuhnya hendak bangkit berdiri, tapi tertahan oleh sabuk pengaman yang ia kenakan.

Hahh?! Ia melihat sekeliling, ternyata ia sedang terduduk di kursi penumpang depan, sementara Julia Perez menyetir mobil itu melewati jalan kecil dan gelap didepannya. Tunggu… apa itu semua hanya mimpi buruk?! Apa semuanya tidak benar-benar tejadi?!

Huuhhh, syukurlah, ternyata semua hanya mimpi… Cinta pun menghela nafas panjang dan lega.

Ia menggeser duduknya sedikit, dan rasa sakit langsung menyerang pantatnya, tidak hanya itu, seluruh selangkangannya juga serasa terbakar, sehingga ia mengaduh pelan, ia menatap Julia, dan Julia pun menatapnya dengan pandangan sedih…

Jadiii, semuanya memang benar-benar terjadi??!

Ohhh nooo!!!

The End

By : Raito Yagami

NB: Hu hu hu, cerita yang aneh, awalnya nulis cuma buat lucu-lucuan aja, kok pas adegan perkosaannya malah jadi serius dan brutal yah? Sekali lagi, jangan tersinggung apalagi marah-marah ama isi ceritanya, toh cuma bo’ongan ini, gak ada maksud buat: fitnah,“character assasination”, atau penistaan nama baik. It’s just for fun, so lighten up will you😛

Yang mo koment silahkan isi kolomnya!

This story are Property of Death Note Production@ All right reserved 2008